MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 06 November 2017 08:21
Pemkot Samarinda Siapkan Kereta Api, Tapi Kata Pengamat Lebih Cocok Ini...
ilustrasi

PROKAL.CO, TRANSPORTASI massal pada era modern sangat penting dan vital karena mendukung pengembangan kawasan. Semakin banyak akses dan moda transportasi yang tersedia dan terintegrasi, potensi kawasan dan masyarakat untuk berkembang kian bagus.

Di Samarinda, ketiadaan transportasi massal memicu pertumbuhan kendaraan pribadi begitu tinggi. Hal tersebut menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan.

Meski demikian, sejauh ini, Pemkot Samarinda belum mengeluarkan kebijakan apapun mengenai perencanaan transportasi massal. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Samarinda Asli Nuryadin mengakui, perencanaan transportasi massal belum dibuat. Saat ini, Samarinda baru memiliki rencana tata ruang wilayah (RTRW) 2013–2033. Di dalamnya memuat dokumen tentang rencana sistem transportasi Samarinda hingga 2033. ”Pemkot masih fokus untuk mengatasi banjir. Tapi urusan transportasi dan pendukungnya tetap dapat perhatian,” ujarnya.

Mantan kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda itu menyebut, dalam rancangan transportasi itu ada rencana membangun sistem transportasi darat, sungai, dan udara beserta sarana penunjang. Di antaranya, jalan, jembatan, dan jalur kereta api.

Sepur masuk dalam rencana pengembangan transportasi. Masuknya moda transportasi ini sebagai alternatif transportasi selain yang menggunakan prasarana jalan raya. Kehadiran kereta api merupakan upaya pengembangan wilayah. Demi mendorong dan memperlancar arus manusia dan barang. Juga, mendorong sektor lain agar tumbuh pesat, antara lain industri pertanian dan pertambangan.

Adapun kereta api yang dikembangkan di Samarinda merupakan angkutan terpadu yang menghubungkan berbagai lintasan. Jalur kereta yang rencananya melewati Samarinda meliputi; Samarinda-Balikpapan, Sambas-Kuching, Bontang-Samarinda, Samarinda-Tenggarong-Kota Bangun, Pontianak-Mempawah-Singkawang-Sambas, dan Banjarmasin-Palangkaraya. ”Di Samarinda, kereta api yang direncanakan, rel ganda,” ungkapnya.

Rute jalur kereta tersebut meliputi Kelurahan Sungai Siring-Kelurahan Tanah Merah-Kelurahan Lempake-Kelurahan Sempaja Utara-Kelurahan Bukit Pinang-Kelurahan Air Putih-Kelurahan Loa Bahu-Kelurahan Loa Bakung-Kelurahan Loa Buah-Jembatan Mahakam-Kelurahan Sengkotek-Kelurahan Tani Aman-Kelurahan Simpang Tiga. (lihat grafis).

Untuk menunjang keberadaan kereta tersebut, akan dibangun tiga stasiun. Pertama di Kecamatan Samarinda Utara, Kelurahan Sungai Siring. Stasiun ini terintegrasi dengan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto. Stasiun berikutnya di Kecamatan Samarinda Ulu, dan stasiun terakhir berada di Kecamatan Palaran. Pengamat Perkotaan Haryoto mengatakan, selama ini belum pernah ada kajian awal tentang rencana kereta api di Samarinda. Padahal, rencana itu sangat penting, karena menjadi ide teknis yang akan diimplementasikan. Terlepas dari rencana tersebut, transportasi massal disebutkannya mesti diseriusi.

Masterplan menjadi dokumen penting untuk menyelaraskan antara kebutuhan, aspek teknis, geografis, sosial, dan pendanaan. ”Apalagi Samarinda ini kondisi geografisnya berbukit dan dibelah sungai. Harus ada pertimbangan khusus,” ujar Haryoto.

Mantan kabid Tata Kota Dinas Cipta Karya dan Tata Kota Samarinda itu menganjurkan untuk dilakukan sosialisasi ke publik. Sebab, urusan transportasi begitu penting. Tujuannya, agar ada tanggapan dari praktisi, ahli, asosiasi, dan lainnya. Itu penting agar dokumen yang dibuat tidak berakhir sebagai buku arsip. Padahal, pembuatannya memakai dana pemerintah yang tidak sedikit. ”Jadi, kegiatan (proyek) bukan sekadar kemauan, tapi harus benar-benar kehendak yang terukur dan memakai logika intelektual yang terstruktur,” sebutnya.

TREM PILIHAN TEPAT

Pengamat Tata Kota dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Farid Nurrahman menyebutkan, dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan jumlah penduduk Samarinda saat ini, transportasi publik yang paling tepat adalah kereta yang memiliki rel khusus di dalam kota, alias trem. ”Tiga tahun lalu saya ke Istanbul, Turki. Saya amati kalau transportasi massal trem seperti di Istanbul itu sangat cocok diimplementasikan untuk Samarinda,” ujarnya. Alumnus University of Greenwich, London, itu menyebut, di Istanbul, trem tersedia di hampir tiap perempatan jalan. Trem digerakkan menggunakan listrik.

Di Samarinda bisa menggunakan gas. Bergantung sumber daya yang tersedia. Moda transportasi ini relevan dan cocok bagi Samarinda hingga 30 tahun ke depan. Pasalnya, jumlah penduduk di Samarinda saat ini masih 1 juta jiwa. ”Transportasi massal bus dan trem paling relevan. Kalau transportasinya terlalu canggih seperti MRT, sementara kotanya belum siap, jadi kendala juga. Apalagi Samarinda masih kerap banjir,” sebutnya. Pemkot Samarinda memang perlu memiliki dokumen masterplan transportasi. Karena dokumen itu berkaitan erat dengan perencanaan kota.

Durasi masterplan bisa dibuat selama 20 tahun. Tapi, program yang disusun harus jelas tiap periodenya. Mulai program untuk lima tahunan hingga target program setiap tahun.

”Membuat masterplan transportasi memang tidak bisa sembarangan. Hitung-hitungannya harus tepat. Seperti pertumbuhan penduduk dan ekonomi 25–30 tahun ke depan. Dengan kondisi tersebut ditentukanlah moda transportasi massal yang paling tepat,” katanya.

PROYEK BRT DITUNDA

Memulai penerapan transportasi massal memang tak semudah membalik telapak tangan. Butuh waktu dan biaya mahal. Apalagi di tengah badai krisis seperti sekarang.

Pada 2013, sejatinya bus rapid transit (BRT) direncanakan hadir di Samarinda. Rencana itu sudah jadi agenda Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kota Tepian kala itu ditunjuk sebagai daerah percontohan BRT bersama beberapa kota lain di Indonesia.    

Namun, realisasi angkutan massal itu batal ketika Pemkot Samarinda mengaku siap. ”Saat itu bus sudah siap. Kapasitasnya 23 penumpang. Tapi urung terlaksana karena biaya operasionalnya besar. Sementara anggaran tidak tersedia. Kemenhub cuma menyediakan bus,” ungkap Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Hari Prabowo.

Padahal, jika BRT dioperasikan, masalah kemacetan saat ini bisa ditekan. Meskipun ukuran bus yang saat itu direncanakan kapasitasnya hanya 23 tempat duduk.

“Kapasitas bus sedang itu sesuai dengan kondisi jalan di Samarinda yang tidak begitu lebar,” sebutnya. (*/him/riz/k8)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 10:12

Literasi Keuangan (Jangan) Disepelekan

Literasi keuangan belum menunjukkan angka ideal. Realita yang rawan disalahgunakan oknum jahat, yang…

Kamis, 20 September 2018 09:53

Literasi Minim, Wanprestasi Menghantui

SEMENTARA tingkat penggunaan produk keuangan publik Kaltim mencapai 74,9 persen, level pemahaman terhadap…

Senin, 17 September 2018 09:18

Buku (Bukan Lagi) Jendela Ilmu

Dahulu buku jendela dunia. Namun, perlahan-lahan sang primadona mulai hilang pamor. Era digital disebut-sebut…

Senin, 17 September 2018 09:14

Ideal Baca 6 Jam Sehari

DUA pekan lalu menjadi hari penting bagi pecinta buku. Sebab 8 September ditetapkan sebagai hari literasi…

Senin, 17 September 2018 09:06

Koleksi Perpustakaan Daerah Belum Lengkap

BERBAGAI cara dilakukan untuk berkontribusi menambah literasi dari masyarakat lokal. Sejarawan lokal…

Senin, 17 September 2018 09:04

Menanti Inovasi Tenaga Pendidik

MEMBANGUN budaya literasi memang tak mudah. Tapi harus dilakukan serius, setahap demi setahap hingga…

Senin, 17 September 2018 09:01

Cerita Unta Bawa Kitab untuk Motivasi Membaca

TIDAK ada usaha yang mengkhianati hasil. Itulah yang menggambarkan sosok Rudini. Pria kelahiran Lampung,…

Senin, 17 September 2018 08:59

Menyentuh Angkasa dengan Buku

Oleh: Raden Roro Mira(Wartawan Kaltim Post (Juara 3 Duta Baca Kaltim 2018–2020) BENDA apa yang…

Jumat, 14 September 2018 08:48

Bergantung Anggaran yang Tak Tentu

PARIWISATA Samarinda kalah banyak dan kalah tenar ketimbang pertumbuhan perhotelan atau hiburan lainnya.…

Jumat, 14 September 2018 08:46

Pandangan Geologi dalam Potensi Wisata Alam Samarinda

OLEH: FAJAR ALAM(Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Timur) BUMI, sebagaimana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .