MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Minggu, 15 Oktober 2017 10:25
Bayar Gedung Pakai Dana Pribadi

BPBD Ngos-ngosan Imbas Minim Anggaran

HARUS BERHEMAT: Bantuan dan tindakan kepada bencana kebakaran jadi salah satu tanggung jawab BPBD Samarinda. Hanya, tugas itu tak optimal karena minimnya anggaran yang tersedia.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Paling depan untuk urusan penanggulangan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) paling belakang untuk urusan alokasi anggaran. Dari APBD Murni 2017, mereka hanya mendapat asupan Rp 500 juta.

Hingga kini, anggaran tersebut sudah terserap hingga 60 persen. Kepala BPBD Samarinda Endang Liansyah tidak ingat angka pastinya. “Yang jelas itu sudah termasuk biaya perjalanan dinas, keperluan rapat, dan pemenuhan ATK (alat tulis kantor),” jelas dia kemarin. Anggaran segitu bahkan tak cukup untuk menyokong operasional sekretariat. Selama ini, kantor beroperasi dengan talangan dana pribadi. Jangan harap mereka bisa membantu ketika ada bencana.

Idealnya, lanjut dia, untuk setahun membutuhkan Rp 10 miliar. “Ada dana tanggap darurat, tapi tidak semua bencana masuk dalam tanggap darurat, karena ada prosedurnya dan harus atas persetujuan wali kota,” tutur dia.

Hingga kini, dana tanggap darurat yang sudah dipakai senilai Rp 1,3 miliar. Dana itu terserap ke anggaran seperti banjir dan kebakaran. Dana tersebut kini dititipkan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda.

Meski begitu, mereka tidak berdiam diri. Mereka mengawal rancangan peraturan daerah (raperda) BPBD yang kini masih digodok oleh DPRD Samarinda. Lewat regulasi itu, Endang berharap alokasi anggaran pada masa mendatang bisa bertambah. Pasalnya, raperda tersebut bentuk dukungan pembentukan bidang baru di tubuh BPBD. Bidang baru, alokasi anggaran bertambah. “Semoga disetujui. Nama bidangnya pusdalop (pusat pengendali operasional),” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pusdalop nantinya akan standby selama 24 jam untuk memonitor dan melaporkan kejadian beserta lokasinya, aktual. “Berupa sistem elektronik,” beber Endang menjelaskan mekanisme kerja bidang tersebut.

Sementara itu, untuk APBD perubahan, dia telah mengajukan dana operasional Rp 25 juta untuk dua bulan. “Semoga cukup dan disetujui. Untuk mengatasi kegiatan di luar tanggap darurat, seperti longsor satu rumah dan kebakaran yang tidak merusak banyak bangunan,” pungkasnya. (*/dq/ndy/k9)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 20:48
BPTP Kaltim Gelar Rakorda Upsus Pajale se-Kaltim

YAKIN..!! Kekurangan Luas Tambah Tanam 9 Ribu Hektar Lahan Bisa Teratasi

SAMARINDA – Pemenuhan kebutuhan pangan di Benua Etam menjadi atensi bagi pemerintah daerah. Balai…

Kamis, 22 Februari 2018 10:10

Pematangan Lahan Jadi Modus

LEBIH dari separuh wilayah Kota Tepian sudah berubah menjadi area pertambangan. Bisnis perumahan jadi…

Kamis, 22 Februari 2018 10:10

PARAH INI..!! Ada Batu Baranya, Kuburan Dikeruk Oknum Polisi

SAMARINDA – Aktivitas penambangan batu bara secara sembunyi-sembunyi alias ilegal, seolah tak…

Kamis, 22 Februari 2018 10:09

MENGENAL CARA KERJA REPORTER

Puluhan murid TK Islam Ruhamaa Samarinda antusias mengunjungi redaksi Kaltim Post di Jalan Untung Suropati…

Kamis, 22 Februari 2018 10:08

Fasilitas Citra Niaga Akan Ditingkatkan

SAMARINDA – Citra Niaga telah tertinggal jauh dari pusat perbelanjaan modern. Pemkot Samarinda…

Kamis, 22 Februari 2018 10:07

Pemkot Diminta Seriusi Relokasi Warga SKM

SAMARINDA –Tertundanya relokasi warga di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) ke Handil Kopi jadi…

Rabu, 21 Februari 2018 10:37

Unsur Kelalaian Belum Ditemukan

SAMARINDA – Keberadaan pelindung tiang utama jembatan sangat diperlukan. Tujuannya agar kapal-kapal…

Rabu, 21 Februari 2018 10:36

WASPADA..!! Jalan AW Sjahranie Rawan Kriminal

SAMARINDA - Kriminalitas di ibu kota Kaltim bisa dibilang memprihatinkan. Terutama di ruas Jalan AW…

Rabu, 21 Februari 2018 10:36

Lima Tempat Dilarang Pasang Algaka

SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda kembali menggelar rapat koordinasi dengan Polresta,…

Rabu, 21 Februari 2018 10:35

Manusia Harus Sadar, Hutan Itu Penting

Proses hukum atas kematian orangutan di Taman Nasional Kutai (TNK) telah berjalan setengah bulan. Empat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .