MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Rabu, 11 Oktober 2017 08:23
Perokok Makin Muda, Berhenti Cukup dengan Teknik Pernapasan

Dari Seminar Upaya Berhenti Merokok di Kota Tepian

LAWAN KECANDUAN: Psikiater RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda dr Yenny Abdullah SpKJ saat mengisi seminar Upaya Berhenti Merokok di Plaza Mulia, Jalan Bhayangkara, kemarin.(fatzerin/kp)

PROKAL.CO, Lebih dari sepertiga atau 36,3 persen penduduk Indonesia saat ini menjadi perokok. Bahkan, 20 persen remaja usia 13-15 tahun sudah mengisap rokok dengan lancar.

ROESITA IKA WINARTI, Samarinda

UPAYA berhenti merokok jadi bahasan khusus dalam kegiatan Hari Kesehatan Mental Dunia di Kota Tepian. Hadir sebagai pembicara, yakni dr Yenny Abdullah SpKJ, psikiater dari Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSKD) Atma Husada Mahakam Samarinda. Serta Yulia Wahyu Ningrum, psikolog klinis dari Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi) Kaltim.

Dalam paparannya, Yenny mengatakan jumlah perokok anak kurang dari 10 tahun berjumlah 239 ribu orang. Dia mengambil data dari Komnas Perlindungan Anak (PA), pada 2008-2012. Parahnya, perokok anak-anak ini menghabiskan rata-rata 40 batang rokok per hari. Mulanya, anak atau remaja mencoba merokok agar terlihat dewasa. Sebagian besar juga mengikuti teman.

”Sementara untuk orang dewasa, mereka merokok karena berbagai hal. Termasuk alasan psikologis,” ucapnya. Yenny menjelaskan ada beberapa aspek yang memengaruhi seseorang kesulitan berhenti merokok. Adiksi atau sifat ketagihan dari nikotin pada rokok membuat perokok sulit untuk berhenti. Nikotin yang masuk ke tubuh mampu membuat otak melepas dopamin, atau hormon yang membuat seseorang merasa nyaman dan rileks.

Semakin lama, otak semakin membutuhkan dosis nikotin yang lebih banyak dalam melepaskan hormon dopamin sehingga berefek candu. Selain itu, efek fisiologis seorang perokok yang membuatnya memiliki "kelebihan" tertentu saat merokok juga memengaruhi. ”Nikotin melepaskan beberapa neurotransmitter. Contohnya menambah nafsu makan, melepas stres, daya pikir yang lebih tinggi, fisiologisnya seperti itu," kata dia.

Lalu, ketika seseorang berhenti merokok, beberapa aspek tersebut menjadi kebalikannya. Dan membuat tidak nyaman yang disebut gejala putus nikotin. Faktor lingkungan juga disebut memiliki peran dalam usaha seseorang yang ingin berhenti merokok. Berada di lingkungan teman, pekerjaan, atau keluarga yang banyak mengonsumsi rokok akan membuat seseorang tidak lepas dari rokok.

Sementara itu, Yulia menjelaskan ada beberapa cara untuk berhenti merokok. Pertama, dengan berhenti seketika. Tentu membutuhkan niat dan tekat yang kuat. ”Metode berhenti merokok lainnya berupa penundaan. Misal merokok pada pukul 09.00 di pagi hari. Lalu, merokok lagi dua jam berikutnya. Setelah terbiasa, tambah jeda waktunya,” kata dia.

Perokok harus berlatih untuk bernapas tanpa rokok. Hentikan sejenak kegiatan sekadar untuk rileks dari ketergesaan. Lalu, bernapas dengan sadar dan sengaja. Hirup napas, kata dia, dengan sangat lembut dan rasakan masuk ke tubuh. Kemudian embuskan dengan perlahan dan lega. Cara ini bisa dilakukan selama beberapa menit.

”Inilah rahasia mengapa rokok itu bisa kita nikmati. Bukan karena rokoknya, melainkan karena kita bernapas secara sadar dan sengaja,” kata dia. (riz/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 11:05
Subuh Perdana Novel Baswedan di Masjid Al Ihsan setelah Teror Air Keras

Tidak Trauma, Hanya Pandangan Mata Kabur

Setelah lebih dari sepuluh bulan, Novel Baswedan kembali berjalan kaki melewati jalan tempat dia disiram…

Senin, 29 Januari 2018 08:26

Bertahun-tahun Tersesat, Lupa Nama dan Alamat

Hampir semua orang ingin berumur panjang. Tapi, tak selamanya anugerah itu membuat orang bahagia. Di…

Minggu, 28 Januari 2018 07:44

Ada Timses Tak Bisa Bikin Surat Elektronik

Sistem baru pelaporan harta kekayaan peserta pemilihan kepala daerah (pilkada) yang berbasis online…

Sabtu, 27 Januari 2018 07:02

Merasakan Serunya Memacu Ski-doo

Setelah kunjungan ke pabrik alat-alat berat, saatnya menjajal lokasi wisata. Menikmati keseruan ski-doo…

Sabtu, 27 Januari 2018 06:53

Tumbuh Subur, Suplai Hasil Panen ke Hotel dan Perusahaan

Tak banyak yang tahu kegiatan narapidana di dalam lapas. Selama ini, mereka hanya diidentikkan terisolasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .