MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 11 November 2017 06:27
Pasar Modal Masih Dianggap Rumit

BEI: IPO Justru Mudahkan Perusahaan Berkembang

PELUANG BERKEMBANG: Tak hanya masyarakat umum, pasar modal juga belum cukup populer bagi perusahaan-perusahaan di Kaltim.

PROKAL.CO, SAMARINDA  –  Tak hanya di level korporasi, ajakan menjadi perusahaan terbuka juga ditujukan Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada badan usaha kecil dan menengah. Tak terkecuali di Kaltim. Sayang, langkah yang sebenarnya berpotensi mendongkrak kinerja bisnis ini belum dianggap sebagai hal menarik.

Padahal, jika sudah melakukan pelepasan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO), sumber modal jadi lebih luas. Selanjutnya, perusahaan juga akan transparan dan lebih profesional dalam penyusunan laporan keuangan, sehingga lebih mudah dipercaya oleh perbankan.

Saat ini, BEI mencatat, ada 630 perusahaan yang sudah terdaftar sebagai emiten bursa dan obligasi. Meski sekilas terdengar banyak, jumlah itu dianggap masih sangat kecil. Mengingat, di Indonesia ada puluhan ribu badan usaha, dengan berbagai klasifikasi.

Deputi Direktur Penilaian Perusahaan Sektor Riil Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Herlina Marpaung mengatakan, minimnya minat melantai di bursa tak hanya terjadi di daerah seperti Kaltim. Di Jakarta pun, kata dia, banyak perusahaan multinasional yang belum melihat IPO sebagai langkah strategis.

“Alasannya, sebagian besar karena perusahaan menganggap mereka bakal disulitkan dengan prosedur administrasi, padahal itu hal yang wajar dalam berperusahaan. Jika dikupas lagi, mestinya mereka melihat peluang untuk memperbanyak sumber modal, serta di sisi lain berbagi risiko dengan lebih banyak investor,” kata Herlina, saat ditemui setelah rapat di Aston Samarinda Hotel and Convention, Kamis (9/10).

BEI, kata dia, juga ditugaskan untuk terus menambah daftar emiten di bursa. Tahun ini, untuk pasar saham, targetnya adalah 25 emiten baru. “Sampai saat ini, sudah ada 30 emiten baru sudah listing di bursa saham sejak awal tahun,” pungkasnya.

Wakil Ketua Umum Bidang Keuangan dan Perbankan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim, L Budiawan mengatakan, untuk go public, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi perusahaan. Namun itu sejalan dengan manfaat yang didapat.

IPO, kata dia, memang belum terlampau penting bagi pengusaha yang tak memiliki proyeksi menjalankan usaha untuk jangka panjang. Namun, bagi mereka yang ingin perusahaannya itu modern dan berkesinambungan, pasar modal adalah sarana yang paling tepat untuk mendukung itu. “Karena, dengan go public, setidaknya perusahaan tak perlu sulit mencari modal,” ungkapnya.

Saat ini, Budiawan mengakui, hal-hal seputar pasar modal masih asing bagi pebisnis di Kaltim. Alih-alih bicara prosedur, sebagian di antaranya bahkan bisa jadi belum tahu apa itu IPO. Dia berharap, semakin seringnya BEI menyambangi daerah untuk berdiskusi dengan pengusaha atau perwakilan perusahaan, dapat mendorong minat mereka untuk melantai du bursa.

“Kami belum punya rinciannya, tapi di Kaltim pasti banyak yang berminat untuk berkembang lewat bursa saham. Menjadi perusahaan go public sebenarnya adalah cara yang bagus untuk berkembang,” ujar Budiawan.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Kaltim, Dinda Ayu Amalliya juga tak menampik, pasar modal masih asing bagi perusahaan di Kaltim. Terlebih, dengan situasi seperti sekarang. Besarnya risiko membuat dunia usaha sangat berhati-hati dalam menentukan pilihan.

 “Padahal dengan melantai di bursa, profil perusahaan akan meningkat. Semakin meningkatnya profil, akan sejalan juga dengan arus pendanaan,” jelas Dinda.

Lebih jauh, berkembangnya sebuah perusahaan juga dapat membantu perekonomian. Setidaknya, membuka potensi penambahan tenaga kerja, yang berimbas pada membaiknya daya beli masyarakat.

Head of Investor Relation Astra Agro Lestari Rudi Lumardjo mengatakan, semenjak go public pada 1997 lalu, perusahaan perkebunan itu semakin maju hingga kini. “Setelah masuk IPO, kami dapat pendanaan tambahan untuk waktu yang panjang. Nilai perusahaan menjadi naik,” tambahnya.

Mudah mendapat dana untuk investasi, membuat perusahaan lebih mudah melakukan regenerasi. “Yang terpenting untuk go public, adalah cara mengevaluasi diri. Dipastikan juga, tata kelola perusahaan menjadi lebih baik, karena ada tanggung jawab terhadap lebih banyak pemilik,” pugkas Rudi. (*/ctr/man2/k18)


BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 12:30

WARNING..!! Rupiah Terus Melemah, Ini yang Dilakukan BI

Nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan yang cukup dalam…

Senin, 23 April 2018 08:26

Tujuh Blok Terminasi Diserahkan ke Pertamina

JAKARTA – Tujuhwilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) yang berakhir masa kontraknya (terminasi…

Senin, 23 April 2018 08:19

Tahun Ini, Titik Kebangkitan Lada Kaltim

SAMARINDA – Puluhan tahun silam, lada menjadi salah satu komoditas ekspor vital Kaltim. Bahkan…

Senin, 23 April 2018 08:16

Empat Bulan, Temukan 72 Entitas Investasi Bodong

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan 72 entitas investasi yang terindikasi bodong…

Sabtu, 21 April 2018 06:26

Kaltim Butuh Lebih Banyak PLB

BALIKPAPAN  -  Kaltim dinilai tak cukup mengandalkan skema direct call untuk memaksimalkan…

Sabtu, 21 April 2018 06:25

GELIAT EKONOMI !!! Setahun, 468 Restoran Baru

SAMARINDA  -  Restoran menjadi salah satu bisnis menjanjikan di Kaltim. Setidaknya, itu tergambar…

Sabtu, 21 April 2018 06:23

Produk Kebutuhan Ramadan Sudah Datang

BERDESAKAN  untuk berbelanja kebutuhan konsumsi selama Ramadan sudah tak perlu dilakukan. Produk…

Sabtu, 21 April 2018 06:19

Cuti Panjang Lebaran Tak Sepenuhnya Buruk

JAKARTA  –   Langkah pemerintah menambah cuti bersama untuk libur Lebaran dinilai bisa…

Sabtu, 21 April 2018 06:17

Pajak Rp 230 Miliar Berpotensi Menguap

JAKARTA   -   Hasil risetCenter of Reform on Economics (CORE) menyebutkan, industri makanan…

Sabtu, 21 April 2018 06:16

Rupiah Terdepresiasi, Dana Asing Kembali Masuk

JAKARTA   -  Sentimen dari Amerika Serikat (AS) dan sentimen global masih memengaruhi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .