MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 08 November 2017 07:19
Baru 16 Persen Pekerja yang Didaftarkan

BPJS Ketenagakerjaan Bidik Pasar Tradisional

BANYAK TAK TERDAFTAR: Selain pekerja dengan pendapatan tetap, BPJS Ketenagakerjaan juga membidik potensi kepesertaan dari sektor informal seperti pedagang. (DOK/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan terus melakukan diversifikasi pemasaran. Setelah sektor formal, para pedagang di pasar-pasar tradisional bakal dibidik menjadi peserta penjaminan.

Berdasarkan data perusahaan penjaminan ini, sampai sekarang jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kalimantan baru menyentuh angka 1,17 juta. Jumlah itu hanya 16,15 persen dari total tenaga kerja di Kalimantan yang 7,27 juta di wilayah ini.

Pasar Pandansari, Balikpapan, menjadi salah satu titik awal perseroan untuk menggali potensi kepesertaan. Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan, Heru Prayitno mengatakan, pihaknya akan menjalankan kerja sama dengan Pemkot Balikpapan untuk merealisasikan misi tersebut.

Langkah pertama, kata dia, adalah meningkatkan kesadaran masyarakat golongan bukan penerima upah mengenai pentingnya jaminan ketenagakerjaan. Kini, sebanyak 437 pedagang di Pasar Pandansari yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sisanya masih dalam proses.

“Ke depan, kami ingin canangkan pedagang di mal juga untuk sadar jaminan ketenagakerjaan. Kan di mal banyak pekerjanya,” kata Heru kepada Kaltim Post, Senin (6/11).

Dia berharap, pemerintah daerah ikut mendorong kesadaran masyarakat bukan penerima upah untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Upaya ini, dia akui sebagai strategi jemput bola agar seluruh lapisan masyarakat terakomodasi perlindungannya sebagai pekerja.

Menurutnya, masyarakat bukan penerima upah atau badan usaha kecil dan mikro dapat mendaftar dengan membayar iuran terendah. Yakni hanya Rp 16.800 per orang.

“Dengan Rp 16.800 itu bisa memperoleh dua jaminan. Yakni perlindungan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Manfaatnya pun sama dengan peserta lain yang membayar iuran paling mahal,” jelas Heru.

Tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan menargetkan penambahan 1,2 juta peserta baru. Sebelumnya, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Kotaku (Kota Tanpa Kumuh), sebuah lembaga yang bergerak di bidang pengentasan kekumuhan untuk mengejar target pertumbuhan tersebut.

Heru juga meminta agar perusahaan-perusahaan disiplin mendaftarkan karyawannya sebagai peserta. Saat ini, kata dia, ada 24.712 perusahaan aktif di Kalimantan.

Khusus untuk pekerja asing yang sudah enam bulan bekerja di Indonesia, juga harus didaftarkan. Saat ini, tenaga ekspatriat yang sudah aktif ikut BPJS Ketenagakerjaan tercatat 1.227 orang.

Dia menyebut, rendahnya tingkat kepesertaan itu diakibatkan belum meratanya sosialisasi keberadaan BPJS Ketenagakerjaan. Selama ini, masyarakat lebih familier dengan BPJS Kesehatan.

“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari program jaminan sosial yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, dengan jaminan sosial, peserta akan menerima banyak manfaat,” terangnya.

Dia pun kembali menegaskan bahwa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bersifat wajib bagi pekerja penerima upah. Perusahaan yang tak mendaftarkan karyawannya bisa menerima sanksi.

“Selain mendapat teguran dan denda, nantinya juga tidak bisa mendapat pelayan publik. Seperti mengurus IMB, izin perusahaan, ikut tender proyek sampai perpanjangan surat izin mengemudi,” bebernya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, sepanjang 2016, rasio kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan baru mencapai 30,94 persen, atau 1,07 juta dari potensi 3,47 juta pekerja formal. Selanjutnya untuk pekerja nonformal, baru tercapai 101.307, dari total potensi 3,8  juta peserta. (aji/man/k15)


BACA JUGA

Jumat, 08 Desember 2017 07:01

Aluminium, Malaysia Ungguli Indonesia

JAKARTA - Dtitunjuk sebagai induk atau holding BUMN Tambang, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum)…

Jumat, 08 Desember 2017 07:00

Peran BUMDes Bakal Diperbesar

SURABAYA - Badan usaha milik desa (BUMDes) kini menjadi fasilitator bantuan pangan bagi masyarakat perdesaan.…

Kamis, 07 Desember 2017 07:16

Depo Kontainer Baru Segera Dibangun

BALIKPAPAN - Usulan pembangunan depo kontainer di Kota Minyak mulai menemui titik terang. Menggandeng PT…

Kamis, 07 Desember 2017 07:13

Tahun Ini, 83 Bank Dilikuidasi

SAMARINDA - Sejak awal 2017 hingga kini, total 83 bank sudah mendapat rekomendasi likuidasi atau pembubaran…

Kamis, 07 Desember 2017 07:12

2018, Harga Batu Bara Stagnan

SAMARINDA - Meski masih berfluktuasi, tahun ini harga batu bara memang dalam tren positif. Memasuki…

Kamis, 07 Desember 2017 07:09

Bakal Melambung Sampai Akhir Tahun

SAMARINDA - Harga daging ayam potong di pasaran, terpantau naik sejak awal Desember ini. Tren tersebut…

Kamis, 07 Desember 2017 07:04

Teknologi Dikhawatirkan Gerus Lapangan Kerja

JAKARTA - Angka pengangguran di Indonesia memang terus berkurang hingga saat ini. Namun, penurunan itu…

Kamis, 07 Desember 2017 07:03

Holding BUMN Migas Ditarget Rampung Tahun Ini

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan, pembentukan holding untuk perusahaan…

Rabu, 06 Desember 2017 07:29

Momen Bagus Kelapa Sawit

SAMARINDA – Harga kelapa sawit melanjutkan siklus tahunan. Memasuki Desember, Dinas Perkebunan…

Rabu, 06 Desember 2017 07:26

Penguatan Dolar Bebani Industri Galangan Kapal

SAMARINDA – Depresiasi rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) memberi dampak beragam pada dunia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .