MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 17 November 2017 09:42
Burung Bernilai Ratusan Juta Gagal Berlayar

Tanpa Dokumen, Ada Oknum Kapal yang “Bermain

-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Suara cuit merdu terdengar ramai. Di balik terpal biru di atas kapal, 426 burung dari empat jenis burung eksotis itu ternyata tidak dilengkapi dokumen resmi. Balai Karantina Pelabuhan Samarinda pun bertindak. Pengiriman hewan liar selundupan dengan tujuan Jawa dan Sulawesi akhirnya digagalkan. Kemarin (16/11) kasusnya dibeberkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim.

“Kami bilang, kalau mau berangkat harus lengkapi dulu dokumennya,” ujar Kepala Stasiun Karantina Pertanian Klas I Samarinda Sugiyono. Pengungkapan itu sejatinya dilakukan Rabu (15/11) di Pelabuhan Samarinda. Agus Sugiyono mengatakan, sejak Minggu, pemilik ratusan burung itu membujuk petugas karantina agar meloloskannya. Namun, si pemilik memilih meninggalkan Balai Karantina dan berupaya menyusupkan 112 burung beo Kalimantan, 240 jalak kebo, 60 cendet, dan kacer 14 ekor. “Ini binatang belum dilindungi tapi liar. Tentunya ada prosedur,” imbuh Sugiyono. Total nilai dari harga jual burung itu di luar Kalimantan hampir tembus Rp 300 juta.

Ratusan burung tersebut dimasukkan dalam 34 boks yang akan dibawa ke Pare-Pare, Sulawesi Selatan. “Saat hendak dikeluarkan dari kapal pada Rabu siang, kami sempat bersitegang dengan awak kapal,” tegas Sugiyono. Selanjutnya, Balai Karantina langsung berkoordinasi ke BKSDA Kaltim sebagai pemegang kekuasaan dalam urusan tumbuhan dan hewan.

Selain burung, petugas menangkap laki-laki berinisial ZM (42). Dia adalah pemilik sekaligus yang membawa naik burung-burung kapal. “Sebelumnya, saat kami bawa burung itu tidak ada yang mengaku. Tak berapa lama akhirnya muncul ZM,” bebernya. Setelah diperiksa, ZM mengaku burung tersebut diperoleh dari Tabang dan Muara Badak, Kukar.

Koordinator pengamanan hutan BKSDA Kaltim Suryadi menuturkan, kasus pengiriman burung bukan pertama dilakukan pelaku. “Sudah tiga kali. Daerah tujuan pun sama namun dengan jumlah bervariasi,” sebut Suryadi.  Di Samarinda, harga burung tersebut murah. Namun, ketika sudah menyeberang ke Sulawesi dan Jawa, harga melonjak beberapa kali lipat (lihat infografis).

Sugiyono menambahkan, dalam kasus ini, ada oknum anak buah kapal yang bermain. “Dia (ZM) sudah memberi uang Rp 2 juta ke salah satu awak kapal,” sebutnya. Diindikasikan, pada aksi sebelumnya pun ZM memberi uang untuk melancarkan pengiriman hewan liar tersebut. (*/dra/iza/k8)

 


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 10:06

Kebakaran Kedua Ramadan, Tujuh Bangunan Ludes

SAMARINDA - Si jago merah memecah keheningan malam di Jalan Dr Soetomo, RT 40, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan…

Minggu, 20 Mei 2018 10:05

Sekkot Bakal Panggil Dewan Pengawas PDAM

SAMARINDA – Surat rekomendasi terhadap hasil evaluasi terhadap kinerja direksi PDAM Tirta Kencana…

Minggu, 20 Mei 2018 10:04

Sirkuit Dadakan di Dekat Perumahan Elite

SALAT sunah Tarawih belum usai, motor-motor sekumpulan anak muda sudah berjejer di jalan selebar sekitar…

Sabtu, 19 Mei 2018 11:36

Dua Hari Berturut-turut Api Mengamuk saat Ramadan

SAMARINDA - Sirine mobil pemadam kebakaran kembali memecah keheningan malam. Belasan mobil penjinak…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:13

Jabatan Direksi PDAM Diperpanjang?

SAMARINDA – Posisi Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kencana Alimuddin…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:12

Gakkum LHK Mulai Petakan Daerah Rawan

SAMARINDA – Taman hutan raya (Tahura) kini benar-benar dalam pengawasan. Bukan hanya institusi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:12

Guru yang Mesum dengan Siswinya Itu Serahkan Duit Rp 20 Juta di Dalam Mobil

SAMARINDA - Kasus yang menimpa Sukiman, oknum guru yang tersandung kasus cabul akhirnya dilaporkan kepada…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:11

Pembunuh Mahasiswi Dituntut 15 Tahun

Kasus pembunuhan terhadap mahasiswi Debby Auliani pada 28 Oktober 2017 silam memasuki babak baru. Jaksa…

Jumat, 18 Mei 2018 10:24

Dalang Tambang Tahura Belum Terungkap

SAMARINDA - Perjalanan panjang dari markas Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum…

Jumat, 18 Mei 2018 10:20

Staf Unmul Klaim Bukan “Pengantin”

SAMARINDA – Penyerangan kelompok teroris tak bisa diketahui kapan waktunya, di mana lokasi atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .