MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Selasa, 21 November 2017 07:23
Apapun Hasilnya, Bakal Digugat Lagi
Ahmad Mauladin

PROKAL.CO, WAKTU dua tahun yang dihabiskan Ahmad Mauladin tidak terbuang percuma. Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonannya melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda terhadap sengketa Pilkades Tengin Baru 2015. Dia mengaku melakukan upaya hukum sebagai bentuk pembelajaran kepada masyarakat agar tidak ada kecurangan dalam setiap pelaksanaan pilkades. “Saya ingin masyarakat PPU belajar dari kasus yang saya alami,” kata dia kepada harian ini setelah pertemuan di Kantor Bupati, Jumat (17/11) lalu.

Dia menyatakan, menghabiskan waktu dan biaya yang tidak sedikit selama menjalani sidang TUN ini. Mulai tingkat pertama sampai kasasi. Itu dia lakukan agar pelaksanaan pilkades di PPU tak dikotori cara-cara kurang baik hanya untuk menduduki posisi kades selama lima tahun. Secara pribadi, tidak memiliki masalah dengan Abdul Haris Nasution. Karena yang dia persoalkan di sidang TUN adalah SK bupati terkait pengangkatan Abdul Haris Nasution sebagai kades Tengin Baru. “Waktu dan biaya, enggak perlu disebut berapa habisnya. Yang pasti, dengan putusan kasasi ini, jerih payah saya dan teman-teman terbayarkan,” terang pria yang sempat menjabat sebagai kades Tengin Baru periode 1999–2005 itu.

Ahmad Mauladin mengaku tak ingin mempersoalkan penolakan Abdul Haris Nasution. Dia mempersilakan jika Abdul Haris Nasution ingin menempuh upaya hukum terhadap hasil pemungutan suara di TPS 01. Seperti yang dia lakukan selama dua tahun ini. “Kata Pak Bupati silakan saja. Itu adalah hak warga negara. Yang jelas, tetap ada pemilihan suara ulang di TPS 01. Jumlahnya diakumulasi dengan TPS 02,” tutur dia.  

Terkait kesiapan melakukan pemilihan ulang di TPS 01 dengan jumlah pemilih 1.036 orang, Ahmad Mauladin menyebut, tidak ada hal khusus. Yang pasti, siapapun yang terpilih menjadi kades Tengin Baru adalah orang yang dibutuhkan masyarakat. Wajib melaksanakan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat. Seperti pengadaan air bersih hingga peningkatan jalan usaha tani di Desa Tengin Baru.

Diwawancarai terpisah, Abdul Haris Nasution menilai, perintah putusan MA terhadap sengketa Pilkades Tengin Baru adalah melakukan pemungutan suara ulang tanpa mengakumulasi jumlah suara dua TPS. Jadi, dia mempertanyakan keputusan bupati PPU yang mengharuskan akumulasi jumlah suara. “Sekarang ada apa, bupati ngotot begitu,” tanya dia saat dihubungi melalui ponselnya.

Dia berjanji, tetap mempersoalkan hasil pemungutan suara ulang nanti. Baik melalui upaya hukum maupun upaya lain. Abdul Haris Nasution sebagai kades Tengin Baru selama 1 tahun 8 bulan harus diberhentikan karena ada gugatan Ahmad Mauladin. “Entah cara saya. Mau cara setan atau cara iblis nanti. Mau habis waktu atau uang, terserah saya. Saya saja dihalang-halangi begini. Ibaratnya sampeyan jadi saya, piring nasinya ditumpah, kayak apa,” tegas dia.

Abdul Haris Nasution mengklaim, selama menjabat sebagai kades Tengin Baru tidak memiliki masalah. Terutama dalam pengelolaan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD). Dalam dua kali penyaluran DD maupun ADD, dirinya tanpa cacat. Selain itu, tidak memenuhi syarat dinonaktifkan sebagai kades, seperti diatur dalam Perda PPU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Desa. “Saya tidak terkena pidana, mengundurkan diri, meninggal dunia, dan terlibat terorisme. Kenapa bupati tahu-tahu menonaktifkan saya,” ujarnya.

Dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pilkades Tengin Baru Tahun 2015 adalah 2.473. Terbagi atas 1.036 orang di TPS 01 dan 1.437 orang di TPS 02. Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya ada 791 orang, sedangkan yang tidak menggunakan hak pilihnya ada 245 orang. Jumlah surat suara sah ada 782 lembar dan surat suara tidak sah ada 9 lembar. Sementara di TPS 02 ada 973 orang yang menggunakan hak pilihnya. Hanya 473 orang yang tidak menggunakan hak pilihnya. Jumlah suara sah sebanyak 931 lembar dan tidak sah sebanyak 33 lembar. (*/kip/waz/k11)


BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2018 08:46

Kaltim Juga Rawan Gempa

Kaltim memang tak karib dengan gempa, namun bukan berarti Bumi Mulawarman tak pernah mengalami guncangan.…

Senin, 08 Oktober 2018 12:34

Mengharamkan Nikah Siri

Menghalalkan hubungan cinta yang terjalin adalah mimpi bagi banyak pasangan. Namun, tak sedikit yang…

Senin, 08 Oktober 2018 12:32

Banyak Mudaratnya ketimbang Enaknya

RINI dan Joni, bukan nama sebenarnya, sudah saling kelewat sayang. Namun, restu orangtua sang pria tak…

Senin, 08 Oktober 2018 12:31

Penghulu Dadakan Tergoda Bayaran

SECARA hukum, negara melarang pernikahan siri terhadap setiap warganya. Namun, praktiknya masih cukup…

Senin, 08 Oktober 2018 12:29

Nikah Siri, Perempuan dan Anak Jadi Korban

OLEH: SUWARDI SAGAMA(Pakar Hukum Perlindungan Anak/Dosen Hukum Tata Negara IAIN Samarinda) NIKAH siri…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:26

Vegetarian= Jaga Tubuh, Jaga Bumi

Anda adalah apa yang Anda makan. Ungkapan itu menjadi tren seiring makin tingginya kepedulian gaya hidup…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:21

Pedang Bermata Dua

MESKI diklaim membuat tubuh fit, fresh dan awet muda, menjalani hidup sebagai vegetarian lebih tak selamanya…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:10

Tren Menanjak Minat Menjadi Vegetarian

HASRAT menjadi vegetarian bahkan vegan trennya menanjak. Termasuk Kaltim. Berikut wawancara dengan Koordinator…

Kamis, 27 September 2018 09:19

Memangkas Emisi, Menjaga Bumi

Perubahan iklim yang kian buruk tak muncul begitu saja. Hujan yang tak tentu hingga kemarau yang terbilang…

Kamis, 27 September 2018 09:12

Ekonomi Menggiurkan dari Alam

RATANA Lukanawarakul begitu seksama mendengar penjelasan Agus, pemuda Desa Muara Siran, Muara Kaman,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .