MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 13 November 2017 18:52
Kualitas Program Jaminan Kesehatan Masih Buruk

PROKAL.CO, Masalah pelayanan kesehatan di negeri ini masih jauh dari kata ideal. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinilai masih kurang memadai. Hal itu tercermin dari banyaknya persoalan terkait dua hal tersebut.

Seperti masih banyaknya pasien-pasien JKN yang ditolak atau diperlakukan tidak semestinya di beberapa rumah sakit, dengan alasan tarif pelayanan kesehatan yang bisa diklaim ke BPJS rendah atau tidak sesuai dengan biaya jasa medis dan obat-obatan.

Menurut Luthfi Mardiansyah, Chairman Center for Healthcare Policy and Reform Studies (Chapters), masalah rendahnya mutu pelayanan kesehatan JKN saat ini dikarenakan tidak meratanya fasilitas kesehatan, persoalan ketersediaan dokter dan tenaga medis lainnya, serta rendahnya tarif pelayanan kesehatan.

“Perbedaan jumlah fasilitas dan tenaga kerja kesehatan di kota-kota besar dan di daerah lain di Indonesia yang tidak seimbang mengakibatkan akses pelayanan tidak merata,” ujar Luthfi dalam keterangan resminya, Senin (13/11).

Lebih dari 500 rumah sakit swasta di Indonesia belum menjadi provider BPJS-Kesehatan.

Menurut Luthfi, rendahnya tarif Indonesia Case Base Groups (INA-CBGs) atau sistem pembayaran paket berdasarkan penyakit menjadi salah satu penyebab kurang tertariknya rumah sakit melayani pasien-pasien JKN.

“Walaupun ada perbedaan tarif antara rumah sakit pemerintah dan swasta, tapi masih kecil, mungkin perlu dibedakan antara 30 persen hingga 35 persen,” papar Luthfi.

Penentuan tarif INA-CBGs untuk rumah sakit swasta perlu dimasukkan biaya tenaga kerja medis maupun non-medis yang harus dikeluarkan.

Sementara rumah sakit pemerintah tidak harus menanggung beban biaya tenaga kerja.

Di sisi lain, lanjut dia, terjadinya perlakuan yang tidak semestinya terhadap pasien JKN.

Di antaranya karena penerapan kuota pelayanan, membatasi waktu layanan. Bahkan ada pasien-pasien yang diminta datang berulang-ulang untuk hal-hal tidak perlu.

"Hal itu menjadi kenyataan di lapangan yang tidak bisa dihindari. Pihak rumah sakit selalu menjadikan rendahnya tarif INA-CBGs dan lambatnya pembayaran klaim dari BPJS-Kesehatan sebagai alasan," pungkasnya. (esy/jpnn)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 11:36

Terancam Absen Lama

PERSELA Lamongan harus siap kehilangan Diego Assis dalam waktu yang lama. Cedera yang dialami pemain…

Selasa, 25 September 2018 11:22

Nah..!! KPU Peringatkan Jokowi

JAKARTA- Komisi Pemilihan Umum ( KPU) melarang Presiden Joko Widodo menggunakan Istana Kepresidenan…

Selasa, 25 September 2018 11:20

Domenichini Diuji Lagi

LUCIANO Spalletti takkan duduk di bench Inter Milan dini hari nanti WIB. Sebagai gantinya, tugas Spalletti…

Selasa, 25 September 2018 09:59
Dewan Pers Verifikasi SMSI Provinsi Banten

Ketua Dewan Pers Minta SMSI Tangkal Media Online Abal-abal

Ketua Dewan Pers:"Jika sudah memenuhi syarat dan ketentuan SMSI segera kita tetapkan sebagai konstituen"…

Minggu, 23 September 2018 13:26

Gara-Gara Ini, Jokowi Disebut Kurang Wawasan

Sikap hormat Capres Joko Widodo saat lagu Indonesia Raya dalam acara pengundian nomor urut di KPU dianggap…

Minggu, 23 September 2018 13:22

Ajaib..!! Terseret Ombak, 46 Hari di Laut, Aldi Ditemukan di Perairan Jepang

Aldi Novel Adilang mendadak jadi perbincangan ramai di media sosial. Remaja 19 tahun ini baru saja mengalami…

Minggu, 23 September 2018 12:41

Saat Kampanye Damai Berjalan, SBY Walkout, Ini Sebabnya

Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan aksi walkout saat menghadiri…

Rabu, 19 September 2018 12:05

ASTAGA..!! TKI Dijual Lewat Situs Online

Menyusul terungkapnya perdagangan TKI via toko online di Singapura, kini pemerintah Indonesia mendesak…

Selasa, 18 September 2018 10:15
Ketika Kubu Jokowi Tak Gentar dengan Hasil Ijtima Ulama

PDIP Yakin Hasil Survey Masih Kuat

TIM kampanye nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengklaim, hasil Ijtima Ulama II tak akan…

Selasa, 18 September 2018 10:13
Dukungan Kepala Daerah di Pilpres

Dulu Diam-Diam, Sekarang Terbuka

JAKARTA- Dukungan kepala daerah jelang Pilpres 2019 kian marak. Kondisi tersebut sedikit berbeda dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .