MANAGED BY:
SENIN
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 12 Oktober 2017 09:37
Bakal Calon Berebut Hati DPP

Gerindra Tunggu Pusat, PDIP Klaim Proses Lobi

Rita Widyasari

PROKAL.CO, SAMARINDA – Setelah Rita Widyasari terjerat kasus dugaan suap dan gratifikasi, dinamika politik mutakhir jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 kian sulit diprediksi. Diketahui, sebelum terjerat kasus, Rita sudah mengamankan rekomendasi bakal calon gubernur (cagub) dari Partai Golkar.

Sementara itu, di luar Golkar, hingga kini belum ada satu pun partai yang sudah mengeluarkan rekomendasi figur yang diusung. Sederet nama yang selama ini meramaikan bursa kandidat, selain Rita, masih berupaya mengambil hati DPP agar bisa menggunakan perahu dalam pertarungan kursi KT I. Bagaimanapun, keputusan akhir penetapan pengusungan ada di tangan orang Jakarta. Seperti PDI Perjuangan Kaltim, pemilik kursi terbanyak kedua di DPRD Kaltim itu belum juga mengumumkan jagoan yang diusung.

“Iya, kan Anda tahu semua gong di DPP. Kami sih berharap yang diusung adalah yang terbaik untuk memimpin Kaltim,” ujar Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Kaltim Veridiana Huraq Wang, kemarin (11/10).

Dia mengatakan, berusaha ada kader yang diikutsertakan menjadi bakal calon yang diusung. Mengenai hasil survei terakhir DPD, antara kader dan nonkader yang melamar, figur dari luar PDI Perjuangan yang menempati posisi puncak. “Hasil survei tidak serta-merta menjadi patokan kemenangan. Di tempat lain banyak kader justru survei rendah bisa menang pas pemilihan,” ucapnya.

Pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi dinilainya masih sebatas silaturahmi. Ketika hitam di atas putih telah diperlihatkan ke khalayak, baru bisa dipercaya. “Wajar saja, siapa mengklaim siapa. Dalam dunia politik wajar saja agar diketahui khalayak bahwa mereka ada keinginan maju,” sebutnya.

Demikian juga, terang dia, dengan pasangan Syaharie Jaang dan Rizal Effendi. Disebut-sebut pasangan tersebut didukung koalisi Demokrat-PKB-PPP. Sampai hari ini, tegas dia, belum ada partai yang sudah menerbitkan SK pengusungan. “Mungkin masih lobi partai. Kan PDI Perjuangan masih kurang satu kursi, perlu koalisi,” terangnya

Nah, di DPRD Kaltim tak ada partai yang cuma memiliki satu kursi. Minimal dua kursi, yakni Partai NasDem. “Untuk mempertemukan itu, perlu lobi-lobi di tingkat pusat. Jadi, bukan karena DPP susah mengeluarkan rekomendasi, tapi proses lobi,” tegasnya kembali.

Itu sekaligus menepis bukan karena keinginan kuat mendorong kader. Menurut dia, DPP juga pasti realistis sebelum menentukan nama yang diusung. Mulai kompetensi dan peluang untuk menang, pasti diperhitungkan. “Peluang untuk menang itu kan sudah termasuk elektabilitas dan kualitas,” ucap dia.

Semasa penjaringan dan penyaringan, total 11 pendaftar bakal cagub dan calon wakil gubernur. Apakah sekarang jumlahnya sudah mengerucut? Lagi-lagi, dia mengatakan, persoalan itu bukan hak DPD. Namun, faktanya, hari ini sudah mengerucut dengan sendirinya. “Seperti Jaang dan Rizal yang mendaftar ke kami. Mereka sudah membentuk poros, tapi belum resmi. Pak Isran juga mendaftar. Kalau sudah seperti itu kan kami belum tentu menjatuhkan pilihan ke mereka,” tuturnya.

Sekretaris DPD Gerindra Kaltim Sutrisno Thoha mengemukakan, belum mengetahui waktu DPP mengumumkan nama bakal cagub yang diusung. Sejauh ini, juga belum ada partai lain yang mengeluarkan rekomendasi. “Sekarang masih dinamis. Menunggu saja. Itu hak DPP,” katanya.

Gerindra menjadi salah satu partai yang tidak membuka pendaftaran bakal cagub dan cawagub. Dalam hasil rapat pimpinan daerah se-Kaltim partai berlambang kepala garuda, di Balikpapan, beberapa bulan lalu, sepakat mendukung Yusran sebagai bakal cagub, namun belum mendapat restu pengurus pusat. “Insyaallah dalam waktu dekat kembali survei. Akhir Oktober atau awal November ini,” paparnya.

Bila PDI Perjuangan dan Gerindra masih samar dalam memberi dukungan, PKB justru sudah memplenokan pasangan Jaang-Rizal untuk diusung. “Tinggal dibawa ke Jakarta,” kata Syafruddin, ketua DPW PKB Kaltim.

Selama tak ada kejadian luar biasa, terang dia, usulan dari daerah itu yang menjadi keputusan DPP. Target paling lama, akhir Oktober rekomendasi tersebut sudah keluar.

“Sudah sepakat PKB-PPP. Ke mana PPP, ke situ PKB. Begitu juga sebaliknya. Itu yang membuat super-optimistis Jaang-Rizal mendapat perahu minimalis (12 kursi),” ucap dia.

Meski demikian, menjadi harapan PKB agar terbangun koalisi besar. Ada tambahan selain Demokrat, PKB, dan PPP. Dengan sokongan partai lain semakin memperkuat.

Diketahui, setelah keputusan urung melakukan praperadilan, spekulasi bahwa Rita Widyasari tak akan maju dalam Pilgub Kaltim 2018 mencuat. Meski demikian, DPD Golkar Kaltim masih kukuh dan menunggu keputusan resmi dari bupati Kukar dua periode itu.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Harian DPD Golkar Kaltim Makmur HAPK. Sikap loyal terhadap Rita, terang Makmur, lantaran mereka masih memegang praduga tak bersalah. “Jadi atau tidak Ibu Rita mengajukan praperadilan, beliau tetap ketua DPD Golkar Kaltim,” terangnya, diberitakan kemarin (10/10). Selain belum ada penunjukan pelaksana tugas (plt) ketua Golkar Kaltim, Rita juga masih menjadi bakal calon gubernur yang diusung Golkar.

Toh, lanjut dia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim tidak mempermasalahkan status tersebut. “Sekarang kami menunggu pandangan beliau mengenai kasus ini,” terangnya. Biasanya bila ada kasus seperti ini, DPP yang akan berkomunikasi langsung dengan perempuan yang akrab disapa Bunda tersebut. “Mekanismenya seperti itu,” ujarnya.

Mengapa bukan DPD yang berkomunikasi dengan DPP? Mengenai masalah ini, Makmur menjelaskan, kembali ke poin bahwa Rita masih ketua Golkar Kaltim. “Jadi, kami mesti menghormatinya,” tuturnya. Selain itu, tak ada kewenangan untuk melapor ke DPP. “Kami tunggu saja keputusannya. Pasti DPP dan Bunda (Rita) akan berkomunikasi dengan baik,” jelasnya. (ril/far/k8)


BACA JUGA

Minggu, 18 Februari 2018 09:01

KEJI..!! Mereka Ini Membabi Buta Tembaki Orangutan

SANGATTA – Pelaku penembakan orangutan di Taman Nasional Kutai (TNK), Desa Teluk Pandan, Kecamatan…

Minggu, 18 Februari 2018 08:57

Dilarang Terima Konsumen Baru

BALIKPAPAN – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim mengambil sikap kepada…

Minggu, 18 Februari 2018 08:53

Menambang Ilegal di Konsesi PKP2B

SAMARINDA – Penambangan batu bara ilegal sepertinya sulit dicegah. Di Samarinda, aktivitas terlarang…

Minggu, 18 Februari 2018 08:52

Cari yang Langka karena Spesialis Bedah Sudah Banyak

Tak hanya langka dalam spesialisasi, Achmad Arifin tergolong langka dari dokter kebanyakan untuk urusan…

Minggu, 18 Februari 2018 08:49

Dibekukan, Albothyl Masih Beredar

SERIAWAN memang terasa menyiksa. Albothyl, jadi salah satu obat yang dipilih masyarakat untuk menyembuhkannya.…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:18
NANAS BERUJUNG BERINGAS

Tembak Orangutan, Satu Keluarga Tersangka

Penembakan orangutan di Taman Nasional Kutai (TNK) berhasil diungkap tim gabungan Polres Kutim dan Polda…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:02

Berkebun di TNK, Sanksinya Pidana

Tangan perambah mencengkeram Taman Nasional Kutai (TNK). Kadang berlindung di balik upaya bertahan hidup.…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:01

TNK, Antara Konservasi dan Eksploitasi

Fauna TNK memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Baik tingkat genetik, spesies, maupun ekosistem.Terdapat…

Sabtu, 17 Februari 2018 07:48

Pukulan Telak Upaya Konservasi

TAHUN  2018 baru start. Dan Kalimantan memberikan dua pukulan telak terhadap upaya konservasi orangutan.…

Sabtu, 17 Februari 2018 07:38
Masalah di TNK, Bukan Persoalan Kemarin Sore

Tak Satu Visi, Ada yang Punya Kepentingan

DITEMUKANNYA  orangutan dengan 130 peluru bersarang di tubuhnya menambah daftar problematika di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .