MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Selasa, 10 Oktober 2017 09:06
Plus dan Minus Penggunaan Bahan Bakar Gas
Murah dari Premium, Ramah bagi Mesin
AMAN BAGI PENGENDARA: Petugas saat mengisi BBG ke taksi di SPBG Mother Station, Muara Rapak, Balikpapan, kemarin. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, Gas mulai ramai dilirik pengendara di Balikpapan sebagai bahan bakar mobil. Sebagian besar adalah angkutan umum. Namun, masih ada plus-minus dari bahan bakar gas (BBG) tersebut.

BBG memiliki plus-minus dibanding premium. Keuntungan memakai gas, karena dianggap lebih murah ketimbang bensin. Namun, untuk tarikan mesin, disebut lebih berat daripada memakai bahan bakar premium.

“Kalau untuk irit secara biaya memang iya. Tapi saat mobil menanjak, memang tarikan agak berat. Beda dengan premium,” kata Saharuddin, sopir angkutan kota (angkot) di Balikpapan, kepada Kaltim Post saat mengisi gas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Mother Station, Jalan Jenderal A Yani, kemarin (9/10). Harga BBG 1 liter setara premium (LPS) sebesar Rp 4.500. Sedangkan harga premium Rp 6.450 per liter.

Dia mengaku, setelah menggunakan BBG selama sepekan belakangan, pengeluaran untuk membeli bahan bakar kini hanya Rp 70 ribu per hari. Padahal, sebelumnya jika menggunakan premium, dalam sehari rata-rata mesti merogoh kocek sampai Rp 110 ribu.

Soal lain yang membuat dia khawatir adalah perawatan konverter kit (alat untuk mengubah sistem bahan bakar mesin) dan mesin setelah program uji coba yang rencananya selama tiga bulan ke depan berakhir.

“Perawatan selama uji coba ini ada petugasnya (dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral). Dilakukan di SPBG Daughter, Jalan Pattimura, Batu Ampar,” bebernya. “Kalau uji coba sudah berakhir, kami masih bingung perawatannya bagaimana?” sambungnya.

Senada, Gunawan, pengemudi taksi yang sudah beralih ke BBG dari premium. Dia mengaku pengeluaran membeli bahan bakar selama menggunakan BBG memang jauh lebih irit. Jika sewaktu menggunakan premium, rata-rata menghabiskan Rp 250 ribu per hari. Kini dengan BBG hanya mengeluarkan Rp 80 ribu. “Soal tarikan mesin memang masih bagus premium. Tapi, saya kira ini hanya rasa. Lama-lama juga akan terbiasa,” bebernya.

Selama dua bulan menggunakan BBG, dia belum menemukan kendala berarti yang dihadapi. Justru dia lebih terbantu dengan peralihan ini. Apalagi untuk pemasangan konverter kit, dia tidak dipungut biaya sama sekali. Karena mendapat bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sementara itu, tarikan mesin lebih berat itu diakui petugas SPBG Mother Station Hermansyah. Menurut dia, itu terjadi karena konverter kit pada kendaraan sementara ini diatur irit. “Kalau diatur lebih boros konsumsinya, tarikan juga tidak kalah dengan premium,” kata dia.

Sementara ini pembeli gas di SPBG Mother Station sebagian besar baru angkutan umum. Seperti angkot dan taksi. Sedangkan mobil dinas (mobdin) milik Pemkot Balikpapan baru 150 unit yang menggunakan BBG.

Asisten II Setkot Balikpapan Sri Soetantinah mengatakan, untuk 150 mobdin pemkot sudah dipasang konverter kit sejak tahun lalu. Sedangkan tahun ini, pihaknya mendapat bantuan dari Kementerian ESDM untuk 350 angkutan umum, baik angkot maupun taksi. “Sementara ini konverter kit hanya untuk mobil berbahan bakar premium. Kami berharap, ke depan dapat yang untuk solar ke BBG,” katanya.

Dikatakan, pemkot sejatinya berencana membeli kendaraan operasional truk sampah yang sudah dual fuel. Namun, karena masih kesulitan anggaran, rencana itu dibatalkan. Belum ada lagi rencana mengusulkan itu.

RAMAH LINGKUNGAN

Ketua Asosiasi Mekanik dan Bengkel Indonesia Kaltim Lukman Hakim yakin, BBG lebih baik dibanding BBM. Pemasangannya juga tidak terlalu sulit. Namun, karena sosialisasi masih minim, banyak warga Kota Minyak tidak paham. Bahkan, dari teknisi lokal belum banyak yang memiliki keterampilan memasang konverter kit.

Lukman membeberkan, sejauh ini beberapa mekanik di Kaltim bisa memasang konverter kit. Tapi, mereka belum tersertifikasi. Sehingga mereka ada yang tidak berani atau konsumen ragu. Pasalnya, pemasangan alat itu memerlukan keterampilan khusus.

Menurut dia, BBG punya beberapa keunggulan dibanding BBM. Pertama, BBG memiliki hasil pembakaran yang lebih bersih dibanding bensin. Sebab, rantai karbon bahan bakar gas lebih pendek dibandingkan yang dihasilkan BBM. Angka oktan (research octane number/RON) juga lebih tinggi sekitar 120. Sedangkan premium RON 88. Adapun emisi CO lebih rendah dibandingkan BBM.

“Bahan bakar ini (BBG) ramah lingkungan. Di luar negeri, rata-rata kendaraan sudah memakai BBG. Tapi di Indonesia, masyarakat kita masih berpikir yang penting bahan bakar murah, tidak bagaimana ramah lingkungan,” papar Lukman.

Dia menilai, dari sisi keamanan, BBG yang ditampung dalam tabung bertekanan tinggi merupakan bahan bakar yang aman, baik bagi pengguna maupun kendaraannya. Tidak seperti BBM memiliki potensi ledakan hingga membuat kendaraan terbakar.

Sebab, api yang dikeluarkan dari BBG ketika ada kebocoran, biasanya mengikuti aliran gas yang bercampur dengan udara. Jadi tidak bisa disamakan dengan tabung gas elpiji. “Bahan bakar yang digunakan lebih efisiensi. Tapi akumulasi bahan bakar bergantung CC kendaraan. Contoh mobil dengan CC 1.800, normalnya per 1 liter BBM bisa menempuh jarak 18 kilometer. Dengan BBG setara 1 liter premium bisa menempuh 20–23 kilometer,” jelasnya.

Lalu, untuk pemasangan konverter kit tidak terlalu rumit. Prinsip dasar konverter kit adalah mengubah. Seperti namanya, mengonversi mesin kendaraan yang tadinya menggunakan BBM dialihkan ke BBG. Konsepnya, gas disimpan dalam tangki seperti layaknya bensin. “Tangki atau tabung gas biasanya dipasang di bagasi belakang,” bebernya.

compressed natural gas(CNG) memiliki tekanan yang tinggi, yaitu sebesar 200 bar. Sehingga memerlukan reducer untuk menurunkan tekanan sebelum masuk ruang bakar atau karburator. Kendaraan yang menggunakan konverter BBM memiliki istilah dual fuel (berbahan bakar ganda). Intinya, kendaraan bisa beroperasi dengan dua jenis bahan bakar.

“Kalau bensin habis, bisa jalan pakai gas. Begitupun sebaliknya. Mengetahui apakah gas habis atau tidak kita harus melihat tabung gas. Ini yang menjadi kekurangan BBG. Karena alat digital pengukur jumlah gas seperti halnya BBM masih sulit dicari,” beber Lukman.

Service Head Auto2000 Balikpapan Ahmad Azkia menjelaskan, BBG ramah bagi mesin kendaraan dan ramah bagi lingkungan. Dari sisi pembakaran lebih sempurna dengan RON 120. Lebih efisien dan murah harganya. Pihaknya telah membuat prototipe kendaraan BBG, Toyota Vios. Tetapi belum diproduksi secara massal karena menunggu kepastian regulasi.

“Dalam pemasangan konverter kit saya belum pernah melakukan. Namun, melihat saja. Tidaklah sulit saya rasa. Konverter kit yang dipasang disesuaikan dengan tipe kendaraan. Tetapi harus ada modifikasi di saluran intake. Agar gas dapat tersalurkan. Penggantian karburator atau injector tidak perlu dilakukan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menilai masih ada minusnya dari penggunaan BBG. Mulai harga konverter kit yang belum terjangkau. Kisaran harganya masih Rp 20–25 juta. Bobot dan volume tabung sangat besar.

Bagi pemilik kendaraan yang bagasinya sempit akan kesulitan untuk memasang tabung gas. Kemudian, pabrikan otomotif di Indonesia belum begitu mendukung mobil dengan BBG. (*/hul/aji/rom/k8)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 09:25

Vonis Tumpul para Koruptor

Korupsi serupa sampar yang tak kunjung memberi waras. Efek jera dari putusan peradilan nyatanya tak…

Senin, 11 Desember 2017 09:22

Alat Bukti Belum Bisa Membawa Keyakinan

RASUAH tak mungkin berdiri sendiri. Namun, tak sedikit kasus yang bergulir ke meja hijau hanya menyajikan…

Senin, 11 Desember 2017 08:35

Berebut Rekomendasi Jelang Pendaftaran

Konstelasi politik jelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Penajam Paser Utara (PPU) 2018 mulai menghangat.…

Kamis, 07 Desember 2017 07:33

Masih Ada yang Tinggal di Lereng Gunung

TANA PASER – Lokasi Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Pasero, RT 05, Desa Kerang Dayu, Kecamatan…

Kamis, 07 Desember 2017 07:31

Masuk Radar Kejaksaan

TANA PASER – Proyek pembangunan rumah untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Pasero, RT…

Kamis, 07 Desember 2017 07:30

Kades: Warga Sudah Huni Rumah Adat

PROTES warga terhadap kondisi rumah dari proyek Kementerian Sosial (Kemensos) untuk pemberdayaan Komunitas…

Rabu, 06 Desember 2017 07:45

Nasib Kesultanan Paser di Zaman Sekarang

Sejarah panjang Kerajaan Paser telah berakhir 1906 silam. Setelah Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar…

Rabu, 06 Desember 2017 07:39

Ini Riwayat Sultan Terakhir Kerajaan Paser

KEPEMIMPINAN sultan terakhir (kesebelas) jatuh pada masa pemerintahan Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar…

Kamis, 30 November 2017 07:40

Fokus Infrastruktur Dasar

Defisit anggaran pemerintah daerah belum berakhir. Ini membuat pejabat Pemkab Kutai Timur (Kutim) adu…

Kamis, 30 November 2017 07:38

Mahyunadi: Perhatikan Utang

LEGISLATOR mendukung program Pemkab di APBD Kutim 2018. Tapi, penyelenggara anggaran diwanti-wanti agar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .