MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Jumat, 17 November 2017 09:07
Sinyal Awal Perbaikan Ekonomi
Harry Aginta

PROKAL.CO, CATATAN: HARRY AGINTA

AWAL November lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Kaltim tumbuh 3,54 persen pada triwulan III tahun 2017 (year on year). Itu merupakan angka pertumbuhan positif yang berhasil diraih selama tiga triwulan terakhir secara berturut-turut.

Sebagai pengingat, pada triwulan I tahun ini, ekonomi Kaltim tumbuh 3,9 persen dan triwulan II tumbuh 3,61 persen. Padahal, pada 2015 dan 2016, ekonomi Benua Etam mengalami pertumbuhan negatif.

Hampir seluruh sendi perekonomian Kaltim merasakan dampak buruk dari kontraksi ekonomi tersebut. Mulai penurunan kinerja sektor dunia usaha, perlambatan penyaluran kredit perbankan dan peningkatan rasio kredit yang tidak tertagih (nonperforming loan) hingga penurunan kapasitas fiskal (kemampuan keuangan) APBD. Di sisi lain, daya beli konsumen juga terganggu.

Mengapa ekonomi Kaltim yang tumbuh negatif pada 2015–2016 mampu tumbuh positif tahun ini? Mari kita tinjau menggunakan data. Sebagaimana kita pahami, pertambangan dan penggalian adalah sektor yang memiliki pangsa terbesar dalam struktur ekonomi Kaltim dengan kontribusi sebesar 46 persen. Diikuti sektor industri pengolahan dengan pangsa 18 persen.

Ini berarti hampir separuh ekonomi Kaltim bergantung pada sektor pertambangan dan penggalian. Fakta tersebut menciptakan sebuah mekanisme sederhana: jika kinerja sektor pertambangan turun, kinerja ekonomi Kaltim juga akan turun. Sebaliknya juga demikian.

Mekanisme ini pula yang menjelaskan dinamika pertumbuhan ekonomi Kaltim dalam tiga tahun terakhir. Pada periode 2015–2016, harga batu bara terkoreksi 35 persen dari harga rata-rata tahun 2010–2014. Itu menyebabkan sektor pertambangan mengalami kontraksi -4,2 persen.

Akibatnya, ekonomi Kaltim juga terkontraksi -1,21 persen dan -0,38 persen pada periode 2015–2016. Namun, sejak akhir 2016 hingga 2017, harga batu bara kembali membaik. Selama Januari–September 2017, rata-rata harga batu bara acuan (HBA) tercatat USD 83,13 per metrik ton. Naik 54 persen dibanding periode yang sama pada 2016.

Akibatnya, kinerja sektor pertambangan membaik dan pertumbuhan ekonomi Kaltim menjadi positif. Jadi, pergerakan harga komoditas sangat menentukan kinerja ekonomi Kaltim. Bank Indonesia Kaltim menghitung korelasi antara harga batu bara dan angka pertumbuhan ekonomi Kaltim tergolong cukup tinggi, yakni 0,32 dari skala 1.

Sayangnya, kita tidak bisa mengendalikan pergerakan harga batu bara. Kita juga tidak bisa memastikan harga batu bara akan terus naik. Jika tahun depan harga batu bara turun lagi (dan kemungkinannya sudah terlihat), ekonomi Kaltim harus siap-siap mengalami guncangan lagi.

LALU SAMPAI KAPAN?

Pemprov Kaltim sebenarnya sudah menyusun road map mencapai visi Kaltim 2030. Yakni, menuju struktur ekonomi berbasis sumber daya alam (SDA) terbarukan. Dalam beberapa kesempatan diskusi dan seminar, Pemprov Kaltim selalu memperlihatkan arah pembangunan ekonomi provinsi ini ke depan yang ingin menjadikan sektor industri pengolahan hasil SDA menjadi penopang utama struktur ekonomi Kaltim.

Secara spesifik, pangsa sektor industri pada 2030 ditargetkan sebesar 42 persen. Sedangkan pangsa sektor pertambangan berkurang menjadi 17 persen. Artinya, dalam 13 tahun ke depan, wajah struktur ekonomi Kaltim diharapkan berbanding terbalik dari kondisi saat ini. Secara teknis perhitungan, ini mensyaratkan bahwa pertumbuhan sektor industri harus lebih tinggi daripada pertumbuhan sektor pertambangan.

MENGAPA INDUSTRI?

Fakta empiris menunjukkan bahwa ciri kemajuan ekonomi sebuah negara adalah kontribusi yang besar dari sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut mengingat industri identik dengan penciptaan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, dan memiliki keterkaitan yang banyak dengan sektor ekonomi lain.

Selain itu, mungkin yang paling penting, industrialisasi mendorong terciptanya akumulasi faktor produksi yang sangat ditekankan oleh teori pertumbuhan ekonomi modern. Yakni, inovasi dan transfer teknologi.

Bagi Kaltim, pengembangan industri bertujuan mendiversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi agar tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan. Sebagai gambaran, hasil perhitungan terhadap data BPS menunjukkan tingkat diversifikasi ekonomi Kaltim merupakan yang terendah di antara seluruh provinsi di Indonesia.

Meski berjalan pelan, beberapa pencapaian ke arah penguatan industri di Kaltim sudah mulai terlihat. Paling nyata adalah pengerjaan berbagai proyek strategis nasional (PSN) di Kaltim yang tengah kita saksikan bersama.

Pembangunan infrastruktur tersebut mencakup konektivitas antardaerah (udara dan darat), pengembangan kawasan industri, peningkatan kapasitas listrik, hingga pembangunan bendungan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian yang dapat diproses. Di antaranya, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, proyek kereta api, dan Bendungan Waduk Teritip di Balikpapan.

Optimisme juga terlihat dari data pertumbuhan ekonomi berdasarkan sektor ekonomi. Pengerjaan pembangunan infrastruktur mendorong pertumbuhan sektor konstruksi rata-rata 6,44 persen selama tiga triwulan pertama tahun ini. Padahal tahun sebelumnya, pertumbuhan sektor konstruksi rata-rata terkontraksi -3,77 persen.

Sektor industri pun mulai menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan, yakni rata-rata 4,40 persen selama tiga kuartal pertama. Di sisi lain, sektor pertambangan tumbuh rata-rata 2,11 persen.

Artinya, laju pertumbuhan sektor industri sudah lebih tinggi daripada sektor pertambangan dan pertumbuhan ekonomi Kaltim secara keseluruhan. Konsistensi pola pertumbuhan ekonomi seperti inilah yang kita harapkan untuk mencapai visi Kaltim 2030 tersebut.

Maka, komitmen yang kuat harus diperlihatkan oleh Pemprov Kaltim untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur. Demikian juga dalam hal jaminan pemberian kemudahan berinvestasi, penyediaan insentif khusus pengembangan kawasan industri hingga fasilitas pembebasan lahan. Yang tak kalah penting, pemprov harus mampu mempersiapkan sumber daya manusia yang andal dan memiliki kompetensi di bidang industri. Tidak mudah memang, tapi tidak juga mustahil. (*/rom/k18)

*) Penulis adalah Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 07:31

Calon Impor dalam Pilkada

CATATAN: HERDIANSYAH HAMZAH DI SETIAP momentum electoral pemilihan kepala daerah (Pilkada), selalu saja…

Rabu, 13 Desember 2017 09:42

Jadi, Siapa yang Salah?

CATATAN: PROF HARIHANTO*DALAM Kaltim Postedisi Kamis, 13 April 2017, seorang bupati dari daerah yang…

Selasa, 12 Desember 2017 07:01

Tawaran Solusi dari Pasar Malam

Oleh: Bambang Saputra *) KEHADIRAN pasar malam belum dianggap sebagai potensi membangun ekonomi. Di…

Senin, 11 Desember 2017 09:07

Infrastruktur Menjadi Wajah Utama

CATATAN: RUSDIANSYAHWACANA menjadikan Kaltim sebagai salah satu provinsi pariwisata di Indonesia bukanlah…

Minggu, 10 Desember 2017 11:28

Perokok Zaman Now

Sudah menjadi kesepakatan dan terbukti, bahwa rokok sangatlah tak baik bagi kesehatan si perokok sendiri…

Senin, 04 Desember 2017 08:37

Kebijakan “Sakit” Paradigma Sehat

CATATAN: SUBIRMAN KELUARGA Sehat Indonesia Kuat. Itulah serangkaian kalimat yang memenuhi hampir semua…

Sabtu, 02 Desember 2017 06:22

Ruko-Ruko Nganggur

TAHUN 2015  dan 2016 disebut banyak pihak sebagai periode lesunya bisnis properti. Di Kaltim, pasarnya…

Rabu, 29 November 2017 08:21

Revisi PMK dan Potensi Moral Hazard

CATATAN : GRASIA WIEKE TANTYASAR(Penulis adalah mahasiswi Magister Sains Akuntansi Fakultas Ekonomika…

Selasa, 28 November 2017 08:41

Orangtua dan Fenomena Kids Zaman Now

CATATAN: SITI RAHMA PERUBAHAN zaman yang ditandai dengan perkembangan teknologi membawa dampak di berbagai…

Senin, 27 November 2017 14:22

Korupsi Sumber Daya Alam

HERDIANSYAH HAMZAH*   SALAH satu titik rawan korupsi adalah sektor sumber daya alam (SDA). SDA…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .