MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Selasa, 17 Oktober 2017 07:35
Dapat Pekerjaan Rumah Teliti Metode Pencegahan Terorisme sejak Dini

Cerita Wakapolres setelah Mengikuti Australia Awards (2-Habis)

BERBAGI PENGALAMAN: Yolanda (dua kiri) saat mengunjungi kantor Australian Federal Police, Sabtu (30/9). (DOKUMEN PRIBADI)

PROKAL.CO, Ilmu yang diperoleh dari Short Term Awards bakal segera diterapkan. Sepulang dari Australia, wakapolres dituntut menyelesaikan proyek pencegahan terorisme sejak dini. Melalui pendekatan terhadap siswa.

SELAMA dua minggu, seluruh peserta Australia Awards yang mengikuti Short Term Awards diberikan materi tentang gerakan terorisme. Serta merumuskan bagaimana membuat kebijakan secara akademis untuk mengatasi gerakan terorisme. Peserta pun diajak mengunjungi dua kota, Canberra dan Sydney.

Di Canberra, Wakapolres Balikpapan Kompol Yolanda E Sebayang dan peserta menghabiskan waktu hingga 13 hari. Terhitung sejak 16–28 September. Peserta diajak mengunjungi Parliament House, untuk mendapatkan gambaran tentang skema parlemen dalam mengambil keputusan dan kebijakan. Juga diisi kunjungan langsung ke Attorney-General’s Department, yang bertugas dalam memberikan program untuk menjaga dan memperbaiki perundang-undangan yang ada di Negeri Kanguru ini.

Pemerintah Australia begitu mematuhi kebijakan yang dibuat. Terlebih dalam persoalan terorisme. Perang melawan terorisme memang gencar dilakukan. Sebab, terorisme kini telah melintasi batas negara. Yang menjadi ancaman serius di kawasan Asia. Maka dibutuhkan kerja sama erat, guna menangkal dan memperkuat keamanan di negara-negara Asia. Tak sekadar materi, peserta melakukan pertukaran informasi dan membahas strategi untuk menangkal ekstremisme.

Termasuk tantangan pemakaian komunikasi terenkripsi oleh teroris. Serta penyebarluasan propaganda dan kebencian melalui internet. “Pada pertemuan itu, kami juga membicarakan pendeteksian ancaman-ancaman di perbatasan. Dari situ kita paham bahwa perbatasan membutuhkan pendekatan regional yang lebih terpadu, dan tata kelola ruangan yang baik di daerah perlintasan tersebut agar paham terorisme tidak menjamur,” ujar Yolanda.

Setelah itu, peserta sempat mengunjungi National Australia Museum, guna mempelajari sejarah terbentuknya Australia. Mulai dari masa ke masa, hingga perkembangan negara ini sekarang. Kemudian, Kamis pagi (28/9), seluruh peserta terbang menuju Sydney. Nuansa berbeda dirasakan Yolanda ketika bertandang kemari. Bertolak belakang dengan kehidupan di Canberra. Sydney yang selalu ramai, sedangkan Canberra yang dipenuhi ketenangan.

Hari pertama mendarat, peserta langsung diajak ke Australian Transaction Reports and Analysis Centre (Austrac). Austrac adalah badan intelijen keuangan Australia. Bertugas untuk mengidentifikasi ancaman dan penyalahgunaan sistem keuangan. Berkaitan terhadap pengawasan pencucian uang dan pembiayaan terorisme. “Austrac, lembaga ini bekerja seperti halnya dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) di Indonesia,” sebut Yolanda.

Sempat pula singgah ke Opera House. Peserta pun berkesempatan mengunjungi kantor Australian Federal Police. Di gedung besar tersebut, dia bertemu kepala kepolisian setempat. Lawatan tersebut menjadi kegiatan formal terakhir yang dilaksanakan dalam program kursus singkat ini.

Kembali ke Tanah Air, tugasnya belum usai. Karena setiap peserta mempunyai tugas atau proyek yang menjadi pekerjaan rumah. Proyek yang dijalankan mesti terkait dengan penanganan terorisme. Yolanda sendiri lebih memilih topik terkait antisipasi terorisme sejak dini. Pendekatan langsung kepada anak-anak sekolah guna mencegah tumbuhnya paham radikal tersebut.

Pengerjaan dilakukan selama 3 bulan, dengan melakukan penelitian. Lalu pada Januari 2018, pelaksanaan pasca-kursus akan dinilai keberhasilannya. Dengan harapan, mampu diwujudkan menjadi sebuah kebijakan baru dan diterapkan di pemerintahan Indonesia. Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi telah mengetahui dan memberikan restu.  

“Saya berharap, dapat menjadi sebuah gambaran dan motivasi kepada semua warga negara Indonesia. Yang mau membuka wawasan dan meningkatkan kualitas dirinya dengan menerima pendidikan dan sharing ilmu dengan para ahli. Tidak usah takut, karena dengan begitu Anda akan berkembang dan mampu memperoleh ide serta pengalaman berbeda,” ucap Yolanda.

“Satu hal lagi, Balikpapan sebenarnya mampu seperti Canberra. Hanya saja harus bebas genangan banjir. Itulah PR yang mesti diselesaikan,” tutupnya dengan senyuman lebar. (*/lil/rsh/k15)


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 08:03

Warga Binaan Diusulkan Dipindah ke Samarinda

BALIKPAPAN – Para petugas di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Kota Minyak kewalahan…

Jumat, 17 November 2017 07:55

Septic Tank Jadi Taman Baca

TAMAN bacaan yang berada di Blok A, dekat dengan blok anak di Lapas Klas IIA Balikpapan menjadi tempat…

Jumat, 17 November 2017 07:54

WADUH..!! Ratusan Rumah Ibadah Rawan Digugat

BALIKPAPAN – Ratusan rumah ibadah di Balikpapan rawan digugat. Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan…

Jumat, 17 November 2017 07:51

Terancam Tak Digaji Enam Bulan

BALIKPAPAN – Pemkot bersama legislatif harus memastikan APBD 2018 harus sudah disepakati sebelum…

Jumat, 17 November 2017 07:50

Siswa Diajak Lawan Kejahatan Dunia Maya

BALIKPAPAN – Sebanyak 186 siswa SMK Pangeran Antasari Balikpapan diajak melawan kejahatan dunia…

Jumat, 17 November 2017 07:49

ADUH..!! Stadion Mewah Ini Rawan Terbengkalai

BALIKPAPAN – Pemkot harus bergerak cepat. Sebab, akhir tahun ini masa pemeliharaan bangunan utama…

Jumat, 17 November 2017 07:46

Diminta Jadi Lokasi Final Liga 2

KEMEGAHAN Stadion Batakan terbukti memiliki daya tarik. Stadion di Balikpapan Timur itu rupanya diminta…

Jumat, 17 November 2017 07:45

183 Laporan Masuk ORI

BALIKPAPAN – Kantor Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Kaltim mencatat, sampai November…

Jumat, 17 November 2017 07:44

Mahasiswi Cantik, Pintar Cari Duit

BERSTATUS pelajar, bukan berarti harus melulu bergantung pada orangtua. Seperti Josephine Nathania Tjiang,…

Jumat, 17 November 2017 07:42

120 Nelayan Ganti Alat Tangkap

BALIKPAPAN – Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan berencana untuk mengganti alat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .