MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 17 Oktober 2017 12:00
Jembatan Mahakam IV Terancam Molor

Sisa Dua Bulan, Bentang Utama Masih Fokus Pengerjaan Pilar

RAMPUNG TAHUN DEPAN: Jalan pendekat Jembatan Mahakam IV sisi Samarinda Kota di Jalan Slamet Riyadi menelan biaya Rp 225,84 miliar. (saipul anwar/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Dana segar kembali mengucur untuk proyek Jembatan Mahakam IV atau Jembatan Kembar. Di APBD Perubahan 2017, proyek itu kebagian Rp 14,5 miliar. Dana tersebut untuk membiayai tiga item pengerjaan yang menggunakan skema kontrak tahun jamak (MYC).

 ”Ada sekitar Rp 14,5 miliar yang dialokasikan untuk tiga kontrak di sana (pembangunan Jembatan Mahakam IV),” ucap M Taufik Fauzi, kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim ketika ditemui di Kegubernuran Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda kemarin (16/10). Diketahui, pembangunan Jembatan Mahakam IV sempat tak terurus selama dua tahun. Namun, seiring akan berakhirnya periode pemerintahan Gubernur Awang Faroek Ishak (AFI) dan Wagub Mukmin Faisyal (Alm), proyek ini kembali dikebut.

Jembatan yang menghubungkan Samarinda Seberang dan Samarinda Kota itu ditargetkan rampung akhir 2018. Sembari merampungkan pengerjaan bentang tengah jembatan, pekerja juga mengebut pengerjaan jalan pendekat. Seperti diketahui, proyek Jembatan Mahakam IV terbagi menjadi tiga item kontrak. Pertama, bentang utama jembatan sepanjang 400 meter. Dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan dengan nilai kontrak Rp 180,64 miliar.

Lalu, jalan pendekat sisi Samarinda Kota. Panjangnya 502,4 meter. Dikerjakan PT Waskita-PT Surya Bakti dengan skema kerja sama operasional (KSO). Nilai kontraknya Rp 225,84 miliar. Item terakhir, jalan pendekat sisi Samarinda Seberang. Panjangnya 386,65 meter. Dikerjakan oleh PT Jaya Konstruksi-PT Modern Technical dengan skema KSO. Nilai kontraknya mencapai Rp 226,87 miliar.

Target rampung tiga item pekerjaan itu berbeda-beda. Untuk bentang tengah, Pemprov Kaltim menargetkan proyek rampung 31 Desember 2017, sementara jalan pendekat sisi Samarinda Kota maupun Samarinda Seberang ditarget tuntas pada Desember 2018. ”Semua sudah on the track, komitmen kami MYC tuntas akhir 2018. Di daerah (Jalan) Slamet Riyadi saja terlihat kan pekerjaannya terus berjalan,” tegas Taufik.

Karena itu, pemprov kembali mengusulkan anggaran pada APBD 2018 mendatang. Taufik menuturkan, rencana itu sudah beberapa kali dibahas di internal tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) bersama Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). ”Terus kami usulkan agar terakomodasi di (APBD) murni nanti. Kan, ada juga dua MYC di KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Maloy, Kutai Timur dan lima MYC di tol Samarinda-Balikpapan,” katanya. Sejauh ini, Dinas PUTRPR Kaltim terus menginventarisasi kendala teknis yang ada. Sehingga, usulan kebutuhan pembiayaannya segera dianggarkan.

Jembatan Mahakam IV yang bertipe pelengkung rangka baja dibangun mulai akhir 2012. Awalnya, proyek ini dianggarkan Rp 171 miliar dengan skema MYC 2012–2013 dari APBD Kaltim untuk pekerjaan bentang utama jembatan. Pekerjaan berlangsung selama 14 bulan. Setelah itu, pekerjaan terhenti seiring berakhirnya masa jabatan periode pertama Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wagub Farid Wadjdy (2008–2013). Setelah itu, proyek tak bergerak.

Hanya dua fondasi jembatan yang sudah berdiri tegak. Sementara itu, fondasi kedua baru sebagian dicor dan tiang ketiga baru sampai pemancangan pipa. Rencana melanjutkan pekerjaan dengan pola MYC diadang saat Awang Faroek Ishak mengarungi periode keduanya (2013–2018). Kali ini, usulan terbentur berakhirnya periode anggota DPRD Kaltim (2009–2014) pada 31 Agustus. Maka, mesti menunggu anggota DPRD periode 2014–2019 dilantik.

Permohonan pemprov kepada DPRD Kaltim belum mendapat restu. Saat itu, para legislator hendak mengevaluasi lebih dulu jembatan tersebut. Dewan tak ingin bila anggaran dikucurkan malah membuat proyek tersebut mangkrak karena pendanaan jalan pendekat yang belum jelas. Sempat terjadi tarik-ulur. Di samping itu, APBD 2015 memberikan jatah Jembatan Mahakam IV hanya senilai Rp 75 miliar.

Dinas PU kemudian memutuskan melelang dengan kontrak tahun tunggal. Dana tersebut lebih banyak digunakan untuk pengadaan material jembatan. Tak banyak kegiatan fisik dilakukan karena terbatasnya waktu pengerjaan yang kurang dari lima bulan sebelum tutup tahun anggaran 2015. Keputusan persetujuan MYC oleh DPRD Kaltim baru terbit Oktober 2015. Alias setahun setelah para wakil rakyat duduk di DPRD Kaltim.

Bentang utama dianggarkan Rp 190,893 miliar (2016–2018). Di samping itu, jalan pendekat sisi Samarinda Kota Rp 232,824 miliar dan sisi Samarinda Seberang Rp 231,976 miliar. Sesuai dengan masa penganggaran, perampungan proyek ini dipatok pada 2018. (*/ryu/riz/k15)


BACA JUGA

Jumat, 19 Januari 2018 12:19

Tahanan Hanya Diberi Antibiotik, Polisi Masih Waswas

SAMARINDA – Difteri menjadi momok bersama. Bukan hanya di kalangan masyarakat, di ruang serba…

Jumat, 19 Januari 2018 12:17

Tersedia 3 Ribu Vial Vaksin

Pemkot Samarinda sangat menyeriusi penanganan penyebaran difteri. Sampai saat ini, pemkot menyediakan…

Jumat, 19 Januari 2018 12:16

Sabu di Samarinda Lebih Murah

Perang terhadap narkoba terus digaungkan. Rabu (17/1) sekitar pukul 21.00 Wita, tim khusus Badan Narkotika…

Jumat, 19 Januari 2018 12:15

Pakai Seragam Perusahaan saat Beraksi

SAMARINDA – Jika beberapa hari terakhir layanan internet (Indihome) dan sambungan telepon Anda…

Jumat, 19 Januari 2018 12:14
Program Jaksa Menyapa Gandeng Kaltim Post

Laporan Kinerja biar Bisa Dikontrol Masyarakat

Kejaksaan punya cara baru agar semakin diketahui masyarakat. Melalui program Jaksa Menyapa, diharapkan,…

Kamis, 18 Januari 2018 09:54

Ratusan PSK Belum Dipulangkan

SAMARINDA – Program pemulangan ribuan pekerja seks komersial se-Kaltim ternyata tak berjalan.…

Kamis, 18 Januari 2018 09:53

PNBP Dialihkan Tanpa Revisi Dianggap Melanggar

SAMARINDA – Dugaan penyimpangan dana pendapatan nasional bukan pajak (PNBP) di Fakultas Pertanian…

Kamis, 18 Januari 2018 09:50

Diduga Mira Tewas Diracun

SAMARINDA – Di permukiman padat penduduk, Jalan Gerilya, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan…

Kamis, 18 Januari 2018 09:49

Alasan Mau Bangun Perumahan

SAMARINDA – Aparat penegak hukum “pasang” mata dan telinga untuk membongkar praktik…

Rabu, 17 Januari 2018 10:55
Hasil Tes Kesehatan Balon Kepala Daerah

Jangan Harap Detailnya

SAMARINDA – Hasil pemeriksaan kesehatan empat pasang bakal calon gubernur (cagub) dan calon wakil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .