MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Rabu, 08 November 2017 08:26
Facial 28 Hari Sekali hingga Terapi Laser

Ragam Cara Hilangkan Hiperpigmentasi di Wajah secara Aman

REGENERASI KULIT: Mengombinasikan metode facial dan laser, dr Evi Mustikawati Arifin SpKK dengan mudah memperbaiki tekstur kulit terutama flek. (roesita ika winarti/kp)

PROKAL.CO, Bagi sebagian perempuan, wajah merupakan bagian amat penting. Sebab, keindahan kulit wajah yang sehat tanpa masalah dapat membuat perempuan tampil lebih percaya diri.

ROESITA IKA WINARTI, Samarinda

BANYAK masalah kulit yang dialami perempuan. Salah satunya kelainan hiperpigmentasiatau hipermelanosis. Bercak cokelat kehitaman itu lebih dikenal dengan sebutan flek. Dijelaskan dr Evi Mustikawati Arifin SpKK, flek merupakan bagian dari kelainan sistemik. Ada beberapa penyebab umum pemicu munculnya flek.

”Penyebabnya dari keturunan, paparan sinar matahari, hingga pemakaian obat hormonal seperti pencegah kehamilan atau suntik KB. Saat hamil juga bisa muncul flek di wajah,” jelasnya kepada Kaltim Post, belum lama ini. Kemudian, pemicu lainnya, yakni bekas jerawat, pemakaian obat antibiotik, anti-epilepsi, dan anti peradangan. Terakhir adalah pemakaian kosmetik yang mengandung bahan berbahaya.

Merkuri dan asam salisilat, jelas Evi, bila digunakan terus-menerus akan menyebabkan kulit menjadi sangat sensitif terhadap sengatan sinar matahari. Untuk mengatasinya, kini di dunia kecantikan sangat tidak asing lagi dengan penggunaan facial dan laser. Dengan perawatan tersebut, memperbaiki tekstur kulit terutama flek.

Hanya saja prosedur yang berbeda, maka sebelum Anda melakukan kedua tindakan tersebut dianjurkan untuk berkonsultasi pada dokter atau ahli kecantikan yang tepercaya terlebih dahulu.

Dokter dari RSUD AM Parikesit Tenggarong itu mengatakan, tidak semua kondisi kulit cocok untuk melakukan facial atau laser.

”Jika menggunakan facial dan laser secara berkala tindakan ini mampu meregenerasi kulit secara total sampai ke dalam pori kulit lapisan terbawah,” jelasnya. Facial yang digunakan sebagai perawatan kulit seperti halnya mengangkat kulit mati dan komedo digabungkan dengan laser secara efektif tentu hasilnya jelas optimal.

Untuk penggunaan facial sendiri Anda bisa lakukan per 28 hari sekali atau bergantung dengan masalah yang dihadapi.

Kemudian, lanjut dia, prinsip penggunaan laser untuk terapi hiperpigmentasi, yakni berdasarkan prinsip selektif fototermolisis. Laser yang dipilih adalah jenis Q switched dengan panjang gelombang 500-1.100 nm yang sesuai dengan target kromofor, yaitu melanin. Beberapa contoh Q switched yang dipakai adalah QS Nd YAG 532 nm, 1.064 nm, QS Ruby 694 nm, dan QS Alexandrite 755 nm.

Kelainan hiperpigmentasi yang dapat diterapi dengan laser adalah lesi-lesi hiperpigmentasi di epidermis dan dermis. Seperti lentigo, efelid, berbagai nevus, dan tato. Seperti halnya modalitas terapi lain untuk kelainan hiperpigmentasi, terapi laser ini akan efektif dan sedikit menimbulkan efek samping apabila diawali dengan peningkatan ketepatan diagnosis, pengetatan seleksi pasien, perawatan sebelum dan sesudah laser dengan benar.

”Selain itu, flek bisa dihilangkan dengan mikrodermabrasi. Hal tersebut merupakan tindakan non-invasive yang diperkenalkan pertama kali di Italia pada tahun 1985,” kata pemilik Samarinda Skin Center itu. Prosedur tindakan, ungkapnya, memerlukan waktu sekitar 20-30 menit dan dianjurkan untuk dilakukan pengulangan setiap 2-4 minggu. Mikrodermabrasi dilakukan untuk tujuan estetik, termasuk mengatasi kelainan hiperpigmentasi seperti melasma, hiperpigmentasi pasca-inflamasi, dan kelainan diskromia akibat penuaan kulit.

Mikrodermabrasi aman dilakukan pada berbagai kelainan hiperpigmentasi dan pada berbagai tipe kulit. Dia menjelaskan, usaha untuk mengatasi flek di wajah sebenarnya tidak bersifat instan. Sehingga dibutuhkan ketekunan dalam menggabungkan perawatan wajah sehari-sehari yang disesuaikan dengan jenis kulit. Yakni normal, berminyak, kering, atau sensitif dengan perawatan khusus secara kosmetik medis.  

Pemilihan terapi untuk mengatasi kelainan hiperpigmentasi sangat beragam bergantung pada patologi kelainan. Secara garis besar tentu dasar pemilihan tidak lepas dari biayadan keamanannya. ”Di samping itu, pemakaian tabir surya yang sesuai merupakan kewajiban untuk pasien yang mendapatkan terapi kelainan hiperpigmentasi untuk mengurangi kemungkinan terjadinya efek samping, seperti reaksi iritasi, alergi, hingga fototoksik maupun fotoalergi,” terangnya. (riz/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 15 September 2018 01:57

Pangan Masih Bergantung, kalau Gelombang Harga Ikut Bergoyang

Di sejumlah media ramai "diskusi" tentang Rp 100 ribu bisa belanja apa zaman now? Wartawan Kaltim Post…

Sabtu, 08 September 2018 06:55

Wajib Perawan, Tes Kejiwaan yang Menentukan

Join the navy to see the world. Kalimat tersebut membakar semangat mereka yang ingin bergabung ke TNI…

Senin, 03 September 2018 08:10

Maju Terus Srikandi-Srikandi Bangsa

Oleh: Kompol Yolanda E. Sebayang SIK MM(Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kaltim)SATU September lalu merupakan…

Sabtu, 01 September 2018 02:05

Orangtua Ngajar Bimbel, Berangkat ke AS setelah Dapat Sponsor

Rebecca Alexandria Hadibroto menjadi pebalet Indonesia pertama yang meraih first place kompetisi balet…

Kamis, 30 Agustus 2018 11:25

Perjuangan Berakhir di Sawah Lunto

Pada 7 April 1906 terjadi penyerahan kekuasaan Kesultanan Paser oleh Sultan Ibrahim Khaliluddin (Sultan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .