MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Selasa, 14 November 2017 08:10
Tangani Kesurupan, Kursi Melayang
-Ilustrasi.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Nasi sudah menjadi bubur. Di Mapolres Balikpapan, Sukiran merengek, terus memohon dipertemukan dengan Devi. Rekan kerja perempuan yang sempat dia lempar dengan kursi saat dia mencoba menangani korban kesurupan.

“Mohon Pak. Saya ingin bertemu dengan Mbak Devi,” pintanya terus-menerus kepada seorang petugas berpakaian sipil, Senin (13/11).

Awal mula kegaduhan terjadi di salah satu penginapan Feris di Jalan MT Haryono, Jumat (10/11) sore. Ani, seorang pekerja mengerang. Tubuhnya kejang. Pekerja lain menyebut dia sedang kesurupan. Sukiran yang kebetulan ada, berusaha membantu. Memegang tubuh Ani yang tak terkendali.

Tiba-tiba seorang pekerja lain, Ratna datang. Menanyakan keributan ke Sukiran. Namun, Sukiran langsung emosi. Dia minta Ratna pergi. Tak digubris, kursi yang di dekatnya dilemparkan ke Ratna. Pria kelahiran 1979 itu balik memegangi Ani.

“Emosi saja Pak lihat Mbak Devi (panggilan Ratna). Saya lihat kursi ya saya lempar saja,” ucap Sukiran di Mapolres Balikpapan, Senin (13/11).

Bekerja selama dua tahun di penginapan, Sukiran rupanya punya dendam tersembunyi. Dia iri. Selama ini diperlakukan sang bos tidak adil. Dengan pekerjaan lebih banyak, upahnya lebih sedikit dibandingkan Ratna. “Saya setiap hari harus standby antar-jemput tamu. Bersihkan penginapan. Perbaiki apa saja yang rusak. Sudah kerja dari pukul 6 pagi sampai pukul 12 malam,” ucapnya.

Usai melempar kursi, Sukiran menenangkan diri. Namun, begitu kembali ke penginapan, tim dari Jatanras Polres Balikpapan sudah menunggunya. Ratna melapor. Dia tidak terima dilempar kursi. Ada memar hasil aniaya. “Saya sudah lihat lukanya. Ada memar di sini,” lanjutnya sambil menunjuk bagian ulu hati.

Sukiran bersumpah. Jika saja dipertemukan dengan Ratna, dia akan meminta maaf. Perbuatan yang dilakukannya bukan bermaksud menyakiti. Apalagi dia tidak ingin dibui. Ada keluarga yang harus dihidupi. “Kalau perlu saya bersujud mohon maaf,” ucapnya. (*/rdh/rsh/k15)


BACA JUGA

Kamis, 18 Januari 2018 09:04

Penyelundupan Sabu 1 Kg Terbongkar

BALIKPAPAN - Peredaran sabu di Kaltim, termasuk Balikpapan benar-benar memprihatinkan. Terbaru, Polsek…

Kamis, 18 Januari 2018 09:02

Bangga dengan Karya Istri TNI

BALIKPAPAN – Keterampilan dalam bidang seni kerajinan tangan para istri TNI tak bisa dipandang…

Kamis, 18 Januari 2018 08:59

Coastal Area Tunggu Opini Tertulis Bappenas

BALIKPAPAN – Kepastian penerbitan izin lokasi coastal area tinggal beberapa langkah. Sebelumnya,…

Kamis, 18 Januari 2018 08:57

Wadah Berkarya Pencinta Lagu Lama

Tak dimakan usia, nyatanya, lagu-lagu lawas dekade 60 sampai 90-an masih asyik untuk didengarkan. Bahkan…

Rabu, 17 Januari 2018 08:49

Vaksin Difteri Diwarnai Penolakan

BALIKPAPAN – Jumlah suspect atau orang yang disangka menderita difteri berdasarkan gejala klinis…

Rabu, 17 Januari 2018 08:49

Pilkada Aman Jadi Atensi Kapolda Baru

BALIKPAPAN - Pejabat baru Kapolda Kaltim Brigjen Pol Priyo Widyanto memberi atensi terhadap gelaran…

Rabu, 17 Januari 2018 08:47

45 Persen Pelanggan IPAM Damai Terganggu

BALIKPAPAN – Distribusi air bersih PDAM mengalami gangguan beberapa hari terakhir. Hal ini karena…

Rabu, 17 Januari 2018 08:45

Soal Tagar AsalbukanJADI, Rizal: Asal Bukan Golput

BALIKPAPAN – Wali KotaRizal Effendi tengah jadi rebutan para calon gubernur dan wakil gubernur…

Rabu, 17 Januari 2018 08:44

Umat Islam Kini Tarik-menarik

Ketua Dewan Syuro Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KH Maimun Zubair bertandang ke Kota Minyak sejak…

Selasa, 16 Januari 2018 08:42

Sudah 600 Anak Diimunisasi Difteri

BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan terus menggenjot vaksinasi difteri terhadap anak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .