MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 06 November 2017 08:10
FOKUS TERBAGI, DEFISIT JADI TAMENG

Perbaikan Perusda, Tolok Ukur Keberhasilan Kinerja Wakil Wali Kota

PROKAL.CO, PERBAIKAN dan penataan Perusahaan Daerah (Perusda) Balikpapan menjadi program unggulan pasangan Rizal Effendi-Rahmad Mas’ud. Hal itu lantas tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.

Ekspektasi masyarakat meninggi. Apalagi, Rahmad Mas’ud berlatar belakang pengusaha muda sukses. Wali kota juga memberikan ruang seluas-luasnya bagi wakilnya. Sayangnya, hampir satu setengah tahun menjabat, belum ada perubahan berarti di internal Perusda. Masa jabatan direksi yang sudah habis sejak Juni 2014, belum juga diganti. Revisi Perda Nomor 2 Tahun 1976 tentang Perusda Balikpapan juga mandek. Bahkan anggota dewan sudah lupa, kapan terakhir kali aturan itu dibahas.

Kaltim Post (KP)mencoba menagih janji-janji yang lantang diucapkan saat kampanye itu. Kamis (2/11) siang, di ruang kerjanya, dalam perbincangan santai dengan media ini, Rahmad mematok target baru. “Revisi Perda Perusda insyaallah selesai tahun ini. Awal tahun depan, go,” kata Rahmad. Perbincangan dengan orang nomor dua Balikpapan itu juga disarikan dalam bentuk tanya jawab sebagai berikut;

KP: (menjelaskan latar belakang), Apa kendala Anda memperbaiki Perusda ini?

Tidak ada kendala. Cuma ini kan gini, untuk mengurusi semua itu perlu juga secara mendetail dulu apa penyebabnya. Kalau toh mau kita revisi apa permasalahannya. Kemudian kalau toh sudah kita susun, apa planning-nya. Tentunya saya juga punya planning dalam hal ini. Tidak semudah itu kita mau ganti semua susunan di dalam Perusda. Karena kan sudah lama nih.

Tapi yang jelas sudah kita kaji. Permasalahan Perusda, dari sisi personalnya juga mungkin akan kita tinjau. Dengan saya sudah satu tahun setengah di sini, apa yang menjadi ide saya yang saya berikan masukan ke Perusda sampai sekarang belum maksimal dilaksanakan.

Tentunya dalam hal ini kita juga melihat, dalam susunan (direksi) ini, insyaallah mungkin dalam waktu dekat kita akan kumpul bersama teman-teman. Apakah perlu merevisi struktur personal dari Perusda.

Yang kedua, dalam waktu dekat ini sudah ada Perda untuk membahas masalah Perusda ini. Jadi memang waktunya. Karena begini, di tengah situasi dan kondisi, yang pertama defisit. Bukan kita tidak mau. Ada yang prioritas yang kita urusi, yaitu masalah anggaran. Defisit ini, yang mana menjadi prioritas. Jadi kita fokus. Tapi, bukan berarti terabaikan apa yang menjadi visi misi dan program terhadap Perusda. Ada yang lebih prioritas lagi, bukan berarti Perusda tidak prioritas. Tetap prioritas, kita bahas, dan kita lihat peluang-peluang yang sudah ada. Mungkin ke depan implementasinya saja. Action di lapangan. Secara gagasan sudah ada pos-pos yang bisa menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD).

Tentu kita harus punya tim yang solid. Artinya, kita harus fokus. Sementara (fokus) kita terbagi dengan defisit anggaran, permasalahan banjir. Tapi percayalah, kita tidak mengabaikan apa yang menjadi janji saya, terutama untuk membenahi Perusda, untuk menghasilkan PAD.

KP: Jadi permasalahan pokoknya pada personel Perusda?

Iya, makanya kita akan tinjau ulang lah.

KP: Sudah ditinjau atau belum?

Sudah. Sudah ditinjau ulang. Jadi, rencana ini dalam waktu dekat DPRD juga mengajukan dan mempertanyakan. Memang harus ada pembenahan (direksi Perusda). Bukan perubahan, tapi pembenahan.

KP: Revisi Perda Perusda sudah setahun lebih mandek. Bahkan, anggota dewan lupa kapan terakhir dibahas.

Sekarang sedang dibahas ini. Kalau enggak salah bulan ini selesai.

KP: Anda ikut mengawal proses ini?

Oh iya. Ya jelaslah kita komunikasi. Kemarin kita juga memaklumi teman-teman kenapa enggak berjalan. Itu banyak perubahan, karena mereka (DPRD) juga fokus di (perubahan alat kelengkapan dewan) AKD kemarin, ya kan. Jadi, banyak faktor penyebabnya lah. Jadi, kita harus memaklumi lah, gitu Bro.

KP: Apakah ada kesengajaan? Sengaja membuat ini berlarut-larut?

Oh tidak ada. Itu yang saya bilang tadi faktor keadaan. Begitu kita masuk (menjabat) ada defisit. Pembahasan undang-undang (maksudnya Perda) tadi juga kita memaklumi di DPRD. Ada beberapa kendala yang sudah jadi rahasia umum. Tapi kemarin, kita sudah ketemu ketua dan wakil ketua. Kita juga akan fokus masalah Perda terhadap Perusda ini. Tidak ada pembiaran.

KP: Apakah karena ada politik balas budi misalnya? Agar bisa menempatkan tim sukses di dalam direksi?

Oh tidak ada, tidak ada, tidak ada. Tidak ada politik balas budi ini. Yang ada, ini untukkepentingan masyarakat.

KP: Saat kampanye, perbaikan Perusda ini menjadi program unggulan Anda. Apakah Anda sepakat hal ini menjadi pertaruhan penilaian kinerja Anda?

Oh iya, iya. Dari awal sudah saya sampaikan, tapi ada kendala. Bukan kendala, memang perlu proses. Misalnya saja soal janji saya menghidupkan itu Pelabuhan Somber. Secara teknis enggak ada masalah. Cuma secara administrasi ada masalah. Masalahnya pada ahli waris. Maksud saya, kita buka lah. Karena apa yang kita buat ini bukan untuk kepentingan pemkot saja. Bukan juga kepentingan Haji Rahmad Mas’ud. Tapi, semua yang terlibat di dalamnya harus mendukung. Saya punya gagasan dan ide yang saya pikir cukup baik lah untuk perekonomian, untuk penilaian pemerintahan itu sendiri, untuk menghidupkan Pelabuhan Somber. Karena konsumennya sudah ada.

Di sisi lain, (bisnis Perusda) bidang depo kontainer. Ini juga sudah. Secara teknis sudah. Cuma administrasinya lagi. Karena begitu kita coba turun ke lapangan dengan lokasi yang ada, ada yang komplain lagi di KIK (Kawasan Industri Kariangau). Dan yang perlu kita sampaikan, kita menjadi yang pertama yang memiliki izin KLIK (Kemudahan Layanan Investasi Langsung Konstruksi). Bayangkan, itu kerja kita. Artinya secara eksekusi di lapangan cuma terkendala itu tadi. Nah, makanya kita mau mulai, mau eksekusi takutnya di belakang ada masalah. Itu yang tidak kita inginkan.

KP: Apakah posisi sebagai wawali membuat Anda kurang leluasa?

Oh tidak, sebenarnya enggak lah. Wewenang kita sama pak wali sudah cukup. Cuma tinggal bagaimana kita mengembangkan ide-ide kita. Ya tentunya bukan hanya kami, tapi butuh dukungan semua pihak. Terutama masyarakat juga harus mendukung.

KP: Soal fokus yang Anda sebut sempat terbagi. Anda sempat disibukkan dengan agenda politik. Seperti Musda Golkar Balikpapan. Lalu juga tugas sebagai Ketua Tim Pemenangan Rita Widyasari. Ini juga menjadi pemecah fokus?

Oh enggak ada. Dipisahkan. Di sisi politik dipisahkan, sebagai eksekutif kita bisa menempatkan. Yang mana urus partai, yang mana urus pemerintah kota. Selama ini kita jalan aja.

KP: Jadi konkretnya, apa yang akan dilakukan dalam waktu dekat?

Kita selesai revisi Perda ini akan jalan. Mudah-mudahan bulan ini paling lambat November sudah selesai (Revisi Perda Perusda). Karena sudah dibahas dengan teman-teman.

KP: Berarti sudah ada komunikasi dengan DPRD?

Sudah.

KP: Ada lobi-lobi politik agar revisi Perda Perusda ini dipercepat?

Enggak perlu. Karena ini kan bukan masalah politik. Ini demi kemaslahatan kita, jadi tidak perlu lobi-lobi politik. Ini kewajiban. Kewajiban legislatif untuk bahas ini, Perda. Karena untuk kita. Dari kita untuk kita ya prioritas kita.

KP: Ke depan, Anda ingin Perusda ini seperti apa?

Perusda ini harus tumbuh dan berkembang sebagai perusahaan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Sebagai perusahaan pelopor untuk menghasilkan PAD yang dominan. Saya mau Perusda ini menjadi pelaku usaha di Balikpapan.

KP: Itu sudah tertuang dalam revisi Perda.

Iya masuk. Termasuk dalam peninjauan ulang struktur kepengurusan Perusda itu sendiri. Kalau memang harus direvisi ya harus direvisi.

KP: Kira-kira akhir 2018 sudah seperti apa Perusda ini?

Saya yakin sudah jalan. Saya yakin Pelabuhan Somber itu sudah beroperasi. Depo kontainer di KIK juga sudah beroperasi.

KP: Depo kontainer itu gambarannya seperti apa?

Gambarannya, sebagai terminal dari peti kemas. Jadi yang masuk di pelabuhan, kan ada regulasi yang mengatur, pelabuhan tak boleh lama-lama menyimpan kontainer. Nah itu kita buat terminalnya. Itu yang namanya depo. Nanti yang mengelola Perusda. Itu luar biasa.

KP: Progresnya?

Sejauh ini, izin enggak ada masalah. Lahan juga, artinya secara administrasi masih ada yang menuntut (lahan). Tapi, kita cari jalan keluarnya. Yang penting saya sudah sampaikan paling tidak awal tahun kita sudah action. Dan pertengahan tahun sudah bisa operasi.

KP: Kembali ke Perusda. Jika aturan rampung, kemungkinan kan ada lelang jabatan

Iya kita lelang. Kalau Perusda akan kita lelang (jabatan direksi).

KP: Sosok pimpinan seperti apa yang diinginkan?

Yang punya pengalaman dalam berperusahaan. Yang kedua, di usia produktif lah. Untuk menjadi dirut (direktur utama) itu harus usia produktif.

KP: Usia berapa itu?

55 tahun ke bawah itu yang produktif. Ya artinya bukan membatasi orang. Tapi, enggak akan produktif lah kalau.. Kita harus punya orang sebagai leader, position maker, bukan hanya intelektual yang bagus, tapi juga fisiknya mampu untuk turun ke lapangan.

KP: Siapa sosok itu?

Ya kita lelang nanti. Siapa yang mau. Kita terbuka untuk umum. Saya sarankan juga, kalau ini ya, kalau nanti, jadi jangan dipotong bahasa saya. Kalau nanti disetujui sudah sama teman-teman, saya mengusulkan, ini usulan saya. Secara pribadi. Bukan usulan pemerintahan. Minimal usia produktif. Kemudian lelang terbuka. Sepanjang warga Balikpapan, punya pengalaman dan kapasitas dan loyalitas dan integritas dalam komit membawa Perusda lebih baik, kenapa tidak?

KP: Banyak (orang) di Balikpapan yang seperti itu?

Oh, banyak.

KP: Siapa salah satunya yang Anda kenal?

Ya, warga Balikpapan pasti kenal lah. Kalau saya enggak kenal, berarti bukan warga Balikpapan. (tertawa). Gitu Bro.

KP: Sepengetahuan Anda, Perusda ini sudah menghasilkan laba atau belum?

Ya artinya, secara yang lalu-lalu selama ini ada aja keuntungan. Tapi kita mau tingkatkan. Tidak jalan di tempat. Punya sumber pendapatan baru. Kalau tetap-tetap saja berarti enggak berhasil.

KP: Kalau berjalan, kira-kira berapa persen kenaikan laba bisa diperoleh?

Insyaallah nanti dilihat lah. Yang jelas peluang itu banyak dan cukup besar kalau kita manfaatkan.

KP: Dua kali lipat bisa?

Ya nanti kita lihat lah. Kita enggak bisa jamin. Tapi, insyaallah jauh lebih besar. (rsh2/k15)


BACA JUGA

Kamis, 16 November 2017 07:37

Sampah Meningkat, Petugas Tidak Seimbang

TANA PASER - Banjir tidak terlepas dari volume sampah yang dihasilkan suatu wilayah. Setiap tahun, penduduk…

Senin, 06 November 2017 08:21

Pemkot Samarinda Siapkan Kereta Api, Tapi Kata Pengamat Lebih Cocok Ini...

TRANSPORTASI massal pada era modern sangat penting dan vital karena mendukung pengembangan kawasan.…

Jumat, 03 November 2017 07:49
Ketika Putusan Kasasi Dody Jadi Pertanyaan

Disebut Inkracht, Isi Belum Pasti

Kepastian hukum atas kasus korupsi yang membelit wakil ketua DPRD Kaltim nonaktif, Dody Rondonuwu, mencapai…

Jumat, 03 November 2017 07:46

Kasus Dody, Sudah Berkekuatan Hukum Tetap

AMAR putusan Mahkamah Agung (MA) yang berbunyi tolak perbaikan disebut pengamat hukum dari Universitas…

Jumat, 03 November 2017 07:42

Wakil Ketua DPRD Kaltim Itu Licin, Masuk Radar Kejaksaan

DIKENAL licin, Dody Rondunuwu tak lepas dari pantauan Kejaksaan Negeri Bontang. Ya, Korps Adhyaksa terus…

Senin, 30 Oktober 2017 08:37

Markas Sabu yang Terpelihara

Bandar narkoba di Samarinda tumbuh subur. Mereka menjalankan roda bisnis di tengah-tengah masyarakat.…

Senin, 30 Oktober 2017 08:32

Bungkam setelah Ditangkap, BNN: Pelaku Pasang Badan

SUDAH berkali-kali polisi mengungkap peredaran narkoba di Kawasan Pasar Segiri Samarinda. Bukannya makin…

Sabtu, 28 Oktober 2017 06:36

Lunturnya Gairah Berinovasi

BERGELUT dengan usaha pertanian pada era modern memang menuntut banyak hal. Selain nilai keuletan dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .