MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 13 November 2017 07:03
Ikut BPJS, Pastikan DP Rumah Lebih Ringan

Menaker Minta Perusahaan Optimalkan BPJS Ketenagakerjaan

DP RINGAN: Salah satu manfaat yang diterima pekerja menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan adalah saat membeli rumah maka akan ada keringanan

PROKAL.CO, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meminta kepada seluruh perusahaan untuk lebih mengoptimalkan keikutsertaan pekerja dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Menurutnya, hal ini sebagai upaya negara untuk memaksimalkan upaya perlindungan kepada pekerja dari sisi sosial ekonomi dan kesehatan.

"Ketika terjadi risiko sosial ekonomi maupun penyakit karena kerja, maka pekerja akan lebih aman karena sudah ada pihak yang menangani," terang Hanif di sela acara penutupan  Turnamen Futsal BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka ulang tahun ke-40 BPJS Ketenagakerjaan, Minggu (12/11).

Hanif menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan merupakan instrumen perlindungan sosial yang penting untuk melindungi pekerja dari risiko sosial ekonomi maupun penyakit karena kerja. "Banyak orang bingung mengenai manfaat BPJS padahal BPJS bisa memberikan jaminan kecelakaan, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan dana pensiun," jelas Hanif.

Pada kesempatan tersebut, Hanif juga berharap pengelolaan BPJS Ketenagakerjaan semakin baik dan manfaatnya semakin bisa dirasakan oleh banyak orang.

Terpisah, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, salah satu manfaat yang diterima pekerja menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan adalah saat membeli rumah maka akan ada keringanan. "Kalau pekerja ikut jaminan hari tua maka kalau beli rumah DP-nya lebih ringan," tutur Agus.

Terkait kepemilikan rumah, sebelumnya  Agus sempat menyampaikan bahwa BPJS menyediakan fasilitas pembiayaan rumah baik untuk kredit pemilikan rumah (KPR) sampai renovasi rumah. Fasilitas pembiayaan ini merupakan manfaat layanan tambahan (MLT) bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Fasilitas pembiayaan ini meliputi KPR, pinjaman uang muka perumahan (PUMP), pinjaman renovasi perumahan (PRP), dan kredit konstruksi bagi pengembang.

Dia menerangkan, syarat untuk peserta mendapat MLT ini ialah telah terdaftar aktif menjadi anggota selama setahun. Kemudian, perusahaan tempat bekerja tertib administrasi dan iuran, serta tidak berstatus perusahaan daftar sebagian (PDS) upah maupun tenaga kerja.

Dia melanjutkan, untuk KPR peserta mesti belum memiliki rumah sendiri. Artinya, ini untuk rumah pertama. Untuk renovasi rumah hanya diperbolehkan untuk renovasi rumah atas nama pekerja itu sendiri. Lalu, peserta yang mengajukan pinjaman telah lolos verifikasi kredit dari bank penyalur yang bekerja sama.

"Saat ini kami telah bekerja sama dengan BTN untuk penyaluran fasilitas pinjaman ini. Nanti ke depannya kami akan bekerja sama dengan seluruh bank pemerintah, termasuk bank pemerintah daerah," jelas Agus.

Untuk prosedur pinjaman, mulanya peserta mengajukan fasilitas KPR, PUMP atau renovasi perumahan (PRP) ke bank kerja sama dengan menyertakan salinan bukti  kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Kemudian bank kerja sama akan melakukan verifikasi dan BI checking. Setelah melewati verifikasi awal, bank kerja sama akan melanjutkan permohonan kredit tersebut ke Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan untuk dilakukan verifikasi kepesertaan.

Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan akan mengirimkan formulir persetujuan kepada bank kerja sama untuk kemudian diproses atau ditolak sesuai dengan hasil verifikasi kepesertaan. (sar/tom/k18)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 06:49

Berharap Rupiah Konsisten Menguat

JAKARTA - Perdagangan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih…

Rabu, 12 Desember 2018 06:47

Pemerintah Terbitkan SBN Rp 826 Triliun

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menerbitkan Surat Berharga Negara…

Rabu, 12 Desember 2018 06:46

Kinerja Perbankan Membaik

BALIKPAPAN - Optimisme ekonomi di Kota Minyak kian membaik. Hal…

Rabu, 12 Desember 2018 06:43

Intermediasi Perbankan Syariah Kian Meningkat

SAMARINDA - Intermediasi perbankan syariah mengalami peningkatan pada triwulan III…

Rabu, 12 Desember 2018 06:41

Dituntut Segera Turunkan Harga BBM Nonsubsidi

JAKARTA – Pemerintah meminta evaluasi yang dilakukan PT Pertamina untuk…

Rabu, 12 Desember 2018 06:40

PT PII Ajukan Suntikan Rp 1 Triliun

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII) mengajukan suntikan modal…

Rabu, 12 Desember 2018 06:40

Kadin Dukung Industri Animasi

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berkomitmen mendukung…

Rabu, 12 Desember 2018 06:39

Tandai Saham Emiten Bermasalah

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengimplementasikan sistem I-Suite…

Rabu, 12 Desember 2018 06:39

Gopay dan T-Cash Bisa Cairkan Kredit Usaha

JAKARTA - Pemerintah meluncurkan Digitalisasi Pembiayaan Usaha Ultra Mikro (UMi)…

Selasa, 11 Desember 2018 06:47

Babak Baru Megaproyek Pertamina

BALIKPAPAN – Sempat tertunda, PT Pertamina (Persero) menegaskan dua proyek…