MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 13 November 2017 18:52
Kualitas Program Jaminan Kesehatan Masih Buruk

PROKAL.CO, Masalah pelayanan kesehatan di negeri ini masih jauh dari kata ideal. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinilai masih kurang memadai. Hal itu tercermin dari banyaknya persoalan terkait dua hal tersebut.

Seperti masih banyaknya pasien-pasien JKN yang ditolak atau diperlakukan tidak semestinya di beberapa rumah sakit, dengan alasan tarif pelayanan kesehatan yang bisa diklaim ke BPJS rendah atau tidak sesuai dengan biaya jasa medis dan obat-obatan.

Menurut Luthfi Mardiansyah, Chairman Center for Healthcare Policy and Reform Studies (Chapters), masalah rendahnya mutu pelayanan kesehatan JKN saat ini dikarenakan tidak meratanya fasilitas kesehatan, persoalan ketersediaan dokter dan tenaga medis lainnya, serta rendahnya tarif pelayanan kesehatan.

“Perbedaan jumlah fasilitas dan tenaga kerja kesehatan di kota-kota besar dan di daerah lain di Indonesia yang tidak seimbang mengakibatkan akses pelayanan tidak merata,” ujar Luthfi dalam keterangan resminya, Senin (13/11).

Lebih dari 500 rumah sakit swasta di Indonesia belum menjadi provider BPJS-Kesehatan.

Menurut Luthfi, rendahnya tarif Indonesia Case Base Groups (INA-CBGs) atau sistem pembayaran paket berdasarkan penyakit menjadi salah satu penyebab kurang tertariknya rumah sakit melayani pasien-pasien JKN.

“Walaupun ada perbedaan tarif antara rumah sakit pemerintah dan swasta, tapi masih kecil, mungkin perlu dibedakan antara 30 persen hingga 35 persen,” papar Luthfi.

Penentuan tarif INA-CBGs untuk rumah sakit swasta perlu dimasukkan biaya tenaga kerja medis maupun non-medis yang harus dikeluarkan.

Sementara rumah sakit pemerintah tidak harus menanggung beban biaya tenaga kerja.

Di sisi lain, lanjut dia, terjadinya perlakuan yang tidak semestinya terhadap pasien JKN.

Di antaranya karena penerapan kuota pelayanan, membatasi waktu layanan. Bahkan ada pasien-pasien yang diminta datang berulang-ulang untuk hal-hal tidak perlu.

"Hal itu menjadi kenyataan di lapangan yang tidak bisa dihindari. Pihak rumah sakit selalu menjadikan rendahnya tarif INA-CBGs dan lambatnya pembayaran klaim dari BPJS-Kesehatan sebagai alasan," pungkasnya. (esy/jpnn)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 19:56
BREAKING NEWS

WASPADALAH, Napi Teroris Tembus 600 Orang 

  JAKARTA – Indonesia serius melakukan pencegahan aksi radikalisme dan terorisme. Terbukti,…

Kamis, 22 Februari 2018 19:50

JK Ditagih Janji Angkat Guru Honorer jadi CPNS

Pengabdian guru honorer harus dibalas sepantasnya dengan cara mengangkat mereka sebagaiCPNS. Demikian…

Kamis, 22 Februari 2018 18:57
BREAKING NEWS

LUAR BIASA, FKPT Kaltim Terbaik di Indonesia 

  JAKARTA – Prestasi moncer berhasil ditorehkan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT)…

Rabu, 21 Februari 2018 11:45

WADUH..!! Gara-Gara Ini, Proyek Tol Seluruh Indonesia Dihentikan Sementara, Termasuk Tol Balikpapan-Samarinda?

JAKARTA- Proyek-proyek besar di Indonesia yang membutuhkan pekerjaan berat dihentikan sementara. Keputusan…

Rabu, 21 Februari 2018 11:42

BAHAYA..!! Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Narkoba Jenis Baru

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso tidak main-main dalam upaya pemberantasan…

Rabu, 21 Februari 2018 11:34
Ini Pendapat Pengamat

YAKIN..? Kalau Penyerangan Ulama hanya Insiden?

JAKARTA - Pengamat intelijen dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi…

Rabu, 21 Februari 2018 11:30

Sudah Disiapkan Ratusan Polisi, Eh Habib Rizieq Batal Pulang

JAKARTA- Ratusan personel kepolisian disebar di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten.…

Rabu, 21 Februari 2018 11:26

SALING ANCAM;;!! Kalau Kepolisian Mengambil Secara Paksa, Kami Juga Akan Ambil Paksa !

JAKARTA - Peringatan keras disampaikan oleh ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif kepada pihak…

Rabu, 21 Februari 2018 11:23

Lagi-Lagi Amin Rais Sebut Jokowi "Lurah"

JAKARTA- Amien Rais yang menjabat sebagai Ketua Penasehat Persaudaran Alumni 212 lagi-lagi menyebut…

Rabu, 21 Februari 2018 10:19

ASTAGA..!! 9 Juta Orang Belum Rekam KTP-el

JAKARTA – Masih ada sekitar 9 juta atau 2 persen penduduk yang belum merekam data diri untuk pembuatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .