MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Jumat, 20 Oktober 2017 19:05
Sistem Jaminan Sosial, Ide Mega, Dinikmati Jokowi

PROKAL.CO, Banyak hal dilakukan di masa pemerintahan Presiden Jokowi. Tapi tak semuanya dimulai dari nol. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan mengingatkan, jangan ada lagi yang mengklaim bahwa semua pembangunan yang dilakukan Jokowi itu benar-benar dari nol.

Syarif mencontohkan salah satunya adalah soal jaminan kesehatan yang diklaim merupakan hasil dari kerja Jokowi. Menurut Syarif, sebenarnya ide jaminan kesehatan itu dicetuskan oleh Presiden RI Kelima MegawatiSoekarnoputri.

Kemudian, ide itu dituntaskan oleh Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), termasuk soal peraturan perundang-undangannya. Nah, Syarif menegaskan bahwa Presiden Jokowi hanya menikmati saja.

“Jaminan kesehatan, itu ide pertamanya Bu Mega, dituntaskan SBY dengan semua perundang-undangannya dan dinikmati oleh Jokowi,” kata Syarif dalam diskusi “Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla” di gedung DPR, Jakarta, Jumat (20/10).

Anggota Komisi I DPR ini mengingatkan ini merupakan bukti bahwa pembangunan itu berkesinambungan. Tidak ada yang dimulai dari nol.

“Jadi, jangan klaim sendiri,” ungkap anak buah SBY di partai berlambang bintang mercy ini.

Selain jaminan kesehatan, Syarif juga mengingatkan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan Jokowi bukanlah hasil dari Presiden RI Ketujuh itu sendiri. Dia mempertanyakan, apakah ada pembangunan infrastruktur sekarang ini yang murni dilakukan oleh pemerintah Jokowi.

“Infrastruktur yang mana yang 100 persen dilakukan pemerintah sekarang?” Belum ada kan?” kata Syarif.

Dia mencontohkan, saat SBY meresmikan jembatan Suramadu, Jawa Timur, secara ekplisit presiden dua periode itu mengakui melanjutkan apa yang sudah digagas Mega. SBY menyatakan hanya menyelesaikan saja apa yang sudah digagas Mega.

“Jadi, rakyat melihat ternyata ini loh yang sebenarnya terjadi,” katanya.

Jadi, dia mengatakan, tidak ada pembangunan yang tunggal melainkan berkesinambungan. “Janganlah ada pembantu presiden yang mengatakan pula rasio elektrifikasi meningkat di zaman pemerintahan sekarang,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari 2011-2014 SBY sudah membuat masterplan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia. Harusnya, kata Syarif, Jokowi bersyukur bisa melanjutkannya karena memiliki dana yang besar di anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

“Jadi berhentilah (mengklaim), tidak semua dimulai dari nol. Jokowi harus bangga karena dia memiliki kapitalisasi luar biasa,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan Effendi Simbolon membantah semua yang dilakukan Jokowi itu hanya melanjutkan dari SBY.

Menurut Effendi, tidak semuanya yang dilakukan Jokowi itu merupakan hasil dari SBY sebelumnya. “Tidak semua yang SBY itu diikuti Jokowi. Tol Sumatera dan Trans Sumatera itu tidak diikuti itu, kawasan ekonomi juga diikuti,” kata Effendi dalam diskusi itu.(boy/jpnn)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 12:46

Dua Siswi Kecanduan Seks, Diberi Penurun Libido

SURABAYA- Komisi D DPRD Surabaya ikut menyoroti kasus dua bocah perempan kecanduan seks, yang selama…

Sabtu, 20 Januari 2018 12:33

PARAH..!! Siswi SD Langsung Nafsu Birahi Bila Bertemu Laki-Laki

SURABAYA- Pemkot Surabaya menemukan dua bocah yang terkena dampak buruk keberadaan lokalisasi. Seorang…

Jumat, 19 Januari 2018 16:46

ASTAGA! Kemenkominfo Catat ada 169 Situs LGBT Asusila

Ini jelas bukan berita baik. Berdarakan penelusuran dan pengaduan masyarakat sejak awal Januari, Kementerian…

Jumat, 19 Januari 2018 16:34

OSO Siap Pecat Wiranto!

Inilah politik, tak ada teman yang abadi. Lihatlah, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang marah…

Jumat, 19 Januari 2018 16:31

Ngenesnya, Agung Laksono Tolak Jadi Saksi Meringankan Fredrich Yunadi

Hari-hari berat terus menghinggapi Fredrich Yunadi.  Mantan pengacara Setya Novanto ini mengalami…

Jumat, 19 Januari 2018 16:25

Temui Mendagri, ADKASI Perjuangkan Honorer K2

Berlarut-larutnya masalah honorer K2 disikapi cepat oleh Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI).…

Jumat, 19 Januari 2018 16:21

Antisipasi Langkah Gatot? Jokowi Gaet Agum dan Moeldoko

Dua jenderal pensiunan dan berpengalaman di pemerintahan, yakniJenderal (Purn) Agum Gumelar dan…

Jumat, 19 Januari 2018 09:07

Susi Tegaskan Cantrang Harus Dihapus

JAKARTA – Ketangguhan koboi laut Susi Pudjiastuti tengah diuji. Ombak kritik dan demonstrasi besar-besaran…

Jumat, 19 Januari 2018 09:06

27 Ribu Jamaah Belum Berangkat

JAKARTA – Kasus seperti First Travel bakal meledak lagi. Biro perjalanan umrah Abu Tours kini…

Jumat, 19 Januari 2018 09:05

Agung Tolak Jadi Saksi Ringankan Yunadi

JAKARTA – Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menolak jadi saksi meringankan untuk Fredrich…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .