MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Rabu, 11 Oktober 2017 08:23
Perokok Makin Muda, Berhenti Cukup dengan Teknik Pernapasan

Dari Seminar Upaya Berhenti Merokok di Kota Tepian

LAWAN KECANDUAN: Psikiater RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda dr Yenny Abdullah SpKJ saat mengisi seminar Upaya Berhenti Merokok di Plaza Mulia, Jalan Bhayangkara, kemarin.(fatzerin/kp)

PROKAL.CO, Lebih dari sepertiga atau 36,3 persen penduduk Indonesia saat ini menjadi perokok. Bahkan, 20 persen remaja usia 13-15 tahun sudah mengisap rokok dengan lancar.

ROESITA IKA WINARTI, Samarinda

UPAYA berhenti merokok jadi bahasan khusus dalam kegiatan Hari Kesehatan Mental Dunia di Kota Tepian. Hadir sebagai pembicara, yakni dr Yenny Abdullah SpKJ, psikiater dari Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSKD) Atma Husada Mahakam Samarinda. Serta Yulia Wahyu Ningrum, psikolog klinis dari Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi) Kaltim.

Dalam paparannya, Yenny mengatakan jumlah perokok anak kurang dari 10 tahun berjumlah 239 ribu orang. Dia mengambil data dari Komnas Perlindungan Anak (PA), pada 2008-2012. Parahnya, perokok anak-anak ini menghabiskan rata-rata 40 batang rokok per hari. Mulanya, anak atau remaja mencoba merokok agar terlihat dewasa. Sebagian besar juga mengikuti teman.

”Sementara untuk orang dewasa, mereka merokok karena berbagai hal. Termasuk alasan psikologis,” ucapnya. Yenny menjelaskan ada beberapa aspek yang memengaruhi seseorang kesulitan berhenti merokok. Adiksi atau sifat ketagihan dari nikotin pada rokok membuat perokok sulit untuk berhenti. Nikotin yang masuk ke tubuh mampu membuat otak melepas dopamin, atau hormon yang membuat seseorang merasa nyaman dan rileks.

Semakin lama, otak semakin membutuhkan dosis nikotin yang lebih banyak dalam melepaskan hormon dopamin sehingga berefek candu. Selain itu, efek fisiologis seorang perokok yang membuatnya memiliki "kelebihan" tertentu saat merokok juga memengaruhi. ”Nikotin melepaskan beberapa neurotransmitter. Contohnya menambah nafsu makan, melepas stres, daya pikir yang lebih tinggi, fisiologisnya seperti itu," kata dia.

Lalu, ketika seseorang berhenti merokok, beberapa aspek tersebut menjadi kebalikannya. Dan membuat tidak nyaman yang disebut gejala putus nikotin. Faktor lingkungan juga disebut memiliki peran dalam usaha seseorang yang ingin berhenti merokok. Berada di lingkungan teman, pekerjaan, atau keluarga yang banyak mengonsumsi rokok akan membuat seseorang tidak lepas dari rokok.

Sementara itu, Yulia menjelaskan ada beberapa cara untuk berhenti merokok. Pertama, dengan berhenti seketika. Tentu membutuhkan niat dan tekat yang kuat. ”Metode berhenti merokok lainnya berupa penundaan. Misal merokok pada pukul 09.00 di pagi hari. Lalu, merokok lagi dua jam berikutnya. Setelah terbiasa, tambah jeda waktunya,” kata dia.

Perokok harus berlatih untuk bernapas tanpa rokok. Hentikan sejenak kegiatan sekadar untuk rileks dari ketergesaan. Lalu, bernapas dengan sadar dan sengaja. Hirup napas, kata dia, dengan sangat lembut dan rasakan masuk ke tubuh. Kemudian embuskan dengan perlahan dan lega. Cara ini bisa dilakukan selama beberapa menit.

”Inilah rahasia mengapa rokok itu bisa kita nikmati. Bukan karena rokoknya, melainkan karena kita bernapas secara sadar dan sengaja,” kata dia. (riz/k15)


BACA JUGA

Kamis, 12 Oktober 2017 08:26

Ketika Air Laut Kelewat Dipercaya Memupus Haus

Kekuasaan itu seperti air laut. Makin diminum, makin bikin haus. Haus dan air laut yang luput kendali…

Selasa, 10 Oktober 2017 08:16

Pesona Itu Bernama Lettu Burai Enggang

Dalam HUT ke-40 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 2017, busana khas Dayak menyihir pengunjung. BUSANA…

Senin, 09 Oktober 2017 08:23

Baru Empat Bulan, Tak Punya Pembina, Bersiap Penghijauan Massal

Sudah saatnya yang muda menularkan semangat menjaga keasrian lingkungan. Seperti yang dilakukan sekelompok…

Sabtu, 07 Oktober 2017 02:20

Kaltim Lakukan 2.000 Aksi dari 1.300 Zetizen

Ada ribuan zetizen di Kaltim yang mengunggah aksi positif ke www.zetizen.com. Dari ribuan orang itu,…

Sabtu, 07 Oktober 2017 02:10

Terkesan Kota yang Dinamis dengan Warganya yang Sadar Hukum

BALIKPAPAN  –  AKBP Jeffri Dian Juniarta yang kurang lebih dua tahun menjabat kapolres…

Sabtu, 07 Oktober 2017 02:04

FM2S Sigap Informasikan Kebakaran

Menggunakan Fire Man Monitoring System (FM2S), petugas maupun masyarakat dapat mengirimkan informasi…

Sabtu, 07 Oktober 2017 00:08

Susun Skema Kembangkan UMKM di Balikpapan

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Minyak bisa dibilang hanya segelintir saja yang…

Jumat, 06 Oktober 2017 07:52

Tak Sedikit Korban Perundungan Akhirnya Bunuh Diri

Bicara soal kekerasan, sering kali perempuan dan anak menjadi korban. Baik verbal maupun nonverbal.…

Kamis, 05 Oktober 2017 08:34

Tanpa Sadar Perundungan kepada Anak Bisa Dilakukan Orangtua

Belakangan, kasus bullying atau perundungan ramai dibicarakan. Kebanyakan terjadi di sekolah. Namun,…

Rabu, 04 Oktober 2017 08:27

Cegah Salah Pergaulan, Wajib Jadi “Google” untuk Buah Hati

Anak selalu ingin tahu dan mencoba hal baru. Namun, tak sedikit orangtua bersikap abai. Malah menganggap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .