MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 20 November 2017 07:39
Pendapatan Setara DPRD, AIDS/HIV Mengincar

Menelisik Warung Remang-Remang di Paser

PROKAL.CO, Suasana malam itu, sekitar pukul 21.00 Wita terasa dingin. Hujan baru saja reda, terasa pas kalau mencoba jualan pemilik warung, kopi panas. Baru masuk, si pemilik warung–sebut saja namanya Mawar–langsung menawarkan minum. “Kopi hangat atau susu. Mau lebih hangat lagi sama aku,” tawar perempuan bongsor berusia 45 lebih tersebut.

KALIMAT itu meluncur dari Mawar kepada Kaltim Post yang melakukan investigasi warung remang-remang yang ada di Paser. Koran ini menyamar menjadi sopir pikap bongkar muat Tanah Grogot –Batu Licin (Kalsel) bersama dua orang rekan lainnya. Tujuan warung kopi yang ingin dikroscek adalah Kecamatan Batu Engau, Desa Petangis, yang terletak di sepanjang jalan simpang empat eks tambang BHP.

Warung Kopi milik Mawarkebetulan hanya dia seorang yang tinggal. Dengan bangunan gubuk tidak lebih berukuran 36, yang juga menjadi tempat tinggalnya. Mawartidak segan blak-blakan menawarkan jasanya dengan tarif Rp 150 ribu untuk short time (sekali) pakai. Dengan alas ranjang miliknya yang menjadi tempat eksekusi. Namun, karena harian ini datang bertiga, dia tidak terlalu memancing atau menawarkan untuk “jualan”. Mawar tampak suka diajak berbincang.  Rupanya Mawarberasal dari Jawa Timur, tepatnya Kabupaten Jember. Sejak 2006 hijrah ke Kaltim. Debut pertamanya melayani pria hidung belang ialah saat di lokalisasi resmi di Samarinda. Namun karena kurang kerasan, dia berpindah ke Paser. Semula jualannya di Gunung Rambutan, Kecamatan Batu Sopang. Tetapi tiga tahun terakhir, pindah ke Batu Engau.

“Sekarang sudah warga sini, jadi kalau ada razia aman-aman saja. Saya tidak pake mucikari, kasihan pelanggan lebih mahal bayarnya. Lebih baik saya saja, yang penting ada saja jualan biar murah disyukuri,” katanya dengan logat khas Jawa Timur.

Dia mencoba menawarkan rekannya yang jualan tidak jauh dari lokasinya pada Kaltim Post, dengan menawarkan foto di smartphone miliknya. Kebetulan ada salah satu rekan yang biasa langganan jajan saat bekerja di kota besar. Dia seolah menjadi moderator menggali informasi tanpa rasa curiga dari Mawar.

Dalam sehari, Mawarmengaku tidak menentu mendapat tamu, dia menghitung jika sebulan. Namun rata-rata dari hasil melayani nafsu pria tersebut Rp 20–25 juta.  Pendapatan tersebut setara dengan gaji anggota DPRD sebelum ada kenaikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor  18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Sementara itu Kepala Dissos Paser Amiruddin Ahmad, melalui Kasi Penyandang Disabilitas Tunas Susila dan Napza Suarni mengatakan, tidak ada anggaran khusus untuk pembinaan kepada PSK yang tertangkap. Pemulangan PSK ke kampung halaman mengambil anggaran penanganan rehabilitasi sosial (resos, Red).

Untuk pelatihan keterampilan, bekerja sama dengan UPTD Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Samarinda. Di UPTD itu para PSK dan perempuan yang mengalami masalah keluarga dikumpulkan menjadi satu untuk pembinaan dan pelatihan keterampilan selama empat bulan.

Soal penyebaran HIV/AIDS Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Paser I Dewa Made Sudarsana melalui Kasi Penyakit Menular Eko Ariyanto mengungkapkan, belum ada program khusus pemeriksaan kesehatan terhadap PSK. Biasanya, jika PSK tertangkap petugas dan diminta pemeriksaan, Dinas Kesehatan siap mendukung.

“Beberapa bulan terakhir hanya melakukan pemeriksaan pada kelompok berisiko seperti waria, pekerja salon, hingga warga binaan di Rutan Tanah Grogot,” ucapnya.

Pada 2017 Dinas Kesehatan baru serius mendata penderita IMS dan HIV di wilayah Kabupaten Paser (lihat grafis). “Sementara data penderita HIV 2016 sebanyak 20 orang, 7 di antaranya meninggal dunia. Kemudian data 2017 tersisa 7 penderita melakukan pengobatan di Poli voluntary counseling and testing (VCT) RSUD Panglima Sebaya. Sedangkan 6 lainnya pindah berobat ke luar Kalimantan,” ujar Rossa, petugas pengelola HIV/AIDS, Kusta dan ISP Diskes Paser, Kamis (16/11).  (/jib/*/ns/waz/k9)


BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 09:37

Huru-hara Huliwa

Sebuah pertaruhan terjadi di Huliwa. Pertaruhan mengenai masa depan ekosistem, ekonomi, dan degradasi…

Selasa, 24 April 2018 09:33

Memelihara Keanekaragaman

KALTIM memiliki satwa khas, orangutan (Pongopygmaeusmorio),yang punya keunikan dibanding tempat lain.…

Selasa, 24 April 2018 09:24

Rimba Adat yang Sakral

HUTAN Lindung Wehea yang dikelola secara adat oleh kelompok suku Dayak Wehea membuat kelangsungannya…

Selasa, 24 April 2018 09:22

Hitam dan Basah di Lom Plai

WEHEA tak hanya magis dengan hamparan hutannya yang hijau dan terjaga. Tradisi suku tertua di Wahau…

Selasa, 24 April 2018 09:18

Rayuan Insentif dan Potong Pajak

KAWASAN Ekosistem Esensial Bentang Alam Wehea-Kelay dirancang memiliki luas wilayah 520 ribu hektare.…

Selasa, 24 April 2018 09:15

Kemitraan Pengelolaan Habitat Populasi Liar Orangutan

Oleh: Edy Sudiono(Partnership Manager The Nature Conservancy Indonesia) DOKUMEN Strategi dan Rencana…

Jumat, 20 April 2018 09:32

BERJUDI DI PUSARAN RADIASI

Nuklir menjadi paradoks. Ia menimbulkan fobia, namun pada saat yang sama menumbuhkan asa. Bencana karena…

Jumat, 20 April 2018 09:26

Pasien Dibatasi Berinteraksi

PASIEN di hadapan Habusari Hapkido memandang heran. “Saya mau diapain, Dok? Kok namanya nuklir?”…

Jumat, 20 April 2018 09:16

Radiofarmaka, Teknologi Nuklir untuk Kesehatan

TEKNOLOGI nuklir terbukti memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Salah satunya di bidang kesehatan.…

Jumat, 20 April 2018 09:12

Anisa, Penyintas Kanker sejak Bocah

WIWIK Sulistyo sedikit gemetar saat membuka wadah timah yang diberikan dokter dan petugas Instalasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .