MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 08 November 2017 07:19
Baru 16 Persen Pekerja yang Didaftarkan

BPJS Ketenagakerjaan Bidik Pasar Tradisional

BANYAK TAK TERDAFTAR: Selain pekerja dengan pendapatan tetap, BPJS Ketenagakerjaan juga membidik potensi kepesertaan dari sektor informal seperti pedagang. (DOK/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan terus melakukan diversifikasi pemasaran. Setelah sektor formal, para pedagang di pasar-pasar tradisional bakal dibidik menjadi peserta penjaminan.

Berdasarkan data perusahaan penjaminan ini, sampai sekarang jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kalimantan baru menyentuh angka 1,17 juta. Jumlah itu hanya 16,15 persen dari total tenaga kerja di Kalimantan yang 7,27 juta di wilayah ini.

Pasar Pandansari, Balikpapan, menjadi salah satu titik awal perseroan untuk menggali potensi kepesertaan. Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan, Heru Prayitno mengatakan, pihaknya akan menjalankan kerja sama dengan Pemkot Balikpapan untuk merealisasikan misi tersebut.

Langkah pertama, kata dia, adalah meningkatkan kesadaran masyarakat golongan bukan penerima upah mengenai pentingnya jaminan ketenagakerjaan. Kini, sebanyak 437 pedagang di Pasar Pandansari yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sisanya masih dalam proses.

“Ke depan, kami ingin canangkan pedagang di mal juga untuk sadar jaminan ketenagakerjaan. Kan di mal banyak pekerjanya,” kata Heru kepada Kaltim Post, Senin (6/11).

Dia berharap, pemerintah daerah ikut mendorong kesadaran masyarakat bukan penerima upah untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Upaya ini, dia akui sebagai strategi jemput bola agar seluruh lapisan masyarakat terakomodasi perlindungannya sebagai pekerja.

Menurutnya, masyarakat bukan penerima upah atau badan usaha kecil dan mikro dapat mendaftar dengan membayar iuran terendah. Yakni hanya Rp 16.800 per orang.

“Dengan Rp 16.800 itu bisa memperoleh dua jaminan. Yakni perlindungan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Manfaatnya pun sama dengan peserta lain yang membayar iuran paling mahal,” jelas Heru.

Tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan menargetkan penambahan 1,2 juta peserta baru. Sebelumnya, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Kotaku (Kota Tanpa Kumuh), sebuah lembaga yang bergerak di bidang pengentasan kekumuhan untuk mengejar target pertumbuhan tersebut.

Heru juga meminta agar perusahaan-perusahaan disiplin mendaftarkan karyawannya sebagai peserta. Saat ini, kata dia, ada 24.712 perusahaan aktif di Kalimantan.

Khusus untuk pekerja asing yang sudah enam bulan bekerja di Indonesia, juga harus didaftarkan. Saat ini, tenaga ekspatriat yang sudah aktif ikut BPJS Ketenagakerjaan tercatat 1.227 orang.

Dia menyebut, rendahnya tingkat kepesertaan itu diakibatkan belum meratanya sosialisasi keberadaan BPJS Ketenagakerjaan. Selama ini, masyarakat lebih familier dengan BPJS Kesehatan.

“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari program jaminan sosial yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, dengan jaminan sosial, peserta akan menerima banyak manfaat,” terangnya.

Dia pun kembali menegaskan bahwa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bersifat wajib bagi pekerja penerima upah. Perusahaan yang tak mendaftarkan karyawannya bisa menerima sanksi.

“Selain mendapat teguran dan denda, nantinya juga tidak bisa mendapat pelayan publik. Seperti mengurus IMB, izin perusahaan, ikut tender proyek sampai perpanjangan surat izin mengemudi,” bebernya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, sepanjang 2016, rasio kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan baru mencapai 30,94 persen, atau 1,07 juta dari potensi 3,47 juta pekerja formal. Selanjutnya untuk pekerja nonformal, baru tercapai 101.307, dari total potensi 3,8  juta peserta. (aji/man/k15)


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 06:44

Triton Masih Jadi Unggulan

BALIKPAPAN - Membaiknya kinerja pertambangan batu bara di Bumi Etam turut mengerek penjualan Mitsubishi.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:42

Minyak Mentah Turun Bisa Jadi Penolong Rupiah

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih sulit meninggalkan level 15.000.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:32

Pacu Pembangunan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan

JAKARTA - Indonesia memerhatikan laporan terbaru panel antar pemerintah tentang perubahan iklim …

Senin, 15 Oktober 2018 06:36

BI Sebut Kebutuhan Dolar Masih Besar

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksi kebutuhan valuta asing dalam bentuk dolar Amerika Serikat…

Senin, 15 Oktober 2018 06:29

Kerek Okupansi Hotel

BALI – Gelaran pertemuan tahunan bertajuk Annual Meetings International Monetary Fund World Bang…

Senin, 15 Oktober 2018 06:28

Jaga Daya Beli, Jokowi Pastikan Premium Tidak Naik

JAKARTA - Pekan lalu publik sempat dihebohkan dengan pengumuman kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis…

Minggu, 14 Oktober 2018 06:53

Puaskan Dulu Karyawan, lalu Pelanggan

ASET terpenting dalam usaha adalah karyawan. Sebab, sekuat apapun tenaga pemilik, pasti tetap membutuhkan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:08

Groceries Penopang Revenue Hypermart

BALIKPAPAN  -  Hypermart masih mengandalkan segmen groceries sebagai tulang punggung pendapatan.…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:07

Waspada Migrasi ke Pertalite

BALIKPAPAN  -  Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Dex Series, serta…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:07

Konsumsi Rumah Tangga Dorong Perbaikan Ekonomi

SAMARINDA  - Perekonomian Kaltim pada triwulan IV 2018 diprediksi masih berada pada nilai yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .