MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 19 November 2017 17:31
KPK Kemungkinan Usut Pengacara Novanto

PROKAL.CO, Setelah terus berkoar akan mempolisikan pihak-pihak yang menyerang kliennya, pengacara Setya Novanto kini harus menghadapi persoalan baru. KPK tampaknya akan serius menindaklanjuti banyaknya laporan masyarakat yang mengadukan tim pengacara Ketua DPR Setya Novanto.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengakui, pihaknya menerima banyak aduan dari masyarakat yang menilai tim pengacara Setnov sudah melakukan obstruction of justice karena menghalang-halangi proses penyidikan kasus e-KTP. ”Ini (obstruction of justice, Red) tindak pidana serius,” ujarnya kemarin (18/11).

Karena itu, lanjut Febri, KPK perlu menindaklanjuti aduan masyarakat tersebut agar semua menjadi jelas.

Dia menyatakan, pengusutan kasus korupsi tak boleh dihalang-halangi. ”Ancaman hukumannya cukup berat, 3 sampai 12 tahun (penjara),” ucapnya.

Sejumlah warga memang beramai-ramai melaporkan kuasa hukum Setnov ke KPK, khususnya Fredrich Yunadi.

Laporan itu terkait indikasi menghalang-halangi penyidikan kasus e-KTP. Salah satu pelapor adalah Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi. ”Laporan dugaan obstruction of justice,” kata Ketua Bidang Advokasi YLBHI M. Isnur.

Koalisi itu, antara lain, terdiri atas ICW, KontraS, YLBHI, LBH Pers, dan Gerakan Anti-Korupsi (GAK). Ada beberapa poin yang dilaporkan.

Salah satunya tindakan kuasa hukum yang menganjurkan Setnov untuk tidak memenuhi panggilan KPK dengan berbagai argumen yang tidak relevan.

Bahkan, pendapat itu cenderung menyesatkan masyarakat. ”Banyak bukti yang kami ajukan, video, semua ucapan dia (kuasa hukum, Red),” ujarnya.

Isnur menambahkan, ada upaya menyesatkan opini publik yang dilakukan kuasa hukum Setnov. Yang paling parah terkait dengan penafsiran UU MD3 bahwa pemeriksaan anggota DPR harus seizin presiden.

Padahal, dalam UU tersebut terdapat pasal yang mengecualikan ketentuan itu. ”Ada upaya penyesatan opini publik,” ujarnya.

Karena itu, Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menilai Fredrich bisa dijerat dengan pasal 21 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Namun, pengacara Setnov tak menggubris tudingan obstruction of justice tersebut.

Dalam beberapa kesempatan, Fredrich Yunadi menyebut pengacara memiliki imunitas sehingga tidak dapat dituntut, baik perdata maupun pidana, sebagaimana pasal 16 UU 16/2011 tentang Bantuan Hukum.

Saat tadi malam dihubungi untuk dimintai komentar terkait rencana terbaru KPK yang bakal serius menindaklanjuti laporan Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi, Fredrich juga tak bersedia merespons.

Tak hanya pengacara Setnov, Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi juga serius mengumpulkan bukti terkait indikasi keterlibatan Hilman Mattauch dalam membantu menyembunyikan Setnov saat hendak dijemput paksa KPK.

Hilman yang merupakan kontributor Metro TV adalah orang yang menyopiri mobil saat Setnov kecelakaan di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, Kamis malam (17/11).

Menurut Isnur, jika ditemukan bukti-bukti yang mendukung dugaan itu, Hilman bisa dikenai pasal merintangi penyidikan KPK dan kode etik jurnalistik. ”Tapi, sejauh ini baru kuasa hukum Setnov yang kami laporkan ke KPK,” ujarnya.

Gayung pun bersambut. Febri Diansyah mengungkapkan, indikasi adanya sejumlah pihak yang sengaja menyembunyikan Setnov selama pencarian KPK juga bakal ditelusuri.

Setidaknya, pihak-pihak yang diketahui bersama Setnov berpotensi dimintai keterangan. Salah satunya Hilman.

”Kalau butuh kronologi yang lebih rinci atau informasi terkait peristiwa untuk (kecelakaan) Kamis malam, tentu tidak tertutup kemungkinan pihak yang mengetahui akan dipanggil sebagai saksi,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait kondisi Setnov, hingga kemarin dia masih menjalani perawatan di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Hanya, belum diketahui seperti apa kondisi terakhir tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu. Termasuk penyakit apa saja yang dideritanya.

Menurut Febri, rangkaian tindakan medis sejatinya sudah dilakukan tim penyidik bersama pihak rumah sakit. Mulai pemeriksaan umum, magnetic resonance imaging (MRI), hingga tes CT scan. ”Analisis dan kesimpulan dari pihak dokter akan menjadi pertimbangan bagi KPK menentukan langkah berikutnya,” ujarnya. (jpnn)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 12:58

Jokowi Naik Motor Lalu Terbang, Dikatai Ketahuan Banget Bohongnya dan Lebay

Video aksi Presiden Jokowi terbang naik motor dalam pembukaan Asian Games 2018 tadi malam, ditanggapi…

Minggu, 19 Agustus 2018 12:53

Joni Happy di Jakarta, Nonton Asian Games

Hari yang tak akan pernah dilupakan Yohanes Ande Kala kemarin diakhiri dengan pengalaman istimewa. Nonton…

Sabtu, 18 Agustus 2018 19:55

Ini Dia 9 Fakta Tentang Joni, Si Bocah Panjat Tiang Bendera

Banyak pihak mengaku terharu hingga menitikan air mata melihat aksi Yohanes Ande Kala Marchal memanjat…

Sabtu, 18 Agustus 2018 19:53

Joni Tak Takut Jatuh, Cuma Takut Merah Putih Tak Berkibar

Keberanian bocah pemanjat tiang bendera, Yohanes Gama Marchal Lau, layak menjadi contoh bagi generasi…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:16

Tak Puas dengan Istri yang Kayak Patung Saat di Ranjang, Pria Ini Terpesona Desahan Janda

Bertemu janda kembang membuat hidup Donwori lebih bergairah. Keinginannya untuk memuaskan hasrat di…

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:25

Sandiaga Berpotensi Disukai Pemilih Milenial Dan Emak-Emak

Dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, kategori pemilih milenial cukup tinggi. Oleh karena…

Jumat, 17 Agustus 2018 22:49

SINTING..!! Usai Tebas Leher Nenek sampai Putus, Udin Teriak Merdeka dan Nyanyi Lagu Indonesia Raya

BANJARMASIN- Lahmudin alias Udin terancam menghuni penjara dalam waktu sangat lama karena memenggal…

Jumat, 17 Agustus 2018 20:02

Panjat Tiang Bendera 23 Meter, Joni Kala Dapat Hadiah dari Kemendagri

Bocah Atambua Nusa Tenggara Timur (NTT) yang panjat tiang bendera saat upacara HUT RI diketahui bernama…

Jumat, 17 Agustus 2018 20:00

Kronologis Heroik Bocah SMP Panjat Tiang Bendera Saat Upacara di NTT, Ternyata Ini Nama Aslinya

Yohanes Gama Marchal seorang pelajar SMP Negeri Silawan, Kelas VII, tiba-tiba saja berlari ke luar barisan…

Jumat, 17 Agustus 2018 19:58

Bendera Merah Putih Nyaris Tak Berkibar, Bocah SMP Langsung Panjat Tiang Bendera, Lihat Apa yang Terjadi

Bocah Atambua Nusa Tenggara Timur, menjadi pahlawan dalam upacara peringatan HUT ke-73 RI di Motaain,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .