MANAGED BY:
SENIN
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Jumat, 10 November 2017 08:32
Hanya 10-15 Kunjungan, Siapkan Program Sesuai Tingkat Keparahan

Turunnya Kesadaran Rehabilitasi Napza di Kaltim

GENCARKAN SOSIALISASI: Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSJD Atma Husada Mahakam, dr Jaya Mualimin SpKJ saat ditemui di kantornya beberapa hari lalu. (saipul anwar/kp)

PROKAL.CO, Dulu, aktivitas di Instalasi Penyalahgunaan dan Ketergantungan Narkotika Alkohol Psikotropika dan Zat Adiktif (IPK Napza) Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam, Samarinda, tidak pernah sepi. Namun, sekarang keadaan telah berubah.

ROESITA IKA WINARTI, Samarinda

MEDIO 2015, instalasi ini selalu ramai. Dari 22 ranjang yang tersedia, hampir penuh terisi. Saat ini, hanya 10-15 orang per bulan yang mengunjungi IPK Napza itu. Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSJD Atma Husada Mahakam, dr Jaya Mualimin SpKJ. Dia mengatakan, penurunan tersebut bukan indikator menggembirakan.

”Kunjungan menurun tapi angka ketergantungan pada Napza tetap tinggi. Ini yang memprihatinkan,” ucapnya kepada Kaltim Post, belum lama ini.

Dia menjelaskan, penyalahgunaan narkoba mengakibatkan efek serius. Dampak narkoba tergolong dalam beberapa kategori. Yakni, halusinogen, stimulan, depresan, dan adiktif.

Narkoba mengandung zat kimia yang dapat menyerang saraf di otak. Sekali terpapar, para pelakunya langsung kecanduan.

Jaya menyebut, butuh waktu lama dan tekad kuat untuk lepas dari jerat narkoba. Apalagi jika telanjur candu berat. Pola perawatan pun terbagi dua jenis, jalan dan inap. ”Untuk rawat inap, perlu 1–3 bulan atau 2–4 bulan. Bergantung tingkat keparahannya," terang dokter Jaya.

Rawat inap untuk mereka yang kecanduan berat. Jika baru penyalahgunaan ringan, bisa dengan rawat jalan. Namun, perlu diketahui, agar pecandu terbebas narkoba, harus benar-benar didukung lingkungan. Sebab, pecandu yang ingin lepas dari narkoba harus menjalani tiga penanganan sekaligus. Yakni, secara medis, psikologi, dan sosial.

Jadi, para penyalah guna narkoba akan mendapatkan pengobatan medis yang berfungsi meminimalisasi ketergantungan dan upaya detoksifikasi. Program detoksifikasi, kata dia, umum dijalani selama 10 hari atau bergantung kondisi pasien. Detoksifikasi dilakukan menggunakan obat-obatan medis maupun cara konvensional tanpa obat. ”Dokter nanti yang secara intensif mengobservasi keadaan pasien, khususnya, mereka yang mengalami diagnosis ganda,” imbuhnya.

Diagnosis ganda adalah kondisi penderita yang memiliki penyakit akibat penggunaan Napza, baik penyakit fisik maupun psikis. Program awal pemulihan adalah rehabilitasi sosial. Program itu bertujuan agar pasien fokus, mengenal diri, dan faktor penyebab dia memakai Napza. ”Dia harus mengakui di depan forum konseling, alasan dia menggunakan Napza,” ujar pria berkacamata itu.

Fase tersebut berjalan hingga dua minggu pertama atau disebut program primer. Lalu, fase intermediate yang membuat pasien harus menentukan langkah yang akan diambil.

Di antaranya, membuat keputusan, memperbaiki hubungan dengan keluarga, dan membuat rencana yang dapat membantu menjalani kehidupan.

”Caranya dengan kegiatan harian yang terjadwal, melaksanakan pertemuan pagi, pelatihan keterampilan, dan program narkotik anonimus (program persaudaraan antar pecandu dan mantan pecandu agar bisa bersih dari narkoba),” ungkapnya.

Tidak lupa, sambung dia, konseling pribadi agar pasien benar-benar mantap menghadapi hidup yang baru dan bebas dari Napza. Jaya menerangkan, komitmen memang perlu diperkuat. Sehingga, pecandu benar-benar ingin lepas dan tidak lagi madat. Sedangkan harmonisasi sosial adalah upaya agar pecandu bisa bersosialisasi dengan baik. Selain itu, mendapat dukungan moral dari orang sekitar.

”Rehabilitasi narkoba harus menggabungkan hal tersebut,” tambahnya. Mereka yang ingin lepas dari narkoba harus mendapat perhatian dari lingkungan. Tidak boleh diabaikan. Dengan begitu, penyembuhan bisa berjalan optimal. Dia menyebut, selain narkoba, kecanduan rokok hingga kecanduan lem paling banyak ditangani di instalasi tersebut. Tak hanya orang dewasa, banyak pecandu masih berusia remaja. (riz/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 01:45

Dimakamkan di Samping Putri Pertama sang Kakek

Kabar duka menyelimuti keluarga Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.…

Sabtu, 10 November 2018 06:56

Banyak Ingin Mengadopsi, Segudang Harapan untuk Abidah Nur Ghania

Nasib bayi yang terbuang selalu banyak yang menginginkan. Seperti itu pula pada buah hati yang ditemukan…

Sabtu, 10 November 2018 06:43

Enam Generasi Terisolasi, Kini Berkah Bertubi

Menjelang peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, warga Desa Melintang, Kecamatan Kota…

Sabtu, 10 November 2018 06:11

Ingin Kenalkan Paser lewat Batik

Bermodal kegigihan, pembatik Paser Suliono berhasil menjadikan batik Paser sebagai suvenir khas daerah…

Sabtu, 03 November 2018 06:57

Sangat Nyaman Dilintasi, Teringat Jembatan Balikpapan-Penajam

Jembatan yang menghubungkan Hong Kong, Zhuhai, dan Makau, sudah diresmikan Presiden Tiongkok Xi Jinping,…

Kamis, 01 November 2018 10:11

Stop Makan Nasi, Kopi Jadi Sumber Energi

Tren minum kopi hitam tanpa gula semakin menjamur di Indonesia. Di Sangatta, Kutai Timur (Kutim), seorang…

Sabtu, 27 Oktober 2018 02:07

Awalnya 16 Kapal yang Melayani, Kini Tersisa Tiga

Tanpa digratiskan pun, Jembatan Suramadu sudah menggerus habis kejayaan penyeberangan Ujung (Surabaya)-Kamal…

Sabtu, 27 Oktober 2018 01:51

Media Efektif Tangkal Hoax di Sosmed

Kaltim Post menjadi salah satu media yang memiliki rubrik khusus meluruskan berita-berita hoax yang…

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:46

Syaratnya, Jangan Berisik, Jangan Menatap, Jangan Mendongak

Bisa bertemu orangutan dari jarak dekat adalah “kemewahan” yang ditawarkan Taman Nasional…

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:30

Setiap Hari, Ajak Anak Membaca selama 15 Menit

Denah pengelolaan kelas yang masih monoton seperti pekerja kantoran. Guru menyampaikan ceramah di depan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .