MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 18 November 2017 07:35
Ungsikan 344 Jiwa, Pukul Mundur Kelompok Bersenjata

Kisah Evakuasi Warga Dua Kampung di Tengah Konflik Mimika

BERJALAN LANCAR: Petugas tengah mengawal warga yang dievakuasi dari Banti dan Kimbely kemarin.

PROKAL.CO, Satgas Gabungan TNI-Polri berhasil menerobos dua dusun yang terisolasi di Kabupaten Mimika, Papua. Kemarin (17/11) tim melakukan operasi pembebasan terhadap ratusan warga.

 

MAYER S-SELVIANI B, Timika

ILHAM W-SAHRUL Y, Jakarta

 

UNTUK beberapa waktu ke depan, Wakil Bupati (Wabup) Mimika Yohanis Bassang rela tak berumah di rumah dinas. Dia dan keluarga bakal kembali ke kediaman pribadi.

Bassang mengikhlaskan rumah dinasnya untuk menampung para warga Dusun Kimbely dan Banti, Kabupaten Mimika, yang kemarin dievakuasi Satgas Gabungan TNI-Polri. “Kami siap menampung warga yang tidak memiliki keluarga atau rumah di Timika (ibu kota Mimika),” katanya kepada Radar Timika (Jawa Pos Group) kemarin (17/11).    

Seperti diketahui, berdasar keterangan polisi, Kimbely dan Banti adalah dua kampung di Distrik Tembagapura yang beberapa pekan terakhir diisolasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Gerak-gerik warga dibatasi. Hanya ibu-ibu warga lokal yang diizinkan berbelanja ke Tembagapura.

Total 344 warga berhasil dievakuasi satgas kemarin. Perinciannya, di Kimbeli, 104 laki-laki, 32 perempuan, dan 14 anak-anak. Sedangkan di Longsoran, Banti, 153 laki-laki, 31 perempuan, dan 10 anak-anak.

Mayoritas mereka adalah pendatang. “Tapi, ada juga beberapa warga asli yang juga ikut ke Timika karena keluarga mereka ada di Timika,” jelas Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal.

Bisa dibilang, proses evakuasi berjalan lancar. Sejak pagi buta, Satgas Gabungan sudah bergerak. Mereka diperintahkan untuk menguasai warga di Kimbely dan Banti. Menurut Kamal, sempat ada baku tembak. Tapi, satgas berhasil memukul mundur KKB. Tak ada korban jiwa di pihak satgas. Sedangkan di kubu KKB belum diketahui.

Para anggota KKB lantas melarikan diri ke hutan dan gunung. “Pasukan tidak langsung mengejar karena cuaca tidak memungkinkan,” kata Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi.

Sekitar pukul 09.30 WIT, dua kampung itu sudah dikuasai Satgas Gabungan. Kemudian, sekira pukul 11.00 WIT, Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar, Asops Kapolri Irjen M Iriawan, dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Supit berada di kedua kampung tersebut untuk bertemu warga. “Selanjutnya proses evakuasi para warga ke Tembagapura dilakukan oleh Satgas Terpadu,” terang Kamal.

Masih ada 956 warga di kedua desa. Sebagian warga memang menolak untuk dievakuasi karena enggan meninggalkan tanah kelahirannya. Menurut Aidi, yang memilih bertahan itu adalah para warga yang lahir dan besar di Kimbely dan Longsoran. Namun, mereka tetap meminta perlindungan Satgas Terpadu agar tetap di kampung tersebut sampai situasi kembali aman dan kondusif.

Untuk itu, aparat keamanan menempatkan pasukan buat berjaga di dua lokasi tersebut. Tidak kurang dua satuan setingkat kompi (SSK) ditugaskan berjaga. Selanjutnya, mereka fokus mempertahankan lokasi yang sudah dikuasai agar tidak kembali ke tangan KKB. Di tempat tersebut, pos pengamanan permanen akan dibangun.

Proses evakuasi berlangsung sampai pukul 14.00 WIT. Warga pendatang yang telah dievakuasi selanjutnya dipulangkan ke daerah masing-masing.

Untuk membantu warga yang telah dievakuasi, Wabup Bassang yang juga ketua Ikatan Keluarga Toraja Mimika akan memanggil semua ketua paguyuban di Timika untuk bersama-sama mengulurkan bantuan. Ada dua posko yang sudah disiapkan di Timika, yakni di Tongkonan dan Gedung Eme Neme Yauware.

Tapi, dia menyarankan, setelah diturunkan di posko, warga langsung disebar ke rumah keluarga ataupun warga di Timika. Jika ditampung jadi satu di posko, dia khawatir justru menimbulkan persoalan baru, terutama kesehatan. “Apalagi ada ratusan anak-anak,” kata Bassang.

Boy Rafli Amar menuturkan, Satgas Gabungan ini telah berhasil bahu-membahu mengevakuasi warga desa yang diisolasi oleh KKB. “Saat evakuasi itu diketahui jalanan itu rusak berat, sulit untuk kendaraan bisa masuk,” paparnya.

Sementara itu, George Supit mengatakan, operasi penyelamatan dilaksanakan lantaran upaya negosiasi TNI-Polri dengan KKB berujung jalan buntu. Dalam operasi tersebut, mereka fokus menyelamatkan seluruh masyarakat di Banti dan Kimbely yang sempat terisolasi. “Seluruhnya kami selamatkan,” tegasnya. 

Ketika dihubungi Jawa Pos, Juru Bicara Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TNPPB) Sebby Sambo menuturkan, di Papua tidak ada KKB. Melainkan TNPPB. “Yang kami lakukan itu bukan kriminal, tapi perjuangan,” tuturnya.

Menurut dia, informasi soal penyanderaan di Kimbely dan Banti itu sama sekali tidak benar. TNPPB sama sekali tidak melakukan penyanderaan terhadap masyarakat. “Kami ini tidak melawan masyarakat, tapi melawan TNI dan Polri. Kombatan melawan kombatan,” ujarnya.

Masyarakat kedua kampung itu, lanjut dia, diperbolehkan untuk beraktivitas apapun di kedua desa. TNPPB sama sekali tidak melakukan pembatasan. “Hanya, bila memang ada warga yang kami datangi itu biasanya yang merupakan mata-mata dari TNI dan Polri,” tuturnya.

Dengan begitu, pembebasan atau evakuasi warga yang diklaim TNI-Polri itu hanya skenario lain untuk menguatkan skenario adanya penyanderaan atau isolasi. “Itu tujuannya untuk meyakinkan masyarakat kalau ada isolasi atau penyanderaan. Tidak ada semua itu,” jelasnya.

Lalu, apakah ada solusi agar bisa berdamai? Dia mengatakan bahwa sebenarnya urusan TNPPB ini dengan Presiden Jokowi beserta menteri-menterinya. Bukan dengan TNI dan Polri. “Kami ingin negosiasi, tapi dengan ditengahi PBB,” ujarnya. (*/JPG/ttg/rom/k8)

 


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 11:21

Kinigalau Kampung Sebelah

Oji hanya bisa bengong. Dia tak mengira, Lapangan Kinigalau di Kampung Sebelah yang jadi tempat bermainnya…

Selasa, 05 Desember 2017 11:02

Dari Ingin Eksistensi hingga Kurang Perhatian Orangtua

Aksi remaja usia SMA yang mengunggah aksinya berciuman di Mahakam Lampion Garden mendapat tanggapan…

Sabtu, 02 Desember 2017 07:46

Berusia Lebih 70 Tahun, Lahirkan Pesepak Bola Besar

Lapangan Kinibalu bukanlah lapangan biasa bagi Kota Tepian. Sederet nama besar pesepakbola lahir dari…

Sabtu, 02 Desember 2017 07:27

Tinggal Bersama Keluarga Ateis, Aktivitas Agama Justru Didukung

An-Nahl Aulia Hakim merupakan satu dari empat siswa SMA 1 Balikpapan yang diterbangkan ke luar negeri…

Sabtu, 02 Desember 2017 06:59

Meneteskan Air Mata Kala Dengar Curhat PSK

Menjadi petugas trantib (ketenteraman dan ketertiban) pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten…

Jumat, 01 Desember 2017 07:38

Asuh 40 Anak Yatim Piatu, Suami Meninggal karena Depresi

Perempuan ini telah menghabiskan waktu 11 tahun hidup bersama human immunodeficiency virus (HIV). Bukan…

Kamis, 30 November 2017 08:34

Bawa Rempah Sendiri, Sanggup Menampung 20 Orang

Sauna ini baru pertama di TPA yang ada di Indonesia. Terobosan ini dulunya sempat dianggap gila. GUNUNGAN…

Rabu, 29 November 2017 08:35

Pengajuan Anggaran Molor, Hasil Musrenbang Belum Diakomodasi

  Masalah utang pihak ketiga yang tak kunjung tuntas menghantui Pemkot Samarinda. Solusi sejatinya…

Selasa, 28 November 2017 08:38

Harus Cerdas Ekspos Temuan agar Tak Ditunggangi Kepentingan Politik

Investigasi Kaltim Post pada Desember 2016 di wilayah Muara Jawa, Kutai Kartanegara, berdampak signifikan.…

Sabtu, 25 November 2017 07:44

Sebagian Besar Makanan yang Dikonsumsi Diolah Sendiri

Pada usia yang memasuki angka 80 tahun, artis Titiek Puspa seolah tak kalah dengan penuaan. Wajahnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .