MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Kamis, 12 Oktober 2017 14:23
Fadli Zon: Masyarakat Ingin Presiden Diganti

PROKAL.CO, Hasil survei sejumlah lembaga yang menempatkan elektabilitas Presiden Joko Widodo lebih tinggi dari Prabowo Subianto tak membuat Wakil Ketua DPP Gerindra Fadli Zon ciut. Menurut dia, itu wajar saja terjadi karena Jokowi setiap hari seperti kampanye dengan meresmikan proyek-proyek pemerintah dan lainnya. 

“Ya wajarlah, kan setiap hari Pak Jokowi seperti kampanye meresmikan ini, itu. Ya wajar,” kata Fadli di gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/10). 

Namun, kata Fadli, yang jadi masalah adalah ketika Jokowi sudah berkuasa dan memiliki panggung, elektabilitasnya tidak lebih dari 40 persen.  Fadli menegaskan, hal itu menunjukkan sebagian besar  atau 60 persen rakyat Indonesia menginginkan pemimpin baru. 

“Kalau petahana di bawah 40 persen elektabilitasnya berarti lebih dari 60 persen rakyat Indonesia menginginkan pemimpin baru.  Nggak  perlu pintar-pintar amat melihat logika itu,”  ujar wakil ketua DPR ini. 

Dia pun heran terhadap survei yang menempatkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah masih tinggi. Padahal, banyak fakta menyatakan bahwa daya beli masyarakat turun. 

“Ya kita harus melihat pertanyaan survei seperti apa. Jangan-jangan salah survei begitu loh,” ungkapnya. 

Fadli mengaku sudah turun ke lapangan dan melihat kondisi kehidupan masyarakag kelas menengah ke bawah maupun atas. Saat ini, masyarakat merasakan perekonomian yang merosot.

“Bukan meroket kemudian terjadi pelambatan atau stagnan. Kalau ekonomi mengalami stagnan, ini akan berbahaya,” katanya.

Menurut Fadli, bisa jadi memang ada shifting atau perpindahan pola konsumsi dari konvensional ke online. Namun, katanya, jumlahnya terlalu kecil. 

Yang jelas, kata dia, ekonomi sekarang sudah mengarah pada kondisi stagnan. Kemampuan membeli melemah, kesenjangan semakin meningkat.

“Hanya sedikit orang yang menikmati kue pembangunan. Ini menurut saya menjadi alarm kepada pemerintah,” tegasnya. (boy/jpnn)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 09:12

Akumindo Belum Paham

JAKARTA – Pemerintah berencana menyinergikan ritel modern dengan warung tradisional. Itu menarik…

Rabu, 22 November 2017 09:11

Khofifah Belum Mengundurkan Diri

JAKARTA - Nama Khofifah Indar Parawansa makin mantap mewarnai bursa Pilgub Jatim. Namun, dia belum mundur…

Rabu, 22 November 2017 09:10

Cinlok, Kakek-Kakek Nikahi Gadis 17 Tahun

 Lahir, mati, jodoh dan rezeki sudah ada yang mengatur. Nah, jikalau soal jodoh, tentu juga hanya…

Rabu, 22 November 2017 09:10

Pengacara Novanto Terancam Pidana

JAKARTA - Pakar hukum pidana Yenti Garnasih angkat bicara terkait langkah Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi…

Selasa, 21 November 2017 12:44

Giliran Istri Novanto ‘Digarap’ KPK

Sehari setelah penahanan Ketua DPR Setya Novanto, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa istri…

Selasa, 21 November 2017 08:31

Nomor Ponsel Tak Sesuai NIK, Bisa Minta Blokir

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) menyerahkan fitur pengecekan nomor induk…

Selasa, 21 November 2017 08:31

TNI-Polri Siap Habiskan KKSB

JAKARTA – Evakuasi warga dua desa yang terisolasi, Kimbely dan Banti, akhirnya selesai. Satgas…

Selasa, 21 November 2017 08:30

Jajaki Pabrik Olah Air Laut Jadi Garam

JAKARTA – Produksi garam nasional digenjot. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menargetkan…

Senin, 20 November 2017 17:58

Mantap! Tunjangan Pengawas Sekolah Dinaikkan

Selama ini karena alasan rendahnya tunjangan pengawas, banyak kepala sekolah maupun guru enggan…

Senin, 20 November 2017 17:55

Sinyal IDI Bikin Setnov Ditahan

Sempat dikritik karena terkesan ragu-ragu dan tak berani, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .