MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 14 November 2017 07:10
Tiongkok Jadi Pasar Potensial

Indonesia Pikirkan Strategi Ekspor Kopi

-

PROKAL.CO, JAKARTA - Indonesia tengah merumuskan bagaimana agar ekspor kopi ke Tiongkok meningkat. Delapan pengusaha kopi Indonesia telah bertemu dengan para pengusaha asal Negeri Bambu guna merealisasikan hal itu.

"Kami berinisiatif mengumpulkan pengusaha kopi agar dapat mencapai rumusan meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Tiongkok," kata Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou Ratu Silvy Gayatri seperti dikutip dari Antara.

Silvy menyebutkan pada Januari-September 2017, nilai ekspor kopi Indonesia ke Tiongkok mencapai USD 34,1 juta. Indonesia berada di peringkat dua dalam daftar negara pengekspor kopi ke Tiongkok di bawah Vietnam yang selama periode tersebut nilai ekspor kopinya telah mencapai USD 368,8 juta.

Ia optimistis Indonesia mampu mengejar Vietnam. Pasalnya, produk kopi Indonesia memiliki keunggulan kompetitif. "Bersama Brasil, Vietnam, dan Kolombia, Indonesia merupakan satu dari empat negara penghasil kopi terbesar di dunia," ujarnya.

Pasar kopi di negara berpenduduk terbesar di dunia itu masih berkembang dengan pertumbuhan konsumsi kopi per kapita terus meningkat antara 15 hingga 30 persen per tahun, jauh di atas peningkatan konsumsi kopi rata-rata di dunia yang hanya 2,3 persen per tahun.

Menurut catatan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou, tahun 2020 nilai industri kopi di daratan Tiongkok diproyeksikan mencapai 300 miliar yuan atau sekitar Rp 600 triliun.

"Hal ini dipicu oleh perubahan gaya hidup masyarakat Tiongkok. Generasi muda Tiongkok semakin menggemari kopi sebagai gaya hidup baru yang dinilai modern," ujarnya.

Di sisi lain, sambung Silvy, produksi kopi Tiongkok yang berpusat di Yunnan dan Hainan tidak mampu memenuhi tingginya permintaan kopi domestik sehingga impor kopi menjadi keharusan.

Ketua SCIBA Tjin Pek Yan mengatakan, untuk memaksimalkan ekspor kopi ke Tiongkok, Indonesia harus fokus pada kopi jenis arabika berkualitas mengingat kepemilikan lahan petani di Indonesia relatif kecil, sekitar 1–2 hektare.

Padahal, menurut pengusaha asal Bandung yang sudah 17 tahun membuka usaha di Tiongkok itu, petani kopi di negara-negara seperti Vietnam, Brasil, dan Kolombia memiliki perkebunan yang jauh lebih luas dan dikelola dalam skala industri besar.

"Kita perlu lebih fokus menjual produk kopi berkualitas dengan harga premium. Kopi asal Panama, misalnya, dengan fokus penjualan kopi kelas premium, harga per pound di sini bisa mencapai USD 20, sementara kopi dari Indonesia sekitar USD 2," jelas Pek Yan.

Sementara Jason, importir kopi Indonesia asal Tiongkok, menyarankan Indonesia mengekspor kopi jenis robusta dalam bentuk kemasan.

"Kalau Indonesia menjual kopi robusta dalam bentuk bijian ke Tiongkok sangat sulit bersaing dengan Vietnam yang mampu menjual kopi jenis serupa dengan harga yang jauh lebih murah," ujarnya. (ant/aji/tom/k1)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 07:26

Ongkos Impor Siap-Siap Bengkak

BALIKPAPAN - Penguatan kurs dolar AS terhadap rupiah bisa berdampak ganda bagi perekonomian Kaltim.…

Rabu, 25 April 2018 07:20

TUH..!! Tak Ada Penerbangan Malam di APT Pranoto

SAMARINDA - Beroperasinya Bandara Aji PangeranTumenggung (APT) Pranoto di Samarinda ternyata belum menyeluruh.…

Rabu, 25 April 2018 07:17

MESKI PNPB Naik 114 persen, Masih Tak Mampu Atasi Devisit

SAMARINDA -  Realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNPB) di Kaltim mencapai Rp 2,6 triliun sepanjang…

Rabu, 25 April 2018 07:17

Pengusaha Sebut Maloy Bisa Sia-Sia

SAMARINDA - Kawasan ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK), diklaim sudah bisa beroperasi…

Rabu, 25 April 2018 07:14

Waspada Dampak Panic Buying

BALIKPAPAN – Lonjakan kebutuhan pangan saat Ramadan diklaim sudah diantisipasi oleh stakeholder…

Selasa, 24 April 2018 07:20
Operasional Bandara APT Pranoto Samarinda

MANTAP..!! Bisa Topang Kinerja Tiga Sektor Ekonomi

SAMARINDA - Dampak ekonomi dari beroperasinya Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda…

Selasa, 24 April 2018 07:15

Tawarkan Meeting Room dan Transportasi Antarkota

TAK hanyadi kategori hotel berbintang, geliat pertumbuhan sektor jasa hospitality di Samarinda juga…

Selasa, 24 April 2018 07:10

JUMLAH Konsumsi Ikan Naik Terus

SAMARINDA - Sektor perikanan menjadi lahan bisnis potensial di Kaltim. Itu terlihat dari jumlah konsumsi…

Selasa, 24 April 2018 07:06

Penggunaan Biodiesel Akan Diperluas

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mencampur seluruh jenis solar…

Selasa, 24 April 2018 07:05

Syarat Penerima Tax Holiday Diusulkan Turun

JAKARTA - Upaya mendorong investasi di Tanah Air terus dilakukan pemerintah. Salah satunya, dengan mempertimbangkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .