MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Selasa, 10 Oktober 2017 09:01
Pakai BBG, Lingkungan Diuntungkan

PROKAL.CO, ADA 500 kendaraan di Balikpapan yang sudah mengonsumsi BBG. Baik mobil dinas maupun angkutan umum. Tahun depan, ditarget lebih banyak kendaraan yang sudah dipasang konverter kit.

“Tahun ini ada penambahan sekitar 350 mobil yang dipasang konverter kit. Untuk tahun depan, kami belum tahu penambahan berapa. Sekarang masih menunggu selesainya pemasangan 350 konverter kit untuk angkutan umum,” terang Corporate Secretary PT Pertamina Retail M Ivan Asmara, kemarin (9/10).

Soal apakah ada kemungkinan konverter kit dipasang di kendaraan roda dua? Asmara menyebut belum bisa dilakukan. Pasalnya, hingga kini belum ada perusahaan yang memproduksi alat tersebut.

“Sementara baru untuk kendaraan jenis roda empat. Sedangkan di Kaltim, SPBG itu merupakan milik pemerintah. Kami di sini hanya bertindak selaku operator yang mengoperasikan SPBG,” sebutnya.

Terkait pelayanan pengisian BBG, dia menyebut baru bisa dilakukan di SPBG Mother Station (induk) di Muara Rapak, Balikpapan. Tak hanya melayani kendaraan, tapi juga dimanfaatkan untuk industri dan rumah tangga sekitar 30 persen.

Selain SPBG induk di Muara Rapak, ada SPBG Gunung Bakaran di Jalan Marsma Iswahyudi dan SPBG Batu Ampar di Jalan Pattimura yang berstatus cabang. Kedua SPBG untuk sementara belum dioperasikan sejak pembangunannya.

“Sebenarnya tidak ada alasan atau kendala mengapa dua SPBG itu belum dioperasikan. Namun, untuk saat ini SPBG Mother Station Muara Rapak masih mampu melayani pengisian BBG bagi jumlah kendaraan yang ada,” timpal Humas Pertamina RU-V Balikpapan Alicia Irzanova. Saat ini, SPBG cabang di Batu Ampar telah dibuka. Tetapi, hanya sebagai lokasi pemasangan konverter kit untuk taksi dan angkot.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan Suryanto mengatakan, konversi dari BBM ke BBG punya andil menekan kadar karbon monoksida (CO) yang dihasilkan dari kendaraan bermotor. Dia berharap ke depan lebih banyak kendaraan yang bahan bakarnya beralih ke BBG.

Dia menyebut, 35 persen CO di Kota Minyak saat ini dihasilkan dari asap hasil pembakaran kendaraan bermotor. Penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai bahan bakar, jauh lebih bersih dan ramah terhadap lingkungan dibandingkan BBM. Sebab, CNG hanya menghasilkan sepertiga kadar emisi yang dihasilkan BBM.

“Jadi penyumbang terbesar emisi dari angkutan umum. Dengan beralih ke BBG tentu bisa menekan buangan. Sangat bagus untuk udara Balikpapan. Karena jika BBM menghasilkan emisi, maka untuk BBG tidak ada. Habis dalam proses pembakaran,” terangnya kemarin.

Selain itu, dengan kandungan RON 120, CNG mampu menghasilkan pembakaran yang lebih bersih. Sehingga mesin kendaraan lebih awet dengan perawatan yang efisien. Dengan demikian, Balikpapan juga berperan mengurangi dampak pemanasan global yang berakibat pada semakin cepatnya perubahan iklim. Namun, Balikpapan termasuk kota terbersih udaranya se-Indonesia untuk kategori kota besar tahun 2016 versi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Secara pasti, DLH belum menghitung pasti emisi yang akan berkurang dengan adanya konversi bahan bakar ini. Akan tetapi, Suryanto menyebut, jika dari 5 ribu kendaraan, seribu kendaraannya beralih ke gas, maka bisa menekan emisi hingga 20 persen. Apalagi bila didukung penggunaan transportasi massal berbasis non-BBM.

“Makanya, dalam rencana kami nanti, penyediaan bus di Kebun Raya Balikpapan harus berbahan bakar gas atau listrik. Kami harap, Pertamina mendukung penuh konversi angkutan publik seperti angkot untuk menggunakan BBG,” katanya. (*/rdh/rom/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 07:32

Satu Instansi, Beda Regulasi

PUSKESMAS  Temindung setiap tahun mengalokasikan dana untuk pengumpulan dan pengangkutan limbah…

Sabtu, 24 Februari 2018 07:31

Manfaatkan Aplikasi

BICARA pengelolaan kefarmasian, sejumlah pemerintah kabupaten/kota di Kaltim kerap belajar ke Dinas…

Sabtu, 24 Februari 2018 07:30

"Harus Dimusnahkan, Aturannya Jelas"

DUGAAN pengabaian ketentuan berembus kencang setelah seorang pasien puskesmas di Samarinda mengonsumsi…

Kamis, 22 Februari 2018 10:15

Tren Baru karena Narkoba

BULAN berganti tahun, Helga Worotitjan masih teringat kekerasan seksual yang dialaminya sewaktu kecil.…

Kamis, 22 Februari 2018 09:50

Terus Berulang bagai Lingkaran Setan

FISIK dan psikis menjadi tumbal kekerasan yang berulang pada anak. Bahkan, bisa menjadi benih kesumat.…

Kamis, 22 Februari 2018 09:44

Ajari dengan Kasih

MENDIDIK anak dengan dasar agama tentu berbeda-beda. Masing-masing punya cara. Misal Buddha yang mengedepankan…

Kamis, 22 Februari 2018 09:43

Orangtua Harus Paham Konsep Diri

Oleh: Kurnia Rizki MPsi(Psikolog dan konselor Pusat Pengembangan Keluarga (Puspaga)) BANYAK hal yang…

Kamis, 22 Februari 2018 09:40

"Setiap Bulan, Empat Aduan Baru"

PERAN Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) cukup krusial. Lembaga ini dibentuk…

Senin, 19 Februari 2018 09:30

Tumbuh walau Lambat

SAMARINDA - Di tengah kelesuan ekonomi akibat harga komoditas batu bara yang anjlok dalam empat tahun…

Senin, 19 Februari 2018 09:29

Inovasi Adalah Kunci

SAMARINDA – Kelesuan ekonomi akibat harga batu bara yang anjlok dalam empat tahun belakangan berdampak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .