MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 18 November 2017 06:19
SMA Selalu Dominasi Pengangguran
-

PROKAL.CO, SAMARINDA  -  Jumlah penduduk Kaltim di atas 15 tahun lebih dari 2,59 juta orang. Sebanyak 1,65 juta orang di antaranya telah memiliki pekerjaan. Sedangkan 114 ribu orang pengangguran.

Dari jumlah pengangguran itu, penduduk dengan tingkat pendidikan SLTA masih mendominasi sekitar 8,37 persen. Meski begitu, jumlah tersebut menurun jika dibandingkan Agustus 2016 sebanyak 10,13 persen, dari total pengangguran 136 ribu orang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim M Habibullah mengatakan, jumlah pengangguran pada Agustus 2017 mencapai 114 ribu orang atau 6,91 persen dari total angkatan kerja. Dari jumlah itu tingkatan pengangguran terbuka (TPT) untuk pendidikan SD ke bawah sebesar 4,37 persen, atau paling rendah dibanding tingkatan pendidikan lain. (Selengkapnya lihat grafis)

“Lulusan SLTA sejak lama mendominasi jumlah pengangguran. Hal ini karena lulusan SLTA biasanya jarang yang langsung diterima bekerja. Kecuali memiliki kemampuan tertentu,” ujarnya.

Tak hanya di Kaltim, saat ini di Indonesia sebanyak 55 persen tenaga kerja lulusan sekolah menengah menganggur. Masalah ini timbul akibat daya serap dunia kerja yang minim dan ketidaksiapan siswa berwirausaha.

Ditemui terpisah, pengamat ekonomi Kaltim Aji Sofyan Effendi mengatakan, persentase tingkat pengangguran tertinggi ada pada lulusan SLTA. Di Kaltim, lulusan menengah akhir banyak yang bekerja di perusahaan eksploitasi alam seperti tambang batu bara. Banyaknya perusahaan yang tutup dua tahun terakhir tentunya masih menyisakan banyak pengangguran.

“Sedangkan lulusan SD menjadi tingkatan pengangguran terkecil karena lulusan SD biasanya sudah bekerja menjadi kuli pelabuhan, pembantu rumah tangga, dan lainnya. Hal itu tentunya membuat tingkatan ini tidak banyak menyumbang jumlah pengangguran,” ujarnya.

Aji mengatakan, lulusan SLTA penyumbang pengangguran tertinggi karena lulusan SLTA serbasalah. Jika lulusan SLTA bekerja kasar sebagai kuli pelabuhan atau tukang kayu, kebanyakan tidak mau karena memang masih ada pendidikan. 

“Namun, jika mencari pekerjaan ke atas dengan kriteria perusahaan besar juga sulit. Sehingga serbasalah – ke bawah seperti tidak sesuai pendidikan namun ke atas sulit memenuhi kriteria atau kemampuannya tidak memadai,” ungkapnya.

Aji mengatakan, walaupun begitu pemerintah dan para investor tentunya bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak. Agar pengangguran dari tingkatan pendidikan manapun bisa diserap.

Menurutnya, jika tingkat pengangguran di Kaltim tinggi, maka pemasukan per kapita di Kaltim menjadi rendah. Pemasukan rendah menciptakan kemiskinan karena kesulitan memasuki lapangan pekerjaan.

“Pemerintah harus bisa memberikan keseimbangan jumlah lapangan pekerjaan dengan jumlah penduduk di atas 15 tahun. Karena ini punya korelasi terhadap jumlah kemiskinan di Kaltim,” pungkas dia. (*/ctr/tom/k15)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 06:31

Permintaan Aneh Pelanggan Menggali Kreativitas

SETELAH lulus dari Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia pada 2014, Sherli Sukangto…

Minggu, 20 Mei 2018 06:28

Jaga Komunikasi, Kualitas, dan Kecepatan Kerja

MENGELOlA bisnis di bidang desain sejak 2014, Sherli Sukangto mengaku telah banyak menghadapi persaingan.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:14

2019, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,8 Persen

JAKARTA  –  Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada 2019 mendatang mencapai…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:09

BI Terbitkan Buku Kajian Stabilitas Keuangan

JAKARTA –  Bank Indonesia (BI) meluncurkan buku Kajian Stabilitas Keuangan No.30, Maret 2018.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:08

BI Terapkan Pengetatan Moneter, Era Bunga Tinggi Dimulai

JAKARTA  –  Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan suku bunga acuan. Kamis (17/5), rapat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:37

Perusahaan Lokal Masih Enggan Go Public

BALIKPAPAN - Minat perusahaan lokal untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public…

Jumat, 18 Mei 2018 06:34

RDMP Berjalan, Gubernur Prioritaskan Naker Lokal

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meminta pembangunan kilang minyak baru milik PT Pertamina…

Jumat, 18 Mei 2018 06:32

Lampaui Target Konsumsi Nasional

TANA PASER  –  Meski terjadi kenaikan harga, masyarakat Paser tidak perlu bingung mencari…

Jumat, 18 Mei 2018 06:30

Penguatan Dolar Bisa Katrol Harga Otomotif

BALIKPAPAN - Harga jual otomotif di Kaltim diprediksi bakal terpengaruh penguatan dolar Amerika Serikat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:27

Asuransi Optimistis Tumbuh 20 Persen

JAKARTA – Industri asuransi tetap optimistis bisa tumbuh 20-30 persen tahun ini. Indonesia dinilai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .