MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Selasa, 17 Oktober 2017 07:35
Dapat Pekerjaan Rumah Teliti Metode Pencegahan Terorisme sejak Dini

Cerita Wakapolres setelah Mengikuti Australia Awards (2-Habis)

BERBAGI PENGALAMAN: Yolanda (dua kiri) saat mengunjungi kantor Australian Federal Police, Sabtu (30/9). (DOKUMEN PRIBADI)

PROKAL.CO, Ilmu yang diperoleh dari Short Term Awards bakal segera diterapkan. Sepulang dari Australia, wakapolres dituntut menyelesaikan proyek pencegahan terorisme sejak dini. Melalui pendekatan terhadap siswa.

SELAMA dua minggu, seluruh peserta Australia Awards yang mengikuti Short Term Awards diberikan materi tentang gerakan terorisme. Serta merumuskan bagaimana membuat kebijakan secara akademis untuk mengatasi gerakan terorisme. Peserta pun diajak mengunjungi dua kota, Canberra dan Sydney.

Di Canberra, Wakapolres Balikpapan Kompol Yolanda E Sebayang dan peserta menghabiskan waktu hingga 13 hari. Terhitung sejak 16–28 September. Peserta diajak mengunjungi Parliament House, untuk mendapatkan gambaran tentang skema parlemen dalam mengambil keputusan dan kebijakan. Juga diisi kunjungan langsung ke Attorney-General’s Department, yang bertugas dalam memberikan program untuk menjaga dan memperbaiki perundang-undangan yang ada di Negeri Kanguru ini.

Pemerintah Australia begitu mematuhi kebijakan yang dibuat. Terlebih dalam persoalan terorisme. Perang melawan terorisme memang gencar dilakukan. Sebab, terorisme kini telah melintasi batas negara. Yang menjadi ancaman serius di kawasan Asia. Maka dibutuhkan kerja sama erat, guna menangkal dan memperkuat keamanan di negara-negara Asia. Tak sekadar materi, peserta melakukan pertukaran informasi dan membahas strategi untuk menangkal ekstremisme.

Termasuk tantangan pemakaian komunikasi terenkripsi oleh teroris. Serta penyebarluasan propaganda dan kebencian melalui internet. “Pada pertemuan itu, kami juga membicarakan pendeteksian ancaman-ancaman di perbatasan. Dari situ kita paham bahwa perbatasan membutuhkan pendekatan regional yang lebih terpadu, dan tata kelola ruangan yang baik di daerah perlintasan tersebut agar paham terorisme tidak menjamur,” ujar Yolanda.

Setelah itu, peserta sempat mengunjungi National Australia Museum, guna mempelajari sejarah terbentuknya Australia. Mulai dari masa ke masa, hingga perkembangan negara ini sekarang. Kemudian, Kamis pagi (28/9), seluruh peserta terbang menuju Sydney. Nuansa berbeda dirasakan Yolanda ketika bertandang kemari. Bertolak belakang dengan kehidupan di Canberra. Sydney yang selalu ramai, sedangkan Canberra yang dipenuhi ketenangan.

Hari pertama mendarat, peserta langsung diajak ke Australian Transaction Reports and Analysis Centre (Austrac). Austrac adalah badan intelijen keuangan Australia. Bertugas untuk mengidentifikasi ancaman dan penyalahgunaan sistem keuangan. Berkaitan terhadap pengawasan pencucian uang dan pembiayaan terorisme. “Austrac, lembaga ini bekerja seperti halnya dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) di Indonesia,” sebut Yolanda.

Sempat pula singgah ke Opera House. Peserta pun berkesempatan mengunjungi kantor Australian Federal Police. Di gedung besar tersebut, dia bertemu kepala kepolisian setempat. Lawatan tersebut menjadi kegiatan formal terakhir yang dilaksanakan dalam program kursus singkat ini.

Kembali ke Tanah Air, tugasnya belum usai. Karena setiap peserta mempunyai tugas atau proyek yang menjadi pekerjaan rumah. Proyek yang dijalankan mesti terkait dengan penanganan terorisme. Yolanda sendiri lebih memilih topik terkait antisipasi terorisme sejak dini. Pendekatan langsung kepada anak-anak sekolah guna mencegah tumbuhnya paham radikal tersebut.

Pengerjaan dilakukan selama 3 bulan, dengan melakukan penelitian. Lalu pada Januari 2018, pelaksanaan pasca-kursus akan dinilai keberhasilannya. Dengan harapan, mampu diwujudkan menjadi sebuah kebijakan baru dan diterapkan di pemerintahan Indonesia. Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi telah mengetahui dan memberikan restu.  

“Saya berharap, dapat menjadi sebuah gambaran dan motivasi kepada semua warga negara Indonesia. Yang mau membuka wawasan dan meningkatkan kualitas dirinya dengan menerima pendidikan dan sharing ilmu dengan para ahli. Tidak usah takut, karena dengan begitu Anda akan berkembang dan mampu memperoleh ide serta pengalaman berbeda,” ucap Yolanda.

“Satu hal lagi, Balikpapan sebenarnya mampu seperti Canberra. Hanya saja harus bebas genangan banjir. Itulah PR yang mesti diselesaikan,” tutupnya dengan senyuman lebar. (*/lil/rsh/k15)


BACA JUGA

Minggu, 15 Juli 2018 07:01

Ayo, Seru-seruan Gowes di Tour de Ijen

BALIKPAPAN - Animo warga terhadap Tour de Ijen cukup tinggi. Hingga saat ini, sudah puluhan orang bergabung.…

Sabtu, 14 Juli 2018 07:11

Bekas Galian Jargas Dikeluhkan Warga

BALIKPAPAN  -  Sebanyak 3.849 sambungan rumah tangga (SR) program jaringan gas (Jargas) telah…

Sabtu, 14 Juli 2018 07:08

Jelang Final, Judi Bola Belum Tersentuh

BALIKPAPAN  -  Jelang berakhirnya Piala Dunia, polisi belum mengungkap dugaan praktik judi…

Sabtu, 14 Juli 2018 07:08

Evaluasi PPDB, Ubah Aturan Radius Zonasi

BALIKPAPAN  -  Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK sebentar lagi berakhir. Hari ini…

Sabtu, 14 Juli 2018 07:07

Menunggu Dialog dengan Pelaku Pasar

BALIKPAPAN  -  Demi mengurangi sampah plastik, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menerbitkan…

Jumat, 13 Juli 2018 08:15

Gara-Gara Ini, Izin Ritel Modern Terancam Dicabut

BALIKPAPAN - Balikpapan tanpa kantong plastik terus disosialisasikan. Namun, masih masih ada sejumlah…

Jumat, 13 Juli 2018 08:09

KPU: Wajib Mundur sebagai Wakil Rakyat

BALIKPAPAN - KPU Balikpapan membuka pendaftaran calon legislatif (caleg) untuk Pileg 2019 mulai 4-17…

Jumat, 13 Juli 2018 08:08

Kecolongan Jalan “Tikus”, PAD Sulit Tercapai

BALIKPAPAN - Pembangunan jembatan kayu yang berada di Jalan Dandito, Pantai Manggar terus dikejar. Jembatan…

Jumat, 13 Juli 2018 08:06

Remaja Jadi Pengedar Narkoba

BALIKPAPAN – Penyalahgunaan narkoba rupanya sudah merasuki sebagian sendi kehidupan masyarakat.…

Kamis, 12 Juli 2018 08:36

Longsor Km 5 Diperbaiki Tahun Ini

BALIKPAPAN – Pemerintah telah memutuskan tak ada APBN Perubahan tahun ini. Artinya, tak ada kegiatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .