MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 06 November 2017 08:26
Solusi Macet Jalan di Tempat

Masterplan Transportasi Sudah Empat Tahun Terbengkalai

PROKAL.CO, Pada 2020, jumlah kendaraan bermotor di Samarinda diprediksi mencapai 893 ribu unit. Kondisi tersebut membuat Samarinda berada di jurang kemacetan karena belum memiliki masterplan transportasi.

IBRAHIM

SALAH satu momok kota besar adalah pertumbuhan kendaraan bermotor yang tak terbendung. Apalagi mobil murah sudah bisa dinikmati masyarakat. Pemkot Samarinda mesti menyiapkan solusi mengatasi kemacetan yang terjadi pada masa mendatang.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, pertumbuhan kendaraan bermotor di Bumi Etam sangat pesat. Pada 2010, populasi kendaraan bermotor hanya 1,6 juta unit. Namun, pada 2015, sudah mencapai 2,6 juta unit. Meningkat hingga 1 juta unit dibanding enam tahun sebelumnya.

Di Samarinda, pertumbuhan kendaraan bermotor adalah yang tertinggi jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Kaltim. Pada 2012, kendaraan bermotor di Kota Tepian mencapai 556 ribu unit. Hanya dalam kurun tiga tahun, jumlah kendaraan bermotor di ibu kota Kaltim ini sudah mencapai 683 ribu unit. Terjadi kenaikan hingga 126 ribu kendaraan bermotor. Atau rata-rata terjadi penambahan sekira 42 ribu unit per tahun.

Dengan menghitung rata-rata pertumbuhan kendaraan tersebut, BPS Kaltim memperkirakan, pada 2020, jumlah kendaraan bermotor di Samarinda mencapai 893 ribu unit.

Kepala BPS Kaltim M Habibullah mengatakan, kondisi tersebut membuat Samarinda berada di jurang kemacetan parah. Khususnya di beberapa titik jalan di pusat kota. ”Lonjakan jumlah sepeda motor ini dipicu minimnya transportasi massal,” tegasnya.

Dia menjelaskan, sepeda motor menjadi pilihan paling dominan yang dipilih masyarakat. Penggunaannya yang lebih praktis sebagai alat transportasi jadi alasan utama. Kemudian disusul mobil pribadi. Meski tumbuh signifikan, tambah dia, membatasi jumlah kendaraan bermotor bukanlah sebuah solusi. Melainkan mengembangkan moda transportasi massal. Bahkan, saat ini mestinya sudah dimulai karena sifatnya yang sangat mendesak.

”Pemerintah daerah wajib mengalokasikan anggaran khusus untuk pengembangan dan peningkatan kapasitas moda transportasi publik. Bukan hanya di Samarinda, melainkan juga kota-kota besar lain di Kaltim. Bisa dimulai dengan angkutan massal berbasis bus dalam kota,” sebut dia.

Bila penyediaan moda transportasi massal perkotaan terkoneksi baik, pembatasan jumlah kendaraan pribadi, termasuk sepeda motor bisa dilakukan. Meskipun harus kerja ekstra karena kondisi jalan masih memerlukan perhatian.

MASTERPLAN MENDESAK

Penataan transportasi di Kota Tepian mendesak dilakukan. Sayangnya, penyusunan dokumen masterplan yang beberapa kali diusulkan untuk dibiayai dalam APBD sejak 2013, hingga saat ini tidak kunjung disetujui. Hal tersebut dibenarkan Kepala Dishub Samarinda, Ismansyah. Dia menyebut, rencana penyusunan masterplan transportasi sudah bergulir sejak 2013. Kebutuhan anggarannya saat itu Rp 3 miliar. Bahkan, usulan tersebut sempat masuk APBD Perubahan 2013. Namun, karena waktu lelang dan pelaksanaan program yang terlalu singkat, masterplan lalu lintas dan angkutan jalan di Samarinda itu dibatalkan alias dicoret.

Ketika diusulkan pada tahun-tahun selanjutnya, hingga saat ini, program penyusunan masterplan itu tak kunjung disetujui.”Samarinda masih defisit anggaran. Tapi kami terus usulkan,” ucap Ismansyah. Kehadiran masterplan itu sangat penting karena sebagai kiblat dalam membenahi masalah transportasi di Samarinda. Sekaligus sebagai acuan dalam pembangunan jalan dan penataan lalu lintas maupun angkutan umum hingga 20 sampai 30 tahun ke depan.

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Hari Prabowo.

menyampaikan, transportasi massal di Samarinda sudah menjadi kebutuhan prioritas yang harus dipikirkan dari sekarang. Luas wilayah Samarinda yang mencapai 718 kilometer persegi dengan populasi penduduk sekira 1 juta jiwa adalah peluang sekaligus ancaman. Jika tidak segera disiapkan, tidak menutup kemungkinan, kemacetan parah yang terjadi di DKI Jakarta juga bakal terjadi di Samarinda.

Atas kondisi Samarinda saat ini, lanjut dia, ada kewajiban pemerintah menyiapkan transportasi publik. Selain untuk menekan laju pertumbuhan kendaraan pribadi, kehadiran transportasi publik mengurangi penggunaan bahan bakar dan menekan polusi udara. ”Mestinya saat ini memang sudah dimulai. Memobilisasi masyarakat menggunakan transportasi publik itu bisa menghemat pengeluaran dan mengefisiensikan pergerakan masyarakat. Efeknya terhadap perekonomian sangat signifikan,” yakinnya.

Kendati belum memiliki masterplan transportasi, dia yakin, cepat atau lambat pemerintah bakal menyeriusi hal tersebut. Tak menutup kemungkinan Samarinda membangun proyek transportasi massal atau mass rapid transport (MRT) seperti yang tengah dibangun di Ibu Kota. ”Tapi keinginan itu harus lebih dulu diwujudkan dalam bentuk dokumen. Tidak bisa asal-asalan,” pungkasnya. (riz/k8)


BACA JUGA

Jumat, 20 April 2018 09:10

Perlu Edukasi dan Dukungan

KANKER masih menjadi misteri. Penyakit satu ini menyerang tanpa disadari pengidapnya. Belum lagi…

Jumat, 20 April 2018 08:58

Pasien BPJS Mesti Lebih Bersabar

INSTALASI Kedokteran Nuklir RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda yang beroperasi Januari lalu…

Jumat, 20 April 2018 08:51

Nuklir untuk Kehidupan

OLEH: KADEK SUBAGIADA, M.Si(Dosen Program Studi Fisika di FMIPA Unmul, Samarinda) KETIKA mendengar kata…

Senin, 16 April 2018 08:56

Rangkul OPD PPU, Pertamina Bentuk Satgas

Pertamina menunjukkan keseriusan dalam menangani masalah ceceran minyak. Pertemuan demi pertemuan dilakukan…

Senin, 16 April 2018 08:48

Pulihkan Ekosistem Laut

SEHARI setelah kejadian pencemaran minyak Pertamina, Sabtu (31/3) lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH)…

Senin, 16 April 2018 08:43

Perlu Komitmen Pemerintah

PENCEMARAN minyak di Teluk Balikpapan tak lagi urusan lokal. Kasus ini berkembang sebagai isu lingkungan.…

Senin, 16 April 2018 08:43

Efek Kerusakan Jangka Panjang

PENCEMARAN minyak di Teluk Balikpapan mengundang reaksi. Terlepas siapa yang bersalah memutus pipa milik…

Senin, 16 April 2018 08:39

Wajib Susun Bersama Pemulihan Lingkungan

CATATAN:NIEL MAKINUDDIN(Pemerhati Sosial dan Lingkungan Kaltim) KEJADIAN dahsyat di perairan Teluk Balikpapan…

Jumat, 13 April 2018 08:58

Tuntut Ganti Rugi Rp 122,9 M

YUSNADI sigap mengambil seluler yang tersimpan di tasnya ketika sidang ditunda sejenak dan kembali digelar…

Jumat, 13 April 2018 08:40

MANGROVE DAN KAMPUNG ATAS AIR

KONDISI mangrove Kampung Atas AirMargasari setelah hampir dua minggu kejadian tumpahan minyak di Teluk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .