MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 18 Oktober 2017 09:45
Remaja Dominasi Angka Kematian

55 Kecelakaan Tewaskan 31 Pengendara

BELUM WAKTUNYA: Sepanjang 2017, sebanyak 31 korban tewas dalam kecelakaan berasal dari kalangan remaja. Padahal, menurut regulasi, mereka belum diperkenankan mengoperasikan kendaraan.

PROKAL.CO, Dari 55 kasus kecelakaan di jalan, tercatat 31 orang kehilangan nyawa. Parahnya, para korban berasal dari masyarakat berusia remaja alias di bawah 17 tahun. Usia yang belum semestinya mengendarai kendaraan bermotor.

DUA pekan terakhir, Samarinda dihebohkan dengan kecelakaan yang menewaskan dua anak. Pertama, Zakkiyuddin (17) tewas di Jalan DI Pandjaitan, Sungai Pinang, Senin (9/10). Teranyar, Ajeng Fujiarti (15) meninggal setelah terlibat kecelakaan di Jembatan Mahulu, Senin (16/10) malam.

Kanit Laka Lantas Polresta Samarinda Ipda Heru Utomo membenarkan fakta bahwa korban berusia di bawah 17 tahun mendominasi angka kecelakaan tahun ini. Meski tidak bisa memerinci, dia menyebut, jumlah korban mencapai separuh dari keseluruhan pengendara yang tewas. “Seharusnya masyarakat, khususnya orangtua, mengerti akan keselamatan anak-anak,” terangnya.

Namun, menurut keterangan para orangtua korban berusia belia, faktor kesibukan jadi alasan mereka melonggarkan masalah tersebut. Demi semua urusan bisa berjalan, mereka rela menggelontorkan rupiah guna membeli kendaraan untuk anak. Sekalipun sadar itu melanggar regulasi.

Fakta lain yang ditemukan dari sejumlah perkara, para korban tewas berusia di bawah 17 tahun itu berkendara tidak menggunakan helm. Hal tersebut terlihat dari kasus yang menimpa Ajeng. Kawasan tepi kota, misalnya Palaran, Samarinda Seberang, Sungai Kunjang, dan Samarinda Utara, jadi yang paling banyak terjadi kecelakaan melibatkan anak di bawah 17 tahun.

Sementara ini, pihaknya berupaya mencegah dengan mendekatkan diri kepada para pelajar. Setiap pekan, mereka menyambangi dua atau tiga sekolah untuk menyosialisasikan bahaya berkendara tanpa ketentuan.

“Ini sebenarnya program Dikyasa (Pendidikan dan Rekayasa Polresta Samarinda). Kami menganjurkan adik-adik tidak membawa motor,” sebut Heru. (*/dra/ndy/k8)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 06:30

Surya Paloh Dijadwalkan Hadiri Orientasi Caleg NasDem

SAMARINDA–Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh dijadwalkan hadir dalam…

Rabu, 12 Desember 2018 21:03

Jaringan Pengedar Sabu Kutai Timur Dibongkar, Mobil dan Motor Disita

Samarinda - Jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi Kaltim membongkar jaringan…

Rabu, 12 Desember 2018 21:00

Tower Lampu Hias di Taman Samarendah Ternyata Sumbangan XL

SAMARINDA- - Tower lampu hias di bagian tengah Taman Samarendah…

Rabu, 12 Desember 2018 09:18

Rapat 30 Menit, Inspektur Tambang Dapat Pembagian Laptop

SAMARINDA - Menindak lanjuti tuntutan Komite Lawan Tambang yang berunjuk…

Rabu, 12 Desember 2018 08:20

Tersangka Kasus Pasar Baqa Bertambah

SAMARINDA – Jumlah tersangka dalam dugaan korupsi pembangunan Pasar Baqa…

Senin, 10 Desember 2018 21:48

Mahasiswa Nyerocos dan Mengejek, Wagub Sempat Berang

SAMARINDA  - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi merasa berang terhadap…

Senin, 10 Desember 2018 13:40

HANTU KACAK BERAKSI..!! Korban Lapor Polisi, Pelaku Pura-Pura Gila?

SAMARINDA - Jajaran kepolisian dari Polsek Samarinda Ilir mengamankan seorang…

Senin, 10 Desember 2018 07:59

Smart City Dimulai 2019

SAMARINDA – Konsep Smart Cityterus digaungkan Pemkot Samarinda dua tahun…

Senin, 10 Desember 2018 07:36

DPRD Minta Transparan

SAMARINDA - Sejumlah instansi pemerintah pusat maupun daerah sudah mengumumkan…

Senin, 10 Desember 2018 07:36

Harga TBS Anjlok, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah

SAMARINDA - Lemahnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .