MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM REDAKSI

Sabtu, 28 Oktober 2017 06:55
Wrong Way dan Sumpah Pemuda

Oleh: Raymond Chouda

Raymond Chouda

PROKAL.CO, Ku tak bakal mengklaim diriku si superhebat. Aku terlalu muda untuk menanjak cepat.”

Demikian penggalan lagu Wrong Way milik Bondan Prakoso and Fade 2 Black. Dalam lagu berdurasi 3 menit 58 detik itu, mereka benar-benar mengkritik banyak musisi dan artis yang sukses dalam tempo singkat. Bukan haram, tentu saja.

Penggalan lirik di bait song kedua..

“Berikan pendapat jujur tentang mereka. Apakah sepadan dengan usaha mereka. Media berkata mereka memang berita. Sorotan kamera fokus untuk mereka. Bukan iri tanpa dengki cuma introspeksi. Satu bulan beredar ratusan ribu copy”

Lagi-lagi Bondan menegaskan bahwa banyak musisi pesaingnya yang sukses dengan lekas, namun tidak menyertakan jati diri dan idealisme. Itulah yang dimaksudnya dalam wrong way tersebut.

OK. Ini memang bukan lagu baru. Tapi, hal yang dibahas di dalamnya masih relevan hingga sekarang sejak lagu itu dipopulerkan melalui album Unity pada 2007. Bassist yang sangat kental dengan permainan punk itu terus memberi contoh bahwa jati diri merupakan hal penting. Dirinya sebagai bagian dari pemuda Indonesia mengingatkan cara merealisasikan isi sumpah pemuda.

Nah, dalam wrong way, pendengar diingatkan agar selalu memiliki jati diri. Terutama untuk pemuda, Bondan dan para rapper-nya, Tito, Eza, dan Ari, menegaskan supaya tidak buru-buru untuk populer. Tidak usah menanjak cepat karena masih muda.

Bukan berarti mentang-mentang masih muda tidak boleh sukses. Tapi coba perhatikan, lebih banyak mana orang yang sukses, usia muda apa tua? Jawab saja sendiri. Meski kita tahu, mulai semakin banyak pemuda yang sukses, gila di dunia ini. Tapi tidak dapat dipatahkan fakta bahwa pemuda-pemuda yang sukses itu berkat banyak bantuan orangtuanya.

Mari kita “absen” satu-satu. Mulai Rizky Febrian, anak dari Sule si pelawak. Bagaimana cara dia sukses kalau bukan dimulai dari kesuksesan ayahnya yang jago membuat orang tertawa itu. Lihat saja dari tipe suaranya, saat ini di Indonesia, bahkan Kaltim, atau Kutim, atau Sangatta, atau di mana saja, sudah semakin banyak orang yang bersuara emas. Mungkin tetangga Anda salah satunya.

Lalu dari segi musikalitas. Di Kaltim ini banyak penyanyi dan musisi yang kepiawaiannya setara dengan Rizky Febrian. Coba saja pergi ke suatu kafe atau acara musik di Samarinda, Balikpapan, Tenggarong, atau Sangatta, banyak musisi yang sehebat anaknya Sule. Bahkan mungkin beberapa orang lebih jago. Saya sudah menyaksikannya.

Lainnya, Aurel Hermansyah, anak dari Anang Hermansyah. Tentu saja dia bisa sepopuler sekarang berkat nama orangtuanya. Lainnya, ada Cinta Kuya putri dari Uya Kuya, dan masih banyak lagi. Belum lagi Kevin Aprilio putra dari Addie MS. Tentu semua orang tahu bahwa dulunya yang bekerja keras adalah orangtuanya.

Iya. Mereka memang memiliki bakat. Tapi jalan mereka tak akan mulus jika tanpa bantuan orangtuanya. Bukan membanding-bandingkan dengan Bondan. Mereka sama-sama berkualitas. Tidak perlu dibandingkan.

Mungkin banyak pemuda saat ini yang mencoba meraih sukses, banting tulang siang-malam. Peras keringat saban hari. Eh, kok gitu-gitu aja hasilnya. Maka, ingat kata Bondan dalam lagunya...

“Ketika mimpimu yang begitu indah tak pernah terwujud.. ya sudahlah.. Saat kau berlari mengejar anganmu, dan tak pernah sampai.. ya sudahlah..”

Barangkali, sukses lebih dekat terhadap orang yang berusia lebih matang. Mungkin didukung pengalaman dan berbagai kegagalan, sehingga sukses lebih dekat. Semua menjadi wajar. Itu menyenangkan.

Hari ini, di mana banyak orang mencoba memperingati hari Sumpah Pemuda. Meski mungkin dari sebagian kita, para pemuda, masih mencari jati diri. Tak apa. Meski banyak hal yang sudah berubah di Indonesia. Namun, ingat intisari Sumpah Pemuda: bertumpah darah satu, berbangsa satu, berbahasa satu, bangsa dan bahasa Indonesia. 


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 08:58

Gaya Bebas dan Aturan yang Tak Perlu Ditaati

CATATAN: FAROQ ZAMZAMI (*) LOGIKA formalnya begini tentang eksekutif muda. Setelan hem, celana bahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .