MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 15 Oktober 2017 11:05
Dari Diskusi Menuju Panggung Pentas
HARUS MATANG: Setidaknya ada empat bulan persiapan sebelum aktor teater tampil. Mereka benar-benar kuasai materi yang hendak dipentaskan, jika tidak ingin malu di depan penonton.

PROKAL.CO, BELASAN orang berpadu dalam satu panggung bukan perkara mudah. Terlebih panggung seni teater dikenal rumit karena aktornya tak mengandalkan pengeras suara dan jika terdapat kesalahan gerak, tak bisa diulang. Ferry Bhatthara, direktur Eksekutif Belajar Teater menyebut, setidaknya butuh tiga hingga empat bulan sebelum kelompoknya siap menampilkan pertunjukan.

Proses pertama dimulai dari diskusi naskah. Setiap kelompok teater dapat meminjam naskah milik penulis lain, membuatnya sendiri atau melalui penelitian dari tema yang diangkat hingga menghasilkan naskah drama utuh. “Diskusi ini sangat penting. Kalau tidak tunai, pasti akan menghadapi batu ganjalan di tahapan berikutnya,” kata Ferry.

Setelah sepakat dengan naskah yang akan dilakonkan, tahap berikutnya adalah pemilihan tokoh. Pemilihannya sendiri dapat melalui tahap audisi atau penunjukan peran. Dalam proses tersebut, setiap anggota yang mendapatkan peran dituntut untuk riset agar mendalami karakter dalam sebuah pertunjukan. “Semisal memerankan tokoh Soekarno dalam drama realis, pemerannya harus tahu bagaimana cara berpikir, suara, gaya berpakaian dari bapak proklamator bangsa tersebut,” jelasnya.

Giat berlatih dan disiplin merupakan langkah berikutnya. Di tahap latihan, Ferry mengharapkan setiap pertemuan harus mengalami peningkatan. Karena itu, setiap pemeran wajib rutin mengikuti proses latihan karena secara tidak langsung mereka akan mengalami proses adaptasi panggung serta pendalaman peran. Di proses ini juga terjadi diskusi mengenai bagian yang perlu dikukuhkan dan dikurangi. “Bahkan proses diskusi harus ada dari awal sampai pertunjukan selesai untuk menemukan peristiwa paling sesuai,” ujarnya.

Sembari latihan, setiap anggota wajib mandiri dalam mencari setting panggung, desain kostum hingga pencahayaan. Untuk drama realis, waktu dan latar belakang juga menentukan agar pertunjukan terlihat nyata. Semisal latarnya adalah rumah orang miskin era 70-an, maka kelompok teater harus mampu memvisualisasikan ruang tamu, baju yang digunakan, make-up, hingga musiknya. “Semuanya harus sesuai,” tegasnya.

Setelah semua proses tuntas dilakukan, saatnya melakukan pematangan jelang pentas. Serangkaian geladi kotor dan general repetisi harus dilakukan untuk mendapatkan gambaran pertunjukan sesungguhnya. Pada tahap ini akan terlihat berapa durasi latihan serta evaluasi yang dianggap perlu.

Ditanya soal jumlah produksi dalam suatu pertunjukan, Ferry mengatakan, cukup bervariatif sesuai kebutuhan panggung. Sebab, ada beberapa perlengkapan yang perlu dibeli, dimodifikasi atau menggunakan peralatan dari pertunjukan sebelumnya. “Biasanya Rp 10–20 juta sudah dapat menampilkan pertunjukan teater kolektif,” tambahnya. (*/kuh/ypl/k16)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 00:46

Waspada Kolesterol Pasca Lebaran

JAKARTA – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Ari Fahrial Syam mengimbau agar…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:16

Gini Loh, Supaya Ngga Ngantuk Abis Begadang Nonton Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia 2018 malam ini tentu menjadi keseruan tersendiri bagi Anda yang gemar olahraga…

Minggu, 10 Juni 2018 12:22

Serunya Fotografi Jalanan

DUNIA fotografi sudah semakin berkembang pesat di zaman yang serbacanggih saat ini. Tidak hanya menggunakan…

Minggu, 10 Juni 2018 12:19
Kisah Kautsar si Pencinta Kura-Kura

Dari Hobi Jadi Bisnis

SEJAK 2012 Kautsar Eka Wardhana mulai mengoleksi kura-kura. Sebab, dia memang menyukai hewan bercangkang…

Minggu, 10 Juni 2018 12:18

Begini Cara Tepat Merawat Kura-Kura Air

MEMELIHARA sekaligus berternak kura-kura memerlukan perawatan yang tepat. Menurut Kautsar Eka Wardhana,…

Minggu, 10 Juni 2018 12:17

Pelihara Ratusan Kura-Kura, Digigit Sampai Berdarah

MEMELIHARA kura-kura merupakan hal yang menyenangkan bagi Kautsar Eka Wardhana. Sejak 2012, pria yang…

Minggu, 10 Juni 2018 05:29

Lapangan Pekerjaan untuk Masyarakat Bayur

SHEILA Achmad memilih bekerja di lapangan daripada memerhatikan usaha yang dikelolanya di balik meja.…

Minggu, 03 Juni 2018 10:40

Desain Pakaian, Dipesan Hingga Luar Daerah

DENGAN tatapan serius, tangan Muhammad Gusti Fahrizal mengayunkan pena. Garis demi garis tercoret pada…

Minggu, 03 Juni 2018 10:39

Desainer Serba Bisa

PENDIDIKAN tinggi tak membuat Muhammad Gusti Fahrizal tergiur untuk jadi pegawai. Padahal orangtua menginginkannya…

Minggu, 03 Juni 2018 10:33

Rumah Literasi Wadah Berbagi Informasi

SEJAK 2016 membangun komunitas Literasi Papadah, Mahmuddin Bashar dan kawan-kawannya mendapatkan beragam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .