MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 13 November 2017 07:03
Ikut BPJS, Pastikan DP Rumah Lebih Ringan

Menaker Minta Perusahaan Optimalkan BPJS Ketenagakerjaan

DP RINGAN: Salah satu manfaat yang diterima pekerja menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan adalah saat membeli rumah maka akan ada keringanan

PROKAL.CO, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meminta kepada seluruh perusahaan untuk lebih mengoptimalkan keikutsertaan pekerja dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Menurutnya, hal ini sebagai upaya negara untuk memaksimalkan upaya perlindungan kepada pekerja dari sisi sosial ekonomi dan kesehatan.

"Ketika terjadi risiko sosial ekonomi maupun penyakit karena kerja, maka pekerja akan lebih aman karena sudah ada pihak yang menangani," terang Hanif di sela acara penutupan  Turnamen Futsal BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka ulang tahun ke-40 BPJS Ketenagakerjaan, Minggu (12/11).

Hanif menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan merupakan instrumen perlindungan sosial yang penting untuk melindungi pekerja dari risiko sosial ekonomi maupun penyakit karena kerja. "Banyak orang bingung mengenai manfaat BPJS padahal BPJS bisa memberikan jaminan kecelakaan, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan dana pensiun," jelas Hanif.

Pada kesempatan tersebut, Hanif juga berharap pengelolaan BPJS Ketenagakerjaan semakin baik dan manfaatnya semakin bisa dirasakan oleh banyak orang.

Terpisah, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, salah satu manfaat yang diterima pekerja menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan adalah saat membeli rumah maka akan ada keringanan. "Kalau pekerja ikut jaminan hari tua maka kalau beli rumah DP-nya lebih ringan," tutur Agus.

Terkait kepemilikan rumah, sebelumnya  Agus sempat menyampaikan bahwa BPJS menyediakan fasilitas pembiayaan rumah baik untuk kredit pemilikan rumah (KPR) sampai renovasi rumah. Fasilitas pembiayaan ini merupakan manfaat layanan tambahan (MLT) bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Fasilitas pembiayaan ini meliputi KPR, pinjaman uang muka perumahan (PUMP), pinjaman renovasi perumahan (PRP), dan kredit konstruksi bagi pengembang.

Dia menerangkan, syarat untuk peserta mendapat MLT ini ialah telah terdaftar aktif menjadi anggota selama setahun. Kemudian, perusahaan tempat bekerja tertib administrasi dan iuran, serta tidak berstatus perusahaan daftar sebagian (PDS) upah maupun tenaga kerja.

Dia melanjutkan, untuk KPR peserta mesti belum memiliki rumah sendiri. Artinya, ini untuk rumah pertama. Untuk renovasi rumah hanya diperbolehkan untuk renovasi rumah atas nama pekerja itu sendiri. Lalu, peserta yang mengajukan pinjaman telah lolos verifikasi kredit dari bank penyalur yang bekerja sama.

"Saat ini kami telah bekerja sama dengan BTN untuk penyaluran fasilitas pinjaman ini. Nanti ke depannya kami akan bekerja sama dengan seluruh bank pemerintah, termasuk bank pemerintah daerah," jelas Agus.

Untuk prosedur pinjaman, mulanya peserta mengajukan fasilitas KPR, PUMP atau renovasi perumahan (PRP) ke bank kerja sama dengan menyertakan salinan bukti  kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Kemudian bank kerja sama akan melakukan verifikasi dan BI checking. Setelah melewati verifikasi awal, bank kerja sama akan melanjutkan permohonan kredit tersebut ke Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan untuk dilakukan verifikasi kepesertaan.

Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan akan mengirimkan formulir persetujuan kepada bank kerja sama untuk kemudian diproses atau ditolak sesuai dengan hasil verifikasi kepesertaan. (sar/tom/k18)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 06:31

Permintaan Aneh Pelanggan Menggali Kreativitas

SETELAH lulus dari Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia pada 2014, Sherli Sukangto…

Minggu, 20 Mei 2018 06:28

Jaga Komunikasi, Kualitas, dan Kecepatan Kerja

MENGELOlA bisnis di bidang desain sejak 2014, Sherli Sukangto mengaku telah banyak menghadapi persaingan.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:14

Hypermart Mulai Geber Diskon dan Promo

BALIKPAPAN  -  Meski indeks tendensi konsumen (ITK) turun, retailer di Kota Minyak optimistis…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:14

2019, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,8 Persen

JAKARTA  –  Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada 2019 mendatang mencapai…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:13

Waspada Bibit Kelapa Sawit Ilegal

SAMARINDA  -  Para petani kembali diminta mewaspadai peredaran benih kelapa sawit ilegal.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:12
Masih Didominasi Pajak

Triwulan Pertama, PAD Kaltim Capai 16,85 Persen

SAMARINDA  -  Kinerja Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Kaltim…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:11

Sering Terbentur Aturan

BALIKPAPAN  - Perusahaan di Kaltim belum maksimal dalam memanfaatkan keuntungan melantai di Bursa…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:09

BI Terbitkan Buku Kajian Stabilitas Keuangan

JAKARTA –  Bank Indonesia (BI) meluncurkan buku Kajian Stabilitas Keuangan No.30, Maret 2018.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:08

BI Terapkan Pengetatan Moneter, Era Bunga Tinggi Dimulai

JAKARTA  –  Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan suku bunga acuan. Kamis (17/5), rapat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:37

Perusahaan Lokal Masih Enggan Go Public

BALIKPAPAN - Minat perusahaan lokal untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .