MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Sabtu, 18 November 2017 06:28
SAHAM DAN EMAS JADI IDOLA

PILIH-PILIH INVESTASI TAHUN 2018

MENGGIURKAN: Sebelum berinvestasi di saham, masyarakat sebaiknya memiliki pemahaman tentang pasar modal.

PROKAL.CO, Tahun 2018 kurang dua bulan lagi. Tidak ada salahnya Anda menyiapkan investasi untuk tahun depan. Belajar dari kondisi tahun ini yang kurang menggembirakan, beberapa jenis investasi bisa menjadi pilihan ke depan.

DI Kalimantan Timur, selain investasi di sektor riil berupa usaha, menanam uang melalui deposito, emas, bursa efek, dan properti banyak diminati. Kondisi ekonomi yang sempat merosot, membuat masyarakat lebih berhati-hati memutar uangnya.

Dari beberapa pilihan investasi, saham dan emas masih menjadi pilihan tepat untuk tahun depan. Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Balikpapan Dinda Amalya menjelaskan, saham merupakan pilihan investasi yang pas untuk saat ini. Jika kondisi ekonomi bertahan hingga tahun depan, maka tidak ada salahnya masyarakat berinvestasi di instrumen ini. 

Menurutnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia terus memecahkan rekor tertinggi. Pada perdagangan bulan lalu, IHSG ditutup menguat sebesar 73,35 poin atau 1,23 persen di posisi 6.025,43. Selain itu, pada tahun lalu BEI mencatatkan frekuensi transaksi perdagangan saham harian mencapai rekor tertingginya sepanjang berdirinya PT BEI pada 13 Juli 1992 silam.

Dikatakan Dinda, kondisi tersebut menandakan investasi di bursa efek terus tumbuh. Masyarakat juga semakin paham dengan pasar modal. Jika dibandingkan beberapa tahun lalu, orang yang berinvestasi saham hanya di kota-kota besar saja. Namun sekarang, pihaknya sudah merasakan masyarakat di daerah mulai paham.

“Terlihat dari program yang kami miliki, yakni galeri investasi desa. Salah satunya di Kabupaten Penajam Paser Utara,” tuturnya.

Di Kaltim, transaksi pasar modal juga terus menanjak. Tahun 2016 mencapai Rp 4,47 triliun. Angka tersebut menjadi realisasi transaksi tertinggi sejak 2012. Tahun ini, diprediksi kembali meningkat meskipun belum tercatat keseluruhan. Namun, ia meyakini pemain di bursa saham sekarang lebih banyak dari tahun sebelumnya.

"Tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak investasi. Realisasi transaksi naik 55 persen dari realisasi 2015. Tahun ini pun kembali meningkat," jelasnya,

Sejalan dengan itu, pihaknya mencatat pertumbuhan jumlah investor yang cukup memuaskan. Tercatat jumlah investor (single investor identification) naik 36 persen dari realisasi setahun sebelumnya, yakni dari 6.604 investor menjadi sekitar 8.000 investor. Sampai Oktober pada angka 8.250 investor.

Sementara, jumlah investor yang aktif (subrekening efek) juga tumbuh dengan persentase serupa, yakni 36 persen tahun 2016 dari 2015; atau dari 5.228 investor menjadi 7.132 investor aktif. Kota Balikpapan juga tercatat masih menjadi kontributor tertinggi. Tahun ini, berjumlah 9.519 investor.

Kemudian, grafik pertumbuhan jumlah investor paling drastis terjadi di Kabupaten Kutai Timur, dari 136 SID tumbuh menjadi 572 SID pada tahun lalu. Adapun jenis emiten yang diincar para investor Kaltim masih variatif.

Menurut Dinda, pertumbuhan jumlah transaksi dan jumlah investor ini dipengaruhi oleh banyak hal. Beberapa di antaranya pemberlakuan tax amnesty yang berakhir Maret lalu, pembentukan galeri investasi, dan kegiatan sosialisasi rutin.

Dia berpendapat, tax amnesty terbukti mendorong minat investasi secara nasional. Namun, bila ditarik hingga skala regional, momentum kenaikan harga komoditas unggulan daerah pun turut memengaruhi.

"Secara nasional, aktifasi investor mencapai 86 ribu per hari. Balikpapan juga sudah mulai aktif, ada dua komunitas investor pasar modal yang aktif. Saat ini secara jumlah, mahasiswa mendominasi," sambung Dinda.

Banyaknya mahasiswa yang aktif menjadi investor pasar modal pun bisa dibilang karena sosialisasi BEI yang cukup aktif. Sepanjang tahun lalu, BEI melaksanakan 181 kegiatan sosialisasi.

Selain itu, BEI menambah galeri investasi. Saat ini di Kaltim terdapat empat galeri investasi, dua di antaranya berlokasi di Balikpapan. Sisanya berlokasi di Samarinda dan Sangatta.

Upaya sosialisasi sejauh ini terbukti efektif. Masyarakat mulai mengenal dunia saham. Dari sisi investasi sudah jelas sangat menguntungkan. Waktunya pun relatif tidak lama.

Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham, yaitu capital gain, dan pembagian dividen.

Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual saham, di mana harga jual lebih tinggi dari harga beli. Capital gain terbentuk dari adanya aktivitas perdagangan di bursa efek.

Dividen adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Dividen berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Jika sedang bagus, keuntungan tak perlu waktu lama didapat.

Perihal risiko, Dinda sebutkan sudah pasti ada. Namun, seiring pertumbuhan investor yang positif, BEI berusaha meminimalisasi terjadinya risiko itu. Yakni dengan cara mengedukasi terus para investor. Pihaknya juga selalu membuka konsultasi. Jika ada investor saham yang ingin berkonsultasi pihaknya siap menerima.

Sementara itu, pimpinan PT Antam Balikpapan M Yasin mengatakan, investasi emas logam mulia terus diminati. Itu terlihat dari jumlah konsumen Antam di Kaltim.

Total konsumen tahun 2015 sekitar 2.500 konsumen meningkat dari total tahun 2015, yakni 1.500 konsumen. Kemudian pada tahun ini sudah mencapai angka 4.000 konsumen.

“Yang menariknya lagi. Yang mulai berinvestasi emas bukan orang-orang tua. Namun, anak sekolah (SMA) cukup banyak yang sudah membeli emas. Mereka biasa membeli emas seberat 1 gram saja,” jelasnya.

Artinya, sekarang ini terjadi peningkatan konsumen karena masyarakat semakin aware terhadap investasi emas. Diakuinya, masyarakat yang datang ke Antam, tidak hanya dari golongan menengah ke atas. Namun, menyeluruh hingga menengah ke bawah.

Namun, dari sisi penjualan emas ada pergeseran. Dulu 10 gram ke atas orang-orang kaya banyak yang membeli. Tapi sekarang sudah sepi.

“Paling tinggi ya dari 1-10 gram. Di tengah kondisi ini, masih banyak yang enggan berinvestasi emas logam mulia di atas 10 gram,” jelasnya.

Belakang ini, Yasin mengakui, sempat sepi peminat. Hal itu ditengarai salah persepsi terhadap aturan pajak yang dikenakan. Ia mengklaim, harga emas yang dijual sebenarnya sudah termasuk pajak. Jadi, masyarakat tak perlu khawatir.

Pria yang hobi memancing ini menjelaskan, memang banyak instrumen investasi lainnya yang memberikan imbal hasil lebih tinggi, seperti saham. Namun, sesuai dengan keuntungan yang diperoleh, risikonya juga tinggi.

“Saham itu risikonya tinggi. Memang gain cepat, keuntungan bisa sebesar-besarnya. Tapi, kalau anjlok ya besar juga kerugiannya. Tapi, kalau emas kan stabil,” jelas dia.

Investasi lainnya yang juga memberikan keuntungan tinggi adalah properti. Namun, kelemahan dari properti adalah tidak likuid seperti emas. Properti memang harganya naik terus, tetapi tidak likuid. Butuh waktu lama untuk bisa menjual properti.

Sedangkan emas, dia katakan, penjualannya mudah. Tidak perlu proses yang lama. Jika ingin menjual pada hari itu, investor akan mendapat hasil penjualan emas pada saat itu juga.

Namun meski aman, keuntungan investasi emas bisa didapat dalam jangka panjang. Ia sebutkan paling ideal investasi emas mulai dari 5 gram. Semakin besar berat logam mulia yang dibeli, harga belinya pun semakin murah. Jadi, untuk mendapat tak terlalu lama.

Deputi Bisnis Pegadaian Area Balikpapan Asror Maskuri juga mengatakan, masyarakat saat ini sudah pintar berinvestasi. Khususnya logam mulia. Hal itu ditandai dengan permintaan yang menanjak naik tahun ini. “Kami mencatat, sampai bulan ini logam yang dijual 27 kilogram,” ucapnya.

Pria ramah ini menjelaskan, angka tersebut lebih tinggi dibanding realisasi sepanjang tahun lalu, yakni 19 kilogram. Di sisi lain, indikasi ekonomi membaik terlihat dari belanja masyarakat terhadap emas batangan.

Sementara itu, untuk produk emas lainnya, yakni tabungan emas pergerakannya masih bagus. Tahun ini, ada tambahan 1.300 nasabah tabungan emas untuk wilayahnya. Total tabungan emas 156 kilogram setara Rp 90,6 miliar. Per rekening rata-rata 1,2 gram. (aji/tom/k15)


BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2018 08:46

Kaltim Juga Rawan Gempa

Kaltim memang tak karib dengan gempa, namun bukan berarti Bumi Mulawarman tak pernah mengalami guncangan.…

Senin, 08 Oktober 2018 12:34

Mengharamkan Nikah Siri

Menghalalkan hubungan cinta yang terjalin adalah mimpi bagi banyak pasangan. Namun, tak sedikit yang…

Senin, 08 Oktober 2018 12:32

Banyak Mudaratnya ketimbang Enaknya

RINI dan Joni, bukan nama sebenarnya, sudah saling kelewat sayang. Namun, restu orangtua sang pria tak…

Senin, 08 Oktober 2018 12:31

Penghulu Dadakan Tergoda Bayaran

SECARA hukum, negara melarang pernikahan siri terhadap setiap warganya. Namun, praktiknya masih cukup…

Senin, 08 Oktober 2018 12:29

Nikah Siri, Perempuan dan Anak Jadi Korban

OLEH: SUWARDI SAGAMA(Pakar Hukum Perlindungan Anak/Dosen Hukum Tata Negara IAIN Samarinda) NIKAH siri…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:26

Vegetarian= Jaga Tubuh, Jaga Bumi

Anda adalah apa yang Anda makan. Ungkapan itu menjadi tren seiring makin tingginya kepedulian gaya hidup…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:21

Pedang Bermata Dua

MESKI diklaim membuat tubuh fit, fresh dan awet muda, menjalani hidup sebagai vegetarian lebih tak selamanya…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:10

Tren Menanjak Minat Menjadi Vegetarian

HASRAT menjadi vegetarian bahkan vegan trennya menanjak. Termasuk Kaltim. Berikut wawancara dengan Koordinator…

Kamis, 27 September 2018 09:19

Memangkas Emisi, Menjaga Bumi

Perubahan iklim yang kian buruk tak muncul begitu saja. Hujan yang tak tentu hingga kemarau yang terbilang…

Kamis, 27 September 2018 09:12

Ekonomi Menggiurkan dari Alam

RATANA Lukanawarakul begitu seksama mendengar penjelasan Agus, pemuda Desa Muara Siran, Muara Kaman,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .