MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 23 Oktober 2017 08:24
Ombudsman: Pemanfaatan Jabatan Selalu Ada
-

PROKAL.CO, DARI Balikpapan, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kaltim melihat potensi pelanggaran maladministrasi menjelang pemilihan gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Hal tersebut diungkapkan Kepala ORI Perwakilan Kaltim, Syarifah Rodiah.

”Potensi pasti ada. Namun yang berhubungan dengan pelayanan publik belum sampai ke arah penggunaan status jabatan mereka. Kami masih observasi dan pengamatan biasa saja. Karena ORI konsentrasi ke pelayanan publik. Dimana sudah menjadi tanggung jawab kepala daerah ini,” katanya kepada Kaltim Post, Ahad (22/10). Potensi pelanggaran administrasi hampir terjadi di seluruh daerah Kaltim yang kepala daerahnya masuk dalam bursa calon gubernur maupun calon wakil gubernur.

Karena itu ORI Perwakilan Kaltim meminta, bakal calon yang saat ini tercatat sebagai pejabat aktif mengambil sikap jika ingin maju dalam Pilgub Kaltim 2018. Menyelesaikan komitmen mereka agar penyelenggaraan pelayanan publik berkualitas. Atau mundur. Sehingga tidak ada konflik kepentingan.

”Dalam hal kepatuhan terhadap pelaksanaan UU Nomor 25/2009 tentang Pelayanan Publik, berdasarkan survei Ombudsman, rata-rata daerah di Kaltim ini (kecuali pemprov) masih berada di area kuning dan merah. Jadi kami masih harus mengingatkan kepala daerah untuk kembali komitmen. Minimal tidak membiarkan daerahnya terbengkalai karena disibukkan dengan pilgub,” katanya.

Wali kota Balikpapan dan Samarinda hingga bupati Kukar, lanjut Syarifah sudah menandatangani pakta integritas. Sehingga pihaknya berkeyakinan jika para kepala daerah itu masih memegang komitmen mereka. Namun pembuktian tetap ditunggu. Caranya dengan mengubah pelayanan publik dari warna kuning dan merah menjadi hijau.

”Saya yakin mereka tetap menunjukkan kepedulian mereka dan kualitas mereka dalam melakukan pelayanan publik. Apalagi jelang Pilgub ini lebih baik menunjukkan kualitas mereka,” ucapnya. Terkait banyaknya baliho foto bakal calon Pilgub, Syarifah menyebut harus mempelajari aturannya dulu. Mengingat alat peraga kampanye merupakan kewenangan dan kewajiban Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

”Bercermin dua tahun lalu, memang ada laporan yang masuk ke ORI soal itu. Laporan itu langsung kami teruskan ke KPU dan Bawaslu. Itu sudah kewenangan dan tanggung jawab mereka. Untuk memastikan tidak ada pelanggaran. Karena berpeluang pada suasana tidak kondusif dalam kompetisi yang seharusnya jujur, adil, dan tidak melanggar aturan yang ada,” sebutnya.

Dia menegaskan, potensi melakukan pemanfaatan jabatan selalu ada. Namun perlu keterlibatan masyarakat untuk mengawasinya. Karena masyarakat yang langsung merasakan adanya pemanfaatan tersebut. KPU dan Bawaslu juga diminta berlaku adil. Yakni memperingatkan pihak-pihak yang terbukti dan terindikasi melakukan pelanggaran.

”Jangan berpihak ke pihak tertentu. Karena sebagaimana diketahui, bakal calon yang mengikuti pilgub adalah petinggi suatu daerah. Ada wali kota, sekretaris daerah, anggota DPRD Kaltim, bahkan kapolda,” tuturnya. Bila ada kaitannya dengan indikasi mengganggu pelayanan publik, ORI menyatakan siap menindaklanjutinya. Hanya saja, sejauh ini yang ada hanyalah keluhan secara lisan. Namun tidak dibawa ke ranah laporan.

”Balikpapan dan Samarinda sedang ramai diperbincangkan. Laporan pemanfaatan. Namun bukan di area pelayanan publik. Sayang, hanya sebatas keluhan saja. Tidak dibawa ke dalam bentuk laporan resmi. Kami sebenarnya bisa bergerak. Namun ORI memerlukan laporan sebagai bentuk resmi investigasi. Laporan diperlukan sebagai bukti permulaan indikasi atau dugaan yang tampak dan memiliki kesaksian,” pungkasnya. (*/rdh/riz/k18)


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 09:07
Nasib Jalan Tol ketika Bandara Samarinda Beroperasi

Sepi Sesaat, Kendaraan Tumbuh Pesat

KEKHAWATIRAN terhadap fungsi jalan tol ketika Bandara APT Pranoto di Samarinda beroperasi sempat mencuat.…

Senin, 15 Januari 2018 08:43

"Jangan Sampai Ahli Budaya Merasa Miskin"

MEMASUKI tahun keenam, ISBI Kaltim masih jauh dari sebutan perguruan tinggi. Padahal, saat didirikan…

Rabu, 10 Januari 2018 09:28

Begini Sikap Yusran setelah Didepak Isran

PARTAI Gerindra telah mengusung Isran Noor-Hadi Mulyadi dalam Pemilihan Gubernur Kaltim 2018. Keduanya…

Selasa, 09 Januari 2018 08:49

Peduli Lingkungan dan Antikorupsi

Komposisi empat pasang calon gubernur dan wakil hampir bisa dipastikan. Publik punya harapan dengan…

Senin, 08 Januari 2018 09:05
Pilgub Kaltim, Menjemput Generasi Gunung Kelua

Unmul Juga Bisa

Pemilihan Gubernur Kaltim 2018 menjadi pembuktian bagi Universitas Mulawarman. Lima alumni berpeluang…

Senin, 08 Januari 2018 09:04

Dipilih Akademisi, Jari Malah Pisah

DUET alumnus Universitas Mulawarman, Syaharie Jaang-Rizal Effendi, masih menjadi pasangan yang paling…

Senin, 08 Januari 2018 08:56

PDIP Usung Safaruddin, Kejutan Jaang-Ferdian

PENDAFTARAN calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Kaltim ke Komisi Pemilihan Umum…

Senin, 08 Januari 2018 08:47

APT Pranoto dan Dua Abdoel Moeis

DUA belas tokoh tercatat sebagai pemimpin setingkat gubernur sejak Provinsi Kaltim berdiri pada 1957.…

Senin, 08 Januari 2018 08:42

Lain Rezim, Lain Latar Belakang

BERAKHIRNYA pemerintahan Abdoel Moeis Hassan pada 1966, menjadi era baru gubernur selanjutnya. Memasuki…

Selasa, 26 Desember 2017 08:56
Anak-Anak Korban Bom Gereja dan Luka yang Mereka Derita

Selamat Natal, Selamat Berjuang

Ledakan bom di Gereja Oikumene Samarinda menorehkan lukayang menganga. Dari antara perih yang tertinggal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .