MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Kamis, 19 Oktober 2017 09:19
Diuntungkan Team Order

Pedrosa Lebih Konsisten Ketimbang Lorenzo

PARTNER KOMPETITIF: Sama-sama memiliki pebalap jago dalam diri Marc Marquez dan Dani Pedrosa, Repsol Honda bakal lebih mudah menjalankan team order.

PROKAL.CO, PHILLIPS ISLAND – MotoGP Australia di Phillip Island akhir pekan ini sangat krusial bagi perebutan gelar juara dunia 2017. Karena itu, muncul kemungkinan diberlakukannya team order di masing-masing tim, baik Repsol Honda maupun Ducati, untuk membantu dua kandidat terkuatnya.

Berbeda dengan Formula 1, team order tidak populer di MotoGP. Meski begitu, tetap memungkinkan dilakukan jika pebalap kedua punya kecepatan yang tidak terlalu njomplang dengan rider utama dan rivalnya. Yang dimaksud”rider kedua” adalah rekan satu tim pebalap yang berpeluang menjadi juara dunia.

Nah, rider kedua tersebut nantinya membantu pebalap utama, dalam hal ini, Marc Marquez (Repsol Honda) dan Andrea Dovizioso (Ducati) mengadang laju lawan atau setidaknya membuatnya sibuk bertarung, sementara rekan satu timnya melesat di depan.

Marquez masih memimpin dan Dovizioso butuh poin sebanyak-banyaknya untuk mengejar gelar juara dunia pertamanya. Apabila memungkinkan, bantuan rekan satu timnya, Jorge Lorenzo, bisa berpengaruh besar. Lorenzo tak perlu bertarung atau menghalangi laju Marquez. Dia hanya perlu finis di depan Marquez. Sementara rekan satu timnya, Dovizioso, bisa melaju merebut juara di GP Australia. Andai Ducati bisa finis 1-2 dan Marquez ketiga, defisit poin Dovi bisa menyusut dari sembilan poin menjadi dua saja.

Tapi, Lorenzo sempat mengatakan bahwa belum saatnya membantu Dovi akhir pekan ini atau setidaknya dalam dua seri berikutnya. “Terlalu pagi membahas apakah saya perlu membantu Dovi. Kecuali situasinya mendesak, yakni di balapan terakhir GP Valencia,” ujarnya sebagaimana dilansir Motorsport.

Untuk dua seri berikutnya (GP Australia dan GP Malaysia), kata Lorenzo, jika ada peluang menang, dia bertarung semaksimal mungkin.

Lorenzo memang bisa membantu Dovi, tapi hanya jika kecepatannya setara dengan Marquez. Padahal, di banyak lomba, Lorenzo seringkali finis jauh di belakang Marquez. Di GP Jepang pekan lalu, dia hanya finis di posisi keenam. Jadi, untuk membantu Dovi rasanya sulit. Sebab, membantu dirinya sendiri untuk beradaptasi dengan Ducati jauh lebih penting.

Apabila dibandingkan Lorenzo, Daniel Pedrosa (Repsol Honda) lebih konsisten. Satu kali menang di GP Barcelona, plus tujuh podium sepanjang musim ini. Jadi, kalaupun Repsol Honda dan Ducati sama-sama melakukan team order, Marquez bakal lebih diuntungkan.

Sayangnya, Phillip Islands bukan trek yang disukai Pedrosa. Di GP Jepang pekan lalu, dia memilih berhenti balapan karena khawatir kecelakaan yang berdampak buruk pada sisa musim. ”Begitu keluar dari zona poin (15 besar) saya memutuskan menghentikan balapan. Daripada saya celaka,” terang Pedrosa.

Menjelang GP Australia, Pedrosa ingin melupakan kenangan buruk di Jepang. Dia mengakui bahwa Phillip Island tak cocok dengan gaya balapnya. Karena itu, dia mengatakan, kerja keras harus dimulai sejak besok untuk menemukan setting pas buat motornya. ”Kami berharap cuaca bersahabat akhir pekan ini agar kami bisa memahami ban dengan baik dan bertarung di depan,” ujarnya.

Faktor cuaca, terutama hujan dan temperatur trek rendah, memang sangat menyulitkan Pedrosa sepanjang musim. Sebelum di Jepang, Pedrosa kesulitan di Misano saat hujan. Dia finis di posisi ke-14 lebih lambat satu setengah menit dari Marquez di atas motor yang sama. Hujan membuat grip ban sama sekali tak bekerja untuknya. Karena itu, bobot tubuhnya hanya 51 kilogram.

Michelin, pemasok ban MotoGP mengaku berinvestasi besar untuk mengatasi masalah yang dialami Pedrosa dengan postur mungilnya itu. ”Kami sadar dengan apa yang dialami Dani bukan hal yang normal. Dia biasanya finis di 3-4 besar,” ucap Project Manager Michelin di MotoGP Piero Taramasso. (cak/ham/jpnn/bby/k16)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 12:43

Berharap Pebalap Sepeda Kaltim Sumbang Medali

JAKARTA - Prestasi membanggakan ditorehkan oleh atlet balap sepeda gunung (Downhill) Indonesia, Tiara…

Senin, 20 Agustus 2018 21:24
Skandal 4 Atlet Jepang "Main" dengan PSK

Meski Sisa 8 Pemain, Basket Jepang Bertekad Berikan Hasil Terbaik

Komite Olimpiade Jepang menghukum empat pemain tim putra bola basket Asian Games 2018, gara-gara terlibat…

Senin, 20 Agustus 2018 21:22

Begini Kronologi 4 Atlet Jepang yang Sewa PSK di Jakarta

JAKARTA- Pergelaran Asian Games di Jakarta-Palembang baru saja dimulai namun sayang, Jepang dikabarkan…

Senin, 20 Agustus 2018 21:21

Empat Atlet Bola Basket "Main" dengan PSK, Kontingen Jepang Malu

JAKARTA- Jepang dibuat malu oleh atletnya sendiri. Ya, bagaimana tidak 4 atlet Jepang kepergok mengunjungi…

Senin, 20 Agustus 2018 11:04

Pembuktian Penggawa Naturalisasi

BUKAN hanya Indonesia U-23 yang memiliki pemain naturalisasi. Hong Kong U-23 pun demikian. Sama halnya…

Senin, 20 Agustus 2018 11:03

Akses Gratis ke Museum

PARA atlet yang berlaga di Asian Games 2018 bisa menikmati sejumlah benefit dari Inasgoc. Salah satunya,…

Senin, 20 Agustus 2018 11:02

Berharap Ketemu Rochy Putiray

SELAIN membawa tim asuhannya berprestasi, pelatih timnas U-23 Hong Kong Kenneth Kar Lok Kwok punya keinginan…

Senin, 20 Agustus 2018 10:58

Hari Pertama Tanpa Kendala

PALEMBANG – Hasil positif diraih timnas voli pantai Indonesia di hari pertama Asian Games 2018…

Senin, 20 Agustus 2018 10:57

10 Mural dalam 10 Hari

ADA pemandangan berbeda di Asian Games Festival di koridor antara Stadion Akuatik dan Istora Senayan…

Senin, 20 Agustus 2018 10:57

Jaga Peluang Medali

JAKARTA – Tim beregu putri Indonesia akhirnya mendapatkan slot babak 8 besar menghadapi Korea…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .