MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Selasa, 07 November 2017 08:18
Tak Perlu Matang, Desain Awal Menentukan

Taufik Ramadhan, Pemahat Buah Kota Tepian yang Akan Berlomba di Jepang

TAK SEKADAR BUAH: Taufik Ramadhan menunjukkan semangka yang berhasil di ukir pada Ahad (5/11). Dia mendapat tawaran dari pemahat profesional untuk bergabung dalam lomba snow carving di Sapporo, Jepang, tahun depan. (saipul anwar/kp)

PROKAL.CO, Seni memahat bisa diaplikasikan ke berbagai media. Dulu, kayu dan tembikar umum digunakan. Saat ini, ragam bentuk dan motif terwujud dalam buah dan sayuran.

ROESITA IKA WINARTI, Samarinda

BULATAN semangka tampak menggoda saat siang nan terik. Jemari Taufik Ramadhan pun terampil mengupasnya. Tidak untuk disajikan. Namun, diukir agar makin cantik. Di Kota Tepian, Taufik merupakan pemahat buah. Keahliannya umum disebut fruit craving.

Ditemui di Hotel Grand Kartika Samarinda, dia bercerita kemampuan seperti ini belum banyak dimiliki orang. Sekalipun koki, ujar dia, belum tentu pandai dalam urusan memahat buah.

Selain kreativitas, diperlukan keterampilan dan ketekunan agar menghasilkan karya. ”Mungkin terlihat mudah. Tapi, ada teknik yang perlu dipelajari. Membuatnya pun harus fokus dan sabar,” ucap alumnus SMK 3 Samarinda itu, Ahad (5/11). Upik, sapaannya, mulai tertarik belajar, 2010 silam. Saat dia baru mulai belajar di sekolah vokasi di Jalan KH Wahid Hasyim I Samarinda. Dia mendapatkan ilmu mengukir buah dari salah satu juru masak tempat dia melakukan praktik kejuruan.

Awalnya, praktik membentuk bunga menggunakan media wortel. Sebagai pemula, dia menghabiskan lebih dari lima wortel. Waktu yang dihabiskan hampir seharian untuk berlatih. ”Untuk mempelajari ini, memang butuh semangat. Dulu, untuk membuat satu bunga saja, butuh waktu seharian. Sekarang, satu bunga di wortel tak sampai 10 menit,” jelasnya. Upik menyebut, saat sudah terampil dengan wortel, ukiran tersebut bisa diaplikasikan ke media lebih besar. Beberapa jenis buah yang biasa dipahat agar tampil lebih menarik, antara lain, semangka, labu, melon, pepaya, dan mangga.

Pemahatan buah terhitung cukup sulit. Butuh detail dan pembentukan gradasi yang baik. Upik menjelaskan, buah yang dipahat harus dalam kondisi segar, tidak terlalu matang, juga tidak mengkal. Setelah itu, dibuat dulu pola yang akan dipahat. Pemahat juga harus menentukan bagian-bagian buah menjadi apa. Misal, untuk membentuk buket bunga pada semangka, warna hijau bagian paling luar akan dijadikan daun. Sementara itu, warna merah akan dijadikan bunga dan warna putih sebagai gradasi agar bentuk bunga terlihat.

Untuk memahat, alat yang digunakan adalah seperangkat pisau ukir buah atau pisau garnish. Pisau ini biasanya memiliki bentuk-bentuk khusus, misalnya, parutan dan bengkok. Tingkat kesulitan memahat buah cukup tinggi. Pemahat harus teliti karena sekali salah gores atau potong, bisa menghancurkan desain awal. Setelah dipahat, buah biasanya dibungkus dengan plastik wrap yang kedap udara dan disimpan di kulkas dengan dingin standar, bukan freezer. Buah ini bisa tahan dalam tiga hingga empat hari.

Tak hanya flora dan fauna, Upik bisa memahat buah menyerupai karakter wajah. Khusus desain yang rumit, dia memerlukan waktu 3–5 jam. Kemampuannya ini mulai ditularkan kepada anggota yang tergabung dalam Indonesian Fruit Carving (IFC) Kaltim. ”Saat ini, anggotanya sekitar 20 orang. Kami membuka peluang bagi siapa saja yang mau bergabung. Asalkan tidak main-main saat belajar,” kata bungsu dari empat bersaudara itu.

Bila ingin bergabung, kata dia, bisa mengakses akun media sosial di Instagram dan Facebook @fruitcarving_samarinda. Upik juga membuka jasa kursus bagi instansi atau kelompok yang berminat.

Dana yang terkumpul, sebut dia, bakal digunakan untuk biaya berlaga di pentas internasional. Sebenarnya, dia telah mendapatkan tawaran dari pemahat profesional untuk bergabung dalam lomba snow carving. Lokasinya di Sapporo, Jepang. ”Tapi, saya terkendala biaya sebab semua memakai uang pribadi. Saya berharap ada yang bisa membantu. Nanti, saya akan mengajarkan kemampuan ini bila dibutuhkan,” sebut putra pasangan M Saini dan Sulasmini itu.

Pemuda kelahiran Sangasanga, 22 Februari 1994, itu menjelaskan, satu tim beranggotakan tiga orang perlu dana sekitar Rp 160 juta. Bila sudah mengantongi cukup dana, dia akan berlomba pada Februari 2018. ”Tapi, bila belum ada kesempatan, saya tetap bersemangat. Saya akan mengembangkan komunitas ini. Mungkin nanti ada kesempatan untuk anggota berlomba. Mulai tingkat nasional sampai internasional,” harapnya. (riz/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 11 November 2017 07:37

Kaltara Ingin Beli Dua, Disiapkan untuk Ambulans Udara

Puluhan pesanan untuk Pesawat N-219 berdatangan jauh sebelum pesawat itu diberi nama. PT Dirgantara…

Sabtu, 11 November 2017 06:43

Kenalkan Pariwisata PPU kepada Anak Muda Se-Indonesia

Tiga pemuda asal PPU terpilih mewakili Kaltim dalam Jambore Pemuda Indonesia (JPI) 2017. Pertemuan akbar…

Sabtu, 11 November 2017 06:21

Layanan Aplikasi untuk Hindari Ribetnya Administrasi

Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor tidak diiringi penambahan ruas jalan. Itu menjadi penyebab kemacetan…

Jumat, 10 November 2017 08:32

Hanya 10-15 Kunjungan, Siapkan Program Sesuai Tingkat Keparahan

Dulu, aktivitas di Instalasi Penyalahgunaan dan Ketergantungan Narkotika Alkohol Psikotropika dan Zat…

Kamis, 09 November 2017 08:30

Sering Diabaikan, Atasi dengan Senam Kegel hingga Operasi

Mengompol atau kesulitan menahan kencing kerap dialami anak-anak. Siapa sangka, ada sebagian orang dewasa…

Rabu, 08 November 2017 08:26

Facial 28 Hari Sekali hingga Terapi Laser

Bagi sebagian perempuan, wajah merupakan bagian amat penting. Sebab, keindahan kulit wajah yang sehat…

Senin, 06 November 2017 08:20

Baru 5 Kilometer, Keringat Sudah Bercucuran

Adrenalin goweser benar-benar diuji pada Ahad (5/11). Mereka harus menaklukkan rute “gila”…

Senin, 06 November 2017 08:13

Tetap Keluarkan Sertifikat Halal, Siapkan Solusi Bantu UMKM

Tak hanya memperhatikan komposisi. Adanya label halal di sebuah kemasan pun jadi penentu. Terutama bagi…

Sabtu, 04 November 2017 08:01

Minim Pesaing, Sepuluh Tahun Membina Bulu Tangkis

Sepak bola selalu menjadi yang terpopuler di Indonesia. Tapi, bulu tangkis adalah olahraga nasional.…

Sabtu, 04 November 2017 07:54

Riki Bawakan Dua Lagu Karya Sendiri

Minggu (5/11), akan menjadi kali pertama tampil di hadapan masyarakat Balikpapan. Dengan musik yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .