MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 18 November 2017 06:23
Kondisi Baik bagi Konsumen Properti
-

PROKAL.CO, MOMEN ekonomi saat ini banyak yang berasumsi waktu yang tepat berinvestasi.  Sederhananya, pada situasi sekarang, harga barang modal cenderung turun, menyesuaikan dengan merosotnya permintaan karena daya beli yang melemah. 

Hal tersebut kini berlaku di sektor properti. Tak hanya di level pengembang namun konsumen. Banyak pengamat properti yang menyebut bahwa sekarang adalah saat paling tepat untuk membeli properti, termasuk rumah yang notabene kebutuhan primer.

Beberapa pengembang sejak dua tahun terakhir juga terlihat masih wait and see. Mereka masih belum mau menaikkan harga jual properti. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Balikpapan merilis hasil survei harga properti residensial primer di Kota Minyak. Tercatat harga rumah terus terkorelasi. Tahun ini, pada angka minus 0,39. Sedangkan tahun lalu, mencapai minus 0,55 persen. Bahkan bank sentral mencatat ini merupakan pertumbuhan terendah sejak pertama kali survei garapan Bank Indonesia dilakukan.

Kepala KPw-BI Balikpapan Suharman Tabrani menyebutkan, kondisi ini merupakan gambaran atas turunnya daya beli masyarakat. “Ketergantungan terhadap satu sektor ekonomi di Kaltim, termasuk Balikpapan, itu sangat kuat. Begitu sektor itu anjlok, semua mengikuti. Daya beli lantas menurun,” katanya belum lama ini.

Meski pahit bagi pebisnis properti, kondisi ini justru disebutnya baik bagi konsumen. Bagi mereka yang tak terkena imbas kontraksi perekonomian, sekarang adalah saat yang tepat untuk memiliki aset properti.

“Sekarang waktu yang tepat untuk beli rumah. Kalau sudah recovery, daya beli masyarakat sudah teridentifikasi pulih, harga akan naik. Yang membeli sekarang, nanti sudah bisa menikmati harga jual yang bagus. Bagi yang memiliki kondisi ekonomi baik inilah saatnya investasi properti,” bebernya.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Balikpapan Edi Djuwadi mengaku, semua pengembang sekarang ini enggan menaikkan harga rumah. "Adanya ya (harga) diturunkan daripada tidak laku," bebernya.

Biasanya, tiap tahun harga properti pasti naik. Paling tidak minimal 10 persen. "Karena itulah investasi properti ini sangat menarik. Harga pasti naik. Itu sudah hukumnya," ucapnya.

Saat ini, ia jelaskan kondisi pasar properti yang sedang bergeliat segmen rumah murah. "Saat ini rumah murah itulah yang paling laris. Rumah menengah ke atas masih sulit mencari konsumen," bebernya.

Ia sebutkan, saat ini rumah komersial yang laku di harga Rp 300-500 juta. Mau jualan rumah miliaran siap-siap saja tidak laku.

Edi mengatakan, sebenarnya pada saat harga jatuh, masyarakat yang keuangannya masih bagus, pilihan investasi properti sangat bagus. Sebab, pada masa depan jaminan harga jual pasti naik. (aji/tom/k15)


BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 06:56

Mulai Pikirkan Hilirisasi

JAKARTA – Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dalam beberapa bulan terakhir…

Senin, 16 Juli 2018 06:52

Suku Bunga Naik, Kredit Diyakini Tumbuh

JAKARTA – Meski menaikkan suku bunga acuan 100 basis poin pada periode Mei–Juni 2018, Bank…

Senin, 16 Juli 2018 06:51

BEI Berharap Freeport Go Public

JAKARTA - Pemerintah telah berhasil mengambil alih 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui…

Senin, 16 Juli 2018 06:49

Belum Kurangi Ketimpangan Sosial

JAKARTA - Subsidi energi pada tahun depan bakal meningkat. Peningkatan itu disetujui oleh Badan Anggaran…

Minggu, 15 Juli 2018 06:16

Hunian Nyaman Berkesan Alami

KONDISI alam perbukitan membuat Balikpapan Regency menghadirkan suasana perumahan yang nyaman dan menyatu…

Minggu, 15 Juli 2018 06:13

De Royal, Rumah Investasi dan Eksklusif

BALIKPAPAN Regency memiliki 10 cluster andalan. Yakni, De Royal, Meditrania, Valencia, Castarica, Kintamani,…

Minggu, 15 Juli 2018 06:10

Rumah Impian, Investasi Masa Depan

DIHUNI lebih dari 5000 kepala keluarga (KK), Balikpapan Regency memang jadi pilihan masyarakat. Tidak…

Sabtu, 14 Juli 2018 06:25

Jaga Surplus Industri Manufaktur Berbasis SDA

JAKARTA   —  Industri pengolahan berbasis sumber daya alam masih menunjukkan kinerja…

Sabtu, 14 Juli 2018 06:23

Perjuangkan Isu Kelapa Sawit

BRUSSELS  –  Delegasi Indonesia dan Delegasi Uni Eropa melakukan perundingan putaran…

Jumat, 13 Juli 2018 07:16

Dolar Naik, Bos Batu Bara Bilang Belum Tentu Untung Besar

SAMARINDA —Tingginya nilai tukar dolar Amerika terhadap rupiah menjadi kesempatan bagi pengusaha…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .