MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 14 November 2017 07:24
Direct Call Diyakini Punya Potensi Ekspor
SANGAT LAYAK: Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal, Balikpapan, telah siap melakukan pelayaran jalur pelayaran internasional langsung atau direct call. Tinggal pemerintah daerah yang belum memberikan jaminan komoditas yang akan dikirim. (ANGGI PRADITHA/KALTIM POST)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Realisasi jalur pelayaran internasional langsung atau direct call melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau Balikpapan dimulai awal 2018. PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) meyakini Kaltim pasti bisa melakukan direct call dengan komoditas yang ada.

Direktur Utama (Dirut) PT KKT M Basir mengatakan, kegiatan ekspor-impor secara direct sangat memungkinkan bagi Kaltim. Saat ini, pihaknya telah mencatat beberapa potensi ekspor beserta negara tujuan. Seperti, plywood yang bisa mencapai ratusan twenty foot equivalent units (TEUs). (Selengkapnya lihat grafis).

“Hanya saja, data itu belum dicocokkan dengan data milik Pemprov Kaltim yang menurut informasi punya potensi ekspor hingga 19 komoditas,” ujarnya kepada Kaltim Post Senin (13/11).

Menurutnya, dari sisi layanan dan fasilitas pelabuhan, TPK Kariangau sudah sangat layak. Pelabuhan ini sangat memungkinkan disandari kapal berukuran besar untuk pelayaran internasional. Dengan lahan 72,5 hektare, pelabuhan sudah memenuhi syarat.

“Fasilitas bongkar muat juga sudah standar internasional. Kami memiliki kecepatan bongkar muat 30 boks kontainer per jam,” ujarnya.

Namun, dengan fasilitas yang memadai, KKT memerlukan jaminan pasokan komoditas. Tentu dengan jumlah yang cukup dan terus bertambah agar dapat memenuhi permintaan pasar. Dengan keyakinan seperti ini, tentunya pemerintah telah menyiapkan jaminan komoditas. Direct call akan membuat biaya pengiriman dan handling pelabuhan jadi lebih efisien. Muaranya tentu kepada turunnya harga di level konsumen.

“Kaltim tentu akan mendapatkan kesejahteraan lewat program ini. Sebab, daerah ini punya banyak potensi komoditas dengan potensi jangkauan pasar luas di luar negeri,” tuturnya.

Dia mengatakan, jika ini terealisasi, 50 persen waktu perjalanan komoditas di atas akan berkurang. Tentunya biaya juga akan mengalami penurunan atau dapat ditekan hingga 40 persen dari biasanya.

“Ini akan membantu pendapatan daerah lebih besar jika program ini memiliki komoditas yang selalu siap dikirim dalam jumlah besar,” pungkasnya. (*/ctr/tom/k15)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 07:15

Kredit Macet Kaltim Tertinggi di Kalimantan

SAMARINDA - Masyarakat Kaltim dituntut bijak dalam berutang. Saat ini, Bumi Etam menjadi daerah dengan…

Jumat, 21 September 2018 07:13

Pertamina Butuh Investasi USD 56 M

SAMARINDA – PT Pertamina tampaknya harus bekerja ekstra untuk meningkatkan produksi minyak dan…

Jumat, 21 September 2018 07:10

CGV Balikpapan Hadirkan Studio Velvet

BALIKPAPAN - CGV Cinemas Balikpapan terus berinovasi untuk memenangi persaingan bisnis layar lebar.…

Jumat, 21 September 2018 07:00

Suku Bunga Acuan Bisa Naik Lagi

JAKARTA – Bank Sentral AS (The Fed) bulan ini diyakini kembali menaikkan Fed Funds Rate (FFR).…

Jumat, 21 September 2018 06:53

Perluasan Area Pelabuhan Jalan di Tempat

BALIKPAPAN - Ketidakpastian pembangunan jembatan Penajam Paser Utara-Balikpapan membuat proyek pengembangan…

Jumat, 21 September 2018 06:50

BTN Bidik Pertumbuhan Bisnis 20 Persen

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan penyaluran kredit komersial hingga Agustus…

Jumat, 21 September 2018 06:49

Pangsa Pasar Taiwan Kian Menggoda

JAKARTA - Kementerian Perdagangan menyatakan kinerja ekspor non-migas Indonesia ke Taiwan pada semester…

Jumat, 21 September 2018 06:48

Listrik Kejar Kenaikan Konsumsi

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengejar kenaikan konsumsi listrik…

Jumat, 21 September 2018 06:47

Maksimalkan Pembangunan Infrastruktur

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Korea Selatan berkomitmen melanjutkan kerja sama di…

Jumat, 21 September 2018 06:45

Ditjen Bea Cukai Selamatkan Rp 909 Miliar

JAKARTA - Perang terhadap rokok ilegal terus dilakukan pemerintah sebagai upaya menekan kerugian negara.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .