MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 19 November 2017 07:55
Dari Hobi, Bisa Berbuat Jahat

PROKAL.CO, BERPERILAKU jahat harus dicegah sejak usia dini. Sebab, mengatasi overkapasitas rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) tak hanya menambah jumlah penjara tersebut. Namun perlu pembinaan orangtua kepada anak agar tak melakukan aksi kejahatan.

Yulia Wahyu Ningrum, psikolog Biro Psikologi Matahati, menerangkan salah satu penyebab banyaknya orang di usia produktif melakukan kejahatan lantaran masih memiliki stamina yang bugar dan kuat. “Sementara untuk anak, biasanya karena iseng, coba-coba, dan pengaruh lingkungan,” bebernya.

Kebanyakan ada beberapa faktor orang di usia produktif (15–64) melakukan tindak kejahatan. Yakni, mayoritas orang di usia produktif sudah mengemban tugas sebagai tulang punggung keluarga. “Sementara lapangan pekerjaan dan mata pencarian cukup sulit,” ujarnya.

Sebagai tulang punggung keluarga tentu banyak hal yang mesti orang tersebut penuhi. Mulai susu anak, istri yang akan melahirkan bagi yang sudah berkeluarga, hingga kebutuhan hidup bagi para bujangan. Maka disimpulkan faktor ekonomi jadi penyebab.

Faktor ekonomi, menurut Yulia, tak hanya berhenti pada tuntutan keperluan keluarga. “Bisa juga karena tuntutan zaman sekarang,” kelakarnya. Ingin terlihat eksis memenuhi keperluan hobi, namun dari segi ekonomi tak mampu. Sehingga untuk memenuhi keperluan itu, seseorang bisa berbuat tindak kriminal.

Sementara faktor lainnya, pada usia produktif, emosi sangat mudah terpancing. Misal dengan alasan harga diri tak dihargai, mereka merasa harus memberi pelajaran kepada orang yang dianggap menginjak-injak harga diri mereka. “Cara memberi pelajaran biasanya dengan kekerasan, mulai memukul hingga membunuh,” ungkapnya.

Dikatakan, belum adanya lapas dan rutan khusus anak di Kaltim juga mesti menjadi perhatian pemerintah. Memang, tahanan atau narapidana anak ditempatkan di blok khusus di rutan atau lapas. Tapi hal tersebut tak menutup rapat kesempatan orang dewasa dan anak tersebut berinteraksi.

Dengan begitu, anak-anak ini banyak melihat dan belajar dari para orang dewasa di sekitarnya. “Sekali lagi, mayoritas anak-anak yang masuk rutan dan lapas melakukan kejahatan berawal dari coba-coba,” terangnya. Dengan ada interaksi penghuni penjara, yang ditakutkan, anak-anak itu jadi lebih memahami dunia kriminal. Bukannya makin baik, malah belajar menjadi “profesional”.

Sementara itu, pengamat sosial dari Universitas Mulawarman (Unmul) Sarosa Hamongpranoto menjelaskan, tindakan preventif dengan menjebloskan pelaku tindak kejahatan ke lapas atau rutan memang perlu. Juga dengan penambahan kapasitas rutan dan lapas pun perlu.

Harapannya, dengan kapasitas baru membuat dua lembaga tadi melakukan reformasi pembinaan tahanan dan narapidana. Mesti dilihat adalah kasus yang menjerat pelaku kejahatan tersebut. “Apakah pencurian, penyalahgunaan, dan peredaran narkoba, atau kasus lain. Ini yang mesti dipisahkan berdasar tindak kejahatan mereka. Apakah ringan, sedang, atau berat,” ujarnya.

Pada dasarnya, fungsi lapas dan rutan bukan lagi seperti penjara konvensional yang memberi jera pelaku kriminal dengan kekerasan. “Tapi lebih kepada pembinaan kepada warga binaan,” jelasnya.

Menurut dia, orang yang masuk lapas dan rutan tak seimbang dengan yang keluar. “Bahkan yang sudah masuk lapas, bisa kembali lagi,” ujarnya. Hal ini dikarenakan generalisasi tahanan dan narapidana. Sejauh ini, di Kaltim hanya kasus penyalahgunaan narkoba saja yang ada lapas khusus. Namun tidak berlaku untuk tindak pidana lain.

Klasifikasi tindak kejahatan ini bermaksud agar penanganannya berbeda-beda. “Jangan sampai yang sudah kelas kakap digabung dengan kelas teri. Dikhawatirkan yang kelas teri, keluar dari lapas akan menjadi lebih profesional melakukan aksi kejahatan,” terangnya. Warga binaan yang baru sekali melakukan tindak kriminal tentu berbeda penanganan dengan yang sudah malang-melintang di dunia kejahatan.

Sarosa meneruskan, masalah rutan dan lapas hanya masalah di hilir. Tentunya akar permasalahan yakni pembinaan di masyarakat mesti dilakukan. Bukan hanya di tingkat masyarakat berusia dewasa, melainkan sejak usia dini. 

Masalah overkapasitas di rutan dan lapas secara nasional agaknya sulit teratasi. Mengingat, tahanan dan narapidana yang masuk tak berbanding lurus dengan yang keluar. Dalam satu waktu, yang masuk lebih banyak dari yang keluar. Dan, itu berlangsung secara terus-menerus.

Menukil data Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kaltim, tahanan dan narapidana yang masuk ke rutan atau lapas dua kali lipat, bahkan hampir tiga kali lipat lebih banyak dari yang bebas. Sebab, jumlah penghuni baru dalam sehari berkisar 15–20 orang, sedangkan yang bisa menghirup udara segar rata-rata hanya 2–7 warga binaan pemasyarakatan (WBP). Dengan kondisi tersebut, terus terjadi penggelembungan WBP.

Selama tindak kejahatan marak terjadi di masyarakat, hunian akan semakin sesak. Itu diperkuat data Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham. Per 16 November 2017, kondisi rutan atau lapas di Benua Etam masih overkapasitas. Dengan total tahanan dan narapidana sebanyak 8.787 orang. Sementara daya tampung hanya 2.513 orang. (*/fch/rom/k9)

loading...

BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 11:00
Pemilihan Rektor Unmul

Calon Rektor Unmul Adu Kuat di Pusat

Memang tak seheboh dan sepanas Pilkada Kaltim. Tapi, proses pemilihan Rektor Universitas Mulawarman…

Senin, 16 Juli 2018 10:00

Tiap Fakultas Beda Dukungan

AWAL tahun 2000, pertama kali Julinda Romauli Manullang memulai risetnya. Di antara semua penelitian,…

Senin, 16 Juli 2018 08:54

Les Bleus Bintang Dua

MOSKOW – Didier Deschamps mengulang memori indah 20 tahun lalu. Pada 1998, dia menjadi kapten…

Senin, 16 Juli 2018 08:47

Ubah Tradisi Sembilan Dekade

PEMINDAHAN jadwal Piala Dunia 2022 Qatar sudah diumumkan Presiden Gianni Infantino pada Kongres FIFA,…

Senin, 16 Juli 2018 08:42

Semangat Meriset Terbentur Dana

PENDIDIKAN, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Itulah tri dharma perguruan tinggi. Penelitian di…

Minggu, 15 Juli 2018 13:00

Gubernur Baru Bakal Pilih-Pilih Proyek

SAMARINDA – Beberapa proyek multiyears contract (MYC) atau tahun jamak berpotensi mangkrak. Pasalnya,…

Minggu, 15 Juli 2018 12:00

Giliran Ketua Komura yang Dieksekusi

BALIKPAPAN – Sekretaris Ketua Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) Dwi Hari Winarno telah dieksekusi…

Minggu, 15 Juli 2018 07:51

Peringkat Tiga Milik Belgia

SAINT PETERSBURG – Belgia tak pulang dengan tangan hampa dari Piala Dunia Rusia 2018. Meski gagal…

Minggu, 15 Juli 2018 07:43

Dari Lima Mengerucut Dua

JAKARTA - Lima nama calon wakil presiden (cawapres) yang disampaikan Presiden Joko Widodo membuat penasaran…

Minggu, 15 Juli 2018 07:36

Mental Kuat Berkat Meditasi, Fisik Prima karena Sepak Bola

Kita barangkali pernah merasakan bagaimana puasa dari Subuh hingga Magrib. Tidak makan dan minum selama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .