MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 18 November 2017 06:19
SMA Selalu Dominasi Pengangguran
-

PROKAL.CO, SAMARINDA  -  Jumlah penduduk Kaltim di atas 15 tahun lebih dari 2,59 juta orang. Sebanyak 1,65 juta orang di antaranya telah memiliki pekerjaan. Sedangkan 114 ribu orang pengangguran.

Dari jumlah pengangguran itu, penduduk dengan tingkat pendidikan SLTA masih mendominasi sekitar 8,37 persen. Meski begitu, jumlah tersebut menurun jika dibandingkan Agustus 2016 sebanyak 10,13 persen, dari total pengangguran 136 ribu orang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim M Habibullah mengatakan, jumlah pengangguran pada Agustus 2017 mencapai 114 ribu orang atau 6,91 persen dari total angkatan kerja. Dari jumlah itu tingkatan pengangguran terbuka (TPT) untuk pendidikan SD ke bawah sebesar 4,37 persen, atau paling rendah dibanding tingkatan pendidikan lain. (Selengkapnya lihat grafis)

“Lulusan SLTA sejak lama mendominasi jumlah pengangguran. Hal ini karena lulusan SLTA biasanya jarang yang langsung diterima bekerja. Kecuali memiliki kemampuan tertentu,” ujarnya.

Tak hanya di Kaltim, saat ini di Indonesia sebanyak 55 persen tenaga kerja lulusan sekolah menengah menganggur. Masalah ini timbul akibat daya serap dunia kerja yang minim dan ketidaksiapan siswa berwirausaha.

Ditemui terpisah, pengamat ekonomi Kaltim Aji Sofyan Effendi mengatakan, persentase tingkat pengangguran tertinggi ada pada lulusan SLTA. Di Kaltim, lulusan menengah akhir banyak yang bekerja di perusahaan eksploitasi alam seperti tambang batu bara. Banyaknya perusahaan yang tutup dua tahun terakhir tentunya masih menyisakan banyak pengangguran.

“Sedangkan lulusan SD menjadi tingkatan pengangguran terkecil karena lulusan SD biasanya sudah bekerja menjadi kuli pelabuhan, pembantu rumah tangga, dan lainnya. Hal itu tentunya membuat tingkatan ini tidak banyak menyumbang jumlah pengangguran,” ujarnya.

Aji mengatakan, lulusan SLTA penyumbang pengangguran tertinggi karena lulusan SLTA serbasalah. Jika lulusan SLTA bekerja kasar sebagai kuli pelabuhan atau tukang kayu, kebanyakan tidak mau karena memang masih ada pendidikan. 

“Namun, jika mencari pekerjaan ke atas dengan kriteria perusahaan besar juga sulit. Sehingga serbasalah – ke bawah seperti tidak sesuai pendidikan namun ke atas sulit memenuhi kriteria atau kemampuannya tidak memadai,” ungkapnya.

Aji mengatakan, walaupun begitu pemerintah dan para investor tentunya bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak. Agar pengangguran dari tingkatan pendidikan manapun bisa diserap.

Menurutnya, jika tingkat pengangguran di Kaltim tinggi, maka pemasukan per kapita di Kaltim menjadi rendah. Pemasukan rendah menciptakan kemiskinan karena kesulitan memasuki lapangan pekerjaan.

“Pemerintah harus bisa memberikan keseimbangan jumlah lapangan pekerjaan dengan jumlah penduduk di atas 15 tahun. Karena ini punya korelasi terhadap jumlah kemiskinan di Kaltim,” pungkas dia. (*/ctr/tom/k15)


BACA JUGA

Jumat, 19 Januari 2018 08:18

Putar Omzet Puluhan Juta dan Ciptakan Lapangan Kerja

Keterbatasan fisik kerap dianggap membatasi kesempatan bersaing dengan yang lain. Namun hal itu dibantah…

Jumat, 19 Januari 2018 08:14

Pilkada Tak Hambat Investasi

JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi pertumbuhan ekonomi…

Jumat, 19 Januari 2018 08:13

Bappenas: Efek Krisis 1998

JAKARTA - Upaya pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur bukan tanpa alasan. Pasalnya, rasio…

Jumat, 19 Januari 2018 08:12

Pajak Berat, Jenis Produksi Mobil Terbatas

JAKARTA - Kinerja negara tetangga dalam produksi otomotif diakui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor…

Jumat, 19 Januari 2018 08:11

Tahun Ini Pemerintah Lelang 43 Blok Migas

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) alan melelang 43 blok minyak dan gas (migas)…

Kamis, 18 Januari 2018 07:33
PAD Restoran Naik 100 Persen dalam Tiga Tahun

Masyarakat Konsumtif, Peluang di Depan Mata

SAMARINDA - Tak hanya menggenjot pertumbuhan ekonomi, sektor makanan dan minuman menjadi andalan Pemkot…

Kamis, 18 Januari 2018 07:31

LCGC Sumbang 75 Persen Pangsa Pasar

JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan kendaraan…

Kamis, 18 Januari 2018 07:28

Terkerek Tahun Politik

PEMILIHAN kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini berdampak beragam terhadap masing-masing sektor…

Kamis, 18 Januari 2018 07:26

Direct Call Tak Kunjung Jalan

BALIKPAPAN - Upaya mempercepat realisasi pelayaran internasional langsung atau direct call di Balikpapan…

Kamis, 18 Januari 2018 07:24

Peluang Menang Masih Terbuka

BALIKPAPAN - Program Strukvaganza sudah memasuki bulan ketiga sejak diluncurkan pada November lalu.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .