MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 18 November 2017 06:23
Kondisi Baik bagi Konsumen Properti
-

PROKAL.CO, MOMEN ekonomi saat ini banyak yang berasumsi waktu yang tepat berinvestasi.  Sederhananya, pada situasi sekarang, harga barang modal cenderung turun, menyesuaikan dengan merosotnya permintaan karena daya beli yang melemah. 

Hal tersebut kini berlaku di sektor properti. Tak hanya di level pengembang namun konsumen. Banyak pengamat properti yang menyebut bahwa sekarang adalah saat paling tepat untuk membeli properti, termasuk rumah yang notabene kebutuhan primer.

Beberapa pengembang sejak dua tahun terakhir juga terlihat masih wait and see. Mereka masih belum mau menaikkan harga jual properti. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Balikpapan merilis hasil survei harga properti residensial primer di Kota Minyak. Tercatat harga rumah terus terkorelasi. Tahun ini, pada angka minus 0,39. Sedangkan tahun lalu, mencapai minus 0,55 persen. Bahkan bank sentral mencatat ini merupakan pertumbuhan terendah sejak pertama kali survei garapan Bank Indonesia dilakukan.

Kepala KPw-BI Balikpapan Suharman Tabrani menyebutkan, kondisi ini merupakan gambaran atas turunnya daya beli masyarakat. “Ketergantungan terhadap satu sektor ekonomi di Kaltim, termasuk Balikpapan, itu sangat kuat. Begitu sektor itu anjlok, semua mengikuti. Daya beli lantas menurun,” katanya belum lama ini.

Meski pahit bagi pebisnis properti, kondisi ini justru disebutnya baik bagi konsumen. Bagi mereka yang tak terkena imbas kontraksi perekonomian, sekarang adalah saat yang tepat untuk memiliki aset properti.

“Sekarang waktu yang tepat untuk beli rumah. Kalau sudah recovery, daya beli masyarakat sudah teridentifikasi pulih, harga akan naik. Yang membeli sekarang, nanti sudah bisa menikmati harga jual yang bagus. Bagi yang memiliki kondisi ekonomi baik inilah saatnya investasi properti,” bebernya.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Balikpapan Edi Djuwadi mengaku, semua pengembang sekarang ini enggan menaikkan harga rumah. "Adanya ya (harga) diturunkan daripada tidak laku," bebernya.

Biasanya, tiap tahun harga properti pasti naik. Paling tidak minimal 10 persen. "Karena itulah investasi properti ini sangat menarik. Harga pasti naik. Itu sudah hukumnya," ucapnya.

Saat ini, ia jelaskan kondisi pasar properti yang sedang bergeliat segmen rumah murah. "Saat ini rumah murah itulah yang paling laris. Rumah menengah ke atas masih sulit mencari konsumen," bebernya.

Ia sebutkan, saat ini rumah komersial yang laku di harga Rp 300-500 juta. Mau jualan rumah miliaran siap-siap saja tidak laku.

Edi mengatakan, sebenarnya pada saat harga jatuh, masyarakat yang keuangannya masih bagus, pilihan investasi properti sangat bagus. Sebab, pada masa depan jaminan harga jual pasti naik. (aji/tom/k15)


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 06:44

Triton Masih Jadi Unggulan

BALIKPAPAN - Membaiknya kinerja pertambangan batu bara di Bumi Etam turut mengerek penjualan Mitsubishi.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:42

Minyak Mentah Turun Bisa Jadi Penolong Rupiah

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih sulit meninggalkan level 15.000.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:32

Pacu Pembangunan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan

JAKARTA - Indonesia memerhatikan laporan terbaru panel antar pemerintah tentang perubahan iklim …

Senin, 15 Oktober 2018 06:36

BI Sebut Kebutuhan Dolar Masih Besar

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksi kebutuhan valuta asing dalam bentuk dolar Amerika Serikat…

Senin, 15 Oktober 2018 06:29

Kerek Okupansi Hotel

BALI – Gelaran pertemuan tahunan bertajuk Annual Meetings International Monetary Fund World Bang…

Senin, 15 Oktober 2018 06:28

Jaga Daya Beli, Jokowi Pastikan Premium Tidak Naik

JAKARTA - Pekan lalu publik sempat dihebohkan dengan pengumuman kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis…

Minggu, 14 Oktober 2018 06:53

Puaskan Dulu Karyawan, lalu Pelanggan

ASET terpenting dalam usaha adalah karyawan. Sebab, sekuat apapun tenaga pemilik, pasti tetap membutuhkan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:08

Groceries Penopang Revenue Hypermart

BALIKPAPAN  -  Hypermart masih mengandalkan segmen groceries sebagai tulang punggung pendapatan.…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:07

Waspada Migrasi ke Pertalite

BALIKPAPAN  -  Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Dex Series, serta…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:07

Konsumsi Rumah Tangga Dorong Perbaikan Ekonomi

SAMARINDA  - Perekonomian Kaltim pada triwulan IV 2018 diprediksi masih berada pada nilai yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .