MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 23 Oktober 2017 08:22
Lumrah tapi Berpotensi Menyalahgunakan Kekuasaan dan Kewenangan
GALANG DUKUNGAN: Sejak mengikuti uji kelayakan di PDI Perjuangan, Kapolda Irjen Safaruddin rutin blusukan ke kabupaten/kota di Kaltim. (dok/kp)

PROKAL.CO, PENGAMAT politik dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Sonny Sudiar menilai, manuver politik Kapolda Kaltim Irjen Safaruddin masih lumrah. Karena dalam berbagai kesempatan hanya menyosialisasikan perihal keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Artinya, belum terang-terangan mengampanyekan diri sebagai calon gubernur atau wakil gubernur. Posisinya sebagai anggota kepolisian aktif pun secara etika tidak ada yang dilanggar.

”Sosialisasi ke berbagai acara, kemudian memantau pasar, jadi khatib jika memang mampu, itu wajar. Karena dia kapolda. Kalau ada muatan lain di dalamnya itu persoalan lain, itu tafsir-tafsir. Tapi secara etika tidak ada yang dilanggar,” ujar Sonny, Ahad (22/10). Meski begitu, pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) itu menyebutkan, apabila sudah mencalonkan diri dalam Pilgub Kaltim 2018, maka segala atribut, entah itu militer, polisi, maupun pegawai negeri sipil (PNS) wajib mengundurkan diri. Itu sesuai Undang-Undang (UU) TNI maupun Polri yang melarang anggotanya berpolitik.

UU 34/2004 tentang TNI mengatur larangan prajurit terlibat dalam kegiatan politik praktis. Kemudian, UU Polri 2/2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia mengharuskan polisi netral dalam kehidupan politik dan tak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis. Netralitas dan tidak melibatkan diri dalam politik bagi anggota TNI dan Polri memang sangat beralasan. Mengingat anggota TNI dan Polri memiliki struktur hierarki komando. Sehingga sepanjang mereka masih berstatus sebagai anggota TNI ataupun Polri, maka berpotensi mengakibatkan terjadinya abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan dan kewenangan) demi memenangi pilkada.  

Bentuknya bisa berupa pengerahan kekuatan militer ataupun polisi untuk memenangi pilkada. Padahal, anggota TNI maupun Polri diharapkan menjaga dan mengamankan politik selama pilkada agar stabil dan tidak terganggu. ”Sekarang masih menjalankan tugas sebagai kapolda, pakai atribut Polri tidak masalah. Tapi jika sudah daftar dan mulai tahapan pilkada maka semua atribut polrinya sudah tidak boleh dikenakan,” ucapnya. Dia tak memungkiri, setelah kasus hukum yang membelit Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari, peluang bakal calon gubernur dan wakil gubernur lain di Pilgub Kaltim 2018 terbuka lebar.

Bahkan Irjen Safaruddin bisa berada di atas rata-rata pasangan lain. Itu berdasarkan perhitungan jika dia mendapat dukungan PDIP dan didampingi sosok wakil yang punya basis dukungan muslim kuat di akar rumput. ”PDIP itu partai besar di Kaltim, belum lagi unsur Polri, seperti dharma wanita dan lainnya. Itu bisa menguatkan posisinya sebagai calon gubernur di Kaltim,” tambah dia. Menurutnya, tiap warga negara entah berstatus anggota TNI, Polri, PNS, maupun masyarakat sipil biasa berhak dan punya peluang menjadi bupati, wali kota, gubernur, bahkan presiden sekalipun.

Namun, memang tidak bisa serta-merta. Sosok itu harus lebih dulu dikenal di masyarakat. Kemudian didorong jadi pemimpin. Mekanismenya bisa melalui jalur independen maupun dukungan partai politik.  ”Sekarang yang dibutuhkan masyarakat sosok pemimpin yang bersih, transparan, adil, dan bertanggungjawab. Kalau sosok itu punya kapasitas itu sah-sah saja, begitu pula dengan kapolda,” pungkasnya. (*/him/riz/k18)


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 09:07
Nasib Jalan Tol ketika Bandara Samarinda Beroperasi

Sepi Sesaat, Kendaraan Tumbuh Pesat

KEKHAWATIRAN terhadap fungsi jalan tol ketika Bandara APT Pranoto di Samarinda beroperasi sempat mencuat.…

Rabu, 17 Januari 2018 09:06

Harapan dari Rute Baru

EKONOMI Kaltim yang belum sepenuhnya membaik turut memengaruhi pertumbuhan penumpang dari dan menuju…

Rabu, 17 Januari 2018 09:00

"Bandara Takkan Mati"

KEHADIRAN Bandara Samarinda Baru diyakini menggerus penumpang Bandara Internasional Sepinggan di Balikpapan.…

Rabu, 17 Januari 2018 08:58

BSB dan Sepinggan Sama-Sama Untung

CATATAN : FARID NURRAHMAN ST MSC(Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi…

Selasa, 16 Januari 2018 08:51

Burung Besi Berdenging Lagi

KALTIM punya pesawat pribadi yang dikelola Perusda Melati Bhakti Satya (MBS). Kapal terbang Gippsland…

Selasa, 16 Januari 2018 08:49

Nasib Miris Pesawat Perintis

TUJUH tahun selepas dugaan rasuah memudar, empat pesawat Gippsland GA8 Airvan disimpan di hanggar Bandara…

Selasa, 16 Januari 2018 08:46

"Terlalu Sensitif Diungkapkan"

PEMUCUK pimpinan Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) berganti dari Sabri Ramdhani kepada Agus Dwitarto…

Senin, 15 Januari 2018 08:58

Dianggap Berbeda, Setahun Tak ke Kantin

MELIHAT namanya masuk daftar mahasiswa yang lulus, Nur Intan Savitri meluapkan kebahagiaan dengan hati…

Senin, 15 Januari 2018 08:53

Rp 62,4 Miliar dari Kaltim Cemerlang

BEASISWA penuh bagi seluruh mahasiswa Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim adalah tawaran…

Senin, 15 Januari 2018 08:52

Terobos Ruang Gubernur untuk Lapor Kekurangan

PERPINDAHAN aktivitaskuliah ISBI Kaltim dari Jogjakarta ke Tenggarong menjadi awal lahirnya kesukaran.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .