MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 19 Oktober 2017 09:26
Bakar Barang Bukti Rp 400 Juta
SINDIKAT TERUNGKAP: Bareskrim membongkar sindikat pembuat dan pengedar uang palsu di Bangkalan. Kemarin, petugas menunjukkan barang bukti serta tersangka di Bareskrim. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

PROKAL.CO, JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim berhasil mengungkap tempat pembuatan uang palsu (upal) di Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (12/10). Pengungkapan itu sekaligus melumpuhkan aksi sindikat produsen dan pengedar upal yang sudah beroperasi sejak sembilan tahun lalu. Tidak kurang enam tersangka diamankan melalui pengungkapan tersebut.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Brigjen Agung Setya menjelaskan, pengungkapan bermula dari informasi yang diterima oleh instansinya bulan lalu. “Telah beredar upal pecahan Rp 100 ribu di Majalengka, Jawa Barat,” ungkap dia di Kantor Dittipideksus Bareskrim kemarin (18/10). Tidak berselang lama, mereka menangkap dua pengedar yang kini berstatus tersangka. 

Keduanya berinisial M dan S. Menurut pria yang akrab dipanggil Agung itu, M ditangkap berikut barang bukti upal pecahan Rp 100 ribu sebanyak 117 lembar. Sedangkan S diamankan bersama barang bukti uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 193 lembar. “Kami tahu uang tersebut tidak dibuat oleh yang bersangkutan. Jadi, kami telusuri mereka dapat upal dari mana,” terang dia.

Penelusuran itu mengantarkan penyidik Dittipideksus Bareskrim ke Surabaya. Dari Surabaya, penelusuran berlanjut sampai Bangkalan. Di sana, mereka menangkap perantara yang menyambungkan pengedar dengan pembuat uang palsu. “Tersangka saudari RS. Ditangkap Kamis 12 Oktober 2017,” ucap Agung. Setelah didalami, diketahui bahwa RS merupakan istri pembuat uang palsu berinisial I. 

Ketika penyidik menggeledah rumah RS dan I di Jalan Jaya Wijaya, Kelurahan Mlajah, Kecamatan Bangkalan, mereka tidak menemukan I. Namun, mereka mendapati seperangkat alat pembuatan uang palsu. Mulai alat sablon, tinta, komputer hingga beragam perlengkapan lainnya. “Kami menangkap I di Hutan Taman Nasional Baluran, Situbondo. Dia bersembunyi di gua atas petunjuk orang pintar katanya,” beber Agung.

Di samping tersangka M, S, RS, dan I, Dittipideksus Bareskrim turut mengamankan dua tersangka lainnya, yakni T yang berperan membantu I membuat uang palsu dan AR yang menyuplai modal. “Modal sebesar Rp 120 juta dari tersangka AR,” jelas Agung. Berdasar data yang sudah dia kantongi, I yang juga kerap dipanggil GK bukan pemain baru dalam pembuatan maupun peredaran uang palsu. “Dia residivis,” imbuhnya.

Serupa dengan I, tersangka M juga pernah berurusan dengan polisi lantaran tertangkap tengah mengedarkan uang palsu. “Pernah ditahan sekali tahun 2011. Dia divonis setahun dan satu bulan di PN Sumedang,” ucap Agung. Dengan modal dari AR, I memproduksi dan menyebarkan uang palsu. Tidak kurang enam provinsi menjadi sasaran sebagai lokasi penyebaran uang palsu tersebut. 

Mulai DKI, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali sampai Kalimantan Barat. “Terbanyak ditemukan di Bali sebanyak 41 lembar,” tutur Agung. Dari pengakuan I, sindikat pembuat dan pengedar telah membakar uang palsu dengan nilai mencapai Rp 400 juta. Itu sengaja dilakukan untuk menghilangkan alat bukti. “Kami temukan bukti bahwa uang palsu itu sudah dibakar,” ungkap dia sambil menunjukkan bukti tersebut.

Atas semua tindakan itu, enam tersangka sindikat pembuat dan pengedar uang palsu diancam Pasal 36 Ayat (1) dan atau Ayat (2) dan atau Ayat (3) juga Pasal 37 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. “Ancaman hukuman maksimal seumur hidup,” tegas Agung. Tindakan hanya diancam UU tersebut, mereka juga dijerat UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Agung menegaskan bahwa instansinya tidak berhenti di enam tersangka tersebut. Pengedar lain yang juga masih satu sindikat bakal turut diburu. “Kami terus melakukan penelusuran,” kata dia.

Dia menegaskan, pemberantasan pelaku pembuat dan pengedar uang palsu terus digalakkan oleh instansinya. Senada dengan Agung, Direktur Departemen Pengelolaan Keuangan Bank Indonesia Luctor E Tapiheru pun menyampaikan bahwa mereka punya komitmen kuat memberantas dalang di balik peredaran uang palsu. 

Menurut Luctor, saat ini peredaran uang palsu di Tanah Air perlahan turun. “Sekarang, perbandingannya dari satu juta lembar uang asli yang beredar hanya ada lima lembar uang palsu,” terang dia.

Untuk terhindar dari uang palsu, masih kata Luctor, metode tiga D masih sangat efektif diterapkan oleh masyarakat. Sebab, tidak ada uang palsu yang bisa 100 persen sama dengan uang asli. Apalagi, pecahan uang baru yang sudah diedarkan oleh Bank Indonesia. (syn/jpnn/rom/k11)


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 09:32

NGERI..!! Overkapasitas Penjara Capai 260 Persen

SAMARINDA – Masalah overkapasitas di rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas)…

Jumat, 17 November 2017 09:30

Tabrak Tiang Listrik, Setnov Gegar Otak

JAKARTA  – Drama terkait Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) kembali berlanjut. Ketua Umum Partai…

Jumat, 17 November 2017 09:15

Sama-Sama Baik untuk Kaltim

SAMARINDA – Polemik proyek Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Kota Tepian oleh dua…

Jumat, 17 November 2017 09:11

Dirakit hingga Subuh, Terkendala Mahalnya Baterai

Digadang-gadang menjadi mobil listrik pertama di Kalimantan, Enggang Electric Vehicle 1 (Enggang Evo…

Kamis, 16 November 2017 09:51

Ada Bandara APT Pranoto, Manfaatnya Tak Hanya untuk Samarinda

SAMARINDA- Kisruh nota keberatan Pemkot dan DPRD Balikpapan yang menolak rekomendasi perpanjangan landasan…

Kamis, 16 November 2017 09:42

“Bubur” Selimuti Jalan Antardaerah

SANGATTA – Jalan antardaerah bak dilumuri “bubur”. Rabu (15/11) jalur Sangatta-Rantau…

Kamis, 16 November 2017 09:39

Dialog Dibalas Timah Panas

JAKARTA – Upaya Polri–TNI dalam berdialog dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua,…

Kamis, 16 November 2017 09:37

Atletnya Ada Eks Taekwondo, Bisa Jadi Ajang Pelampiasan

Cabang olahraga (cabor) rugbi bukanlah sepak bola yang menjadi primadona di atas bumi Indonesia. Walaupun…

Kamis, 16 November 2017 09:30

Tolak Pisah, Pisau Diajak Berulah

“SIAPA yang berani ceraikan saya,” teriak Bedu, nama samaran, setelah dua langkah keluar…

Kamis, 16 November 2017 08:45

Pilgub Kaltim, Mahyunadi Lobi Rizal

SANGATTA - Ketua DPRD Kutim Mahyunadi yang belakangan viral di media sosial diisukan maju pilgub karena…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .