MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 12 Oktober 2017 09:37
Bakal Calon Berebut Hati DPP

Gerindra Tunggu Pusat, PDIP Klaim Proses Lobi

Rita Widyasari

PROKAL.CO, SAMARINDA – Setelah Rita Widyasari terjerat kasus dugaan suap dan gratifikasi, dinamika politik mutakhir jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 kian sulit diprediksi. Diketahui, sebelum terjerat kasus, Rita sudah mengamankan rekomendasi bakal calon gubernur (cagub) dari Partai Golkar.

Sementara itu, di luar Golkar, hingga kini belum ada satu pun partai yang sudah mengeluarkan rekomendasi figur yang diusung. Sederet nama yang selama ini meramaikan bursa kandidat, selain Rita, masih berupaya mengambil hati DPP agar bisa menggunakan perahu dalam pertarungan kursi KT I. Bagaimanapun, keputusan akhir penetapan pengusungan ada di tangan orang Jakarta. Seperti PDI Perjuangan Kaltim, pemilik kursi terbanyak kedua di DPRD Kaltim itu belum juga mengumumkan jagoan yang diusung.

“Iya, kan Anda tahu semua gong di DPP. Kami sih berharap yang diusung adalah yang terbaik untuk memimpin Kaltim,” ujar Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Kaltim Veridiana Huraq Wang, kemarin (11/10).

Dia mengatakan, berusaha ada kader yang diikutsertakan menjadi bakal calon yang diusung. Mengenai hasil survei terakhir DPD, antara kader dan nonkader yang melamar, figur dari luar PDI Perjuangan yang menempati posisi puncak. “Hasil survei tidak serta-merta menjadi patokan kemenangan. Di tempat lain banyak kader justru survei rendah bisa menang pas pemilihan,” ucapnya.

Pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi dinilainya masih sebatas silaturahmi. Ketika hitam di atas putih telah diperlihatkan ke khalayak, baru bisa dipercaya. “Wajar saja, siapa mengklaim siapa. Dalam dunia politik wajar saja agar diketahui khalayak bahwa mereka ada keinginan maju,” sebutnya.

Demikian juga, terang dia, dengan pasangan Syaharie Jaang dan Rizal Effendi. Disebut-sebut pasangan tersebut didukung koalisi Demokrat-PKB-PPP. Sampai hari ini, tegas dia, belum ada partai yang sudah menerbitkan SK pengusungan. “Mungkin masih lobi partai. Kan PDI Perjuangan masih kurang satu kursi, perlu koalisi,” terangnya

Nah, di DPRD Kaltim tak ada partai yang cuma memiliki satu kursi. Minimal dua kursi, yakni Partai NasDem. “Untuk mempertemukan itu, perlu lobi-lobi di tingkat pusat. Jadi, bukan karena DPP susah mengeluarkan rekomendasi, tapi proses lobi,” tegasnya kembali.

Itu sekaligus menepis bukan karena keinginan kuat mendorong kader. Menurut dia, DPP juga pasti realistis sebelum menentukan nama yang diusung. Mulai kompetensi dan peluang untuk menang, pasti diperhitungkan. “Peluang untuk menang itu kan sudah termasuk elektabilitas dan kualitas,” ucap dia.

Semasa penjaringan dan penyaringan, total 11 pendaftar bakal cagub dan calon wakil gubernur. Apakah sekarang jumlahnya sudah mengerucut? Lagi-lagi, dia mengatakan, persoalan itu bukan hak DPD. Namun, faktanya, hari ini sudah mengerucut dengan sendirinya. “Seperti Jaang dan Rizal yang mendaftar ke kami. Mereka sudah membentuk poros, tapi belum resmi. Pak Isran juga mendaftar. Kalau sudah seperti itu kan kami belum tentu menjatuhkan pilihan ke mereka,” tuturnya.

Sekretaris DPD Gerindra Kaltim Sutrisno Thoha mengemukakan, belum mengetahui waktu DPP mengumumkan nama bakal cagub yang diusung. Sejauh ini, juga belum ada partai lain yang mengeluarkan rekomendasi. “Sekarang masih dinamis. Menunggu saja. Itu hak DPP,” katanya.

Gerindra menjadi salah satu partai yang tidak membuka pendaftaran bakal cagub dan cawagub. Dalam hasil rapat pimpinan daerah se-Kaltim partai berlambang kepala garuda, di Balikpapan, beberapa bulan lalu, sepakat mendukung Yusran sebagai bakal cagub, namun belum mendapat restu pengurus pusat. “Insyaallah dalam waktu dekat kembali survei. Akhir Oktober atau awal November ini,” paparnya.

Bila PDI Perjuangan dan Gerindra masih samar dalam memberi dukungan, PKB justru sudah memplenokan pasangan Jaang-Rizal untuk diusung. “Tinggal dibawa ke Jakarta,” kata Syafruddin, ketua DPW PKB Kaltim.

Selama tak ada kejadian luar biasa, terang dia, usulan dari daerah itu yang menjadi keputusan DPP. Target paling lama, akhir Oktober rekomendasi tersebut sudah keluar.

“Sudah sepakat PKB-PPP. Ke mana PPP, ke situ PKB. Begitu juga sebaliknya. Itu yang membuat super-optimistis Jaang-Rizal mendapat perahu minimalis (12 kursi),” ucap dia.

Meski demikian, menjadi harapan PKB agar terbangun koalisi besar. Ada tambahan selain Demokrat, PKB, dan PPP. Dengan sokongan partai lain semakin memperkuat.

Diketahui, setelah keputusan urung melakukan praperadilan, spekulasi bahwa Rita Widyasari tak akan maju dalam Pilgub Kaltim 2018 mencuat. Meski demikian, DPD Golkar Kaltim masih kukuh dan menunggu keputusan resmi dari bupati Kukar dua periode itu.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Harian DPD Golkar Kaltim Makmur HAPK. Sikap loyal terhadap Rita, terang Makmur, lantaran mereka masih memegang praduga tak bersalah. “Jadi atau tidak Ibu Rita mengajukan praperadilan, beliau tetap ketua DPD Golkar Kaltim,” terangnya, diberitakan kemarin (10/10). Selain belum ada penunjukan pelaksana tugas (plt) ketua Golkar Kaltim, Rita juga masih menjadi bakal calon gubernur yang diusung Golkar.

Toh, lanjut dia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim tidak mempermasalahkan status tersebut. “Sekarang kami menunggu pandangan beliau mengenai kasus ini,” terangnya. Biasanya bila ada kasus seperti ini, DPP yang akan berkomunikasi langsung dengan perempuan yang akrab disapa Bunda tersebut. “Mekanismenya seperti itu,” ujarnya.

Mengapa bukan DPD yang berkomunikasi dengan DPP? Mengenai masalah ini, Makmur menjelaskan, kembali ke poin bahwa Rita masih ketua Golkar Kaltim. “Jadi, kami mesti menghormatinya,” tuturnya. Selain itu, tak ada kewenangan untuk melapor ke DPP. “Kami tunggu saja keputusannya. Pasti DPP dan Bunda (Rita) akan berkomunikasi dengan baik,” jelasnya. (ril/far/k8)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 09:56

Golkar Kaltim Masih Menimbang

SAMARINDA – Rumor Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) DPP Golkar setelah penahanan sang…

Rabu, 22 November 2017 09:47

Merpati Pengantar Narkoba

BERABAD-abad silam, hingga 1940-an, merpati merupakan hewan paling berjasa dalam jalur komunikasi warga.…

Selasa, 21 November 2017 09:28

Banjir Harapan dari Penanganan Banjir

Tujuh belas proyek penanganan banjir dikerjakan dalam waktu hampir bersamaan. Akibatnya, warga menghadapi…

Selasa, 21 November 2017 09:24

Menumpuk karena Anggaran Lambat

BERBAGAI cara diambil pemerintah untuk menangani banjir. Tiga belas proyek pembangunan drainase disiapkan…

Selasa, 21 November 2017 09:23

Polisi Tunggu Petunjuk Ahli

TENGGARONG – Insiden tenggelamnya operator ekskavator di lubang galian tambang di konsesi PT Mega…

Selasa, 21 November 2017 09:20

Belum Banyak Dermaga, Suatu Saat Bisa Berbelanja di Sogo

Samarinda punya bengawan yang sangat menawan. Potensi besar menyedot wisatawan di perairan Sungai Mahakam.  …

Selasa, 21 November 2017 09:17

Suami Terlalu Perkasa, Istri Menyerah

BANGUN pagi seperti menjadi kebiasaan yang sulit bagi Bedu–nama samaran. Sementara Karin–juga…

Senin, 20 November 2017 09:12

Operator Tenggelam di Lubang Tambang

TENGGARONG – Kecelakaan kerja lagi-lagi terjadi di area pertambangan batu bara di Kutai Kartanegara…

Senin, 20 November 2017 09:08

Buka Rute Bergantung Daya Tarik Kota

SAMARINDA – Pengembangan rute internasional di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan…

Senin, 20 November 2017 09:07

Gagal Melobi Jokowi

PENAHANAN yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi akhir “pelarian” Ketua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .