MANAGED BY:
RABU
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 08 November 2017 07:19
Baru 16 Persen Pekerja yang Didaftarkan

BPJS Ketenagakerjaan Bidik Pasar Tradisional

BANYAK TAK TERDAFTAR: Selain pekerja dengan pendapatan tetap, BPJS Ketenagakerjaan juga membidik potensi kepesertaan dari sektor informal seperti pedagang. (DOK/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan terus melakukan diversifikasi pemasaran. Setelah sektor formal, para pedagang di pasar-pasar tradisional bakal dibidik menjadi peserta penjaminan.

Berdasarkan data perusahaan penjaminan ini, sampai sekarang jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kalimantan baru menyentuh angka 1,17 juta. Jumlah itu hanya 16,15 persen dari total tenaga kerja di Kalimantan yang 7,27 juta di wilayah ini.

Pasar Pandansari, Balikpapan, menjadi salah satu titik awal perseroan untuk menggali potensi kepesertaan. Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan, Heru Prayitno mengatakan, pihaknya akan menjalankan kerja sama dengan Pemkot Balikpapan untuk merealisasikan misi tersebut.

Langkah pertama, kata dia, adalah meningkatkan kesadaran masyarakat golongan bukan penerima upah mengenai pentingnya jaminan ketenagakerjaan. Kini, sebanyak 437 pedagang di Pasar Pandansari yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sisanya masih dalam proses.

“Ke depan, kami ingin canangkan pedagang di mal juga untuk sadar jaminan ketenagakerjaan. Kan di mal banyak pekerjanya,” kata Heru kepada Kaltim Post, Senin (6/11).

Dia berharap, pemerintah daerah ikut mendorong kesadaran masyarakat bukan penerima upah untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Upaya ini, dia akui sebagai strategi jemput bola agar seluruh lapisan masyarakat terakomodasi perlindungannya sebagai pekerja.

Menurutnya, masyarakat bukan penerima upah atau badan usaha kecil dan mikro dapat mendaftar dengan membayar iuran terendah. Yakni hanya Rp 16.800 per orang.

“Dengan Rp 16.800 itu bisa memperoleh dua jaminan. Yakni perlindungan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Manfaatnya pun sama dengan peserta lain yang membayar iuran paling mahal,” jelas Heru.

Tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan menargetkan penambahan 1,2 juta peserta baru. Sebelumnya, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Kotaku (Kota Tanpa Kumuh), sebuah lembaga yang bergerak di bidang pengentasan kekumuhan untuk mengejar target pertumbuhan tersebut.

Heru juga meminta agar perusahaan-perusahaan disiplin mendaftarkan karyawannya sebagai peserta. Saat ini, kata dia, ada 24.712 perusahaan aktif di Kalimantan.

Khusus untuk pekerja asing yang sudah enam bulan bekerja di Indonesia, juga harus didaftarkan. Saat ini, tenaga ekspatriat yang sudah aktif ikut BPJS Ketenagakerjaan tercatat 1.227 orang.

Dia menyebut, rendahnya tingkat kepesertaan itu diakibatkan belum meratanya sosialisasi keberadaan BPJS Ketenagakerjaan. Selama ini, masyarakat lebih familier dengan BPJS Kesehatan.

“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari program jaminan sosial yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, dengan jaminan sosial, peserta akan menerima banyak manfaat,” terangnya.

Dia pun kembali menegaskan bahwa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bersifat wajib bagi pekerja penerima upah. Perusahaan yang tak mendaftarkan karyawannya bisa menerima sanksi.

“Selain mendapat teguran dan denda, nantinya juga tidak bisa mendapat pelayan publik. Seperti mengurus IMB, izin perusahaan, ikut tender proyek sampai perpanjangan surat izin mengemudi,” bebernya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, sepanjang 2016, rasio kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan baru mencapai 30,94 persen, atau 1,07 juta dari potensi 3,47 juta pekerja formal. Selanjutnya untuk pekerja nonformal, baru tercapai 101.307, dari total potensi 3,8  juta peserta. (aji/man/k15)


BACA JUGA

Rabu, 18 Juli 2018 06:38

YA TUHANKU...!! Bulan Mei, Utang Indonesia Tembus Rp 5.020 T

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia tumbuh melambat pada akhir…

Selasa, 17 Juli 2018 07:05

Rupiah Bisa Bertahan di Zona Hijau

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini diperkirakan…

Selasa, 17 Juli 2018 07:03

Juni, Neraca Perdagangan Surplus USD 1,74 Miliar

JAKARTA - Kinerja perekonomian Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat…

Selasa, 17 Juli 2018 07:02

Penduduk Miskin Turun

JAKARTA – Upaya pemerintah menekan angka kemiskinan di Tanah Air mulai menunjukkan hasil membanggakan.…

Selasa, 17 Juli 2018 07:01

Saatnya Investasi Emas

JAKARTA - Harga emas dunia mulai naik pada awal pekan ini akibat dolar Amerika Serikat (AS) yang mulai…

Selasa, 17 Juli 2018 07:00

Antisipasi Perang Dagang Amerika Serikat

JAKARTA - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berencana melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat…

Senin, 16 Juli 2018 06:56

Mulai Pikirkan Hilirisasi

JAKARTA – Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dalam beberapa bulan terakhir…

Senin, 16 Juli 2018 06:52

Suku Bunga Naik, Kredit Diyakini Tumbuh

JAKARTA – Meski menaikkan suku bunga acuan 100 basis poin pada periode Mei–Juni 2018, Bank…

Senin, 16 Juli 2018 06:51

BEI Berharap Freeport Go Public

JAKARTA - Pemerintah telah berhasil mengambil alih 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui…

Senin, 16 Juli 2018 06:49

Belum Kurangi Ketimpangan Sosial

JAKARTA - Subsidi energi pada tahun depan bakal meningkat. Peningkatan itu disetujui oleh Badan Anggaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .