MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Kamis, 09 November 2017 18:39
OPM Beraksi Lagi, TNI/Polri Harus Bertindak
Separatis bersenjata OPM yang kerap bikin ulah.

PROKAL.CO, Separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali berulah. Mereka menyandera 1.300 warga Papua di Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengutuk keras.

"Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan karena merupakan tindakan intimidatif yang akan menganggu kehidupan warga Papua," kata Dave Laksono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (9/11).

Menurut Dave, tindakan tersebut juga tidak bisa ditoleransi karena mengekang hak asasi manusia dan melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan secara universal.

"Dampak dari tindakan oleh kelompok bersenjata di Papua justru akan semakin menimbulkan instabilitas dan mengganggu keamanan di Papua," ujarnya.

Dave juga meminta TNI/Polri untuk membebaskan 1.300 warga Papua tersebut yang saat ini dalam keadaan tersandera oleh kelompok bersenjata tersebut.

"TNI/Polri harus segera mengambil langkah-langkah antisipastif untuk menghindari meluasnya dampak penyanderaan warga Papua oleh kelompok bersenjata," imbuhnya.

Tugas TNI, lanjut Dave Laksono adalah sebagai alat pertahanan negara, maka ketika kelompok bersenjata yang mengatasnamakan separatisme beraksi dan mengancam kedaulatan negara, TNI harus segera mengambil langkah untuk mengamankan negara.

Begitu juga Polri, kata dia, sebagai alat keamanan negara harus mengambil langkah untuk segera memulihkan keamanan di Papua yang saat ini terganggu akibat aksi OPM.

Dave juga meminta pemerintah pusat dan daerah melihat tragedi penyanderaan ini untuk segera melaksanakan program percepatan pembangunan di Papua dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

"Masyarakat Papua saat ini membutuhkan keamanan, tetapi juga membutuhkan kesejahteraan," tegasnya.

Sebagaimana pemberitaan nasional, saat ini ada 1.300 orang warga Papua yakni Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dilarang keluar dari kampung itu oleh kelompok bersenjata. Semua barang mereka juga dirampas kelompok ini. (adv/jpnn)


BACA JUGA

Kamis, 16 November 2017 09:27

Koran Tidak akan Mati

SURABAYA – Sejak lama, koran diramalkan akan mati karena gempuran media online. Tapi kenyataannya,…

Kamis, 16 November 2017 09:25

Heboh Donor Sperma di Kampus UI

JAKARTA – Kabar menghebohkan muncul di tengah persiapan penyelenggaraan Symposium and Workshop…

Rabu, 15 November 2017 17:57

Saingi Jokowi? Fachri: Bisa Buktikan Korupsi e-KTP Dapat Hadiah Sepeda

Kuis atau pertanyaan berhadiah sepeda lagi tren. Bukan hanya Presiden Joko Widodo yang bisa, Wakil Ketua DPR…

Rabu, 15 November 2017 17:50

Agar Adil, Panglima TNI Berikutnya Idealnya dari AU

Meski menjadi hak prerogatif presiden, Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  Tubagus…

Rabu, 15 November 2017 17:37

Wapres JK: Setnov Jangan Mengada-ada untuk Hindari KPK

Langkah-langkah hukum akrobatik dari Ketua DPR Setya Novanto terus mengundang sorotan. Termasuk oleh…

Rabu, 15 November 2017 17:28

Elite Golkar Jangan Lindungi Novanto

Demi kepentingan Partai Golkar sendiri, elite partai ini diminta jangan melindungi ketua umumnya yang…

Rabu, 15 November 2017 17:23

Panggil Setnov, KPK Tak Perlu Izin Presiden

Ketua Umum Golkar terus mengulur-ulur waktu saat dipanggil KPK. Termasuk mengemukakan dalil KPK perlu…

Rabu, 15 November 2017 09:48

Setnov Dipanggil Lagi

JAKARTA – Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput Ketua DPR Setya Novanto (Setnov)…

Rabu, 15 November 2017 09:46

TNI-Polri Dibenturkan soal Papua

INFORMASI tidak benar dan bernada provokatif kerap menjadi bahan hoax untuk menarik perhatian penikmat…

Rabu, 15 November 2017 09:32

Karya Jurnalistik yang Profesional Tetap Utama

SEOUL - Zaman boleh berubah, teknologi boleh berkembang semakin canggih, tetapi masa depan perusahaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .