MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 15 Oktober 2017 10:55
Anti-sikap Malas

Rahasia Tubuh Kuat ala Militer

MODAL KUAT: Dalam seminggu, latih tubuh dengan aerobik sejauh 3,2km, lari 30 menit dan senam kesegaran jasmani agar tubuh kuat setara TNI.

PROKAL.CO, TUBUH tegap, bugar, dan penuh wibawa tentu jadi harapan pria. Salah satu profesi yang nyaris seluruh anggotanya memiliki kriteria tersebut adalah personel Tentara Negara Indonesia (TNI). Bukan hanya bertubuh ideal saja, stamina kuda juga mereka miliki agar kuat menjaga negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Kapten Infanteri Sutikno, kepala Jasmani Komando Resor Militer (kajasrem) 091 Aji Suryanata Kesuma mengatakan, usaha paling utama agar memiliki tubuh ala prajurit TNI adalah kesadaran individu. Dengan kesadaran akan tubuh yang prima, otomatis kesehatan fisik menjadi kebutuhan. Tetapi bila rasa malas menghampiri, dibutuhkan ketegasan untuk memaksa seseorang memiliki pola hidup sehat. “Terus dipaksa hingga akhirnya terbiasa menjalani pola hidup sehat,” katanya saat ditemui Maskulin di Detasemen Perhubungan Korem (Denhubrem) 091 Aji Suryanata Kesuma, Jalan Awang Long, Samarinda.

Dia mengatakan, terdapat standar agar memenuhi kualifikasi fisik kuat. Postur tubuh ideal, atau minimal tidak sampai kelebihan berat merupakan persyaratannya. Dalam masa pembinaan, seorang tentara akan melakukan pola latihan tiga kali seminggu. “Terdiri dari latihan aerobik, ketahanan, dan senam kesegaran jasmani,” sebutnya.

Di hari Selasa, tentara akan berlari aerobik perorangan sejauh 3,2 kilometer (km) dengan waktu yang ditentukan berdasarkan kategori umur. Untuk kategori pertama berusia 18–21 tahun, kategori dua 22–25 tahun dan seterusnya dalam kelipatan empat tahun hingga kategori 10. Idealnya, kategori pertama mampu berlari dengan catatan waktu paling lambat 16 menit 48 detik. “Sementara nilai sempurna harus di bawah 10 menit 57 detik,” sebut Sutikno.

Selanjutnya, di hari Kamis selama masa pembinaan, olah fisik dilakukan dalam durasi 30 menit sesuai ketahanan masing-masing orang, lalu Jumat melakukan senam kesegaran jasmani dan dilanjutkan latihan olahraga umum seperti tenis, voli dan futsal. “Namun untuk mempertahankan tubuh tentu tidak cukup itu saja, harus rutin latihan di luar kewajiban seperti olahraga bersama teman atau keluarga,” sarannya.

Selanjutnya, setiap enam bulan sekali setiap prajurit perlu melakukan latihan tes samapta B untuk memastikan kesiapan prajurit, meski negara dalam kondisi aman. Terdapat empat tes yang wajib dilakukan, yaitu melakukan pull up, sit up dan push up masing-masing selama 1 menit dan dilanjutkan shuttle run mengelilingi dua tongkat berjarak 10 meter dengan membentuk angka delapan sebanyak tiga putaran. “Setiap kategori umur memiliki target yang berbeda-beda,” jelasnya.

Bagi pemula yang jarang berolahraga, Sutikno menyarankan untuk melakukan pola latihan tersebut setiap hari selama dua bulan dengan diimbangi makan teratur dan istirahat cukup. Dia mengatakan, meskipun di awal akan terasa kaku, namun ketika dilanjutkan otot akan terbiasa dan tubuh akan kuat layaknya personel TNI. “Setelah terbiasa, pasti tubuh pasti lebih kuat,” tutupnya. (*/kuh/ypl/k9)


BACA JUGA

Minggu, 12 November 2017 12:05

Merdeka dan Biola

“Aku harus ikut berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini dengan lagu dan biolaku. Untuk itu, aku…

Minggu, 12 November 2017 12:04

Kisah Jenaka dari Negeri Kematian

BAGAIMANA rasanya jika Anda tanpa sengaja masuk ke dalam dunia kematian. Dan menjadi satu-satunya orang…

Minggu, 12 November 2017 12:03

Mencari Arti Kebebasan

SUTRADARA Upi kembali membesut film remaja. Berbeda dengan dua film sebelumnya, Realita Cinta dan Rock…

Minggu, 12 November 2017 12:02

Dewa Petir Bikin Ketir

INDONESIA mendapat jatah pemutaran Thor: Ragnarok sepekan lebih awal dari Amerika Serikat (AS) tepatnya…

Minggu, 12 November 2017 11:45

Beda Tangan, Beda Kenikmatan

TANGAN kanan Doni Rachmad Nor meraih toples bertulis malabar red honey. Dia takar, pas 15 gram ke dalam…

Minggu, 12 November 2017 11:44

Minum Empat Kali Sehari

TIDAK puas tiga minggu belajar kopi di Bali, Dwi Setyono menyeberang ke Pulau Jawa. Pusat Penelitian…

Minggu, 12 November 2017 11:42

Berbagi Kisah dengan Kopi

PENCANDU kopi Kota Minyak tergabung dalam Unity Coffee-Licious & Enthusiastic of Balikpapan (Uncle-B).…

Minggu, 12 November 2017 11:39

Jika Abadi Jangan Asal Pilih

MENATO tubuh jadi bagian dari sejarah peradaban manusia. Tercatat, kegiatan menato tubuh sudah hadir…

Minggu, 12 November 2017 11:38

Restu Membawa Untung

“Boleh jadi apa saja, yang penting enggak jahat sama orang lain.” KUKUH KURNIAWAN, Samarinda…

Minggu, 12 November 2017 11:37

Pikirkan Matang sebelum Nyawa Melayang

JIKA ingin ditato, harus kuat menahan rasa sakit. Sebab, jarum akan terus menusuk kulit lebih dari satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .