MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Jumat, 20 Oktober 2017 19:05
Sistem Jaminan Sosial, Ide Mega, Dinikmati Jokowi

PROKAL.CO, Banyak hal dilakukan di masa pemerintahan Presiden Jokowi. Tapi tak semuanya dimulai dari nol. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan mengingatkan, jangan ada lagi yang mengklaim bahwa semua pembangunan yang dilakukan Jokowi itu benar-benar dari nol.

Syarif mencontohkan salah satunya adalah soal jaminan kesehatan yang diklaim merupakan hasil dari kerja Jokowi. Menurut Syarif, sebenarnya ide jaminan kesehatan itu dicetuskan oleh Presiden RI Kelima MegawatiSoekarnoputri.

Kemudian, ide itu dituntaskan oleh Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), termasuk soal peraturan perundang-undangannya. Nah, Syarif menegaskan bahwa Presiden Jokowi hanya menikmati saja.

“Jaminan kesehatan, itu ide pertamanya Bu Mega, dituntaskan SBY dengan semua perundang-undangannya dan dinikmati oleh Jokowi,” kata Syarif dalam diskusi “Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla” di gedung DPR, Jakarta, Jumat (20/10).

Anggota Komisi I DPR ini mengingatkan ini merupakan bukti bahwa pembangunan itu berkesinambungan. Tidak ada yang dimulai dari nol.

“Jadi, jangan klaim sendiri,” ungkap anak buah SBY di partai berlambang bintang mercy ini.

Selain jaminan kesehatan, Syarif juga mengingatkan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan Jokowi bukanlah hasil dari Presiden RI Ketujuh itu sendiri. Dia mempertanyakan, apakah ada pembangunan infrastruktur sekarang ini yang murni dilakukan oleh pemerintah Jokowi.

“Infrastruktur yang mana yang 100 persen dilakukan pemerintah sekarang?” Belum ada kan?” kata Syarif.

Dia mencontohkan, saat SBY meresmikan jembatan Suramadu, Jawa Timur, secara ekplisit presiden dua periode itu mengakui melanjutkan apa yang sudah digagas Mega. SBY menyatakan hanya menyelesaikan saja apa yang sudah digagas Mega.

“Jadi, rakyat melihat ternyata ini loh yang sebenarnya terjadi,” katanya.

Jadi, dia mengatakan, tidak ada pembangunan yang tunggal melainkan berkesinambungan. “Janganlah ada pembantu presiden yang mengatakan pula rasio elektrifikasi meningkat di zaman pemerintahan sekarang,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari 2011-2014 SBY sudah membuat masterplan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia. Harusnya, kata Syarif, Jokowi bersyukur bisa melanjutkannya karena memiliki dana yang besar di anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

“Jadi berhentilah (mengklaim), tidak semua dimulai dari nol. Jokowi harus bangga karena dia memiliki kapitalisasi luar biasa,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan Effendi Simbolon membantah semua yang dilakukan Jokowi itu hanya melanjutkan dari SBY.

Menurut Effendi, tidak semuanya yang dilakukan Jokowi itu merupakan hasil dari SBY sebelumnya. “Tidak semua yang SBY itu diikuti Jokowi. Tol Sumatera dan Trans Sumatera itu tidak diikuti itu, kawasan ekonomi juga diikuti,” kata Effendi dalam diskusi itu.(boy/jpnn)


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 18:37

Generasi Muda Golkar: Lupa Ingatan, Skenario Setnov Berikutnya

Kecelakaan tunggal yang mengakibatkan tersangka korupsi e-KTP Setya Novanto harus dirawat serius di…

Jumat, 17 November 2017 18:31

Dikawal KPK Setnov Pindah ke RSCM

Demi mendapatkan pelayanan yang lebih maksimal, dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo…

Jumat, 17 November 2017 18:28

What??? Benjol di Kepala Setya Novanto Sebesar Bakpao

Setelah mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik, kecelakaan yang dialami Ketua DPR Setya Novanto…

Kamis, 16 November 2017 09:27

Koran Tidak akan Mati

SURABAYA – Sejak lama, koran diramalkan akan mati karena gempuran media online. Tapi kenyataannya,…

Kamis, 16 November 2017 09:25

Heboh Donor Sperma di Kampus UI

JAKARTA – Kabar menghebohkan muncul di tengah persiapan penyelenggaraan Symposium and Workshop…

Rabu, 15 November 2017 17:50

Agar Adil, Panglima TNI Berikutnya Idealnya dari AU

Meski menjadi hak prerogatif presiden, Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  Tubagus…

Rabu, 15 November 2017 17:37

Wapres JK: Setnov Jangan Mengada-ada untuk Hindari KPK

Langkah-langkah hukum akrobatik dari Ketua DPR Setya Novanto terus mengundang sorotan. Termasuk oleh…

Rabu, 15 November 2017 17:28

Elite Golkar Jangan Lindungi Novanto

Demi kepentingan Partai Golkar sendiri, elite partai ini diminta jangan melindungi ketua umumnya yang…

Rabu, 15 November 2017 17:23

Panggil Setnov, KPK Tak Perlu Izin Presiden

Ketua Umum Golkar terus mengulur-ulur waktu saat dipanggil KPK. Termasuk mengemukakan dalil KPK perlu…

Rabu, 15 November 2017 09:48

Setnov Dipanggil Lagi

JAKARTA – Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput Ketua DPR Setya Novanto (Setnov)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .