MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 13 November 2017 07:03
Ikut BPJS, Pastikan DP Rumah Lebih Ringan

Menaker Minta Perusahaan Optimalkan BPJS Ketenagakerjaan

DP RINGAN: Salah satu manfaat yang diterima pekerja menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan adalah saat membeli rumah maka akan ada keringanan

PROKAL.CO, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meminta kepada seluruh perusahaan untuk lebih mengoptimalkan keikutsertaan pekerja dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Menurutnya, hal ini sebagai upaya negara untuk memaksimalkan upaya perlindungan kepada pekerja dari sisi sosial ekonomi dan kesehatan.

"Ketika terjadi risiko sosial ekonomi maupun penyakit karena kerja, maka pekerja akan lebih aman karena sudah ada pihak yang menangani," terang Hanif di sela acara penutupan  Turnamen Futsal BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka ulang tahun ke-40 BPJS Ketenagakerjaan, Minggu (12/11).

Hanif menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan merupakan instrumen perlindungan sosial yang penting untuk melindungi pekerja dari risiko sosial ekonomi maupun penyakit karena kerja. "Banyak orang bingung mengenai manfaat BPJS padahal BPJS bisa memberikan jaminan kecelakaan, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan dana pensiun," jelas Hanif.

Pada kesempatan tersebut, Hanif juga berharap pengelolaan BPJS Ketenagakerjaan semakin baik dan manfaatnya semakin bisa dirasakan oleh banyak orang.

Terpisah, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, salah satu manfaat yang diterima pekerja menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan adalah saat membeli rumah maka akan ada keringanan. "Kalau pekerja ikut jaminan hari tua maka kalau beli rumah DP-nya lebih ringan," tutur Agus.

Terkait kepemilikan rumah, sebelumnya  Agus sempat menyampaikan bahwa BPJS menyediakan fasilitas pembiayaan rumah baik untuk kredit pemilikan rumah (KPR) sampai renovasi rumah. Fasilitas pembiayaan ini merupakan manfaat layanan tambahan (MLT) bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Fasilitas pembiayaan ini meliputi KPR, pinjaman uang muka perumahan (PUMP), pinjaman renovasi perumahan (PRP), dan kredit konstruksi bagi pengembang.

Dia menerangkan, syarat untuk peserta mendapat MLT ini ialah telah terdaftar aktif menjadi anggota selama setahun. Kemudian, perusahaan tempat bekerja tertib administrasi dan iuran, serta tidak berstatus perusahaan daftar sebagian (PDS) upah maupun tenaga kerja.

Dia melanjutkan, untuk KPR peserta mesti belum memiliki rumah sendiri. Artinya, ini untuk rumah pertama. Untuk renovasi rumah hanya diperbolehkan untuk renovasi rumah atas nama pekerja itu sendiri. Lalu, peserta yang mengajukan pinjaman telah lolos verifikasi kredit dari bank penyalur yang bekerja sama.

"Saat ini kami telah bekerja sama dengan BTN untuk penyaluran fasilitas pinjaman ini. Nanti ke depannya kami akan bekerja sama dengan seluruh bank pemerintah, termasuk bank pemerintah daerah," jelas Agus.

Untuk prosedur pinjaman, mulanya peserta mengajukan fasilitas KPR, PUMP atau renovasi perumahan (PRP) ke bank kerja sama dengan menyertakan salinan bukti  kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Kemudian bank kerja sama akan melakukan verifikasi dan BI checking. Setelah melewati verifikasi awal, bank kerja sama akan melanjutkan permohonan kredit tersebut ke Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan untuk dilakukan verifikasi kepesertaan.

Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan akan mengirimkan formulir persetujuan kepada bank kerja sama untuk kemudian diproses atau ditolak sesuai dengan hasil verifikasi kepesertaan. (sar/tom/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 06:22

Mini University Targetkan 200 Pengusaha Baru

SAMARINDA  –  Sukses meluluskan 359 wirausahawan baru tahun lalu, Kantor Perwakilan…

Jumat, 19 Januari 2018 08:19

Tembus 6.472, IHSG Lanjutkan Rekor

BALIKPAPAN - Proyeksi positif dari sebagian emiten tahun ini direspons positif oleh investor pasar modal.…

Jumat, 19 Januari 2018 08:18

Putar Omzet Puluhan Juta dan Ciptakan Lapangan Kerja

Keterbatasan fisik kerap dianggap membatasi kesempatan bersaing dengan yang lain. Namun hal itu dibantah…

Jumat, 19 Januari 2018 08:14

Pilkada Tak Hambat Investasi

JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi pertumbuhan ekonomi…

Jumat, 19 Januari 2018 08:13

Bappenas: Efek Krisis 1998

JAKARTA - Upaya pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur bukan tanpa alasan. Pasalnya, rasio…

Jumat, 19 Januari 2018 08:12

Pajak Berat, Jenis Produksi Mobil Terbatas

JAKARTA - Kinerja negara tetangga dalam produksi otomotif diakui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor…

Jumat, 19 Januari 2018 08:11

Tahun Ini Pemerintah Lelang 43 Blok Migas

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) alan melelang 43 blok minyak dan gas (migas)…

Kamis, 18 Januari 2018 07:33
PAD Restoran Naik 100 Persen dalam Tiga Tahun

Masyarakat Konsumtif, Peluang di Depan Mata

SAMARINDA - Tak hanya menggenjot pertumbuhan ekonomi, sektor makanan dan minuman menjadi andalan Pemkot…

Kamis, 18 Januari 2018 07:31

LCGC Sumbang 75 Persen Pangsa Pasar

JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan kendaraan…

Kamis, 18 Januari 2018 07:28

Terkerek Tahun Politik

PEMILIHAN kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini berdampak beragam terhadap masing-masing sektor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .