MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 14 November 2017 07:10
Tiongkok Jadi Pasar Potensial

Indonesia Pikirkan Strategi Ekspor Kopi

-

PROKAL.CO, JAKARTA - Indonesia tengah merumuskan bagaimana agar ekspor kopi ke Tiongkok meningkat. Delapan pengusaha kopi Indonesia telah bertemu dengan para pengusaha asal Negeri Bambu guna merealisasikan hal itu.

"Kami berinisiatif mengumpulkan pengusaha kopi agar dapat mencapai rumusan meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Tiongkok," kata Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou Ratu Silvy Gayatri seperti dikutip dari Antara.

Silvy menyebutkan pada Januari-September 2017, nilai ekspor kopi Indonesia ke Tiongkok mencapai USD 34,1 juta. Indonesia berada di peringkat dua dalam daftar negara pengekspor kopi ke Tiongkok di bawah Vietnam yang selama periode tersebut nilai ekspor kopinya telah mencapai USD 368,8 juta.

Ia optimistis Indonesia mampu mengejar Vietnam. Pasalnya, produk kopi Indonesia memiliki keunggulan kompetitif. "Bersama Brasil, Vietnam, dan Kolombia, Indonesia merupakan satu dari empat negara penghasil kopi terbesar di dunia," ujarnya.

Pasar kopi di negara berpenduduk terbesar di dunia itu masih berkembang dengan pertumbuhan konsumsi kopi per kapita terus meningkat antara 15 hingga 30 persen per tahun, jauh di atas peningkatan konsumsi kopi rata-rata di dunia yang hanya 2,3 persen per tahun.

Menurut catatan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou, tahun 2020 nilai industri kopi di daratan Tiongkok diproyeksikan mencapai 300 miliar yuan atau sekitar Rp 600 triliun.

"Hal ini dipicu oleh perubahan gaya hidup masyarakat Tiongkok. Generasi muda Tiongkok semakin menggemari kopi sebagai gaya hidup baru yang dinilai modern," ujarnya.

Di sisi lain, sambung Silvy, produksi kopi Tiongkok yang berpusat di Yunnan dan Hainan tidak mampu memenuhi tingginya permintaan kopi domestik sehingga impor kopi menjadi keharusan.

Ketua SCIBA Tjin Pek Yan mengatakan, untuk memaksimalkan ekspor kopi ke Tiongkok, Indonesia harus fokus pada kopi jenis arabika berkualitas mengingat kepemilikan lahan petani di Indonesia relatif kecil, sekitar 1–2 hektare.

Padahal, menurut pengusaha asal Bandung yang sudah 17 tahun membuka usaha di Tiongkok itu, petani kopi di negara-negara seperti Vietnam, Brasil, dan Kolombia memiliki perkebunan yang jauh lebih luas dan dikelola dalam skala industri besar.

"Kita perlu lebih fokus menjual produk kopi berkualitas dengan harga premium. Kopi asal Panama, misalnya, dengan fokus penjualan kopi kelas premium, harga per pound di sini bisa mencapai USD 20, sementara kopi dari Indonesia sekitar USD 2," jelas Pek Yan.

Sementara Jason, importir kopi Indonesia asal Tiongkok, menyarankan Indonesia mengekspor kopi jenis robusta dalam bentuk kemasan.

"Kalau Indonesia menjual kopi robusta dalam bentuk bijian ke Tiongkok sangat sulit bersaing dengan Vietnam yang mampu menjual kopi jenis serupa dengan harga yang jauh lebih murah," ujarnya. (ant/aji/tom/k1)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 06:22

Mini University Targetkan 200 Pengusaha Baru

SAMARINDA  –  Sukses meluluskan 359 wirausahawan baru tahun lalu, Kantor Perwakilan…

Jumat, 19 Januari 2018 08:19

Tembus 6.472, IHSG Lanjutkan Rekor

BALIKPAPAN - Proyeksi positif dari sebagian emiten tahun ini direspons positif oleh investor pasar modal.…

Jumat, 19 Januari 2018 08:18

Putar Omzet Puluhan Juta dan Ciptakan Lapangan Kerja

Keterbatasan fisik kerap dianggap membatasi kesempatan bersaing dengan yang lain. Namun hal itu dibantah…

Jumat, 19 Januari 2018 08:12

Pajak Berat, Jenis Produksi Mobil Terbatas

JAKARTA - Kinerja negara tetangga dalam produksi otomotif diakui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor…

Jumat, 19 Januari 2018 08:11

Tahun Ini Pemerintah Lelang 43 Blok Migas

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) alan melelang 43 blok minyak dan gas (migas)…

Kamis, 18 Januari 2018 07:33
PAD Restoran Naik 100 Persen dalam Tiga Tahun

Masyarakat Konsumtif, Peluang di Depan Mata

SAMARINDA - Tak hanya menggenjot pertumbuhan ekonomi, sektor makanan dan minuman menjadi andalan Pemkot…

Kamis, 18 Januari 2018 07:28

Terkerek Tahun Politik

PEMILIHAN kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini berdampak beragam terhadap masing-masing sektor…

Kamis, 18 Januari 2018 07:26

Direct Call Tak Kunjung Jalan

BALIKPAPAN - Upaya mempercepat realisasi pelayaran internasional langsung atau direct call di Balikpapan…

Kamis, 18 Januari 2018 07:24

Survive meski Pasang Harga 20 Kali Lebih Mahal

Merek kaca film V-Kool mungkin tak asing bagi pemilik mobil di Kaltim. Keberhasilan brand tersebut meraup…

Rabu, 17 Januari 2018 07:17

Kuliner Jadi Favorit Pemula

SAMARINDA - Perlambatan ekonomi Kaltim sejak 2013 lalu rupanya tak berlaku merata. Di level usaha mikro…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .