MANAGED BY:
SENIN
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Kamis, 19 Oktober 2017 09:19
Diuntungkan Team Order

Pedrosa Lebih Konsisten Ketimbang Lorenzo

PARTNER KOMPETITIF: Sama-sama memiliki pebalap jago dalam diri Marc Marquez dan Dani Pedrosa, Repsol Honda bakal lebih mudah menjalankan team order.

PROKAL.CO, PHILLIPS ISLAND – MotoGP Australia di Phillip Island akhir pekan ini sangat krusial bagi perebutan gelar juara dunia 2017. Karena itu, muncul kemungkinan diberlakukannya team order di masing-masing tim, baik Repsol Honda maupun Ducati, untuk membantu dua kandidat terkuatnya.

Berbeda dengan Formula 1, team order tidak populer di MotoGP. Meski begitu, tetap memungkinkan dilakukan jika pebalap kedua punya kecepatan yang tidak terlalu njomplang dengan rider utama dan rivalnya. Yang dimaksud”rider kedua” adalah rekan satu tim pebalap yang berpeluang menjadi juara dunia.

Nah, rider kedua tersebut nantinya membantu pebalap utama, dalam hal ini, Marc Marquez (Repsol Honda) dan Andrea Dovizioso (Ducati) mengadang laju lawan atau setidaknya membuatnya sibuk bertarung, sementara rekan satu timnya melesat di depan.

Marquez masih memimpin dan Dovizioso butuh poin sebanyak-banyaknya untuk mengejar gelar juara dunia pertamanya. Apabila memungkinkan, bantuan rekan satu timnya, Jorge Lorenzo, bisa berpengaruh besar. Lorenzo tak perlu bertarung atau menghalangi laju Marquez. Dia hanya perlu finis di depan Marquez. Sementara rekan satu timnya, Dovizioso, bisa melaju merebut juara di GP Australia. Andai Ducati bisa finis 1-2 dan Marquez ketiga, defisit poin Dovi bisa menyusut dari sembilan poin menjadi dua saja.

Tapi, Lorenzo sempat mengatakan bahwa belum saatnya membantu Dovi akhir pekan ini atau setidaknya dalam dua seri berikutnya. “Terlalu pagi membahas apakah saya perlu membantu Dovi. Kecuali situasinya mendesak, yakni di balapan terakhir GP Valencia,” ujarnya sebagaimana dilansir Motorsport.

Untuk dua seri berikutnya (GP Australia dan GP Malaysia), kata Lorenzo, jika ada peluang menang, dia bertarung semaksimal mungkin.

Lorenzo memang bisa membantu Dovi, tapi hanya jika kecepatannya setara dengan Marquez. Padahal, di banyak lomba, Lorenzo seringkali finis jauh di belakang Marquez. Di GP Jepang pekan lalu, dia hanya finis di posisi keenam. Jadi, untuk membantu Dovi rasanya sulit. Sebab, membantu dirinya sendiri untuk beradaptasi dengan Ducati jauh lebih penting.

Apabila dibandingkan Lorenzo, Daniel Pedrosa (Repsol Honda) lebih konsisten. Satu kali menang di GP Barcelona, plus tujuh podium sepanjang musim ini. Jadi, kalaupun Repsol Honda dan Ducati sama-sama melakukan team order, Marquez bakal lebih diuntungkan.

Sayangnya, Phillip Islands bukan trek yang disukai Pedrosa. Di GP Jepang pekan lalu, dia memilih berhenti balapan karena khawatir kecelakaan yang berdampak buruk pada sisa musim. ”Begitu keluar dari zona poin (15 besar) saya memutuskan menghentikan balapan. Daripada saya celaka,” terang Pedrosa.

Menjelang GP Australia, Pedrosa ingin melupakan kenangan buruk di Jepang. Dia mengakui bahwa Phillip Island tak cocok dengan gaya balapnya. Karena itu, dia mengatakan, kerja keras harus dimulai sejak besok untuk menemukan setting pas buat motornya. ”Kami berharap cuaca bersahabat akhir pekan ini agar kami bisa memahami ban dengan baik dan bertarung di depan,” ujarnya.

Faktor cuaca, terutama hujan dan temperatur trek rendah, memang sangat menyulitkan Pedrosa sepanjang musim. Sebelum di Jepang, Pedrosa kesulitan di Misano saat hujan. Dia finis di posisi ke-14 lebih lambat satu setengah menit dari Marquez di atas motor yang sama. Hujan membuat grip ban sama sekali tak bekerja untuknya. Karena itu, bobot tubuhnya hanya 51 kilogram.

Michelin, pemasok ban MotoGP mengaku berinvestasi besar untuk mengatasi masalah yang dialami Pedrosa dengan postur mungilnya itu. ”Kami sadar dengan apa yang dialami Dani bukan hal yang normal. Dia biasanya finis di 3-4 besar,” ucap Project Manager Michelin di MotoGP Piero Taramasso. (cak/ham/jpnn/bby/k16)


BACA JUGA

Minggu, 18 November 2018 11:07

Free Kick Maju 5 Meter

COMEBACK-NYA Gareth Bale gagal membawa Wales promosi ke League A. Di Millennium Stadium, Cardiff, kemarin…

Minggu, 18 November 2018 10:50
Inggris vs Kroasia

AKHIRI KUTUKAN VATRENI

LONDON–Kroasia selalu menjadi duri bagi timnas Inggris. Belum hilang dari ingatan kegagalan The…

Minggu, 18 November 2018 10:47

Bikin Pelajar Terlambat Pulang

  MOHAMED Salah menjadi bintang ketika Mesir menaklukkan Tunisia dalam laga Kualifikasi Piala Afrika…

Minggu, 18 November 2018 10:45

Diskusi Santai di Dubai

DALAM waktu dekat, rumor bakal merapatnya gelandang Manchester United ke Barcelona kian kencang. Itu…

Minggu, 18 November 2018 10:43

Mimpi Buruk Bernama Irving

BOSTON–Bertandang ke TD Garden, markas Boston Celtics, pimpinan wilayah timur Toronto Raptors…

Minggu, 18 November 2018 10:42

Juara Dunia “Turun Gunung”

JAKARTA–Para lifter nasional bakal terjun dalam kejurnas angkat besi di Bandung, 25–30 November.…

Minggu, 18 November 2018 07:05

Tak Berdaya di Marora

SERUI – Stadion Marora masih terlalu angker bagi tim tamu yang bertandang. Kemarin giliran Borneo…

Minggu, 18 November 2018 07:03

Banyak Waktu untuk Evaluasi

SETELAH melakoni laga berat kontra Perseru Serui, kemarin skuat Borneo FC bergegas kembali ke Samarinda.…

Minggu, 18 November 2018 07:03

Membalas Cinta Bobotoh

STRIKER Jonathan Bauman merasa beruntung bisa bergabung dengan Persib Bandung. Sejak bergabung awal…

Minggu, 18 November 2018 07:00

Legawa Lepas Supriadi

KEINGINAN Persebaya Surabaya U-16 untuk segera menggunakan jasa M Supriadi harus ditunda. Sebab, winger…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .