MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 12 November 2017 12:05
Merdeka dan Biola

Wage

JALUR BERBEDA: Lantaran bingung mengekspresikan dirinya, Wage memilih berjuang dengan lagu. Bukan dengan orasi, politik atau senjata.

PROKAL.CO, “Aku harus ikut berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini dengan lagu dan biolaku. Untuk itu, aku pun harus terlibat langsung dalam pergerakan kemerdekaan bangsa ini.” Demikianlah semangat membara dari Wage Rudolf (WR) Soepratman.

SIAPA tak kenal dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Gita itu kerap dinyanyikan kala kibarkan sang merah putih. Dan umumnya hanya satu stanza (kumpulan lirik). Padahal, penggubahnya, WR Soepratman membuat Indonesia Raya ke dalam tiga stanza. Bersama dengan biola dan lirik dia membakar semangat pejuang kemerdekaan saat ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 silam. Itu sebab melalui film Wage, sineas John De Rantau ingin mengenalkan kepada masyarakat Indonesia, lagu Indonesia Raya tak hanya satu kumpulan lirik melainkan tiga.

Wage yang diperankan Rendra Bagus Pamungkas  menceritakan secara runut mengenai kehidupan WR Soepratman dengan jelas. Mulai dari kecil hingga dewasa, keluarga serta orangtuanya. Dengan latar waktu 1908-1938.

Ketika film dimulai, penulis skenario Gunawan BS dan Fredy Aryanto menyentakkan penonton dengan alur mundur, dengan puncak konflik sebagai pembuka babak.
Yaitu ketika pemerintah Belanda melarang WR Soepratman memainkan lagu ciptaannya, Indonesia Raya. Dengan durasi dua jam penonton akan dibuat takjub, pahlawan negara yang berjuang raih kemerdekaan lewat suara biola.  Bukan dengan pistol atau granat. Film tersebut juga mengungkap sisi lain dari WR Soepratman, yang dulunya pernah menjadi wartawan di harian  Kaoem Moeda dan Kaoem Kita. Tak cuma itu, dia juga merupakan novelis. Salah satu karyanya ialah roman berjudul Perawan Desa.

Mengambil sinema dengan sentuhan masa lalu tentu tidak mudah. Namun, film ini berhasil mengajak penonton berpetualang ke masa itu, kala pemuda nusantara gerilya untuk merdeka. Lantaran berkaitan dengan komposer, sepanjang film Anda akan ditemani alunan musik indah yang ditata oleh Indra Q dan M Subchi Azal Tsani.

Banyak hal baik yang bisa dipetik kala menonton Wage. Misalnya saat Mas Sosro (Bram Makahekum) menjelaskan kepada WR Soepratman mengenai filosofi huruf alif yang lurus seperti stik biola yang digunakan untuk menggesek senar sehingga lahir alunan nada indah. Walau bukan genre teologi namun rasa yang diangkat begitu islami dan tak menggurui.

Pun demikian dalam fragmen adegan saat Wage kehabisan inspirasi menulis lagu kebangsaan Indonesia Raya.  Dia kemudian mengambil wudu lantas salat dan baca Alquran. Setelahnya dia mendapat ide mengenai gita pembakar semangat. Tak hanya itu, lagu ciptaannya juga menjadi instrumen pembuka di hadapan para pemuda pada 28 Oktober 1928. Tak hanya rohani, Wage juga berbicara mengenai kekuatan karya. Bayangkan saja lagu tiga stanza yang diciptakan WR Soepratman bisa menyebar dan membakar semangat para pejuang.

Dari situ juga perlawanan terhadap penjajah dilakukan bersama-sama sebagai satu bangsa, Indonesia Raya dan tidak lagi berbasis kedaerahan dan kesukuan maupun keagamaan. Daya pembangkit kesadaran kebangsaan itulah yang terkandung dalam lagu Indonesia Raya dan Sumpah Pemuda. (net/ypl2)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 17 Maret 2019 11:01

Dulu Diremehkan, Kini Dibanggakan

JUMIATI Marcarolina Suhaime belajar banyak hal. Tak hanya teknik make-up…

Minggu, 17 Maret 2019 10:49

Fokus dan Profesional

HARI semakin sore. Jumiati Marcarolina Suhaime masih setia membagi kisah…

Minggu, 17 Maret 2019 10:47

Pesona Jelita

PARAS cantik perempuan, menjadi alasan banyak fotografer menyukai genre foto…

Senin, 11 Maret 2019 10:11
Xbootcamp Outdoor Workout Samarinda

Olahraga Sehat dan Bahagia

MESKI sudah diawali niat yang begitu kuat, tetap saja ada…

Senin, 11 Maret 2019 10:10

Antisipasi DOMS setelah Freeletics

SETIAP olahraga memiliki manfaat yang baik jika dilakukan berkala. Terlebih…

Senin, 11 Maret 2019 09:47

Harmoni Hitam Putih

Oleh: Fuad Muhammad, Fotografer Kaltim Post (fuadmuhammadhr) KETIKA mendengar foto…

Minggu, 03 Maret 2019 11:33

Dijuluki Pemburu Dollar

Jika sebagian remaja bingung memilih jurusan dan universitas idaman. Sandhy…

Minggu, 03 Maret 2019 11:31

Belajar Ikhlas dari Rugi Ratusan Juta

JIKA ada yang bilang bisnis adalah hal menantang, bisa jadi…

Minggu, 03 Maret 2019 11:24

Jujur dan Mengedukasi Klien

MENJALANI bisnis jasa, mengharuskan Sandhy Syahputra intens berkomunikasi dengan para…

Minggu, 17 Februari 2019 11:57
Mengenal Olahraga Bela Diri Wing Chun

Jaga Ketenangan, Tak Mudah Diserang Lawan

ADA banyak ragam jenis bela diri, salah satunya wing chun.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*