MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Rabu, 15 November 2017 08:43
Jadi Tamu Kehormatan di Shanghai hingga Ditantang di Taiwan

Setelah Marching Band Gita Bahana Sapu Bersih JOMC 2017

BERGELIMANG PRESTASI: Personel Marching Band Gita Bahana SMP 1 Balikpapan meraih tujuh piala emas dalam Jember Open Marching Competition (JOMC) 2017 di Jawa Timur. (SMP 1 UNTUK KALTIM POST)

PROKAL.CO, Tradisi juara itu terjaga. Marching Band Gita Bahana (MBGB) SMP 1 Balikpapan jadi yang terbaik dalam perhelatan akbar Jember Open Marching Competition (JOMC) 2017 di Jawa Timur. MBGB mengalahkan 15 kontestan. Empat di antaranya dari luar negeri. Yakni perwakilan dari Jepang, Thailand, Afrika Selatan, dan Tiongkok.

EVENT bertaraf internasional ini menginjak tahun keenam. JOMC berlangsung di Jember Sport Garden pada 27-29 Oktober. MBGB menurunkan 74 pemain. Terdiri dari 27 pemain brass, tujuh pemain the front ensemble, battery 14 pemain, color guard 18 pemain dan seorang field commander. Tim asuhan Rachmat Setyawan ini menyapu tujuh piala emas dari sepuluh kategori. Mulai dari kategori brass, drum, marching show, parade, the best visual, the best music, dan general effect.

Dalam gelaran tersebut, personel MBGB membawakan empat lagu. Yakni Cinta dan In the Hall of the Mountain King karya sang pelatih Rachmat Setyawan dan Danny. Kemudian dua lagu aransemen ulang milik Concierto de Aranjuez dari Joaquin Rodrigo, serta Romantique karya Beethoven. ”Sempat pesimistis karena sebelumnya kami di World Championship of Marching Show Bands (WCMSB) Kuala Lumpur, Malaysia 2016 hanya mendapatkan medali perak. Jadi pas kembali diadu dengan tuan rumah (Jember) sempat enggak nyangka bakal menang,” ujar Nadya pemain snare MBGB kepada Kaltim Post, Senin (13/11).

Atas kemenangan itu, mendapat undangan tampil di Shanghai pada April 2018. Juga berkesempatan mengikuti lomba di Taiwan Juli 2018. Tetapi, mereka tengah galau. Sebab, April bertepatan dengan ujian nasional. Sebagian anggota termasuk, dirinya kini duduk di bangku kelas tiga dan mesti fokus pada persiapan ujian nasional. ”Kami masih menimbang dan mempersiapkan. Apalagi para murid kini duduk di bangku akhir. Belum diputuskan apakah akan tampil atau tidak, tetapi sebenarnya ajang tersebut juga berguna demi masa depan mereka yang memberikan pengalaman berharga,” kata Kaur Kesiswaan SMP 1 Balikpapan Zaidil Ghofar. 

KULIT TERKELUPAS

Sulutan panas mentari sudah menjadi hal lumrah bagi Nadya, Donny, Aufa, Puspita, dan puluhan anggota lain MBGB. Mereka berjemur selama 4-5 jam. Kulit memerah, terkelupas, dan menghitam merupakan pengorbanan yang tidak sia-sia. Donny, pemain bariton yang duduk di kelas IX-5 ingat betul kala bergabung pada 2016. Butuh waktu lama dan latihan terus-menerus agar bisa memainkan bariton. Alat tiup logam menyerupai terompet dengan ukuran lebih kecil.

”Awalnya, nada yang saya mainkan suka meleset. Malah sempat mau nyerah juga, tapi pelatih dan teman-teman selalu support, apalagi untuk bergabung sama MBGB tidaklah mudah,” tutur pelajar yang lahir di Balikpapan pada 7 Juni 2003. Mereka berlatih tiap Jumat-Sabtu sepulang sekolah hingga pukul 21.30 Wita. Malas-malasan yang menghantui dikatakan Nadya sebagai musuh utama anggota MBGB. Maka, dibutuhkan niat besar agar mau menjadi anggota marching band.

 Selain pengorbanan tenaga dan waktu, mereka juga mesti mengejar mata pelajaran yang ketinggalan. Nadya mengatakan, membawa snare membuat bahunya kerap pegal terlebih ia pernah mengikuti parade sepanjang 10 kilometer. “Uyuh banar (lelah sekali), tapi asyik,” celetuk Nadya. Sedangkan Aufa sudah bergabung dengan grup marching band sejak duduk di bangku SD di Denpasar, Bali. Sempat vakum ketika pindah ke Banjarmasin, Kalsel. Ketika itu dia duduk di bangku kelas 3 SD. Namun, minat tersebut kembali terpenuhi saat hijrah ke Kota Minyak ketika ia kelas 5 SD.

”Butuh adaptasi lagi karena semula main bass drum, tapi di sini saya menjadi front ensemble,” ucap gadis berjilbab tersebut.  Lain lagi cerita Puspita yang duduk di kelas IX-5, sebagai color guard, ia sering terhantam stik. Namun, dirinya tidak pernah kapok. “Memar sampai benjol, waduh nggak kehitung sudah. Niat berhenti? Nggak deh,” ucapnya. Ketiga remaja perempuan tersebut tertawa mengingat kulit mereka yang kerap belang. “Belang-belang eksotis itu malah jadi jimat ampuh buat narik cowok,” canda Puspita dibalas anggukan dan tawa dari yang lainnya. 

Kaur Kesiswaan SMP 1 Balikpapan Zaidil Ghofar mengatakan, marching band adalah kegiatan ekstrakurikuler di bidang seni yang telah dirintis sejak 2002. Tak sekadar bermain musik, MBGB mempunyai banyak manfaat positif bagi semua anggotanya. ”Di dalam kegiatan marching band kita menemukan sebuah sistem pembinaan yang sangat luar biasa,” jelas guru yang akan pensiun ini.

Anggota dididik lebih disiplin, mempunyai mental baja, fisik sehat, dan juga mampu menumbuhkan jiwa seni.

Melalui marching band, rasa percaya diri dan pribadi anak juga ditempa. “Mempersiapkan para anggota MBGB untuk menjadi manusia dewasa, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota. Dan terpenting, mereka mau belajar dari hati,” kata Ghofar. (riz/k15)


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 11:21

Kinigalau Kampung Sebelah

Oji hanya bisa bengong. Dia tak mengira, Lapangan Kinigalau di Kampung Sebelah yang jadi tempat bermainnya…

Selasa, 05 Desember 2017 11:02

Dari Ingin Eksistensi hingga Kurang Perhatian Orangtua

Aksi remaja usia SMA yang mengunggah aksinya berciuman di Mahakam Lampion Garden mendapat tanggapan…

Senin, 04 Desember 2017 08:32

Sering Diberi Makan, Muncul saat Air Pasang

Hidup berdampingan bersama buaya sudah dilalui warga bantaran Sungai Guntung, Bontang, sejak lama. Belakangan…

Sabtu, 02 Desember 2017 07:46

Berusia Lebih 70 Tahun, Lahirkan Pesepak Bola Besar

Lapangan Kinibalu bukanlah lapangan biasa bagi Kota Tepian. Sederet nama besar pesepakbola lahir dari…

Sabtu, 02 Desember 2017 07:27

Tinggal Bersama Keluarga Ateis, Aktivitas Agama Justru Didukung

An-Nahl Aulia Hakim merupakan satu dari empat siswa SMA 1 Balikpapan yang diterbangkan ke luar negeri…

Sabtu, 02 Desember 2017 06:59

Meneteskan Air Mata Kala Dengar Curhat PSK

Menjadi petugas trantib (ketenteraman dan ketertiban) pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten…

Jumat, 01 Desember 2017 07:38

Asuh 40 Anak Yatim Piatu, Suami Meninggal karena Depresi

Perempuan ini telah menghabiskan waktu 11 tahun hidup bersama human immunodeficiency virus (HIV). Bukan…

Kamis, 30 November 2017 08:34

Bawa Rempah Sendiri, Sanggup Menampung 20 Orang

Sauna ini baru pertama di TPA yang ada di Indonesia. Terobosan ini dulunya sempat dianggap gila. GUNUNGAN…

Rabu, 29 November 2017 08:35

Pengajuan Anggaran Molor, Hasil Musrenbang Belum Diakomodasi

  Masalah utang pihak ketiga yang tak kunjung tuntas menghantui Pemkot Samarinda. Solusi sejatinya…

Selasa, 28 November 2017 08:38

Harus Cerdas Ekspos Temuan agar Tak Ditunggangi Kepentingan Politik

Investigasi Kaltim Post pada Desember 2016 di wilayah Muara Jawa, Kutai Kartanegara, berdampak signifikan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .