MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Kamis, 16 November 2017 08:21
Menyulut Partisipasi lewat Kanal Jurnalis Warga

Samarinda Jadi Kota Ke-11 Pemantauan Peradilan Bersih dan Transparan

TERAPAKAN POLA BARU: Diskusi Pemantauan Peradilan Bersih dan Transparan di Swiss-Belhotel Borneo, Samarinda kemarin (15/11), turut dihadiri Nanang Farid Syam, spesialis jejaring Direktorat Pembinaan Jaringan antar Komisi dan Instansi KPK.(alan rusandi/kp)

PROKAL.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menginjakkan kaki di Kaltim. Tapi kali ini bukan menggeledah kantor pemerintahan. Juga bukan sekadar supervisi atau penindakan. Kini, komisi antirasuah itu menghadirkan kanal agar publik kian masif berpartisipasi.

BAYU ROLLES, Samarinda

REVOLUSI sosial sudah digaungkan KPK dua tahun terakhir. Mengawal pemberantasan korupsi tentu tak melulu tugas aparatur penegak hukum. Ada anasir lain yang diperlukan aktif terlibat. Tanpa peran serta publik, memerangi kecurangan yang menggerogoti uang negara acap kali sekadar pepesan kosong.

Pola baru pun diterapkan. Menyasar publik agar aktif dengan jurnalis warga. Meski berbagai saluran yang memanifestasikan publikasi warga itu sudah tersedia. Hasil olahan itu, sering kali berimpitan dengan pidana. Dari KUHP hingga Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2011. ”Makanya perlu ada akses legal,” ucap Nanang Farid Syam, spesialis jejaring di Direktorat Pembinaan Jaringan antar Komisi dan Instansi KPK, Rabu (15/11).

Menggandeng Komisi Yudisial (KY) dan Tempo, KPK membentuk akses khusus berupa laporan peristiwa se-Indonesia. Kanal itu bernama Tempo SMS. Sebanyak 12 daerah yang disasar, yakni Medan, Pekanbaru, Palembang, Semarang, Surabaya, Pontianak, Manado, Ambon, Ternate, hingga Kupang. Tak luput ibu kota Kaltim, Samarinda. ”Ini daerah ke-11. Terakhir Mataram,” sambungnya.

Tentu, kata Farid, ada indikator khusus untuk dapat terlibat dalam akses informasi ini. Mayoritas terpusat pada jejaring KPK dan KY di daerah. Dari Non-Governmental Organization (NGO), lembaga konsultasi dan bantuan hukum hingga masyarakat yang menaruh atensinya pada pemberantasan korupsi di Kaltim. Pelatihan dalam menyampaikan jurnalisme warga dengan kaidah jurnalistik yang baik pun digelar kemarin di Swiss-Belhotel Borneo, Jalan Mulawarman, Samarinda Kota, Samarinda.

Penataran itu digelar hingga hari ini (16/11). Selain mengawal hulu–peradilan bersih dan transparan–, mengawal ruh gerakan antikorupsi lewat revolusi sosial perlu terus digalakkan. Jika tidak, kesadaran untuk memerangi korupsi pun bakal terkikis. Soal materi publikasi di kanal yang disediakan itu, lanjutnya, tak hanya soal korupsi. ”Bisa juga langkah advokasi-advokasi jaringan KPK dan KY di daerah,” katanya. “Peristiwa pun boleh,” imbuhnya.

Dengan begitu, informasi di daerah dapat terpublikasikan lebih luas lewat daring. Tentu, peranti yang digunakan sukar diperoleh. ”Cukup lewat seluler,” akunya. Lalu, apa output yang terwujud dari langkah ini? Farid menuturkan informasi yang disampaikan lewat jurnalis warga itu bukan sekadar konsumsi KPK dan KY semata. Dapat dikonsumsi masyarakat luas. ”Kan tak semua informasi bisa disajikan media mainstream. Ditambah, memberantas korupsi harus menyeluruh. Dari hulu ke hilir. Ini sebagai wujud kami memicu keaktifan publik,” tutupnya.

Terpisah, Endro S Effendi, ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim yang turut serta dalam pelatihan itu menuturkan kaidah penulisan jurnalistik perlu diberikan ke publik agar jurnalisme warga yang terus berkembang kini tak salah kaprah dan bersinggungan hukum. Memantik keaktifan warga untuk turut serta dalam mengawal proses korupsi dan publikasi perilaku melanggar etika para APH pun turut terlindungi dengan adanya situs resmi tersebut. “Semoga dengan keaktifan warga dalam menyampaikan dapat membenahi bangsa,” kata anggota Dewan Redaksi Kaltim Post itu.

Sementara itu, Buyung Marajo, peserta pelatihan dengan tema Pemantauan Peradilan Bersih dan Transparan itu mengaku, dengan hadirnya kanal yang disediakan KPK dapat melindungi publik dari indikasi pidana yang sering berkelindan dengan jurnalisme warga. Meski partisipasi aktif warga didorong untuk aktif, langkah ini masih memiliki kekurangan. “Belum menyasar masyarakat luas,” tuturnya. (riz/k15)


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 11:21

Kinigalau Kampung Sebelah

Oji hanya bisa bengong. Dia tak mengira, Lapangan Kinigalau di Kampung Sebelah yang jadi tempat bermainnya…

Selasa, 05 Desember 2017 11:02

Dari Ingin Eksistensi hingga Kurang Perhatian Orangtua

Aksi remaja usia SMA yang mengunggah aksinya berciuman di Mahakam Lampion Garden mendapat tanggapan…

Sabtu, 02 Desember 2017 07:46

Berusia Lebih 70 Tahun, Lahirkan Pesepak Bola Besar

Lapangan Kinibalu bukanlah lapangan biasa bagi Kota Tepian. Sederet nama besar pesepakbola lahir dari…

Sabtu, 02 Desember 2017 07:27

Tinggal Bersama Keluarga Ateis, Aktivitas Agama Justru Didukung

An-Nahl Aulia Hakim merupakan satu dari empat siswa SMA 1 Balikpapan yang diterbangkan ke luar negeri…

Sabtu, 02 Desember 2017 06:59

Meneteskan Air Mata Kala Dengar Curhat PSK

Menjadi petugas trantib (ketenteraman dan ketertiban) pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten…

Jumat, 01 Desember 2017 07:38

Asuh 40 Anak Yatim Piatu, Suami Meninggal karena Depresi

Perempuan ini telah menghabiskan waktu 11 tahun hidup bersama human immunodeficiency virus (HIV). Bukan…

Kamis, 30 November 2017 08:34

Bawa Rempah Sendiri, Sanggup Menampung 20 Orang

Sauna ini baru pertama di TPA yang ada di Indonesia. Terobosan ini dulunya sempat dianggap gila. GUNUNGAN…

Rabu, 29 November 2017 08:35

Pengajuan Anggaran Molor, Hasil Musrenbang Belum Diakomodasi

  Masalah utang pihak ketiga yang tak kunjung tuntas menghantui Pemkot Samarinda. Solusi sejatinya…

Selasa, 28 November 2017 08:38

Harus Cerdas Ekspos Temuan agar Tak Ditunggangi Kepentingan Politik

Investigasi Kaltim Post pada Desember 2016 di wilayah Muara Jawa, Kutai Kartanegara, berdampak signifikan.…

Sabtu, 25 November 2017 07:44

Sebagian Besar Makanan yang Dikonsumsi Diolah Sendiri

Pada usia yang memasuki angka 80 tahun, artis Titiek Puspa seolah tak kalah dengan penuaan. Wajahnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .