MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 17 November 2017 09:42
Burung Bernilai Ratusan Juta Gagal Berlayar

Tanpa Dokumen, Ada Oknum Kapal yang “Bermain

-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Suara cuit merdu terdengar ramai. Di balik terpal biru di atas kapal, 426 burung dari empat jenis burung eksotis itu ternyata tidak dilengkapi dokumen resmi. Balai Karantina Pelabuhan Samarinda pun bertindak. Pengiriman hewan liar selundupan dengan tujuan Jawa dan Sulawesi akhirnya digagalkan. Kemarin (16/11) kasusnya dibeberkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim.

“Kami bilang, kalau mau berangkat harus lengkapi dulu dokumennya,” ujar Kepala Stasiun Karantina Pertanian Klas I Samarinda Sugiyono. Pengungkapan itu sejatinya dilakukan Rabu (15/11) di Pelabuhan Samarinda. Agus Sugiyono mengatakan, sejak Minggu, pemilik ratusan burung itu membujuk petugas karantina agar meloloskannya. Namun, si pemilik memilih meninggalkan Balai Karantina dan berupaya menyusupkan 112 burung beo Kalimantan, 240 jalak kebo, 60 cendet, dan kacer 14 ekor. “Ini binatang belum dilindungi tapi liar. Tentunya ada prosedur,” imbuh Sugiyono. Total nilai dari harga jual burung itu di luar Kalimantan hampir tembus Rp 300 juta.

Ratusan burung tersebut dimasukkan dalam 34 boks yang akan dibawa ke Pare-Pare, Sulawesi Selatan. “Saat hendak dikeluarkan dari kapal pada Rabu siang, kami sempat bersitegang dengan awak kapal,” tegas Sugiyono. Selanjutnya, Balai Karantina langsung berkoordinasi ke BKSDA Kaltim sebagai pemegang kekuasaan dalam urusan tumbuhan dan hewan.

Selain burung, petugas menangkap laki-laki berinisial ZM (42). Dia adalah pemilik sekaligus yang membawa naik burung-burung kapal. “Sebelumnya, saat kami bawa burung itu tidak ada yang mengaku. Tak berapa lama akhirnya muncul ZM,” bebernya. Setelah diperiksa, ZM mengaku burung tersebut diperoleh dari Tabang dan Muara Badak, Kukar.

Koordinator pengamanan hutan BKSDA Kaltim Suryadi menuturkan, kasus pengiriman burung bukan pertama dilakukan pelaku. “Sudah tiga kali. Daerah tujuan pun sama namun dengan jumlah bervariasi,” sebut Suryadi.  Di Samarinda, harga burung tersebut murah. Namun, ketika sudah menyeberang ke Sulawesi dan Jawa, harga melonjak beberapa kali lipat (lihat infografis).

Sugiyono menambahkan, dalam kasus ini, ada oknum anak buah kapal yang bermain. “Dia (ZM) sudah memberi uang Rp 2 juta ke salah satu awak kapal,” sebutnya. Diindikasikan, pada aksi sebelumnya pun ZM memberi uang untuk melancarkan pengiriman hewan liar tersebut. (*/dra/iza/k8)

 


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 10:35

Manusia Harus Sadar, Hutan Itu Penting

Proses hukum atas kematian orangutan di Taman Nasional Kutai (TNK) telah berjalan setengah bulan. Empat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:24

Hari Ini, DLH Panggil Indomaret

SAMARINDA –Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda dibuat geram oleh pemilik Indomaret di Jalan…

Rabu, 21 Februari 2018 09:22

Kata Jaang, Jangan Bersosialisasi Menjelekkan Paslon Lain

TENGGARONG- Calon Gubernur Kaltim Syaharie Jaang mengingatkan kepada seluruh tim suksesnya agar tetap…

Selasa, 20 Februari 2018 10:15

Tim Teknis Belum Turun

SAMARINDA - Penyebab keretakan dinding gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD AW Sjahranie pada Jumat…

Selasa, 20 Februari 2018 10:13

Langkah Manajemen RSUD Sudah Tepat

SAMPAI kemarin (19/2), gedung yang retak masih dipasangi spanduk bertulis ada kegiatan proyek. Namun,…

Selasa, 20 Februari 2018 10:13

Pengadaan Interior Diagendakan Juni

SAMARINDA – Gedung Museum Budaya di Taman Samarendah sudah berdiri. Bahkan sudah dibuka untuk…

Selasa, 20 Februari 2018 10:12

Dishub Akui Dilema Tangani Masalah Parkir

SAMARINDA – Beberapa ruas jalan menyempit, seperti Jalan Ir Sutami, Sungai Kunjang, dan Jalan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:12

Tuntutan Tinggi, Vonis Bebas

SAMARINDA - Febriadi alias Febi divonis bebas di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Kamis (15/2) pekan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:11

Tata Rambut Orang-Orang Terlupakan

Nama yang seram belum tentu berperangai kasar. Hal itu dibuktikan oleh Komunitas Barberterror pada hari…

Senin, 19 Februari 2018 10:21

RTH Masih di Bawah 10 Persen

SAMARINDA – Ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Tepian masih terbilang minim. Berdasarkan ketentuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .