MANAGED BY:
RABU
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 10 November 2017 07:51
Habiskan 18 Tahun Menjadi Anggota Kopassus

Bincang dengan Pjs Kapendam VI/Mulawarman; Kolonel Inf Ketut Gede Wetan Pastia

DEKAT DENGAN MEDIA: Pjs Kapendam Kolonel Inf Ketut Gede Wetan Pastia bersama wartawan dari berbagai media, Rabu (8/11). (GUSTI AMBRI/KP)

PROKAL.CO, Jabatan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mulawarman yang kosong, sementara diisi Kolonel Inf Ketut Gede Wetan Pastia. Kesan pertama bertemu, pria kelahiran Bali, 19 Agustus 1970 ini merupakan sosok yang menyenangkan.

RABU (8/11), di hadapan awak media, Ketut memperkenalkan diri secara resmi. Bincang-bincang ringan sekaligus mengakrabkan diri. Tak hanya menjadi pejabat sementara (Pjs) Kapendam, dia merupakan staf ahli bidang ekonomi yang baru di Kodam VI/Mulawarman.

Enam bulan sebelumnya, Ketut menjabat sebagai asisten operasi (Asops) di Kodam IX/Udayana Bali. Di balik itu, ternyata lulusan Akademi Militer (Akmil) 1993 ini pernah menjadi bagian dari SAT-81 (satuan penanggulangan teror).

Satuan di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang merupakan kumpulan prajurit terbaik dari seluruh jajaran TNI. Sangat jarang diketahui pergerakan satuan elite ini. Mereka seperti tidak diketahui, tidak terdengar dan tidak terlihat. Menjadi perangkat Badan Intelijen Nasional (BIN) yang bersifat paramiliter.

Pasukan 81 dibentuk setelah peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla, di Bandara Don Mueang, Bangkok, Thailand pada 1981. Dan pasukan yang berhasil membebaskan Woyla inilah yang menjadi cikal bakal anggota SAT-81. Para anggota langsung menjalani pendidikan dan pelatihan ketika terpilih atau selama masa pendidikan. Sama halnya yang dijalani Ketut saat itu. 

Dirinya tidak mengira akan bergabung dengan Kopassus. Terlebih, dari 19 bersaudara yang didominasi guru dan dosen, hanya Ketut yang menjadi anggota TNI. “Dari lulus sejak 1993 di Batujajar, saya menjadi anggota Kopassus. Selama 18 tahun lamanya dengan jabatan terakhir yakni Komandan Batalyon Kopassus (2011),” ujar anak ke-12 ini.    

Setiap anggota Kopassus memiliki spesialisasi kemampuan tinggi. Di antaranya tembak runduk (bakduk) dan freefall atau terjun bebas. Mereka juga memiliki regu dengan spesifikasi kemampuan khusus, seperti halnya Tim Pasukan Katak (Paska) dan Jihandak. Para prajurit juga dibekali kemampuan perang kota, intelijen dan antibajak pesawat.

Telah bertugas dari Sabang sampai Marauke, Ketut pernah mencicipi bertugas di perbatasan Papua. Kondisi yang sama juga dirasakan di perbatasan Kaltim. Rawan konflik. Selain terlibat pada penyelesaian konflik di perbatasan, dia sempat pula ikut dalam aksi pembebasan sandera di Filipina.

“Dengan jalinan silaturahmi yang dibangun dengan baik sangat membantu TNI. Sesuai ciri bangsa timur, jalinan silaturahmi adalah kekuatan terbesar kita,” ujar pria yang pernah menjabat Dandim Tabanan Bali dan Komandan Brigade Kodam VII/Gorontalo.

Di era digital seperti sekarang, suami dari Wirastini ini mengakui proxy war sangat menghantui bangsa Indonesia. Membuat perang saudara mudah meletus. Itulah mengapa TNI sangat membutuhkan dukungan dari berbagai elemen, rakyat maupun media. Terlebih dalam memerangi berita hoax.

Dia juga sempat mengunjungi Kakaban, Maratua dan Derawan. Menurutnya, potensi alam tersebut harus terus dijaga, jangan sampai lepas dan jatuh ke negara lain. Bukan hanya dia saja, tetapi perwira Filipina yang sempat singgah bersamanya juga mengagumi pulau-pulau eksotis di Berau tersebut. “Orang luar saja bangga, masa kita enggak”. 

Meski beberapa kali sempat singgah ke Balikpapan, baru kali ini dia menjabat di Kota Minyak. “Saya juga belum mengetahui sampai kapan menjadi pejabat sementara Kapendam. Tetapi siapapun yang akan terpilih nanti mesti harus dekat dengan rekan-rekan media,” tutup pria yang begitu menyukai olahraga darat, udara dan laut tersebut. (*/lil/rsh/k18)


BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 08:45

Sopir Mobil Carter Mengadu ke Dewan

SAMARINDA – Ratusan massa yang menggantungkan hidupnya lewat angkutan tanpa izin menggunakan mobil…

Minggu, 15 Juli 2018 07:06

Tak Kebagian, Warga RT 62 Karang Rejo Kecewa

KABAR gembira soal penambahan SR jargas tahun ini disambut kekecewaan dari warga RT 62, Kelurahan Karang…

Minggu, 15 Juli 2018 07:06

KELAKUANMU..!! Ancam Korban lalu Rampas Motor

BALIKPAPAN - Delapan unit sepeda motor disita dari aksi kejahatan tersangka pencurian kendaraan bermotor…

Minggu, 15 Juli 2018 07:05

Rawan Kecelakaan, Jalan Poros Minim Penerangan

BALIKPAPAN - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltim menyebut, jalanan poros Balikpapan–Samarinda…

Minggu, 15 Juli 2018 07:01

Ayo, Seru-seruan Gowes di Tour de Ijen

BALIKPAPAN - Animo warga terhadap Tour de Ijen cukup tinggi. Hingga saat ini, sudah puluhan orang bergabung.…

Sabtu, 14 Juli 2018 07:11

Bekas Galian Jargas Dikeluhkan Warga

BALIKPAPAN  -  Sebanyak 3.849 sambungan rumah tangga (SR) program jaringan gas (Jargas) telah…

Sabtu, 14 Juli 2018 07:08

Jelang Final, Judi Bola Belum Tersentuh

BALIKPAPAN  -  Jelang berakhirnya Piala Dunia, polisi belum mengungkap dugaan praktik judi…

Sabtu, 14 Juli 2018 07:08

Evaluasi PPDB, Ubah Aturan Radius Zonasi

BALIKPAPAN  -  Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK sebentar lagi berakhir. Hari ini…

Sabtu, 14 Juli 2018 07:07

Menunggu Dialog dengan Pelaku Pasar

BALIKPAPAN  -  Demi mengurangi sampah plastik, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menerbitkan…

Jumat, 13 Juli 2018 08:15

Gara-Gara Ini, Izin Ritel Modern Terancam Dicabut

BALIKPAPAN - Balikpapan tanpa kantong plastik terus disosialisasikan. Namun, masih masih ada sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .