MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 19 Oktober 2017 08:22
Sensor Jembatan Mahkota II Idealnya 136 Buah
DALAM PENELITIAN: Teknisi dari Dinas PUPR Samarinda dan konsultan dari Smartsensys mengujicoba sensor elasto-magnetic Jembatan Mahkota II, Senin (16/10).(saipul anwar/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Upaya memperoleh izin operasi penuh Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II terus berlanjut. Selepas merampungkan pemasangan sensor elasto-magnetic (EM) pada Senin (16/10), giliran pemasangan 60 unit penerangan jalan umum (PJU) kemarin. Syaharie Jaang, wali kota Samarinda langsung memantau pemasangan PJU itu di jembatan sepanjang 1,4 kilometer itu.

”Hasil tes beberapa waktu lalu, Mahkota II sudah memenuhi syarat. Jadi, tinggal melengkapi atributnya saja. Di masing-masing sisi ada 30 PJU yang terpasang,” tuturnya di sela-sela tinjauan itu. Dengan pemasangan ini, tahapan penyambungan arus listrik akan dikerjakan dalam waktu dekat. Sebelumnya, sensor EM diuji coba konsultan dan kontraktor Smartsensys dari Amerika Serikat. Pengetesan harus menggunakan generator set (genset) lantaran belum tersedia sambungan listrik di jembatan tersebut.

”Aman saja itu (penyambungan daya listrik). Kalau PJU terpasang listrik langsung dialiri kok,” tegasnya.

Kendala lain yang dipikirkannya justru tak berkelindan tentang syarat merengkuh izin penuh operasi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Menurut orang nomor wahid di Kota Tepian itu, masih banyak sampah yang berserakan di sekitar bibir jembatan sisi Kelurahan Sungai Kapih, Sambutan. Ini merusak estetika jembatan yang dibangun sejak 2003 silam itu.

”Wartawan tulis itu! Tolong masyarakat yang sering bersantai di sekitar sini untuk menjaga kebersihan. Ini kan untuk kenyamanan kita semuanya,” katanya. “Nanti bisa saja kami sediakan tempat sampah di sekitar bibir jembatan,” sambungnya. Sementara itu, Hero Mardanus, kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda menuturkan, pemasangan PJU itu merupakan satu kesatuan dengan pekerjaan tematik yang digelontorkan Pemkot Samarinda.

”Jadi, beda dengan pembiayaan sensor. Ini memang baru dipasang saja karena kami sesuaikan dengan keuangan daerah juga,” katanya. Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen Jembatan Mahkota II Rosnayadi Novida menuturkan, hasil uji coba sensor EM dibawa ke Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam itu, data hasil pengetesan bakal dikalibrasi sesuai standar daya tahan kabel sling. ”Karena alat dan sensor dibuat di sana makanya hanya mereka yang punya alat penilaiannya. Hasilnya pun langsung bersertifikat,” katanya.

Sensor berbentuk cincin yang melingkari kabel sling itu mampu menghitung beban yang dapat diangkut. Menurut KKJTJ, batas daya tarik kabel itu maksimal 50 persen dari beban yang dapat diangkut. ”Satu kabel mampu menahan beban hingga 120 ton,” sebutnya.

Nantinya, jika sertifikat sudah dipegang dan alat penerima sudah dipasang, pemkot dapat memantau beban kendaraan yang melintasi Jembatan Mahkota II.

”Jadi setiap saat terpantau. Jika kelebihan beban pasti langsung diketahui,” jelasnya. Dengan jumlah sensor yang baru terpasang sebanyak 12 buah, Novida menegaskan pemasangan itu sudah cukup. Memang, idealnya sensor perlu dipasang di setiap kabel yang berjumlah 136 buah.

”Kita terbentur anggaran yang ini saja memerlukan Rp 3,5 miliar. Ke depan, bakal diajukan untuk sisanya,” tuturnya.

Langkah awal yang akan ditempuh pihaknya dengan menempatkan sensor EM di tempat yang tak dijangkau tangan jahil masyarakat. ”Saat dites kami taruh di bawah saja. Nanti kami naikkan dan akan usulkan pemasangan CCTV juga,” tutupnya. (*/ryu/riz/k15)


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 09:42

Burung Bernilai Ratusan Juta Gagal Berlayar

SAMARINDA – Suara cuit merdu terdengar ramai. Di balik terpal biru di atas kapal, 426 burung dari…

Jumat, 17 November 2017 09:40

Fauna Endemik Terus Dieksploitasi

KURUN enam bulan terakhir, baik tumbuhan maupun binatang endemik Kalimantan tampaknya menjadi sasaran…

Jumat, 17 November 2017 09:39

Terancam Dicopot, Lurah Bingung Kesalahannya

SAMARINDA – Posisi Lurah Gunung Lingai Saripudin terancam. Pejabat aparatur sipil negara (ASN)…

Jumat, 17 November 2017 09:37

Risiko Penyelundupan Barang Terlarang Tinggi

SAMARINDA- Apapun kondisi cuacanya, terik, mendung, atau hujan, kamar-kamar ini selalu diselimuti hawa…

Jumat, 17 November 2017 09:34

Ikhlas Jadi Kunci Sukses

TIDAK hanya berparas menarik, Rizki Amelia punya segudang prestasi. Mulai di dunia modeling, baca puisi,…

Jumat, 17 November 2017 09:26

Jangan Sampai Ada Bangunan Baru

SAMARINDA – Akhirnya, 13 bangunan di Jalan Perniagaan, tepatnya di samping Jembatan Perniagaan,…

Jumat, 17 November 2017 09:25

Material Rusak, Warga Emosi

SAMARINDA – Akhirnya pembongkaran lima rumah warga di sekitar Waduk Benanga, Kelurahan Lempake,…

Jumat, 17 November 2017 09:20

Bagian Penting Dikerjakan Pekan Depan

SAMARINDA – Setelah tertunda, akhirnya proyek penguatan tanggul Waduk Benanga, Kelurahan Lempake,…

Jumat, 17 November 2017 09:20

Tahun Depan, DAK Jatahnya SMP

SAMARINDA – Karena defisit mendera, saat ini, pemasukan untuk operasional sekolah negeri hanya…

Jumat, 17 November 2017 09:19

Dibawa Kabur, Pulang Hamil

Kasus persetubuhan yang melibatkan anak di bawah umur terus terjadi. Yang terbaru melibatkan Rose (16),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .