MANAGED BY:
RABU
13 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Selasa, 10 Oktober 2017 09:01
Pakai BBG, Lingkungan Diuntungkan

PROKAL.CO, ADA 500 kendaraan di Balikpapan yang sudah mengonsumsi BBG. Baik mobil dinas maupun angkutan umum. Tahun depan, ditarget lebih banyak kendaraan yang sudah dipasang konverter kit.

“Tahun ini ada penambahan sekitar 350 mobil yang dipasang konverter kit. Untuk tahun depan, kami belum tahu penambahan berapa. Sekarang masih menunggu selesainya pemasangan 350 konverter kit untuk angkutan umum,” terang Corporate Secretary PT Pertamina Retail M Ivan Asmara, kemarin (9/10).

Soal apakah ada kemungkinan konverter kit dipasang di kendaraan roda dua? Asmara menyebut belum bisa dilakukan. Pasalnya, hingga kini belum ada perusahaan yang memproduksi alat tersebut.

“Sementara baru untuk kendaraan jenis roda empat. Sedangkan di Kaltim, SPBG itu merupakan milik pemerintah. Kami di sini hanya bertindak selaku operator yang mengoperasikan SPBG,” sebutnya.

Terkait pelayanan pengisian BBG, dia menyebut baru bisa dilakukan di SPBG Mother Station (induk) di Muara Rapak, Balikpapan. Tak hanya melayani kendaraan, tapi juga dimanfaatkan untuk industri dan rumah tangga sekitar 30 persen.

Selain SPBG induk di Muara Rapak, ada SPBG Gunung Bakaran di Jalan Marsma Iswahyudi dan SPBG Batu Ampar di Jalan Pattimura yang berstatus cabang. Kedua SPBG untuk sementara belum dioperasikan sejak pembangunannya.

“Sebenarnya tidak ada alasan atau kendala mengapa dua SPBG itu belum dioperasikan. Namun, untuk saat ini SPBG Mother Station Muara Rapak masih mampu melayani pengisian BBG bagi jumlah kendaraan yang ada,” timpal Humas Pertamina RU-V Balikpapan Alicia Irzanova. Saat ini, SPBG cabang di Batu Ampar telah dibuka. Tetapi, hanya sebagai lokasi pemasangan konverter kit untuk taksi dan angkot.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan Suryanto mengatakan, konversi dari BBM ke BBG punya andil menekan kadar karbon monoksida (CO) yang dihasilkan dari kendaraan bermotor. Dia berharap ke depan lebih banyak kendaraan yang bahan bakarnya beralih ke BBG.

Dia menyebut, 35 persen CO di Kota Minyak saat ini dihasilkan dari asap hasil pembakaran kendaraan bermotor. Penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai bahan bakar, jauh lebih bersih dan ramah terhadap lingkungan dibandingkan BBM. Sebab, CNG hanya menghasilkan sepertiga kadar emisi yang dihasilkan BBM.

“Jadi penyumbang terbesar emisi dari angkutan umum. Dengan beralih ke BBG tentu bisa menekan buangan. Sangat bagus untuk udara Balikpapan. Karena jika BBM menghasilkan emisi, maka untuk BBG tidak ada. Habis dalam proses pembakaran,” terangnya kemarin.

Selain itu, dengan kandungan RON 120, CNG mampu menghasilkan pembakaran yang lebih bersih. Sehingga mesin kendaraan lebih awet dengan perawatan yang efisien. Dengan demikian, Balikpapan juga berperan mengurangi dampak pemanasan global yang berakibat pada semakin cepatnya perubahan iklim. Namun, Balikpapan termasuk kota terbersih udaranya se-Indonesia untuk kategori kota besar tahun 2016 versi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Secara pasti, DLH belum menghitung pasti emisi yang akan berkurang dengan adanya konversi bahan bakar ini. Akan tetapi, Suryanto menyebut, jika dari 5 ribu kendaraan, seribu kendaraannya beralih ke gas, maka bisa menekan emisi hingga 20 persen. Apalagi bila didukung penggunaan transportasi massal berbasis non-BBM.

“Makanya, dalam rencana kami nanti, penyediaan bus di Kebun Raya Balikpapan harus berbahan bakar gas atau listrik. Kami harap, Pertamina mendukung penuh konversi angkutan publik seperti angkot untuk menggunakan BBG,” katanya. (*/rdh/rom/k8)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 09:25

Vonis Tumpul para Koruptor

Korupsi serupa sampar yang tak kunjung memberi waras. Efek jera dari putusan peradilan nyatanya tak…

Senin, 11 Desember 2017 09:22

Alat Bukti Belum Bisa Membawa Keyakinan

RASUAH tak mungkin berdiri sendiri. Namun, tak sedikit kasus yang bergulir ke meja hijau hanya menyajikan…

Senin, 11 Desember 2017 08:35

Berebut Rekomendasi Jelang Pendaftaran

Konstelasi politik jelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Penajam Paser Utara (PPU) 2018 mulai menghangat.…

Kamis, 07 Desember 2017 07:33

Masih Ada yang Tinggal di Lereng Gunung

TANA PASER – Lokasi Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Pasero, RT 05, Desa Kerang Dayu, Kecamatan…

Kamis, 07 Desember 2017 07:31

Masuk Radar Kejaksaan

TANA PASER – Proyek pembangunan rumah untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Pasero, RT…

Kamis, 07 Desember 2017 07:30

Kades: Warga Sudah Huni Rumah Adat

PROTES warga terhadap kondisi rumah dari proyek Kementerian Sosial (Kemensos) untuk pemberdayaan Komunitas…

Rabu, 06 Desember 2017 07:45

Nasib Kesultanan Paser di Zaman Sekarang

Sejarah panjang Kerajaan Paser telah berakhir 1906 silam. Setelah Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar…

Rabu, 06 Desember 2017 07:39

Ini Riwayat Sultan Terakhir Kerajaan Paser

KEPEMIMPINAN sultan terakhir (kesebelas) jatuh pada masa pemerintahan Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar…

Kamis, 30 November 2017 07:40

Fokus Infrastruktur Dasar

Defisit anggaran pemerintah daerah belum berakhir. Ini membuat pejabat Pemkab Kutai Timur (Kutim) adu…

Kamis, 30 November 2017 07:38

Mahyunadi: Perhatikan Utang

LEGISLATOR mendukung program Pemkab di APBD Kutim 2018. Tapi, penyelenggara anggaran diwanti-wanti agar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .