MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 17 November 2017 09:32
NGERI..!! Overkapasitas Penjara Capai 260 Persen

Keluar-Masuk Penghuni Lapas-Rutan Timpang

-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Masalah overkapasitas di rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) secara nasional agaknya sulit teratasi. Mengingat, tahanan dan narapidana yang masuk tak berbanding lurus dengan yang keluar. Dalam satu waktu, yang masuk lebih banyak dari yang keluar. Itu berlangsung secara terus-menerus.

Menukil data Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kaltim, tahanan dan narapidana yang masuk ke rutan atau lapas dua kali lipat bahkan hampir tiga kali lipat lebih banyak dari yang bebas. Sebab, jumlah penghuni baru dalam sehari berkisar 15–20 orang.

Sedangkan yang bisa menghirup udara segar rata-rata hanya 2–7 warga binaan pemasyarakatan (WBP). Dengan kondisi tersebut, terus terjadi penggelembungan WBP. “Yang bebas dan masuk tidak seimbang,” ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kanwil Kemenkumham Kaltim Agus Toyib, kemarin (16/11).

Menurut dia, laju masyarakat yang masuk hotel prodeo berupa deret ukur. Sedangkan yang warga binaan yang kembali ke masyarakat berupa deret hitung. Masalah itu kian pelik, sebab seperti di Kaltim, penghuni rutan dan lapas didominasi dari kasus narkoba, yakni sebesar 67 persen. Tidak mudah, terang Agus, narapidana kasus tersebut menerima remisi, pembebasan bersyarat, ataupun cuti bersyarat.

Itu karena ada regulasi yang justru menghambat upaya pembinaan terhadap narapidana. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak WBP membatasi pemberian remisi hukuman terhadap pelaku kasus hukum tertentu, antara lain narkoba dan korupsi.

Dorongan agar peraturan tersebut direvisi sudah menguat dua tahun belakangan. Namun, sampai kini belum terwujud. “Syaratnya ketat. Menunggu 2/3 masa kurungan. Itu pun harus mendapat persetujuan menteri (Hukum dan HAM),” katanya.

Jauh berbeda, lanjut dia, dengan narapidana yang terjerat kasus kriminal. Tak perlu syarat ketat. Mereka bisa mengikuti program remisi minimal sudah menjalani masa tahanan selama enam bulan. Diterangkan, jumlah penghuni yang terus bertambah berkaitan erat dengan kejahatan yang terjadi di masyarakat.

Selama tindak kejahatan marak terjadi di masyarakat, hunian akan semakin sesak. Itu diperkuat data Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham. Per 16 November 2017, total tahanan dan narapidana yang menghuni rutan atau lapas di Benua Etam sebanyak 8.787 orang.

Dari kapasitas hunian, overkapasitas mencapai 260,22 persen. Paling padat di Rutan Klas IIB Balikpapan. Dari kapasitas hunian 186 orang, kini ditempati 957 warga binaan. (lihat infografis)

Dalam mengatasi fenomena tersebut, mantan kadiv Pas Kanwil Kemenkumham Jawa Barat itu menuturkan, tak bisa hanya dibebankan pada pihak lembaga pemasyarakatan.

Tokoh masyarakat, pemuka agama, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum mesti bersinergi menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. “Seperti pemuka agama, dengan ceramah bisa membuat orang tidak berbuat jahat karena kekuatan imannya,” jelasnya.

Pemerintah daerah (pemda) bisa mengupayakan agar lapangan kerja tersedia. Sebab, menganggur memicu orang berbuat kejahatan. Tanpa memerinci jumlah, Agus mengatakan, mayoritas penghuni bui adalah yang berusia produktif (dari 15–64 tahun).

Sementara itu, kepolisian bisa membantu dalam menekan masyarakat tak masuk rutan atau lapas dengan tak menahan bagi yang melakukan tindak pidana ringan sepanjang yang bersangkutan kooperatif. Cara tersebut paling tidak bisa menambah beban penjara. Begitu pun, bagi pengguna narkoba tidak mesti dipidana.

Yang masuk kategori tersebut, terang dia, bisa diarahkan untuk menjalani rehabilitasi. “Tapi, kalau semua kasus pidana dihukum, pasti padat rutan dan lapas,” katanya. Dia yakin, seluruh pemangku kepentingan sudah berbuat. Hanya, memang sinergi perlu diperkuat lagi.

Kepala Lapas Klas IIA Balikpapan Imam Setya Gunawan menambahkan, mengatasi persoalan sesaknya lapas dan rutan, pemda juga perlu turun tangan. “Perhatian pemda sangat diperlukan. Mereka bisa membantu membangun lapas atau rutan. Kalau hanya berharap Kemenkumham, rasanya berat,” katanya.

Bisa pula, lanjut dia, pemda yang menyediakan lahan, sementara Kemenkumham yang membangun fisik. Tinggal kerja sama kedua belah pihak. “Yang pasti, pemda bisa sama-sama peduli, itu yang menjadi kunci,” tegasnya.

Persoalan rutan dan lapas yang overkapasitas turut menjadi perhatian Ombudsman RI Perwakilan Kaltim. “ORI (Ombudsman RI) se-Indonesia sudah sama-sama turun. Kesimpulan kunjungan ke sana (lapas dan rutan) memang ada kekurangan SDM (sumber daya manusia/petugas). Tidak seimbang dengan jumlah WBP,” ucap Kepala ORI Kaltim Syarifah Rodiah, belum lama ini.

Kualitas pelayanan publik di rutan dan lapas, terang dia, belum sesuai harapan. Sebagai contoh, tahanan atau napi saat tidur mesti berdesak-desakan. Sekalipun mereka bermasalah hukum, pemerintah tetap berkewajiban memberi pelayanan optimal.

Dengan kondisi keuangan negara yang terbatas, pemerintah memang harus jeli dalam menentukan program prioritas. Persoalan di rutan atau lapas, tutur dia, tergolong memiliki urgensi yang tinggi. “ORI mendorong supaya ada perbaikan itu (sarana). Kami juga sepakat perlu ada penambahan SDM,” ujarnya.

Dia sempat berbincang dengan pihak Kemenkumham Kaltim. Informasi penambahan lebih dari 17 ribu pegawai se-Indonesia dia terima. Sebagian jumlah formasi itu untuk tenaga sipir penjara dan imigrasi. Dengan penambahan itu, tentu sangat diharapkan ada perbaikan pelayanan publik. “Jangan sampai terabaikan. Efeknya tidak baik kalau itu terjadi,” imbuhnya.

Jumlah penghuni lapas dan rutan disebut timpang dengan petugas pengamanan di pemasyarakatan. Idealnya, petugas penjaga dengan penghuni memiliki rasio 1 berbanding 25. Kenyataannya, data per Juli 2017 di Kaltim, hanya ada sekitar 300 petugas. Mereka dibagi dalam tiga sif. Artinya, sekali bekerja ada 100 orang. Dengan begitu, 1 petugas harus menjaga sekitar 87 WBP. (ril/rom/k8)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 10:46

Cerita Perjalanan Sunarman, Napi Palu yang Menyerahkan Diri ke Rutan Solo

Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:40

Waduh, Utang Luar Negeri Indonesia Naik, Tembus Rp 5.410 Triliun..!!

JAKARTA- Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh sebesar USD 360,7 miliar atau Rp 5.410 triliun (kurs…

Senin, 15 Oktober 2018 11:42
Menelisik Prostitusi Online di Kota Semarang

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota…

Senin, 15 Oktober 2018 11:36
Romo Leo Joosten Ginting Suka, Warga Belanda yang Lestarikan Budaya Batak Karo

Lestarikan Budaya Batak karena Cinta

Begitu menginjakkan kaki di Tapanuli Utara pada 1971, Leo Joosten langsung jatuh cinta dengan tanah…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:11

INNALILLAHI..!! 12 Siswa Tewas Diterjang Banjir

JAKARTA – Kelas sore itu berubah jadi tragedi. Puluhan siswa yang tengah belajar diterjang air…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:09

Premium Tak Naik, Tapi Pasokan Dikurangi?

Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai,…

Minggu, 14 Oktober 2018 08:06

Sikat Persebaya, Borneo FC Bidik Papan Atas

SURABAYA – Gairah Borneo FC kembali membuncah. Tekad bersaing di papan atas makin kuat. Suntikan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:10

Rumah DP 0 Persen Diluncurkan Anies

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan berharap rumah DP 0 persen dapat meringankan warga…

Sabtu, 13 Oktober 2018 10:28

Dua Kali Dipanggil Mangkir, Ketua DPRD Itu Dibawa Polisi

JAKARTA – Isu bahwa Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif ditangkap polisi terjawab. Ya, Mabes Polri…

Jumat, 12 Oktober 2018 11:09

Soal BBM, Ini Tiga Tekanan yang Dihadapi Pemerintah

JAKARTA- Pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM jenis premium dari Rp 6.650 menjadi Rp 7.000 per…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .