MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 19 November 2017 07:54
Pernah Harus Pinjam Celana Kain Penjaga Istana

Herman, Orang di Balik Gaya Rambut Presiden Joko Widodo

LANGGANAN JOKOWI: Herman saat bekerja di salah satu tempat cukur rambut di Jakarta kemarin. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

PROKAL.CO, Tiap kali potong rambut, Jokowi tak pernah neko-neko. Lalu, berapa ongkos yang diterima si tukang cukur?

FERLYNDA PUTRI, Jakarta

MALAM itu tak akan terlupakan bagi Herman. Seorang ajudan presiden memintanya datang ke istana. “Saya pikir mau dijadikan menteri, ternyata disuruh jadi tukang potong rambut he-he-he,” kelakar Herman ditemui di Jakarta kemarin (18/11).

Hari itu, 20 Oktober 2014, Joko Widodo resmi dilantik sebagai presiden Indonesia. Jadi, saat malamnya, Herman ke istana. Hari itu untuk kali pertama, pria 38 tahun tersebut mencukur rambut kepala negara.

Tapi, Herman bukan orang asing bagi mantan wali kota Solo itu. Ayah seorang putri tersebut jadi tukang cukur langganan sejak Jokowi menjabat gubernur Jakarta. Adalah Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi, yang menjadi “makcomblang” mereka. Kaesang kerap memotong rambut di tempat Herman bekerja, Shortcut Barberia.

Herman mengaku tak pernah belajar formal mengenai potong rambut. Sebagaimana para pencukur rambut asal Garut yang bekerja di Jakarta, dia mewarisi keterampilan mencukur secara turun-temurun.

Kebetulan sang ayah punya rumah cukur atau barbershop di Garut. “Saya belajar dari Bapak,” ucap Herman. Seperti penampilan umumnya yang bersahaja, Jokowi, menurut Herman, juga tidak pernah neko-neko soal potongan rambut. Paling cuma minta dirapikan. Soal panjang pendeknya juga nurut dengan Herman. “Lebih rewel artis baru,” imbuhnya, lantas tergelak.

Karena itu, memotong rambut Jokowi tak memerlukan waktu lama. Cukup 15–20 menit. Kalau ditawari pijat atau creambath, Jokowi selalu menolak. “Saya pernah tanya ke Kaesang, kenapa Bapak enggak mau dipijat? Eh, malah dijawab guyon, nanti tulang Bapak patah he-he-he,” kenangnya.

Tiap presiden Indonesia punya tukang cukur kepercayaan sendiri. Karena Indonesia baru punya tujuh kepala negara sejak merdeka 72 tahun lalu, otomatis tukang cukur seperti Herman tergolong langka.     

Sebagai tukang pangkas rambut presiden, Herman harus siap setiap saat. Sebab, terkadang Jokowi, lewat ajudannya, secara mendadak minta potong rambut. Repotnya, protokoler kepresidenan demikian ketat. Pernah suatu ketika Herman tidak memakai celana kain. Jadilah, dia tidak boleh masuk ke istana oleh Paspampres, meski sebenarnya diminta datang oleh presiden. “Akhirnya saya pinjam celana salah satu penjaga di istana,” ungkapnya.

Setiap ke Istana Negara, Herman juga selalu membawa tas khusus. Isinya peralatan potong rambut khusus Jokowi. Jawa Pos kemarin sempat mengulik isi tas kotak berwarna hitam itu. Isinya juga tidak terlalu banyak. Ada gunting, penyemprot air, dan alat cukur rambut. “Tidak ada yang berbeda, hanya memang harus disendirikan,” tuturnya.

Bukan atas permintaan Jokowi. Namun, menurut Herman, itu wujud pelayanan khusus bagi sang pelanggan istimewa. “Dikasih berapa, ya? Bisa buat beli sawah,” canda Herman ketika ditanya tarif potong rambut Jokowi.

Dia enggan menyebutkan pastinya. Namun, menurut dia, jumlahnya tidak sebanyak yang orang bayangkan. “Yang penting itu kepercayaannya,” tutur dia.

Sejak menjadi tukang cukur kepercayaan Jokowi, pertanyaan yang paling sering dia terima memang soal tarif. Baik dari teman, keluarga, maupun tetangga di Garut. Mereka sering menanyakan pengalamannya masuk istana. Berkah lain sebagai tukang cukur Jokowi tentu saja menjadi terkenal. “Cukup populer di kampung. Beberapa kali juga masuk TV,” katanya, lantas terkekeh. (*/c10/ttg/jpnn/rom/k9)


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 09:27
Putusan Bebas Abun dan Elly, Jaksa Masih Buat Telaah Hukum

Sekarang Giliran KPK

SAMARINDA – Putusan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda yang membebaskan Hery Susanto Gun alias Abun…

Kamis, 14 Desember 2017 09:23

Antisipasi Manuver di Sidang Setnov

JAKARTA – Setya Novanto (Setnov) tidak bisa berkelit ketika ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor…

Kamis, 14 Desember 2017 09:19

Balsam Terkesan Panas, Berintan Berpeluang

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda belum beroperasi. Singkatan Balsam sudah melekat di proyek yang ditarget…

Kamis, 14 Desember 2017 09:16

Sembilan Suspek Difteri di Kaltim

SAMARINDA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendapat laporan 11 provinsi tentang kejadian luar…

Kamis, 14 Desember 2017 09:14

Masuk Lebih 2 Ribu Setruk

ANTUSIASME tinggi ditunjukkan publik untuk mengikuti program Strukvaganza. Buktinya, jumlah setruk yang…

Kamis, 14 Desember 2017 09:13

Hasil Tangan Kreatif Perempuan Gaza yang Jadi Senjata Diplomasi

Sejumlah tokoh publik di Tanah Air mengirimkan dukungan mereka ke Palestina lewat syal. Ada cerita perjuangan…

Rabu, 13 Desember 2017 09:37

Tak Terbukti Memeras, Abun Bebas

SAMARINDA – Perkara dugaan pemerasan di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran yang disidangkan di…

Rabu, 13 Desember 2017 09:27
Golkar Kaltim Belum Tentukan Arah Dukungan

Pasang Kriteria Ketum Baru

SAMARINDA – Partai Golkar segera menentukan babak baru masa depannya. Seluruh DPD Golkar provinsi…

Rabu, 13 Desember 2017 09:23

IUP Menunggak PNBP Rp 1 T

SAMARINDA – Pemblokiran aktivitas pemegang izin usaha pertambangan (IUP) menjadi cara baru pemerintah…

Rabu, 13 Desember 2017 09:21

Jangan Lupa Simpan Setruk Anda

BAGI Anda yang sudah mengikuti program Strukvaganza, setelah mengirim foto setruk via WhatsApp (WA),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .