MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 11 Oktober 2017 07:29
Nasib Tak Pasti Investasi Kapal Migas
SEPI OPERASI: Diperkirakan 50 persen kapal migas akan menganggur akibat sepinya aktivitas pengeboran migas lepas pantai. Pengusaha pun mengakui, sulit mengejar return dari investasi kapal yang telah berjalan.(dok/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Bisnis sektor migas belum akan keluar dari masa sulit.Ditambah lagiPemerintah Indonesia lebih memilih impor BBM. Hal ini membuat para pelaku usaha bidang offshore atau lepas pantai merasa kecewa dan akan mengurangi kepercayaan investasi swasta apabila harga minyak telah stabil, terutama para pebisnis kapal.

Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) Captain Zaenal Arifin Hasibuan. Dia mengatakan, kalangan pengusaha swasta yang bergerak di sektor offshore, beberapa tahun belakangan ini telah melakukan investasi triliunan rupiah dalam mendukung program pemerintah soal kegiatan pendukung offshore.

“Namun, seiring memburuknya harga minyak dunia, pemerintah justru menghentikan beberapa kegiatan eksplorasi  minyak bumi, sehingga alat berat termasuk kapal yang telah diinvestasikan swasta nasional jadi sia-sia atau idle capacity hingga 50 persen,” ujarnya Selasa (10/10).

Seperti dilaporkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu (SKK) Migas, bahwa lifting minyak Indonesia hingga 2017, hanya mencapai 802 ribu barel per hari atau 99,2 persen. Dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 815 ribu barel per hari. Sementara, lifting gas tercatat 6.338 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) atau 99,7 persen dari target APBN 6.440 MMSCFD. Sementara itu, proyeksi masa depan akan lebih sulit. Pada 2030 diprediksi lifting minyak hanya 610 ribu barel per hari dan terus turun hingga 173 ribu barel pada 2050 mendatang.

“Mau dikemanakan itu kapal-kapal besar yang telah kami investasikan dalam beberapa tahun terakhir ini. Bukan cuma satu perusahaan tapi juga pengusaha lain siap-siap gulung tikar dan menanggung utang," ungkapnya.

Dia menambahkan, saat ini impor minyak diakui jauh lebih murah ketimbang memproduksi sendiri. Namun, hal ini akan menjadi bumerang bagi pemerintah ketika harga minyak dunia kembali naik atau stabil. Kalangan swasta yang merasa kurang diperhatikan saat ini nantinya menjadi kurang tertarik lagi untuk berinvestasi. Kapal-kapal yang diinvestasikan secara besar-besaran sesuai Inpres 5/2005 tentang pemberdayaan industri pelayaran, yang mewajibkan seluruh kegiatan komoditas dalam negeri menggunakan kapal dan awak Merah Putih menjadi sia-sia.

“Bahkan saat ini, tak hanya nasional di Kaltim dari  seluruh kapal yang ada sekitar 40-50 persen nganggur karena tidak ada kerjaan,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh kapal yang diinvestasikan dapat pembiayaan dari bank. Lalu, jika produksi minyak sedikit dan malah mengimpor, kapal-kapal akan terus menganggur. Para pengusaha berupaya investasi karena mendukung program pemerintah soal asas cabotage, yaitu kewajiban menggunakan kapal dan awak merah putih.

“Bisnis offshore bersama pemerintah seharusnya bisa duduk bersama mencari solusi, dengan merevitalisasi  industri hulu migas, agar dapat memberikan manfaat maksimal dengan bisnis turunannya,” tutupnya.(*/ctr/lhl/k15)


BACA JUGA

Jumat, 20 Oktober 2017 07:12

Honda Optimistis Tetap Dominasi Pasar Roda Dua

SAMARINDA - Meski pasar otomotif di ibu kota Kaltim masih dirundung melemahnya daya beli, PT Astra International…

Jumat, 20 Oktober 2017 07:08

BPD Kaltim Bakal Tambah Layanan ATM Drive Thru

SAMARINDA - Inovasi BPD Kaltim tak hanya dilakukan di perkotaan. Dalam waktu dekat, perusahaan bakal…

Kamis, 19 Oktober 2017 07:15

Pilih Rute Sesuai Potensi Pasar

BALIKPAPAN - Meski belum ada skema final, potensi perebutan pasar penumpang dari Bandara Sultan Aji…

Kamis, 19 Oktober 2017 07:11

Pemkot Samarinda Tegaskan Tak Tutup Transportasi Online

SAMARINDA - Polemik kehadiran transportasi online di Balikpapan bisa jadi menimbulkan tanya bagi masyarakat.…

Kamis, 19 Oktober 2017 07:11

2018, Dua Proyek Strategis Bisa Rampung

SAMARINDA – Pengerjaan sejumlah proyek strategis nasional di Kaltim belakangan terhambat proses…

Kamis, 19 Oktober 2017 07:07

Waralaba Kuliner Bisa Jadi Pilihan

SAMARINDA – Banyaknya perusahaan di Kaltim yang menurunkan kinerja menyebabkan tak sedikit karyawan…

Kamis, 19 Oktober 2017 07:06

Pendapatan Potensial, Pertanian Tetap Sepi Peminat

SAMARINDA - Produktivitas dan pangsa pasar pertanian di Kaltim memang belum menentu. Namun, pemerintah…

Kamis, 19 Oktober 2017 07:00

Risiko Serangan Cyber terhadap Jasa Keuangan Kian Besar

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan risiko serangan cyber pada sistem keuangan saat ini…

Rabu, 18 Oktober 2017 07:21

Jangan Hanya Andalkan Dana Pemerintah

SAMARINDA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya menerbitkan perubahan bentuk badan usaha BPD Kaltim.…

Rabu, 18 Oktober 2017 07:17

Angkasa Pura Ngotot Bandara APT Pranoto Cuma Jadi Feeder

BALIKPAPAN - Walaupun belum resmi menjadi pengelola, Angkasa Pura I tengah mengkaji prediksi operasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .