MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Selasa, 14 November 2017 07:44
Belajar dari Pengalaman Penyelenggara Sebelumnya
Harpandy

PROKAL.CO, RENCANA perhelatan Porprov Kaltim VI/2018di Kutim diragukan berbagai pihak. Banyak aspek menjadi sorotan, terutama dalam hal kesiapan venue. Wakil Ketua II PB Porprov VI/2018 Harpandy menyebut, persiapan lama bergulir dengan kurang matang. Sehingga ada saja pihak yang meragukan kesiapan Kutim sebagai tuan rumah.

Kepanitiaan sudah mempersiapkan dengan serius, tapi lemahnya kondisi keuangan daerah menjadi penghambat. Untuk menjawab keraguan tersebut, PB Porprov telah mendatangkan 53 orang technical delegate dari tiap cabor. Mereka mengevaluasi semua venue, termasuk melihat data apa saja yang sudah direkap terkait proses persiapan porprov.

Evaluasi meliputi gedung, lapangan, dan berbagai fasilitas penunjang, berdasarkan arahan Bupati Kutim Ismunandar selaku ketua PB Porprov VI/2018. “Semua persiapan melalui persetujuan DPRD Kutim, terutama dalam penggunaan anggaran,” kata lelaki yang juga anggota Komisi B DPRD Kutim tersebut.

Disebutkan, kebutuhan anggaran untuk PB Porprov sebesar Rp 40 miliar. Kebutuhan untuk kontingen Kutim sebesar Rp 15 miliar. Sementara itu, kebutuhan porprov secara keseluruhan, termasuk sarana dan prasarana mencapai Rp 234 miliar.

Cabor menembak bakal dilaksanakan di Balikpapan. Bowling, baseball, softball, dan renang di Bontang. Adapun senam dan ski air di Palaran dan Samarinda, serta cabor layar di Berau. Untuk cabor otomotif, jika sirkuit batu putih belum jadi, diusulkan dilaksanakan di jalur Bukit Pelangi, Sangatta Utara. Sementara cabor dayung dilaksanakan di Polder Sangatta.

PB Porprov telah mengintensifkan komunikasi dengan kepala daerah terkait. “Ini untuk antisipasi. Sebab, venue baru belum dibangun dan diperkirakan baru bisa mulai jalan pembangunannya pada Desember atau Januari 2018,” paparnya, kemarin.

Ditegaskannya, pemerintah harus siap dan saling terbuka untuk menguatkan persiapan porprov. Mengenai akomodasi dan transportasi, Harpandy mengatakan, masih dibahas. “Nanti akan dihitung dan kami paparkan. Saat ini masih tahap persiapan sarana dan prasarana,” ulasnya.

Ketertiban administrasi hingga penggunaan anggaran juga patut menjadi perhatian serius. Kutim wajib belajar dari pengalaman tuan rumah porprov sebelumnya, yang selalu menyisakan masalah penyimpangan keuangan negara/daerah. Jadi, setelah porprov bukan tri sukses yang didapat, melainkan proses hukum.

Kajari Sangatta Mulyadi mengaku telah diajak berkomunikasi oleh KONI Kutim. Kejaksaan bakal digandeng untuk turut mengawal dan menyukseskan pesta olahraga tersebut. “Ini sekadar kerja sama, untuk menyukseskan hajatan besar dengan Kutim sebagai tuan rumahnya,” tukas Mulyadi. (mon/kri/k16)


BACA JUGA

Kamis, 07 Desember 2017 07:31

Masuk Radar Kejaksaan

TANA PASER – Proyek pembangunan rumah untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Pasero, RT…

Kamis, 07 Desember 2017 07:30

Kades: Warga Sudah Huni Rumah Adat

PROTES warga terhadap kondisi rumah dari proyek Kementerian Sosial (Kemensos) untuk pemberdayaan Komunitas…

Rabu, 06 Desember 2017 07:45

Nasib Kesultanan Paser di Zaman Sekarang

Sejarah panjang Kerajaan Paser telah berakhir 1906 silam. Setelah Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar…

Rabu, 06 Desember 2017 07:39

Ini Riwayat Sultan Terakhir Kerajaan Paser

KEPEMIMPINAN sultan terakhir (kesebelas) jatuh pada masa pemerintahan Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .