MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 23 Oktober 2017 08:22
Lumrah tapi Berpotensi Menyalahgunakan Kekuasaan dan Kewenangan
GALANG DUKUNGAN: Sejak mengikuti uji kelayakan di PDI Perjuangan, Kapolda Irjen Safaruddin rutin blusukan ke kabupaten/kota di Kaltim. (dok/kp)

PROKAL.CO, PENGAMAT politik dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Sonny Sudiar menilai, manuver politik Kapolda Kaltim Irjen Safaruddin masih lumrah. Karena dalam berbagai kesempatan hanya menyosialisasikan perihal keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Artinya, belum terang-terangan mengampanyekan diri sebagai calon gubernur atau wakil gubernur. Posisinya sebagai anggota kepolisian aktif pun secara etika tidak ada yang dilanggar.

”Sosialisasi ke berbagai acara, kemudian memantau pasar, jadi khatib jika memang mampu, itu wajar. Karena dia kapolda. Kalau ada muatan lain di dalamnya itu persoalan lain, itu tafsir-tafsir. Tapi secara etika tidak ada yang dilanggar,” ujar Sonny, Ahad (22/10). Meski begitu, pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) itu menyebutkan, apabila sudah mencalonkan diri dalam Pilgub Kaltim 2018, maka segala atribut, entah itu militer, polisi, maupun pegawai negeri sipil (PNS) wajib mengundurkan diri. Itu sesuai Undang-Undang (UU) TNI maupun Polri yang melarang anggotanya berpolitik.

UU 34/2004 tentang TNI mengatur larangan prajurit terlibat dalam kegiatan politik praktis. Kemudian, UU Polri 2/2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia mengharuskan polisi netral dalam kehidupan politik dan tak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis. Netralitas dan tidak melibatkan diri dalam politik bagi anggota TNI dan Polri memang sangat beralasan. Mengingat anggota TNI dan Polri memiliki struktur hierarki komando. Sehingga sepanjang mereka masih berstatus sebagai anggota TNI ataupun Polri, maka berpotensi mengakibatkan terjadinya abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan dan kewenangan) demi memenangi pilkada.  

Bentuknya bisa berupa pengerahan kekuatan militer ataupun polisi untuk memenangi pilkada. Padahal, anggota TNI maupun Polri diharapkan menjaga dan mengamankan politik selama pilkada agar stabil dan tidak terganggu. ”Sekarang masih menjalankan tugas sebagai kapolda, pakai atribut Polri tidak masalah. Tapi jika sudah daftar dan mulai tahapan pilkada maka semua atribut polrinya sudah tidak boleh dikenakan,” ucapnya. Dia tak memungkiri, setelah kasus hukum yang membelit Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari, peluang bakal calon gubernur dan wakil gubernur lain di Pilgub Kaltim 2018 terbuka lebar.

Bahkan Irjen Safaruddin bisa berada di atas rata-rata pasangan lain. Itu berdasarkan perhitungan jika dia mendapat dukungan PDIP dan didampingi sosok wakil yang punya basis dukungan muslim kuat di akar rumput. ”PDIP itu partai besar di Kaltim, belum lagi unsur Polri, seperti dharma wanita dan lainnya. Itu bisa menguatkan posisinya sebagai calon gubernur di Kaltim,” tambah dia. Menurutnya, tiap warga negara entah berstatus anggota TNI, Polri, PNS, maupun masyarakat sipil biasa berhak dan punya peluang menjadi bupati, wali kota, gubernur, bahkan presiden sekalipun.

Namun, memang tidak bisa serta-merta. Sosok itu harus lebih dulu dikenal di masyarakat. Kemudian didorong jadi pemimpin. Mekanismenya bisa melalui jalur independen maupun dukungan partai politik.  ”Sekarang yang dibutuhkan masyarakat sosok pemimpin yang bersih, transparan, adil, dan bertanggungjawab. Kalau sosok itu punya kapasitas itu sah-sah saja, begitu pula dengan kapolda,” pungkasnya. (*/him/riz/k18)


BACA JUGA

Jumat, 20 April 2018 09:32

BERJUDI DI PUSARAN RADIASI

Nuklir menjadi paradoks. Ia menimbulkan fobia, namun pada saat yang sama menumbuhkan asa. Bencana karena…

Jumat, 20 April 2018 09:26

Pasien Dibatasi Berinteraksi

PASIEN di hadapan Habusari Hapkido memandang heran. “Saya mau diapain, Dok? Kok namanya nuklir?”…

Jumat, 20 April 2018 09:16

Radiofarmaka, Teknologi Nuklir untuk Kesehatan

TEKNOLOGI nuklir terbukti memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Salah satunya di bidang kesehatan.…

Jumat, 20 April 2018 09:12

Anisa, Penyintas Kanker sejak Bocah

WIWIK Sulistyo sedikit gemetar saat membuka wadah timah yang diberikan dokter dan petugas Instalasi…

Jumat, 20 April 2018 09:10

Perlu Edukasi dan Dukungan

KANKER masih menjadi misteri. Penyakit satu ini menyerang tanpa disadari pengidapnya. Belum lagi…

Jumat, 20 April 2018 08:58

Pasien BPJS Mesti Lebih Bersabar

INSTALASI Kedokteran Nuklir RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda yang beroperasi Januari lalu…

Jumat, 20 April 2018 08:51

Nuklir untuk Kehidupan

OLEH: KADEK SUBAGIADA, M.Si(Dosen Program Studi Fisika di FMIPA Unmul, Samarinda) KETIKA mendengar kata…

Senin, 16 April 2018 08:56

Rangkul OPD PPU, Pertamina Bentuk Satgas

Pertamina menunjukkan keseriusan dalam menangani masalah ceceran minyak. Pertemuan demi pertemuan dilakukan…

Senin, 16 April 2018 08:48

Pulihkan Ekosistem Laut

SEHARI setelah kejadian pencemaran minyak Pertamina, Sabtu (31/3) lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH)…

Senin, 16 April 2018 08:43

Perlu Komitmen Pemerintah

PENCEMARAN minyak di Teluk Balikpapan tak lagi urusan lokal. Kasus ini berkembang sebagai isu lingkungan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .