MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 18 November 2017 06:23
Kondisi Baik bagi Konsumen Properti
-

PROKAL.CO, MOMEN ekonomi saat ini banyak yang berasumsi waktu yang tepat berinvestasi.  Sederhananya, pada situasi sekarang, harga barang modal cenderung turun, menyesuaikan dengan merosotnya permintaan karena daya beli yang melemah. 

Hal tersebut kini berlaku di sektor properti. Tak hanya di level pengembang namun konsumen. Banyak pengamat properti yang menyebut bahwa sekarang adalah saat paling tepat untuk membeli properti, termasuk rumah yang notabene kebutuhan primer.

Beberapa pengembang sejak dua tahun terakhir juga terlihat masih wait and see. Mereka masih belum mau menaikkan harga jual properti. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Balikpapan merilis hasil survei harga properti residensial primer di Kota Minyak. Tercatat harga rumah terus terkorelasi. Tahun ini, pada angka minus 0,39. Sedangkan tahun lalu, mencapai minus 0,55 persen. Bahkan bank sentral mencatat ini merupakan pertumbuhan terendah sejak pertama kali survei garapan Bank Indonesia dilakukan.

Kepala KPw-BI Balikpapan Suharman Tabrani menyebutkan, kondisi ini merupakan gambaran atas turunnya daya beli masyarakat. “Ketergantungan terhadap satu sektor ekonomi di Kaltim, termasuk Balikpapan, itu sangat kuat. Begitu sektor itu anjlok, semua mengikuti. Daya beli lantas menurun,” katanya belum lama ini.

Meski pahit bagi pebisnis properti, kondisi ini justru disebutnya baik bagi konsumen. Bagi mereka yang tak terkena imbas kontraksi perekonomian, sekarang adalah saat yang tepat untuk memiliki aset properti.

“Sekarang waktu yang tepat untuk beli rumah. Kalau sudah recovery, daya beli masyarakat sudah teridentifikasi pulih, harga akan naik. Yang membeli sekarang, nanti sudah bisa menikmati harga jual yang bagus. Bagi yang memiliki kondisi ekonomi baik inilah saatnya investasi properti,” bebernya.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Balikpapan Edi Djuwadi mengaku, semua pengembang sekarang ini enggan menaikkan harga rumah. "Adanya ya (harga) diturunkan daripada tidak laku," bebernya.

Biasanya, tiap tahun harga properti pasti naik. Paling tidak minimal 10 persen. "Karena itulah investasi properti ini sangat menarik. Harga pasti naik. Itu sudah hukumnya," ucapnya.

Saat ini, ia jelaskan kondisi pasar properti yang sedang bergeliat segmen rumah murah. "Saat ini rumah murah itulah yang paling laris. Rumah menengah ke atas masih sulit mencari konsumen," bebernya.

Ia sebutkan, saat ini rumah komersial yang laku di harga Rp 300-500 juta. Mau jualan rumah miliaran siap-siap saja tidak laku.

Edi mengatakan, sebenarnya pada saat harga jatuh, masyarakat yang keuangannya masih bagus, pilihan investasi properti sangat bagus. Sebab, pada masa depan jaminan harga jual pasti naik. (aji/tom/k15)


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 06:59

Volume Angkutan Bisa Naik 40 Persen

SAMARINDA - Pelaku jasa pelayaran bakal mendapat peluang pasar lebih besar pada tahun depan. Pasalnya,…

Kamis, 14 Desember 2017 06:52

Stok Bahan Pangan Aman untuk Lima Bulan

SAMARINDA - Stok bahan pangan untuk kebutuhan Natal dan tahun baru nanti dipastikan aman. Dinas Perindustrian,…

Kamis, 14 Desember 2017 06:51

Jangkau 90 Persen Wilayah Kaltim

SAMARINDA - Pertumbuhan kebutuhan telekomunikasi di Kaltim tak ingin disia-siakan XL Axiata. Operator…

Kamis, 14 Desember 2017 06:50

Yakin Tak Saling Makan dengan Toyota Rush

Rilis di Jakarta akhir November lalu, All New Terios akhirnya dirilis di Kaltim, Rabu (13/12). Menjawab…

Kamis, 14 Desember 2017 06:43

Rasio Keuntungan Bank Makin Kecil

JAKARTA - Rasio profitabilitas atau keuntungan dari aset bank dinilai sulit meningkat dalam setahun…

Kamis, 14 Desember 2017 06:39

Dua Perusahaan Resmikan IPO

JAKARTA - Menjelang penutup tahun, dua perusahaan meresmikan penawaran saham perdana atau initial public…

Kamis, 14 Desember 2017 06:37

Darmin: Peringkat Investasi RI Melesat Tahun Depan

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis peringkat Indonesia pada…

Kamis, 14 Desember 2017 06:36

Targetkan 4 Juta Sapi Bunting

SURABAYA – Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian mencatat,…

Rabu, 13 Desember 2017 15:30

Leasing Hati-Hati, Suplai Tertahan

BALIKPAPAN – Sempatlesu beberapa tahun terakhir, pasar otomotif di Kaltim kembali bergairah tahun…

Rabu, 13 Desember 2017 15:28
Bangun Infrastruktur dan SDM Butuh Belanja Besar

Kemnkeu: Jangan Bergantung Pendapatan Negara

JAKARTA- Pemerintah menegaskan, pemerintah akan terus berusaha mencegah bencana pada masa mendatang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .