MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Rabu, 08 November 2017 08:26
Facial 28 Hari Sekali hingga Terapi Laser

Ragam Cara Hilangkan Hiperpigmentasi di Wajah secara Aman

REGENERASI KULIT: Mengombinasikan metode facial dan laser, dr Evi Mustikawati Arifin SpKK dengan mudah memperbaiki tekstur kulit terutama flek. (roesita ika winarti/kp)

PROKAL.CO, Bagi sebagian perempuan, wajah merupakan bagian amat penting. Sebab, keindahan kulit wajah yang sehat tanpa masalah dapat membuat perempuan tampil lebih percaya diri.

ROESITA IKA WINARTI, Samarinda

BANYAK masalah kulit yang dialami perempuan. Salah satunya kelainan hiperpigmentasiatau hipermelanosis. Bercak cokelat kehitaman itu lebih dikenal dengan sebutan flek. Dijelaskan dr Evi Mustikawati Arifin SpKK, flek merupakan bagian dari kelainan sistemik. Ada beberapa penyebab umum pemicu munculnya flek.

”Penyebabnya dari keturunan, paparan sinar matahari, hingga pemakaian obat hormonal seperti pencegah kehamilan atau suntik KB. Saat hamil juga bisa muncul flek di wajah,” jelasnya kepada Kaltim Post, belum lama ini. Kemudian, pemicu lainnya, yakni bekas jerawat, pemakaian obat antibiotik, anti-epilepsi, dan anti peradangan. Terakhir adalah pemakaian kosmetik yang mengandung bahan berbahaya.

Merkuri dan asam salisilat, jelas Evi, bila digunakan terus-menerus akan menyebabkan kulit menjadi sangat sensitif terhadap sengatan sinar matahari. Untuk mengatasinya, kini di dunia kecantikan sangat tidak asing lagi dengan penggunaan facial dan laser. Dengan perawatan tersebut, memperbaiki tekstur kulit terutama flek.

Hanya saja prosedur yang berbeda, maka sebelum Anda melakukan kedua tindakan tersebut dianjurkan untuk berkonsultasi pada dokter atau ahli kecantikan yang tepercaya terlebih dahulu.

Dokter dari RSUD AM Parikesit Tenggarong itu mengatakan, tidak semua kondisi kulit cocok untuk melakukan facial atau laser.

”Jika menggunakan facial dan laser secara berkala tindakan ini mampu meregenerasi kulit secara total sampai ke dalam pori kulit lapisan terbawah,” jelasnya. Facial yang digunakan sebagai perawatan kulit seperti halnya mengangkat kulit mati dan komedo digabungkan dengan laser secara efektif tentu hasilnya jelas optimal.

Untuk penggunaan facial sendiri Anda bisa lakukan per 28 hari sekali atau bergantung dengan masalah yang dihadapi.

Kemudian, lanjut dia, prinsip penggunaan laser untuk terapi hiperpigmentasi, yakni berdasarkan prinsip selektif fototermolisis. Laser yang dipilih adalah jenis Q switched dengan panjang gelombang 500-1.100 nm yang sesuai dengan target kromofor, yaitu melanin. Beberapa contoh Q switched yang dipakai adalah QS Nd YAG 532 nm, 1.064 nm, QS Ruby 694 nm, dan QS Alexandrite 755 nm.

Kelainan hiperpigmentasi yang dapat diterapi dengan laser adalah lesi-lesi hiperpigmentasi di epidermis dan dermis. Seperti lentigo, efelid, berbagai nevus, dan tato. Seperti halnya modalitas terapi lain untuk kelainan hiperpigmentasi, terapi laser ini akan efektif dan sedikit menimbulkan efek samping apabila diawali dengan peningkatan ketepatan diagnosis, pengetatan seleksi pasien, perawatan sebelum dan sesudah laser dengan benar.

”Selain itu, flek bisa dihilangkan dengan mikrodermabrasi. Hal tersebut merupakan tindakan non-invasive yang diperkenalkan pertama kali di Italia pada tahun 1985,” kata pemilik Samarinda Skin Center itu. Prosedur tindakan, ungkapnya, memerlukan waktu sekitar 20-30 menit dan dianjurkan untuk dilakukan pengulangan setiap 2-4 minggu. Mikrodermabrasi dilakukan untuk tujuan estetik, termasuk mengatasi kelainan hiperpigmentasi seperti melasma, hiperpigmentasi pasca-inflamasi, dan kelainan diskromia akibat penuaan kulit.

Mikrodermabrasi aman dilakukan pada berbagai kelainan hiperpigmentasi dan pada berbagai tipe kulit. Dia menjelaskan, usaha untuk mengatasi flek di wajah sebenarnya tidak bersifat instan. Sehingga dibutuhkan ketekunan dalam menggabungkan perawatan wajah sehari-sehari yang disesuaikan dengan jenis kulit. Yakni normal, berminyak, kering, atau sensitif dengan perawatan khusus secara kosmetik medis.  

Pemilihan terapi untuk mengatasi kelainan hiperpigmentasi sangat beragam bergantung pada patologi kelainan. Secara garis besar tentu dasar pemilihan tidak lepas dari biayadan keamanannya. ”Di samping itu, pemakaian tabir surya yang sesuai merupakan kewajiban untuk pasien yang mendapatkan terapi kelainan hiperpigmentasi untuk mengurangi kemungkinan terjadinya efek samping, seperti reaksi iritasi, alergi, hingga fototoksik maupun fotoalergi,” terangnya. (riz/k15)


BACA JUGA

Senin, 29 Januari 2018 08:26

Bertahun-tahun Tersesat, Lupa Nama dan Alamat

Hampir semua orang ingin berumur panjang. Tapi, tak selamanya anugerah itu membuat orang bahagia. Di…

Minggu, 28 Januari 2018 07:44

Ada Timses Tak Bisa Bikin Surat Elektronik

Sistem baru pelaporan harta kekayaan peserta pemilihan kepala daerah (pilkada) yang berbasis online…

Sabtu, 27 Januari 2018 07:02

Merasakan Serunya Memacu Ski-doo

Setelah kunjungan ke pabrik alat-alat berat, saatnya menjajal lokasi wisata. Menikmati keseruan ski-doo…

Sabtu, 27 Januari 2018 06:53

Tumbuh Subur, Suplai Hasil Panen ke Hotel dan Perusahaan

Tak banyak yang tahu kegiatan narapidana di dalam lapas. Selama ini, mereka hanya diidentikkan terisolasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .