MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Kamis, 16 November 2017 08:21
Menyulut Partisipasi lewat Kanal Jurnalis Warga

Samarinda Jadi Kota Ke-11 Pemantauan Peradilan Bersih dan Transparan

TERAPAKAN POLA BARU: Diskusi Pemantauan Peradilan Bersih dan Transparan di Swiss-Belhotel Borneo, Samarinda kemarin (15/11), turut dihadiri Nanang Farid Syam, spesialis jejaring Direktorat Pembinaan Jaringan antar Komisi dan Instansi KPK.(alan rusandi/kp)

PROKAL.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menginjakkan kaki di Kaltim. Tapi kali ini bukan menggeledah kantor pemerintahan. Juga bukan sekadar supervisi atau penindakan. Kini, komisi antirasuah itu menghadirkan kanal agar publik kian masif berpartisipasi.

BAYU ROLLES, Samarinda

REVOLUSI sosial sudah digaungkan KPK dua tahun terakhir. Mengawal pemberantasan korupsi tentu tak melulu tugas aparatur penegak hukum. Ada anasir lain yang diperlukan aktif terlibat. Tanpa peran serta publik, memerangi kecurangan yang menggerogoti uang negara acap kali sekadar pepesan kosong.

Pola baru pun diterapkan. Menyasar publik agar aktif dengan jurnalis warga. Meski berbagai saluran yang memanifestasikan publikasi warga itu sudah tersedia. Hasil olahan itu, sering kali berimpitan dengan pidana. Dari KUHP hingga Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2011. ”Makanya perlu ada akses legal,” ucap Nanang Farid Syam, spesialis jejaring di Direktorat Pembinaan Jaringan antar Komisi dan Instansi KPK, Rabu (15/11).

Menggandeng Komisi Yudisial (KY) dan Tempo, KPK membentuk akses khusus berupa laporan peristiwa se-Indonesia. Kanal itu bernama Tempo SMS. Sebanyak 12 daerah yang disasar, yakni Medan, Pekanbaru, Palembang, Semarang, Surabaya, Pontianak, Manado, Ambon, Ternate, hingga Kupang. Tak luput ibu kota Kaltim, Samarinda. ”Ini daerah ke-11. Terakhir Mataram,” sambungnya.

Tentu, kata Farid, ada indikator khusus untuk dapat terlibat dalam akses informasi ini. Mayoritas terpusat pada jejaring KPK dan KY di daerah. Dari Non-Governmental Organization (NGO), lembaga konsultasi dan bantuan hukum hingga masyarakat yang menaruh atensinya pada pemberantasan korupsi di Kaltim. Pelatihan dalam menyampaikan jurnalisme warga dengan kaidah jurnalistik yang baik pun digelar kemarin di Swiss-Belhotel Borneo, Jalan Mulawarman, Samarinda Kota, Samarinda.

Penataran itu digelar hingga hari ini (16/11). Selain mengawal hulu–peradilan bersih dan transparan–, mengawal ruh gerakan antikorupsi lewat revolusi sosial perlu terus digalakkan. Jika tidak, kesadaran untuk memerangi korupsi pun bakal terkikis. Soal materi publikasi di kanal yang disediakan itu, lanjutnya, tak hanya soal korupsi. ”Bisa juga langkah advokasi-advokasi jaringan KPK dan KY di daerah,” katanya. “Peristiwa pun boleh,” imbuhnya.

Dengan begitu, informasi di daerah dapat terpublikasikan lebih luas lewat daring. Tentu, peranti yang digunakan sukar diperoleh. ”Cukup lewat seluler,” akunya. Lalu, apa output yang terwujud dari langkah ini? Farid menuturkan informasi yang disampaikan lewat jurnalis warga itu bukan sekadar konsumsi KPK dan KY semata. Dapat dikonsumsi masyarakat luas. ”Kan tak semua informasi bisa disajikan media mainstream. Ditambah, memberantas korupsi harus menyeluruh. Dari hulu ke hilir. Ini sebagai wujud kami memicu keaktifan publik,” tutupnya.

Terpisah, Endro S Effendi, ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim yang turut serta dalam pelatihan itu menuturkan kaidah penulisan jurnalistik perlu diberikan ke publik agar jurnalisme warga yang terus berkembang kini tak salah kaprah dan bersinggungan hukum. Memantik keaktifan warga untuk turut serta dalam mengawal proses korupsi dan publikasi perilaku melanggar etika para APH pun turut terlindungi dengan adanya situs resmi tersebut. “Semoga dengan keaktifan warga dalam menyampaikan dapat membenahi bangsa,” kata anggota Dewan Redaksi Kaltim Post itu.

Sementara itu, Buyung Marajo, peserta pelatihan dengan tema Pemantauan Peradilan Bersih dan Transparan itu mengaku, dengan hadirnya kanal yang disediakan KPK dapat melindungi publik dari indikasi pidana yang sering berkelindan dengan jurnalisme warga. Meski partisipasi aktif warga didorong untuk aktif, langkah ini masih memiliki kekurangan. “Belum menyasar masyarakat luas,” tuturnya. (riz/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 14 Juli 2018 06:29

Berkat Keisengan, Raih Omzet Puluhan Juta Rupiah

Aziz sebelumnya menghasilkan uang dari membawakan sebuah acara. Namun kini, selain bercuap-cuap dia…

Minggu, 24 Juni 2018 11:51

Lagi Asyik Nyelam, Tiba-Tiba Buaya Berenang Melintas di Atas Kepala

Nana Nayla, seorang pencinta olahraga menyelam atau diving, mengabadikan langsung lewat kameranya buaya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .